• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMPULAN DAN SARAN

TES PROBLEM SOLVING

NO SOAL JAWABAN

1 Seorang laboran melakukan percobaan dengan mereaksikan larutan. Dia memiliki larutan dengan volume 100 mL dan pH = 2. Dari percobaannya tersebut, ternyata laboran membutuhkan larutan dengan pH = 4. Kemudian dia menambahkan sejumlah padatan NaOH kedalam larutan tersebut. Setelah penambahan padatan NaOH, laboran mengukur volume larutan tersebut dan ternyata volumenya tidak berubah (tetap). (Ar Na = 23; Ar O = 16; Ar H = 1)

a. Tuliskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan!

b. Tuliskan data yang anda butuhkan! c. Buatlah langkah1

langkah untuk menyelesaikan

masalah tersebut, berapa gram NaOH yang harus ditambahkan?

d. Tulislah kesimpulan anda!

(6 Poin)

a. Berapa gram NaOH yang dibutuhkan untuk mengubah larutan dari pH = 2 menjadi pH = 4? b. Jumlah Mr NaOH (1 Poin) c. Diketahui: pH awal = 2 pH akhir = 4 Ditanya:

Berapa jumlah NaOH padatan yang harus ditambahkan agar pH larutan bertambah menjadi 4?

Dijawab: Keadan awal: pH = 2 [H+] = 1012M

Jumlah mmol H+ =volume × kemolaran H+ = 100 mL× 1012M = 1 mmol (1 Poin) Keadaan akhir: pH = 4 [H+] = 1014M

Jumlah mmol H+ =volume × kemolaran H+ = 100 mL× 1014M

= 0,01 mmol

Jumlah mmol H+ yang bereaksi = Jumlah mmol H+ awal 1 Jumlah mmol H+ akhir

= 1 mmol – 0,01 mmol = 0,99 mmol

(1 Poin)

Ion H+ bereaksi dengan NaOH berdasarkan persamaan reaksi sebagai berikut:

H+(aq) + NaOH(aq) → Na+(aq) + H2O (l) Jumlah mmol NaOH = jumlah mmol H+ = 0,99 mmol

(1 Poin)

Massa NaOH = jumlah mmol NaOH×Mr NaOH

= 0,99 mmol × 40 mg mmol11 = 39,6 mg.

Jadi, NaOH yang harus ditambahkan sebanyak = 39,6 mg

(1 Poin) d. Kesimpulan:

Untuk membuat larutan NaOH yang semula memiliki pH = 2 menjadi pH = 4, dibutuhkan NaOH sebanyak 39,6 mg.

(1 Poin) 2 Pak Bani merupakan

seorang petani lahan gambut. Sifat kimia dan fisika tanah gambut merupakan sifat1sifat tanah gambut yang penting diperhatikan dalam pengelolaan lahan gambut. Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar N, P, K, kejenuhan basa (KB), dan hara mikro merupakan informasi yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut. Suatu hari, pak Bani mengambil sampel tanah untuk diukur pH1 nya. Pak Bani menggunakan kertas lakmus dan ternyata kertas lakmus tersebut berwarna merah. Agar dapat ditanami dengan baik, maka pak Bani menambahkan kapur. Berbeda dengan lahan pak Bani, lahan pak Suryo yang diuji dengan kertas lakmus menunjukkan warna biru. Kondisi tanah ini

(9 Poin)

a. Masalah yang dihadapi pak Bani:

Lahan gambut yang bersifat asam terbukti dengan pengujian kertas lakmus yang berwarna merah.

Masalah yang dihadapi pak Suryo:

Tanah garapan yang bersifat basa terbukti dengan pengujian kertas lakmus yang berwarna biru.

(1 Poin)

b. Menurut pendapat saya, yang dilakukan oleh pak Bani dan pak Suryo sudah tepat. Alasannya yaitu lahan pak Bani yang bersifat asam, ditambahkan kapur (CaO) agar bersifat netral, sedangkan lahan pak Suryo yang bersifat basa ditambahakan pupuk ZA ((NH4)2SO4) agar bersifat netral.

(1 Poin)

c. Solusi untuk lahan pak Bani yaitu dengan menambahkan kapur (CaO)

CaO + H2O → Ca(OH)2

dimana Ca(OH)2 bersifat basa dan apabila zat tersebut dicampurkan kedalam tanah yang bersifat asam, maka tanah akan bersifat netral. Secara umum para ahli mengemukakan bahwa masalah tanah asam dapat diatasi dengan teknologi pengapuran, karena pengapuran dapat menaikkan pH tanah.

