Macam-macam struktur batuan beku, yaitu: A. Intrusive (Blatt & Ehler 1980)
Memotong perlapisan batuan sedimen, menunjukkan batuan beku
terbentuk pd kurun waktu lebih muda
Batuan sedimen yg berada di dasar & di bagian atasnya terpanggang
—> Contac Effect
Tidak mengandung gelembung gas/fragmentasi pada bagian
atasnya
Fragmen-fragmen batuan beku tidak dijumpai pd sedimen diatasnya
Pelengkungan batuan sedimen diatasnya kerap kali lebih besar bila
dibandingkan dgn sudut maksimal lereng pengendapannya
Dijumpai inklusi
B. Ekstrusive
Umumnya bagian bawah tempat lava mengalir berbentuk tidak
teratur seperti hasil erosi
Kontaknya dapat paralel terhadap perlapisan / foliasi dari batuan yg
lebih tua (concordance)/bersudut (discordance)
Bagian atas batuan yang ditumpangi oleh batuan ekstrusif akan
memperlihatkan hasil proses pelapukan yang terjadi sebelum batuan ekstrusif terbentuk diatasnya. Misal berupa soil (tanah) hasil oksidasi / hidrasi
Dijumpai material asing di dalam batuan beku yang biasa disebut
inklusi (xenolith 1 xenocryst), bersifat minor biasanya disertai dengan efek panggang (baking effect)
Bagian permukaan atas lava yang tertimbun sedimen berbentuk tidak
Beberapa lava mempunyai permukaan tidak teratur yg terbentuk selama lava mengalir. Kontak dengan batuan sedimen dibawahnya berupa hubungan discordance
Bagian atas suatu tubuh lava yang tertimbun sedimen dapat
menunjukkan lubang gas (kecil/medium). Struktur Vesiculer biasa dijumpai
Erosi pada bagian atas lava dapat terjadi sebelum pengendapan
sedimen diatasnya. Lapisan soil dapat dijumpai sebagai hasil dekomposisi lanjut (extremely weathered) —> “bukti hubungan ketidakselarasan/unconformity
Macam – Macam Bentuk Tubuh Batuan Intrusif
Batuan Intrusif membeku di dalam batuan yang sudah ada lebih dahulu di
bawah permukaan bumi. Kontak umumnya berupa Concordance/discordance.
Jika batuan yang diterobos rapuh maka akan disertai terjadinya pemecahan dan penyesaran. Kontak semacam ini biasanya terjadi pada tempat yang dangkal. Di daerah yang lebih dalam beberapa km batuan yang diterobos bersifat plastis/lentur. Hingga lapis/foliasinya cenderung tertekan paralel terhadap pluton yag menerobosnya. Type intrusinya disebut diapirik dan masa batuan/lelehan yang bergerak ke atas disebut diapir. Kontak
concordance dapat dijumpai pada tempat yang dangkal bila magma menerobos membentuk kubah, atau kekuatan magma tidak menyebabkan pemecahan batuan yang diterobos. Banyak intrusi terlihat concordance pada singkapan yang terisolasi, yang merupakan fungsi skala pengamatan.
Beberapa intrusi yang terbentuk pada kedalaman > 100 km dan
mengandung fragmen-fragmen misalnya intan yang dibawa oleh sumber
Tipe-Tipe Intrusi a. SILL
Concordance, tubuh tabular
Tipis, menerobos ditempat yang dangkal, pada tempat yang relatif tidak terlipat
derajat keenceran (viscosity) magma tinggi hingga menghasilkan bentuk seperti lempengan.
Sifat keasaman basic intermediate Sebagian besar berkomposisi basaltic
Biasanya kristal awal yang terbentuk termasuk mineral lebih berat turun (settlement) di dasar hingga komposisinya bervariasi ke arah atas membentuk perlapisan semu (pseudc stratification)
Ketebalannya beberapa - ratusan meter. Sill di Palisades (New York) berumur Trias ketebalan 300 meter tersingkap sepanjang 800 km & lebar 2 km.
