TEKNIK KONTRAK PERILAKU (BEHAVIOR CONTRACT)
B. PRINSIP-PRINSIP KONTRAK PERILAKU
Beberapa hal yang menjadi prinsip dalam teknik kontrak perilaku adalah (Thompson, 230):
Contract condition
Konselor dan konseli harus benar-benar memahami tentang target behavior yang dituju dan mampu mengerti serta menyusun kondisi /situasi yang diharapkan dapat terjadi sesuai dengan tujuan dan arah pengubahan perilaku yang dituju oleh konseli.
Dalam pembuatan kontrak perilaku, target behavior harus benar-benar dijabakan secara spesifik, konkrit operasional, dan dianalisis menggunakan konsep A-B-C (Anteseden-Behavior-Consequence). Konseli dan konselor harus mampu mendeskripsikan secara spesifik perilaku yang menjadi target behavior nya, bagaimana antesedennya, dan bagaimana consequensinya.
Contract completition criteria
Kriteria disini berarti tingkatan keberhasilan perilaku target yang dapat dilakukan oleh konseli, dapat pula diartikan sebagai kriteria sejauh mana konseli mampu memunculkan perilaku target. Hal ini terkait dengan pengukuran perilaku (durasi, frekuensi/interval, intensitas, latensi).
Misalnya : kriteria yang diharapkan mampu dicapai oleh konseli, “ konseli
mampu mengurangi merokok sampai 60 % dalam 8 hari selama 10 perjanjian dalam kontrak perilaku“
Reinforcers
Dalam kontrak harus juga terdapat penguatan/reward yang akan diperoleh apabila konseli mampu mencapai kriteria dalam kontrak perilaku. Reward yang diberikan sesuai dengan yang diminta konseli, dengan alasan dan rasional yang jelas. Apabila perilaku target muncul harus segera diberikan penguatan.
Review and Renegotiation
Dalam kontrak juga terdapat data perkembangan perilaku konseli yang dapat direview oleh konseli. Seorang terapi mungkin melakukan review selama seminggu bersama konseli untuk membantunya memahami kemajuan dan evaluasi perkembangan perilakunya. Jika tidak ada perkembangan yang signifikan maka dapat menegosiasikan kembali kontrak dengan terapis.
Language and signatures
Contract sebaiknya ditulis dalam bahasa yang sederhana, jelas, dan dapat
dipahami oleh konseli. misalkan, istilah “reinforcement” dapay diganti dengan istilah “hadiah”.
C. TUJUAN
Beberapa tujuan dari pemberian kontrak perilaku adalah sebagai berikut:
Menghapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untuk digantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien.
Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/ merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling.
Meningkatkan pilihan pribadi dan menciptakan kondisi pembelajaran baru.
Tujuan yang sifatnya umum dapat dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik, dengan catatan tujuan tersebut harus: (a) diinginkan oleh klien; (b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut; (c) klien dapat mencapai tujuan tersebut; (d) dirumuskan secara spesifik.
D. MANFAAT
Beberapa manfat dari penggunaan kontrak perilaku adalah sebagai berikut:
Para terapis menyukai Kontrak Perilaku, karena adanya kejelasan dan adanya catatan yang detil untuk memandu perilaku serta mengatasi salah paham yang mungkin timbul.
Kesamaran dan ketidakjelasan dapat segera dihapus, dan mengarah pada tindakan nyata yang dapat diukur dan dievaluasi.
Mengarah pada penghilangan ketidakpastian atau komunikasi yang jelas antara perilaku yang diingikan dan penghargaan atau hukuman.
Partisipasi aktif konseli untuk menampilkan suatu keikutsertaan dalam mengolah lingkungan dan perilaku yang sesuai dengan cara yang efektif.
Meningktakan motivasi konseli karena terdapat hal/kontrak yang harus dipenuhinya.
E. TAHAP-TAHAP
Kontrak perilaku merupakan salah satu jenis jenis strategi pengeolaan diri (self management), karena perilaku masuk ke dalam kontrak merupakan perilaku yang dirancang supaya dapat mempengaruhi terjadinya perilaku target di masa yang akan datang. Pada dasarnya kontrak ditulis oleh individu yang terlibat, kesepakatan yang telah dicapai, terminologi yang digunakan, dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkaitan. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat kontrak perilaku adalah sebagai berikut.
b. Tetapkan metode pengumpulan data
c. Tetapkan tingkatan kriteria perilaku target yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu
d. Tetapkan kontingensi (kemungkinan tertentu) yang bisa mempengaruhi perilaku target terjadi di masa yang akan datang
Adapaun langkah-langkah/tahapan pembuatan kontrak perilaku adalah sebagai berikut (Gantina, 2011:173)
1. Rasional kontrak perilaku
2. Membuat kesepakatan bersama antara konselor dan konseli terhadap aturan- aturan terkait kontrak perilaku
3. Pilih tingkah laku yang akan diubah dengan melakukan analisis ABC
4. Tentukan data awal (baseline data) dan kriteria tingkah laku yang akan diubah dan dicapai dalam kontrak
5. Tentukan jenis penguatan yang akan diterapkan beserta jadwal pemberian penguatannya
6. Berikan reinforcement setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan sesuai jadwal kontrak
7. Berikan penguatan setiap saat tingkah laku yang ditampilkan menetap
8. Review dan renegotiation kontrak yang dibuat apabila dalam pelaksanaanya terdapat hal-hal yang menghambat konseli.
Terdapat pula beberapa hal yang harus diperhatikan dan disampaikan kepada konseli dalam pembuatan kontrak perilaku, seperti yang diutarakan oleh Stuart (1971) ; Homme (1973) (dalam Hartosujono, 2006)
Tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat atau yang disebutkan di surat perjanjian tersebut. Penguatan untuk pemenuhan tanggung jawab yang akan dikenai untuk perilaku tertentu.
