• Tidak ada hasil yang ditemukan

Problematika Yang di Hadapi Guru Dalam Kegiatan Proses Pembelajaran di Dalam Kelas

Dalam dokumen Laporan Penelitian dan id bab 5 (Halaman 38-42)

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

B. Paparan Data Hasil Penilitian

2. Problematika Yang di Hadapi Guru Dalam Kegiatan Proses Pembelajaran di Dalam Kelas

a) Problematika Berkaitan Dengan Pola Tingkah Laku Siswa

Proses pembelajaran merupakan point utama dari kegitan yang ada di sekolah. Proses pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dalam pemberian ilmu oleh guru. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran ini khususnya pada materi Al-Qur’an Hadis banyak sekali problematika yang di hadapi guru. Hal pertama yang menjadi problematika pembelajaran yaitu dari segi tingkah laku para siswanya yang cenderung sangat aktif. Aktif di sini siswanya banyak yang ribut ketika pelaksanaan proses pembelajaran, terkadang mereka asik dengan mainannya sendiri tidak memperhatikan penjelasan guru , mereka juga berjalan ke kursi temanya yang lain. Berikut ini hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dengan informan yang menjadi sumber data penelitian.

oohh..tentu saja, banyak sekali kendala yang saya alami dalam pola tingkah laku siswa, seperti siswa yang ribut, yang asyik dengan mainanannya dan berjalan ke kursi temannya.50

Berkaitan dengan pola tingkah laku siswanya tersebut ada beberapa trik dan strategi yang di gunakan guru dalam upaya

49 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

November 2016, pkl. 10.25 WIB di ruangan perpustakaan MIN Kota Jambi.

50 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

meningkatkan konsentrasi siswa dalam memahami pelajaran dan juga mengatasi pola tingkah laku siswanya tersebut. Berikut hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Idrus, S.Pd.I berkaitan dengan upaya tersebut.

biasanya saya merubah tempat duduk anak suka ribut terbut, memindahkan anak tersebut ke depan yang mulanya duduk di belakang.51

Selain strategi mengubah tempat duduk dalam mengatasi siswa yang kurang memperhatikan penjelasasan guru dan mereka ribut, guru juga menyita mainan anak tersebut selama proses Pembelajaran. Berikut hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Idrus, S.Pd.I berkaitan dengan upaya tersebut .

kalau menghadapi anak yang asyik dengan mainnya saya beda lagi strateginya, biasanya saya menyita mainan anak tersebut selama proses pembelajaran, setelah selesai saya kembali lagi mainan anak tersebut.52

Dari beberapa hasil wawancara dan studi dokumentasi di atas dapat di simpulkan bahwa hal pertama yang menjadi Problematika dalam pelaksanaa kegiatan pembelajaran yang di hadapi guru adalah pola tingkah laku siswanya. Siswa yang ribut, yang asik dengan mainanya sendiri, siswa yang selalu berjalan-jalan dan berpindah- pindah duduk untuk berbicara dengan teman yang lain pada saat pelajaran. Dalam Hal ini guru juga telah melakukan dan menggunakan strategi menyita mainan anak tersebut, dan merubah posisi duduk siswa agar tidak berkumpul dengan sesama temanya yang ribut. Akan tetapi hal tersebut sepertinya belum mampu mengatasi keadaan siswa

51 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

November 2016, pkl. 10.25 WIB di ruangan perpustakaan MIN Kota Jambi.

