• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUK ERUPSI GUNUNGAPI

Dalam dokumen diktat petrografi.doc (Halaman 83-90)

BAB III BATUAN PIROKLASTIK

III.2. PRODUK ERUPSI GUNUNGAPI

Batuann piroklastik merupakan batuan yang dihasilkan oleh erupsi gunung api dengan ciri-ciri yang khas. Untuk mempelajari material piroklastik, terlebih dulu kita harus memahami tentang aktivitas vulkanisne baik proses maupun produknya. Pemahanan itu secara umum meliputi pemahaman tentang :

1. Erupsi gunung api.

2. Material hasil aktivitas gunung api.

Gambar III. 2. Produks erupsi vulkanik 1. Erupsi Gunung Api

Menurut Muzil Anwar, 1981 erupsi gunung api adalah suatu manifestasi gejala vulkanisme ke arah permukaan atau suatu aspek kimiawi dari perpindahan energi ke arah permukaan yang tergantung pada kandungan energi dalam dapur magma yang mencakup panas sewaktu pendinginan magma dan tekanan gas selama pembekuan/ pendinginan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa erupsi gunung api merupakan gejala awal munculnya gunung api baru atau aktifnya gunung api lama.

Sifat erupsi gunung api dapat terjadi karena adanya tekanan dari dalam bumi yang cukup besar sehingga mampu mengalahkan tekanan beban diatasnya. Berdasrkan sumber kejadiannya erupsi vulkanik dibedakan (Fisher, 1984) :

1. Erupsi piroklastik

Erupsi yang terjadi akibat kegiatan magma itu sendiri. Jadi prosesnya berkisar dari pemisahan gas (degassing) dari fase magma, naiknya tekanan ruang magma hingga melebihi tekanan beban sumbat gunungapi sampai terjadi ledakan/erupsi.

2. Erupsi hidrovulkanik

Erupsi ini lebih kompleks dari erupsi piroklastik. Eruspsi hidrovolkanik sistem magmatik berinteraksi erat dengan lingkungan sehingga menghasilkan suatu rangkaian proses yang rumit dan terjadi dalam waktu yang relatif sangat singkat.

Erupsi hidrovulkanik secara umum didefinisikan sebagai erupsi yang terjadi karena kontak antara air dan magrna. namun demikian, adanya kontak antara air dan magma belum tentu menimbulkan letusan. Dalam hal ini ada beberapa syarat agar adanya kontak antara air dengan magma tersebut menghasilkan letusan, yaitu :

 Proses Superheating

Yaitu proses pemanasan air oleh magma atau sumber panas lain seperti aliran lava, aliran piroklastik dan sebagainya. Superheating menyebabkan pondidihan air yang menghasilkan penguapan total di seluruh bagian air yang terpanaskan. Penguapan ini disertai ekepansi gelombang gas, sehingga tekanan gas naik dengan cepat.

Hasil akhir dari rangkaian proses ini adalah kenaikan tekanan yang dapat menimbulkan ledakan sebagai reaksi keseluruhan sistem untuk mencapai kesetimbangan.

 Lapisan Penahan.

Proses superheating akan menghasilkan tekanan tinggi bila kenalkan suhu berada pada kondisi isovolume. Kondisi semacam ini bisa dicapai bila air berada pada tempat dengan volume ruang yang konstan, Di alam tempat tersebut terjadi bila air berada dalam lapisan porous impermeabel. Bila tekanan yang dihasilkan melampaui besamya tekanan litostatis lapisan penahan maka akan terjadi letusan.

 Perbandingan Air dengan Magma.

Timbulnya lotuean hidrovulkanik dikontrol oleh perbandingan air dan magma. Yang berpengaruh pada jumlah pemanasan dan derajat fragmentasi yang dihasilkan oleh peralihan energi. Perbandingan air dengan magma terlalu besar menyebabkan superheating tidak berlangsung sempurna sehingga hanya diperoleh energi yang kecil.

