• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

4. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum

Pada psinsipnya kurikulum tingkat satuan pendidikan menengah itu minimal dapat memenuhi beberapa prinsip berikut ini:

a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. Potensi siswa yang ingin dikembangkan adalah pengetahuan awal siswa yang masih sangat terbatas untuk dikembangkan menjadi lebih sempurna. Dalam pelaksanaannya kurikulum yang akan dibuat harus tanggap pada kemampuan awal siswa dengan selalu bertanya kepada siswa sebelum memulai pelajaran.

b. Kurikulum dilaksanakan dengan memperhatikan kelima pilar belajar menurut KTSP, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, artinya kurikulum yang dibuat sedapat mungkin dapat mengajak siswa untuk menghormati keagungan Tuhan-Nya dengan pelajaran fisika. Misalnya dengan bertanya kepada siswa mengapa semua benda yang jatuh pasti jatuh kebawah dari zaman purbakala atau dapat pula bertanya apa yang terjadi seandainya gaya gravitasi tidak pernah ada apa jadinya saat kamu manjat kelapa di tepi sungai kapuas; (b) belajar untuk memahami dan menghayati, artinya ilmu fisika yang siswa dapat itu dapat diterapkan oleh siswa dalam

hidupnya untuk tujuan yang mulia misalnya pentingnya kejujuran dalam fisika; (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, artinya siswa terus diajarkan untuk berpikir dalam setiap tindakan yang harus mereka ambil; (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, hal ini dapat dilakukan dengan menugaskan siswa untuk berkerjasama dalam sebuah kelompok untuk memecahkan soal yang telah guru siapkan dari rumah; dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dengan belajar fisika siswa diharapkan bisa mengetahui kemampuannya dan mereka bisa mengambil keputusan yang benar untuk hidupnya di masa mendatang misalnya di saat mereka ingin melanjutkan keperguruan tinggi mereka bisa menyesuaikan jurusan yang mereka pilih dengan kemampuannya. Agar mereka bisa menjadi lebih maksimal dalam menguasai ilmu tertentu yang mereka telah pilih.

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapatkan pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhan nan, keindividuan, kesosialan dan moral. Potensi siswa yang dikembangkan misalnya kemampuan akan gerak lurus dalam fisika.

d. Ilmu fisika sangat banyak manfaatnya dalam hidup ini misalnya dalam bidang informasi seperti telpon. Namun ilmu ini juga bisa tidak dimanfaatkan pada tempatnya, misalnya menciptakan bom untuk membinasakan orang lain. Oleh karena itu setiap siswa perlu terus disadarkan bahwa hidup ini perlu Tuhan betapapun hebatnya kita. e. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana peserta didik dan pendidik

yang saling menerima dan saling menghargai, akrab, terbuka dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, in madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberi daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). Hal ini pada kenyataannya sudah mulai hilang dari pandangan siswa, buktinya sering terjadi bahwa siswa sangat tidak menghargai gurunya. Karena itu guru perlu menemukan cara agar siswa tetap punya sikap hormat kepada guru dan kepada siapapun. Pada penerapannya guru fisika harus bisa menghargai setiap pendapat siswa. Misalnya dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa, saat siswa salah menjawab jangan lansung menyalahkan siswa.

f. Kurikulum dilaksanakan dengan mengunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

Keterbatasan fasilitas sekolah di daerah hendaknya tidak dipandang pesimis oleh guru fisika untuk mengajarkan ilmu fisika dengan mengunakan teknolgi yang sudah ada misalnya sesekali mengajar menggunakan power point atau animasi mengunakan komputer. g. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial

dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. Ini penting agar siswa tidak perlu membayangkan hal-hal yang di luar lingkungannya. Misalnya mengenai kereta api, di Kalimantan alat transportasi ini tidak ada jadi kurang bermanfaat kalau kita mengunakan alat ini dalam menjelaskan mata pelajaran fisika. Mengajar fisika khususnya kabupaten Sintang sebaiknya mengunakan alat transportasi air misalnya perahu. Contohnya saat mengajarkan tentang vektor. Dengan demikian siswa bisa belajar lebih efektif dan mudah memahami materi yang diajarkan.

5. Tujuan

Mata pelajaran Fisika di SMA dalam lingkup KTSP bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006):

a. Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Guru fisika di SMA bukan hanya sekedar menyampaikan materi

fisika namun lebih dari itu, misalnya dengan memotivasi siswa. Tidak ada yang tidak bisa dipelajari di dunia ini karena setiap orang sudah punya potensi yang siap dikembangkan misalnya potensi memahami soal gerak lurus berubah beraturan atau yang lainya.

b. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat bekerjasama dengan orang lain. Jujur dalam mengumpulkan data saat praktikum dan jujur pada pada diri sendiri perlu ditekankan pada setiap siswa, karena jaman sekarang ini sangat jarang kita ketemukan orang jujur. Obyektif artinya siswa tidak memandang sesuatunya hanya dari satu patokkan ilmu. Siswa diajarkan untuk mau menerima masukkan dari teman-temannya untuk kemajuannya di masa mendatang. Misalnya dalam mengerjakan soal, siswa diberi kesempatan untuk mengoreksi perkerjaan temannya. Siswa harus punya sikap terbuka terhadap informasi baru dan dapat memahaminya dengan cermat agar informasi itu dapat menolongnya dikemudian hari baik dalam belajar fisika maupun dikehidupan ini. Kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan misalnya siswa diajarkan untuk tidak menerima begitu saja terhadap hal-hal baru termasuk dalam ilmu fisika. Contohnya siswa senantiasa punya sikap selalu ingin bertanya atas sesuatu yang belum siswa mengerti.

c. Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan

menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. Siswa diarahkan untuk ekperimen terhadap suatu topik fisika misalnya siswa diminta menghitung berapa kecepatan rata-rata motor yang di kendarai ke sekolah?

d. Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun kuantitatif

e. Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menguasai konsep dan prinsip fisika secara benar maka guru fisika senantiasa memberikan tugas pada siswa untuk kerjakan.

Catatan:

Dari beberapa pokok pemikiran tujuan pembelajaran fisika di SMA berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006 tersebut, maka penulis beranggapan bahwa ada beberapa pokok pemikiran penting yang hendaknya diperhatikan oleh guru sebagai tujuan mata pelajaran fisika di SMA. Beberapa tujuan tersebut antara lain: membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa serta memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka,

ulet, kritis, dan dapat bekerjasama dengan orang lain. Sikap jujur terhadap data ilmiah, obyektif terhadap hasil yang telah dicapai, selalu terbuka dengan pendapat ataupun masukkan dari teman dan pihak lain, ulet dalam berusaha demi hasil yang memuaskan dan kritis terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungannya adalah sikap yang hendaknya dimiliki oleh siswa.