• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKSTUR BATUAN BEKU

Dalam dokumen diktat petrografi.doc (Halaman 24-34)

Tekstur adalah cerminan hubungan antara komponen dari batuan yang merefleksikan sejarah kejadian/petrogenesa.

a. Deskripsi Tekstur

Dalam mempelajari dan menginterpretasikan batuan beku hal yang penting harus diperhatikan adalah membedakan mineral-mineral primer

(mineral yang terbentuk langsung dari magma) dari mineral-mineral sekunder (mineral yang terbentuk dari hasil alterasi atau pelapukan), karena dalam pengklasifikasian batuan beku didasarkan atas mineral-mineral primer bukan mieral-mineral-mineral sekunder. Juga dijelaskan dalam diskripsi bahwa mineral-mineral tertentu sudah mengalami perubahan menjadi mineral sekunder. Prosentase mineral yang dipakai dalam penentuan nama batuan adalah prosentase dari mineral-mineral primer sebelum terjadi perubahan.

b. Tingkat Kristalinitas (crystalinite)

 Holokristalin

terdiri dari kristal-kristal seluruhnya.

 Hipokristalin/hypohyalin/merokristalin

terdiri atas sebagian kristal-kristal dan sebagian gelas.

 Holohyalin

didominasi atas gelas Gelas terbentuk karena :

 Pendinginan cepat.

 Viskositas tinggi.

 Gas keluar dengan sangat cepat. Gas keluar akibat dari viskositas

c. Ukuran Kristal

Macam – macam ukuran kristal batuan beku:

> 3 cm...: very coarse grain

... PLUTONIC

...

(deep seated intrusion)

5 mm – 3 cm...: coarse grain...  PLUTONIC 1 mm – 5 mm ...: medium grain...  PLUTONIC < 1 mm ...: fine grained... VOLCANIC ROCK (0,5 – 1) mm...: fine grained...  HYPABYSSAL (0,01–0,2) mm...: microcrystaline < 0,01 mm...: cryptocrystaline

Ditinjau dari ukuran butir mineral, tektur dapat dibedakan menjadi : 1. Mikrokristalin...

Kristal-kristalnya dapat dibedakan dengan menggunakan mikroskop.

2. Kriptokristalin

Kristal-kristalnya sangat halus, sulit dibedakan dengan mikroskop (  < 0,01 mm)

3. Equigranular

4. Inequigranular

Kristal-kristalnya berukuran tidak seragam/sama (terdapat fenokris dan masa dasar)

d. Bentuk Kristal

Bentuk-bentuk individu kristal : 1. Euhedral/idiomorf

Kristal-kristal mempunyai bentuk lengkap/baik, dan dibatasi oleh bidang batas yang jelas.

2. Subhedral/hypidiomorf

Kristal-kristal mempunyai bentuk kurang baik dan dibatasi oleh bidang batas yang tidak jelas.

3. Anhedral/fenomorf

Kristal-kristal mempunyai bentuk sendiri yang jelas.

Berdasarkan dari fabrik/kemasnya, tekstur equigranular dapat dibedakan menjadi :

1. Idiomorfik granular :

Semua/hampir semua mineral berbentuk euhedral dengan ukuran butir relatif sama dan mempunyai batas-batas yang jelas.

2. Hypidiomorfik granular :

Terdiri atas mineral-mineral yang subhedral (dominan) dengan besar butir yang relatif sama.

3. Allotriomorfik granular :

e. Macam – macam tekstur 1. Tekstur Glassy-Afanitik

 Tekstur Trakhitik

Paralel mikrolit-mikrolit (plagioklas dan mikro-kripto kristalin)

 Tekstur Pilotasitik

Sub-paralel mikrolit-mikrolit (plagioklas dan mikro-kripto kristalin) Terbentuk akibat aliran magma dalam batuan volkanik

 Tekstur Trachytoidal

Paralel kristal feldspar dalam batuan plutonik 2. Tekstur Porfiritik

Terdiri atas fenokris-fenokris yang tertanam dalam masa dasar halus yang kristalin.

Kenampakan tekstur batuan beku dimana terdapat fenokris-fenokris yang tertanam dalam masa dasar/matrik halus kristalin.