Adanya penandatanganan oleh beberapa belah pihak yang terikat perjanjian berkaitan: uraian pemantauan perilaku bila suatu penghargaan atau penghormatan itu telah diberikan.
Beberapa belah pihak yang terikat perjanjian harus mendapat salinan, beserta dari reinforcement untuk hasil kerja yang optimum dan denda/hukuman untuk
kegagalan yang mungkin terjadi (dengan persetujuan konseli). Pemberian imbalan atau penghargaan yang tertulis di kontrak harus segera;
Kontrak perlu mencantumkan langkah- langkah prinsip penghargaan yang relatif kecil segera setelah suatu tindakan dilakukan, dibanding memberi penghargaan yang besar karena individu melakukan perubahan yang besar;
Penghargaan kecil harus sering dan secara relatif mudah diperoleh (sesuai dengan schedules of reinforcement).
Kontrak harus jelas dan spesifik, dimasukkan dengan jujur, realistis dan sesuai dengan tujuan.
Kontrak perlu secara umum menyatakan hal-hal secara positif dibanding negatif serta perlu adanya suatu penghargaan dibanding hanya penghindaran dari suatu hukuman;
Metoda terikat kontrak harus digunakan secara sistematis, dengan kontrak- kontrak yang sudah lalu harus ditinjau kembali dan kontrak yang baru dirumuskan ulang untuk memperluas bidang-bidang berguna dan untuk berhubungan dengan situasi baru ketika mereka berkembang. Jarang dua pihak harus menandatangani kontrak yang terjadi.
F. APLIKASI TERBATAS
No. Tahapan Contoh Penerapan Verbatim
1. Rasional kontrak perilaku “ baiklah candra, terkait permasalahanmu tadi
Bapak mempunyai suatu cara agar Candra dapat semakin semangat dalam usahanya mencapai rangking 10 besar. Bagaimana kalau Candra membuat kontrak dengan Bapak apabila Candra dapat menunjukkan kemajuan dalam bidang belajar maka Candra akan mendapat hadiah dari Bapak…”
2. Membuat kesepakatan bersama antara konselor dan konseli terhadap aturan-aturan terkait kontrak perilaku
“ Jika kamu telah setuju membuat suatu kontrak dengan Bapak, mari kita bahas bersama-sama terkait aturan-aturan dalam kontrak kita ini….”
3. Pilih tingkah laku yang akan diubah dengan melakukan analisis ABC
“ Terakait keinginanmu untuk dapat masuk dalam sepuluh besar tadi mari kita bicarakan lebih spesifik lagi terkait apa yang ingin kamu capai, dan hal-hal apa saja yang sekiranya mendukung pencapaian keinginanmu tadi…”
4. Tentukan data awal (baseline data) dan kriteria tingkah laku yang akan diubah dan dicapai dalam kontrak
“ kamu ingin mendapat nilai minimal 80 dalam MID semester minggu depan, dalam mata pelajaran apa saja kamu targetkan nilai tersebut ? atau ada target kriteria yang lain terkait mata pelajaran yang mungkin sangat kamu kuasai ?
5. Tentukan jenis penguatan yang akan diterapkan beserta jadwal pemberian penguatannya
“ Baik apabila kamu dapat mendapat minimal nilai 80 untuk mata pelajaran fisika, biologi, dan kimia maka sesuai perjanjian kita Bapak akan hadiah untukmu”
6. Berikan reinforcement setiap kali tingkah laku yang diinginkan ditampilkan sesuai jadwal kontrak
“ Bagus. Bagus. Selamat Candra. Kamu mendapat nilai yang bagus dan sudah melampaui targetmu, sesuai dengan kontrak Bapak akan memberikan hadiah ini untukmu
7. Berikan penguatan setiap saat tingkah laku yang ditampilkan menetap
“ Wah bagus sekali Candra, di ujian semester kamu juga mendapat nilai yang bagus dalam mata pelajarannmu, selamat ya. Selalu tingkatkan, semoga harapanmu untuk dapat menjadi 10 besar dapat terjadi”
8. Review dan renegotiation kontrak yang dibuat apabila dalam pelaksanaanya terdapat hal-hal yang menghambat konseli
“ Owh nampaknya nilai yang kamu peroleh belum mencapai target yang kamu tetapkan, ada apakah gerangan yang membuat hal tersbut terjadi ? Mari kita bicarakan bersama-sama…
TEKNIK-TEKNIK KONSELING