Solusi untuk lahan pak Suryo yaitu dengan menambahkan pupuk ZA. Ketika penambahan pupuk ZA, (NH4)2SO4 akan teroksidasi dalam tanah kemudian

141

menunjukkan nilai derajat keasaman (pH > 7) unsur P (fosfor) akan banyak terikat oleh Ca (kalsium). Pak Suryo mendapat saran dari tetangga agar menambahkan pupuk ZA ke dalam tanah garapannya, dan pak Suryo mengikuti saran tetangga.

a. Tuliskan masalah yang diahadapi oleh pak Bani dan Pak Suryo!

b. Menurut anda, apakah sudah tepat perlakuan yang diberikan oleh pak Bani dan pak Suryo terhadap lahan garapannya? c. Bagaimana solusi anda untuk menangani masalah diatas? Jelasakan secara logis! d. Tuliskan kesimpulan anda!

membentuk SO3, kemudian ketika di dalam tanah akan bereaksi dengan air membentuk H2SO4. H2SO4 merupakan asam dan apabila diberikan ke tanah yang bersifat basa, maka tanah tersebut akan menjadi netral.

(4 Poin) d. Kesimpulan:

Derajat keasaman tanah (pH tanah) pada kondisi netral mempunyai banyak keuntungan. Tanaman mampu tumbuh dengan baik sehingga produksinya dapat optimal. Tanaman mampu menyerap unsur hara dengan baik karena pada kondisi ini unsur hara mudah larut dalam air.

∴ Pada tanah dengan pH rendah (tanah asam) dapat ditingkatkan nilai pH1nya dengan cara pengapuran, sedangkan pada tanah basa (pH tinggi), penetralan pH dapat dilakukan dengan penambahan pupuk ZA.

(3 Poin)

3 Sekelompok siswa melakukan pengujian terhadap air mineral yang mempunyai konsentrasi 1017 M dari berbagai ukuran kemasan, diantaranya yaitu: f) Gelas plastik: 240 mL g) Botol besar : 1500 mL h) Botol sedang: 600 mL i) Botol kecil : 330 mL j) Galon : 19 Liter (4 Poin) Diketahui : [H+] = 1017 Ditanya :

1. Derajat keasaman dari masing1masing kemasan?

2. Berbeda atau samakah?

3. Mengapa? Jelaskan secara logis dan jelas! Dijawab :

1. Derajat keasaman dari masing1masing kemasan yaitu: a) 240 mL → pH = 1log [H+] = 1log [1017] = 7 b) 1500 mL → pH = 1log [H+] = 1log [1017] = 7 c) 600 mL→ pH = 1log [H+]

Mereka melakukan perhitungan derajat keasaman dari berbagai kemasan yang telah disediakan.

Diantara kelima kemasan yang telah disediakan,

bagaimanakah derajat keasaman dari masing1 masing kemasan? Berbeda atau samakah? Mengapa? Jelaskan secara logis dan jelas!

= 1log [1017] = 7 d) 330 mL→ pH = 1log [H+] = 1log [1017] = 7 e) 19 Liter → pH = 1log [H+] = 1log [1017] = 7

2. Derajat keasaman (pH) dari berbagai kemasan yaitu sama.

(2 Poin)

3. Karena pada kondisi air murni, yaitu kondisi dimana tanpa asam atau basa (netral) harga pH suatu larutan akan sama dengan pOH. Banyak sedikitnya volume tidak mempengaruhi nilai derajat keasaman, jadi nilai pH akan sama selama konsentrasi tidak berubah meskipun ditempatkan pada kemasan dengan volume yang berbeda.

(2 Poin) 4 Air sadah adalah air

dengan kandungan mineral1mineral tertentu di dalam air, yaitu ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam bikarbonat. Air

sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi. Metode yang paling sederhana untuk mengetahui kesadahan air adalah dengan sabun. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Air sadah tidak terlalu berbahaya jika diminum, akan tetapi dapat menyebabkan beberapa masalah, sebutkan 2 masalah yang timbul akibat adanya air sadah!

Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi

(6 poin)

2 masalah yang timbul akibat adanya air sadah yaitu:

1) Air sadah dapat menyebabkan terjadinya pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran.

2) Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan scum yang sukar dihilangkan.

(2 Poin)

Persamaan Kimia setelah penambahan karbonat:

CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) → CaCO3(s) + 2NaCl(aq) (2 Poin)

Mg(NO3)2(aq) + K2CO3(aq) → MgCO3(s) + 2KNO3(aq)

(2 Poin) Catatan:

Nilai 2 Poin apabila, dalam persamaan reaksi suatu senyawa disertai fase zat.

143

dengan ketat untuk mencegah kerugian. Untuk menghilangkan kesadahan biasanya digunakan berbagai zat kimia, ataupun dengan menggunakan resin penukar ion. Senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida atau magnesium nitrat. Zat1zat kimia yang biasanya dipakai larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq) atau K2CO3

(aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+ dan atau Mg2+. Tuliskan persamaan reaksi kimia setelah penambahan larutan karbonat!

Skor Total = 25 Poin Nilai = ^_`a bcde fghia`jik

Lampiran 3.4

RUBRIK KRITERIA VALIDASI INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

Dokumen terkait