Merupakan tekstur penciri pada batuan beku intrusif dan ekstrusif. Contohnya :

(a). Riolit, Dasit (b). Andesit

3. Tekstur Tumbuh Bersama (Intergrowth)

Pertumbuhan bersama antara 2 mineral, umumnya adalah mineral feldspar dengan kuarsa, dapat juga plagioklas dengan kuarsa, piroksen dan plagioklas.

 Tekstur Cumulus

Batuan beku yang tersusun atas kristal-kristal (satu atau lebih mineral) yang terbentuk pada awal kristalisasi magma, pada proses segregasi atau konsentrasi. Sering dijumpai pada batuan beku ultramafik.

 Tekstur Intergranular

Agregasi dari butir-butir mineral mafik yang euhedral (mineral piroksen dan atau olivin) yang dijumpai diantara ( mineral-mineral plagioklas yang memanjang secara random. Sering dijumpai pada diabas dan basalt hypabisal.

 Tekstur Intersertal

Seperti tekstur intergranular, tetapi diantara mineral-mineral plagioklas yang memanjang secara random terisi oleh gelas atau altersi gelas.

Sering dijumpai pada basalt

4. Tekstur Reaksi atau Corona (KELYPHITIC RIM)

Tekstur reaksi merupakan pembungkusan mineral dalam batuan beku, olivine, mineral yang pertama terbentuk dalam deret diskontnue mungkin dikelilingi oleh mineral yang terbentuk kemudian (piroksen atau hornblende). Tekstur ini dapat pula terbentuk karena reaksi post magmatig atau dapat terjadi akibat metamorfosa derajat rendah.

 Tekstur Perthitic

Kristal-kristal kecil yang tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar

 Tekstur Antiperthitic

Kristal-kristal piroksen tertanam secara acak dalam kristal plagioklas. Disamping macam-macam tekstur diatas, dalam batuan beku juga ditemukan beberapa tekstur khusus, antara lain :

a. Tekstur Poikilitik

Kristal-kristal kecil yang tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar

Kristal-kristal plagioklas tertanam secara acak dalam kristal yang lebih besar olivin atau piroksen. Dijumpai pada gabro (b) dan basalt

c. Tekstur Sub-ophitic

Kristal-kristal plagioklas dan kristal olivin atau piroksen, tumbuh bersama, Seperti tekstur ophitik, tetapi ukuran kirstal relatif sama Dijumpai pada diabas (c)

d. Mikroporfiritik

Porfiritik terlihat di bawah mikroskop. e. Vitrofirik

Fenokris tertanam dalam masa dasar gelas.

f. Felsofirik

Bila masa dasar terdiri atas intergrowth kuarsa dengan feldspar. g. Poikilitik

Adanya inklusi-inklusi mineral secara random dalam suatu mineral besar.

h. Hyalopilitik

Mikrolit-mikrolit plagioklas dijumpai bersama-sama dengan mikrokristalin piroksen dengan arah yang random dalam masa dasar gelas.

i. Pilotasitik

Mikrolit-mikrolit plagioklas menunjukkan kesejajaran (sub-paralel) dan dijumpai bersama-sama dengan mineral-mineral mikrokristalin atau kriptokristalin.

j. Felled texture

Apabila masa dasar terdiri dari mikrolit-mikrolit yang tidak beraturan

k. Vesicular

Biasa dijumpai pada lava, merupakan lubang-lubang bekas gas l. Amydaloid

Biasa dijumpai pada lava, merupakan bekas lubang gas yang telah diisi oleh mineral-mineral sekunder seperti zeolit, opal, kalsedon, klorit, kalsit dan lain-lain.

m. Tekstur Sperulit dalam Riolit

Bentuk radial dari kristal fibrus di dalam matrik gelas.

Kemungkinan komposisi sperulit alkali felsdpar dan polymorf SiO2

n. Tekstur Graphic

kristal-kristal kuarsal yang tertanam secara acak dalam kristal K-feldspar

o. Tekstur Mrymekite

Seperti tekstur graphic dimana bentuk kuarsa menyerupai cacing dengan letak tak teratur

Dalam dokumen diktat petrografi.doc (Halaman 24-34)

Dokumen terkait