Sill Peneplain di Antartika berumur Jura berupa Diabase ketebalan
400 m luas singkapan 20.000 km2.
2. LACCOLITH
Bersifat concordance
Bentuknya seperti jamur, diameter sekitar 1-8 km, ketebalan maks 1000 meter
Terbentuk di dalam sedimen yang tidak terganggu di tempat yang dangkal. Lacolite terbentuk sewaktu magma bergerak ke atas menembus lapisan yang mendatar di dalam kerak bumi yang
bersifat lebih tahan/resistance hingga magma tersebar secara lateral membentuk kubah di dalam lapisan yang berada di atasnya. Jika berjumpa lapisan yang ketahanannya rendah untuk menyebar, maka lacolith berkembang menjadi sill
Sebagian besar lacolith berkomposisi silisic atau intermediate Contoh : lacolith diUtah (USA)
3. LOPOLITHS
Berbentuk lenticular yang besar, bagian tengahnya melesak, umumnya concordance suatu masa intrusi berbentuk cerobong asap / cekungan
Sebagian besar dijumpai di daerah terlipat / sedikit terlipat
Tebal: 101 201 dari lebarnya
Diameternya bervariasi dari puluhan - ratusan km dengan ketebalan berkembang sampai ribuan meter
Umumnya kandungan min mafik-ultramafik, beberapa diantaranya terdiferensiasi di bagian atasnya menjadi lebih silisic
Contoh : Ontario, Afrika Selatan 4. PHACOLITHS
Tubuh intrusi yang concordance berasosiasi dengan batuan terlipat Bila terbentuk di dalam antiklin akan terjad! cembung double ke arah atas. Sebaliknya bila di dalam sinklin akan terbentuk cembung double ke arah bawah. Hal ini menunjukkan bahwa phacolith merupakan intrusi yang pasif, magma mengisi daerah terbuka di puncak dan di lembah antiklin & sinklin.
Intrusi berjalan di daerah bertekanan rendah, berkembang karena pelengseran lapisan incompetent diantara lapisan yang lebih
competent atau pelengseran satu lapisan competent terhadap lapisan competent yang lain
Pacolith umumnya terbentuk di daerah dalam & mempunyai batas yang tajam, mengalami gradasi. Bila terjadi foliasi akan paralel/hampir paralel terhadap sumbu lipatan
Komposisi batuannya bervariasi, meliputi daerah yang luas mencapai puluhan km
5. DIKE & VEINS
Dike merupakan terobosan yang tabular & discordance memotong foliasi/perlapisan country rocks. Intrusi ini dapat beralih tempat ke dalam sistem kekar yang sudah ada terlebih dahulu, dapat tunggal / majemuk
Pada beberapa daerah Dike berhub erat dg volcanic necks/intrusi dangkal (hypabyssal) & terbentuk secara radial
Banyak Dike bersifat lebih resistance terhadap erosi dibandingkan dengan batuan yg diterobosnya
Kadang menerobos vertikal/miring membentuk lempengan, kerucut tersebar bentuk oval/melingkar. Hal ini berkaitan dengan proses pemecahan kubah tubuh
terobosan & hilangnya tekanan intrusi yang diikuti oleh melesahnya country rocks bagian alas sehingga dapur magma kosong
Vein adalah pengisian mineral/batuan di dalam pecahan host rocks berbentuk tabular kecil/lempengan, kerapkali berasosiasi dengan replacement host rocks
6. BATHOLITHS
Suatu tubuh pluton intrusif yang besar dengan dinding yang terjal
tanpa dasar yang dikenal
Umumnya berkomposisi silisik
Berukuran 100 - ribuan km2
Banyak batholith yang concordance terhadap struktur regional,
padahal bila dipetakan otete//sangat discordance
Pluton silisik yang besar kerap kali granit (deskripsi lapangan)
meskipun komposisinya kerap kati granodiorite atau monzonite kuarsa
Struktur batuan beku adalah bentuk batuan beku dalam skala yang besar. Seperti lava bantal yang terbentuk di lingkungan air (laut), lava bongkah, struktur aliran dan lain-lainnya. Suatu bentuk dari struktur batuan sangat erat sekali dengan waktu terbentuknya.
a. Struktur Bantal.
