INSTRUMEN PENELITIAN
1. Probing adalah berusaha memperoleh keterangan yang lebih jelas atau lebih mendalam
2. Probing dilakukan ketika jawaban kurang jelas atau kurang lengkap
3. Ada kalanya jawaban terlalu beremosi, kita biarkan terlebih dulu melampiaskannya,lalu kita ulangi pertanyaan
4. Probing dilakukan pula bila responden tampaknya tidak sanggup menjawab, mungkin karena tidak tahu atau kurang mengerti (Nasution, 2003).
Jenis Wawancara
Beberapa tokoh memiliki perbedaan dalam mengelompokkan jenis-jenis wawancara. Suharsimi Arikunto (2002) mengelompokkan jenis wawancara ke dalam dua kelompok; wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur (Arikunto, 2002). Sedangkan C. Dawson, mengelompokkan jenis wawancara ke dalam tiga jenis, yaitu;
1. Wawancara tak terstruktur 2. Wawancara semi terstruktur
4 Probbing : diligent and thorough in inquiry or investigation. a probing inquiry; a searching investigation of their past dealings. (sumber:
www.artikata.com, diakses tanggal 16 Mei 2012, pukul 22:25)
Pengantar Penelitian Pendidikan | 65 3. Terstruktur (Dawson, 2010)
Prof. Dr. Noeng Muhadjir melihat wawancara dalam dua kategori; keterlibatan peneliti dan pakai atau tanpa guide.
Keterlibatan Peneliti 1. Non partisipasi 2. Quasi partisipasi 3. partisipan
Pakai atau tanpa Guide
1. Dalam paradigma kuantitatif agar perekaman terjaga objektivitasnya; penggunaan guide penting.
Interview bebas sering, menyulitkan peneliti dalam perekaman dan tabulasi data yang perlu dikuantifikasikan.
2. Interview dalam paradigma kuantitatif lebih banyak digunakan untuk mempelajari latar belakang atau memperluas horizon pemahaman objek yang diteliti (Mohadjir, 2011).
a. Wawancara tak terstruktur
1) Kadang-kadang disebut life history interviews (pendekatan yang favorit dalam penelitian sejarah kehidupan seseorang)
2) Peneliti berusaha mendapatkan pemahaman holistik dari sudut yang diwawancarai atau situasinya.
3) Peserta bebas untuk berbicara tentang dari peniliti (Dawson, 2010).
Pengantar Penelitian Pendidikan | 66 b. Wawancara semi terstruktur;
1) Suatu bentuk yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial kualitatif
2) Peneliti ingin mengetahui informasi spesifik yang nantinya dapat dibandingkan dan dikontraskan dengan informasi lainnya yang diperoleh dari wawancara.
3) Peneliti membuat sebuah jadwal wawancara, jadwal dapat berupa daftar pertanyaan atau topik, guna menjamin kontinuitas wawancara.
4) Dalam penelitian grounded theory, jadwalnya direvisi dan diperbaharui setelah wawancara untuk memasuki topik yang muncul dari wawancara sebelumnya (Dawson, 2010).
c. Wawancara terstruktur
1) Sering digunakan dalam riset pasar. Apakah anda pernah diminta berhenti ditengah jalan atau dihubungi melalui telepon ditanya mengenai sebuah majalah atau rokok?
2) Wawancara terstruktur digunakan dalam penelitian kuantitatif dan dapat dilakukan dengan tatapmuka atau melalui telepon,kadang-kadang dengan bantuan laptop (Dawson, 2010).
Dilihat dari sudut pandang pelaksanaannya, maka interview itu dapat dikelompokkan dalam;
Pengantar Penelitian Pendidikan | 67 1) Interview bebas, inguided interview; pewawancara
bebas menanyakan apa saja, tetapi juga mengingat data apa yang akan dikumpulkan.
a) Pewawancara tidak membawa pedoman b) Kebaikannya; responden tidak menyadari
sedang diwawancara
c) Kelemahan; kadang kurang terkendali 2) Interview terpimpin, guided interview; interview
yang dilakukan oleh peneliti dengan mebawa sederet pertanyaan lengkap dan terperinci seperti yang dimaksud interview terstruktur.
3) Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan terpimpin. Dimana pedoman yang dibawa pewawancara adalah garis besarnya saja (Arikunto, 2002).
Di dalam melakukan wawancara, seorang peneliti harus memperhatikan bagaimana merekam atau mencatat hasilnya. Metode mencatat yang dapat digunakan pewawanncara dalam mencatat hasil;
1. Membawa serta (menggunakan) catatan dan pulpen sangat berguna saat melakukan wawancara sekalipun anda menggunakan recorder (Dawson, 2010).