52 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

yang ribut. Ketika pelaksanaannya terkadang siswa hanya mengikut perintah tersebut tidak bertahan lama, sehingga siswa akan kembali mengulangi pola tingkah laku yang sama.

b) Problematika Pembelajaran Berkaitan Dengan Cara Penyampaian Materi Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis

Cara penyampaian ini sangat penting, karna ini menyangkut pemahaman siswa terhadap pelajaran. Tidak semua siswa memiliki pemahaman yang sama dalam menerima sebuah materi pembelajaran. Jadi guru harus kreatif dalam menentukan cara penyampaian materi. Sebagaimana wawancara dengan Bapak Idrus.

kalau materi yang sulit itu saya rasa tidak ada, karna materi Al-

Qur’an Hadis ini materinya tentang surah pendek. Mungkin

kalau materi yang sulit itu di alami oleh siswa. Karna setiap siswa berbeda-beda daya tangkapnya.53

Berkaitan dengan materi, siswa cenderung bosan dengan cara gurunya menyampaikan materi menggunakan cara yang sama. Sehingga membuat siswanya bosan. Sebagai mana wawancara dengan siswa kelas III MIN Kota Jambi.

iya kak, terus kami di suruh membaca berulang-ulang, terus disuruh salah satu dari kami membacakannya, sudah itu di suruhnya kami mnghafal di rumah dan di suruh membaca satu persatu pada minggu depan.54

Berdasarkan wawancara di atas peneliti menyimpulkan bahwa guru hanya menggunakan cara yang itu-itu saja, tidak ada cara baru.

53 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

November 2016, pkl. 10.25 WIB di ruangan perpustakaan MIN Kota Jambi.

54 Wawncara dengan Haikal selaku siswa kelas III MIN Kota Jambi, pada hari senin 7 November

Sehingga siswanya yang mengalami kendala dalam menerima materi, sehingga gurunya yang membuat siswa bosan.

c) Problematika Pembelajaran Berkaitan Dengan Media Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis.

Berkaitan dengan media pembelajaran guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Berikut ini wawancara dengan guru bidang studi Al-Qur’an hadis.

Peneliti I : Ini saya mau tanya-tanya soal media pak. Media yang bapak pakai itu media apa aja yang di dalam kelas untuk mengajar?

Informan : Untuk saat ini ya masih papan tulis, spidol, buku. Itu saja.

Peneliti I : Masih memakai sarana kelas itu ya pak? Informan : Iya sarana kelas. Untuk infokus belum

terpakai.

Peneliti I : Apakah sudah ada mau direncanakan penggunaan infokus itu?

Informan : Iya, sudah-sudah. Sebenarnya sudah mulai di pakai, cuma belum sempat.55

Berdasarkan wawancara di atas peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran. Sedangkan fasilitas sudah ada.

d) Problematika Pembelajaran Berkaitan Dengan Sarana Dan Prasarana Di MIN Kota Jambi

Berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di MIN Kota Jambi sangat memungkinkan dikarenakan MI ini yang negeri di Provinsi Jambi. Ketika ditanya sarana dan prasarana, Kepala Madrasah Kota Jambi menjawab, disamping fasilitas yang cukup memungkinkan

55 Wawncara dengan Bapak Idrus selaku Guru Bidang Studi Al-qur’an Hadis, pada hari senin 7

MIN ini masih kekurangan local, dikarenakan minat siswa yang tinggi untuk masuk MIN tersebut, sedangkan local terbatas. Berikut ini wawancara yang telah peneliti lakukan dengan informan yang menjadi sumber data penelitian.

Ya kalo secara keseluruhan, jumlah murid sekitar 361. Kelas 1 lima local, kelas 2 lima local, kelas 3 empat local, kelas 4 empat local, kelas 5 tiga local, dan kelas 6 tiga local. Jadi rata- rata 32 siswa perkelas dalam batas normal. Hanya saja di sini kan jumlah lokalnya 24 seharusnya, dan local kita tidak cukup, ya akhirnya yang kelas 1 dengan kelas 2 ni kita menggunakan system bergantian, kelas 1 masuk pagi sampai setengah 12 ganti lagi kelas 2 sampai jam 2.20.56

Berdasarkan wawancara di atas peneliti menyimpulkan bahwa MIN Kota Jambi masih kekurangan local. Dikarenakan minat siswa yang tinggi untuk masuk MIN tersebut, sedangkan local terbatas.

3. Problematika yang dihadapi siswa dalam kegiatan proses

Dalam dokumen Laporan Penelitian dan id bab 5 (Halaman 38-42)

Dokumen terkait