Gambar III. 3. Sketsa mekanisme erupsi hidrovolkanik (Djoko, 1985) 2. Material hasil aktifitas gunungapi

Secara umum produk dari erupsi gunungapi bisa dibedakan atas: a. Gas Volkanik

Pada waktu erupsi gas dikeluarkan dalam jumlah besar dengan gaya yang kuat. Gas-gas tersebut dihasilkan oleh proses degassing sebelum terjadi erupsi. Menurut "Volcanoes" gas-gas yang dikeluarkan oleh erupsi gunung api biasanya berupa campuran uap air, hidrogen, karbonmonooksida, karbondioksida, hidrogen sulfida, sulfur dioksida, sulfur trioksida, klorin

dan asam klorida, dalam berbagai proporsi. Untuk mengidentifikasi gas-gas yang dikeluarkan suatu gunung api saat erupsi sangat sulit dilakukan, karena biasanya gas-gas tersebut telah bereaksi dengan udara. Namun dari baunya dapat diperkirakan gas-gas yang dominan keluar saat erupsi adalah

gas-gas belerang seperti SO2 dan H2S.

b. Aliran Lava.

Lava adalah magma yang keluar dari permukaan bumi. Tingkat keenceran lava akan mempengaruhi morfologi dari aliran lava yang dibentuknya. Lava dengan viskositas rendah akan meleleh dengan pelamparan luas tapi tidak tebal. Sedang lava yang agak kental maka pemekarannya berjalan lambat dengan penyebaran tidak begitu luas tapi sangat tebal. Lava kental akan membentuk morfologi "volcanic dome" yaitu penimbunan ke atas dari celah ke sisi tebing. Dan jika magmanya sangat kental akan membentuk "plug dome".

Aliran lava bisa terjadi jika lava yang keluar saat erupsi adalah lava encer atau sangat encer. Kadang-kadang pada aliran lava dijumpai suatu lapisan-lapisan yang dibentuk oleh adanya perbedaan fase pembekuan lava tersebut.

Bantuk-bentuk dan struktur hasil penbekuan lava memiliki ciri-ciri berbeda tergantung sifat-sifat lavanya. Untuk lava yang membeku didarat, bentuk dan strukturnya dipengaruhi oleh jarak aliran dan viskositasnya, antara lain:

 Lava Pahoe-hoe.

Dicirikan oleh bentuk yang terlipat-lipat pada permukaar.ya. Bentuk inl terjadi oleh adanya aliran atau gerak lava di bawah bagian yang membeku. Biasanya terjadi pada lava basalt dengan viskositas rendah.

Dicirikan oleh permukaan yang tidak teratur, runcing-runcing dan permukaan kasar. Permukaan runcing ini terbentuk oleh pecahan permukaan lava saat pembekuan. Lava AA bisa terbentuk dari kelanjutan pembentukan lava pahoe hoe atau tanpa melalui fase lava pahoe hoe.

 Lava Blok.

Dibedakan dari lava AA karena bentuk yang sudah lebih teratur dan mempunyai permukaan yang halus. Pembetukan blok-blok pada jenis ini juga dipengaruhi oleh pemecahan permukaan lava yang sedang membeku pada aliran lava (autobreksiasi).

Komposisi lava ini adalah lebih silikaan dan lebih kental dari komposisi yang membentuk lava AA, sehingga hasil autobreksiasinya lebih teratur dan halus permukaannya dalam bentuk blok-blok.

Untuk aliran lava bawah laut dibatasi oleh tekanan air sehingga keenceran lava dapat terpelihara yang mengakibatkan aliran lebih jauh dan lebih tipis dibanding aliran lava darat.

c. Volkaniklastik

Merupakan seluruh material lepas yang dibentuk oleh proses fragmentasi, dihamburkan oleh berbagai macam agen transportasi, diendapkan pada berbagai lingkungan atau tercampur dengan fragmen non volkanik.

Gambar III. 4. Proses vulkanisme VOLCANIC ERUPTION 3 EFFUSIVE Lava flows (Syn-Volcanic 4 EXPLOSIF

Mass flow traction suspension

Pyroclastic

flow deposit surge depositPyroclastic Pyroclastic fall deposit

Coherent lava

(or intrusion) Autoclastic deposit

Welded

Non welded Non welded WeldedNon welded

4

RESEDIMENTATION

Mass flow traction suspension

Resedimended (syn-eruption) volcaniclastic deposits

4

WEATHERING, EROSION,

REWORKING AND (POST-ERUPTIVE) RESEDIMENTATION

Mass flow traction suspension

Volcanogenic sedimentary deposits Encircled number:

relevant part of guide Boxes: process

Dalam dokumen diktat petrografi.doc (Halaman 83-90)

Dokumen terkait