Struktur bantal (pillow structure) adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu, yang dicirikan oleh masa yang berbentuk bantal. Dimana ukuran dari bentuk lava ini pada umumnya antara 30 — 60 cm. Biasanya jarak antara bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan yang berkomposisi sama dengan bantal tersebut, dan juga oleh sedimen-sedimen klastik. Karena adanya sedimen-sedimen-sedimen-sedimen klastik ini maka struktur bantal dapat dianggap terbentuk dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam.
b. Struktur Vesikular.
Di dalam lava banyak terkandung gas-gas yang segera dilepaskan setelah tekanan menurun, ini disebabkan perjalanan magma ke permukaan
bumi. Keluamya gas-gas dari lava akan menghasilkan lubang-lubang yang berbentuk bulat, clip, silinder ataupun tidak beraturan. Terak (scoria) adalah lava yang sebagian besar terdiri dari lubang-lubang yang tidak beraturan, hal ini disebabkan lava tersebut sebagian besar mengandung gas-gas sehingga sewaktu lava tersebut membeku membentuk rongga-rongga yang dulu ditempati oleh gas.
Biasanya pada dasar dari aliran lava terdapat gelembung-gelembung berbentuk silinder yang tegak lurus aliran lava. Hal ini disebabkan gas-gas yang dilepaskan dari batuan sedimen yang berada di bawahnya karena proses pemanasan dari lava itu.
c. Struktur Aliran.
Lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen. Dalam perjalanannya menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan seperti komposisi, kadar gas, kekentalan, derajat kristalisasi. Ketidak homogenan lava menyebabkan terbentuknya struktur aliran, hal ini dicer -minkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar, perbedaan wama dan tekstur.
Struktur aliran juga dijumpai pada batuan dimana perlapisan-perlapisan digambarkan dengan perbedaan-perbedaan dalam komposisi atau tekstur mineralnya. Struktur aliran dapat pula berbentuk sangat halus dan disebut tekstur aliran. Dan untuk dapat melihatnya diperlukan mikroskop, foto 8 lembar 5 memperlihatkan tekstur aliran pada batuan yang berupa pengarahan dari mineral-mineral tertentu seperti plagioklas. Bentuk mineral-mineral dalam batuan yang mempu-nyai bentuk memanjang atau pipih akan condong untuk mengarah menjadi sejajar dengan arah aliran lava pada waktu itu.
d. Struktur Kekar.
Kekar adalah bidang-bidang pemisah yang terdapat dalam semua jenis batuan. Kekar biasanya disebabkan oleh proses pendinginan, tetapi ada pula retakan-retakan yang disebabkan oleh gerakan-gerakan dalam bumi yang
berlaku sesudah batuan itu membeku. Kenampakan di lapangan menunjukkan bahwa kekar-kekar itu tersusun dalam sistem tertentu yang berpotongan satu dengan yang lainnya.
Retakan-retakan ada yang memotong sejajar dengan permukaan bumi, dan menghasilkan struktur periapisan, sedangkan yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bpngkah. Perlapisan ini pada umumnya akan makin tipis pada bagian yang mendekati permukaan bumi.
Retakan-retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing). Struktur ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan dicirikan oleh perkembangan empat, lima atau enam sisi prisma, kemungkinan juga dipotong oleh retakan yang melintang. Bentuk seperti tiang ini umumnya terdapat pada batuan basal, tetapi kadang-kadang juga terdapat pada batuan beku jenis lainnya. Kolom-kolom ini berkembang tegak lurus pada permukaan pendinginan, sehingga pada sil atau lava aliran tersebut akan berdiri vertikal sedangkan pada dike kurang lebih akan horizontal.