2. Mencatat dapat dengan stenografi atau tulisan biasa secara cepat tetapi jelas, ada kalanya menulis kata-kata penting, kadang-kadang persis apa yang diucapkan responden (Nasution, 2003).
Pengantar Penelitian Pendidikan | 68 Kelebihan dan Kelemahan Metode Wawancara
a. Kelebihan wawancara;
1. Dapat memperoleh keterangan yang sedalam-dalanya tentang suatu masalah,khususya yang berkenaan dengan pribadi seseorang.
2. Dapat memperoleh informasi dengan cepat 3. Dapat memastikan respondenlah yang menjawab 4. Peneliti dapat berusaha agar pertanyaan
benar-benar dipahami oleh responden 5. Fleksibilitas dalam cara bertanya.
6. Dapat menilai validitas jawaban dari gerak-gerik, nada dan air muka responden
7. Informasi yang diperoleh dapat dipercara karena jika terjadi salah tafsiran maka dapat segera diperbaiki pada saat wawancara.
8. Responden lebih bersedi (Nasution, 2003).
b. Kelemahan wawancara;
a. Apakah jawaban verbal dapat dipercaya? Atau sesui dengan yang sebenarnya.
b. Pewawancara sendiri tidak konstan kondisinya dalam menghadapi berbagai orang secara berturut-turut. (keletihan,kurang konsentrasi dll)
c. Kesulitan dalam mengolah hasil wawancara bila digunakan recorder.
d. Belum ada sistem tertentu tentang cara mencatat hasil interview (Nasution, 2003).
Pengantar Penelitian Pendidikan | 69 Setiap metode memiliki kelebihan (manfaat) dan kelemahan masing-masing. Penggunaan metode wawancara memiliki Alasan;
1) Pertama, Dengan wawancara, peneliti dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami subjek yang diteliti, akan tetapi apa yang tersembunyi jauh didalam subjek penelitian.
2) Kedua, apa yang akan ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas waktu, yang berkaitan dengan masa lampau, masa sekarang, dan juga masa mendatang (Patilima, 2007).
C. Observasi (Pengamatan)
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan di amati atau diteliti (Sanjaya, 2011). Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian,observasi aktivitas, penggambaran interaksi, alat perekam elektronik, atau pemetaan. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya; perilaku, aktivitas, dan proses lainnya (Kunandar, 2010).
Dalam melakukan observasi peneliti perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Pengantar Penelitian Pendidikan | 70 1. Memperhatikan fokus penelitian
2. Menentukan kriteria yang diamati (Kunandar, 2010).
Adapun observasi dalam pelaksanaannya dibagi dalam beberapa bentuk (jenis); observasi terbuka, observasi terfokus, observasi terstruktur, observasi dan sistematik.
a) Observasi terbuka
Dalam hal ini Pengamat/observer mencatat segala sesuatu yang terjadi di kelas. Maka hasil catatannya sebagai berikut: (Hopkins, 1993)
Selain dengan catatan di atas, observasi terbuka dapat pula dibuat catatan dengan mengikuti aspek yang ingin diamati (ditanggkap). Sehingga bentuk catatan observasinya dapat berupa tabel sebagai berikut:
No ASPEK DESKRIPSI
1. Persentase
2. Mengajar Tak Langsung 3. Mengajar langsung 4. Suara
5. Strategi bertanya 6. Masukan Balik 7. Pokok Bahsasn
Guru : santi, coba buka halaman 49, berikan jawaban pertanyaan pada nomor 1!
Santi : Perang dunia ke II terjadi karena konflik yg tdk terselesaikan pd PD I
Guru : Baiklah, itu satu jawaban, Anto, coba berikan jawaban yg lain!
Pengantar Penelitian Pendidikan | 71 b) Observasi Terfokus
Pengamatan (observasi) terfokus bertujuan memfokuskan pada permasalahan tertentu, misalnya upaya-upaya guru dalam membangkitkan semangat belajar siswa. Dalam melakukan pengamatan tersebut dapat digunakan format sebagai berikut:
Format teknik bertanya A. Bentuk Pertanyaan
1. Akademik: Faktual, Jawaban yang dicari spesisfik dan benar. Akademik: Opini, Singkat.
2. Non Akademik: Pertanyaan pribadi, prosedur, dan disiplin
B. Bentuk Jawaban
1. Untuk mempertanyakan pemikiran, siswa membuat kesimpulan atau elaborasi.
2. Untuk pertanyaan faktual, siswa mengingat kembali (hafalan)
3. Untuk pertanyaan pilihan, siswa menjawab ya atau tidak C. Seleksi Siswa
1. Sebut nama siswa sebelum bertanya 2. Meminta sukarelawan
3. Meminta bukan sukarelawan (sesudah pertanyaan diajukan)