BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
II.2. Teori tentang Pemasaran dan Bauran Pemasaran
II.2.2. Pengertian Bauran Pemasaran
1. Produk ( Product )
Produk merupakan elemen yang penting sebab dengan produk, badan usaha
dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Pengertian produk tidak hanya
sekedar bentuk fisik seperti dapat diraba dan nyata tetapi juga mencakup sifatnya
yang nonfisik seperti merek, kemasan, ukuran, jaminan serta pelayanan yang
diberikan sebagai unsur tersebut tidak ikut menentukan nilai dari suatu produk
sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. Kotler (2004) mendefinisikan produk sebagai
apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan
atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.
Stanton (2000)mendefinisikan produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik,prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
Kotler (2005), “Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pasarnya. Yang dimaksud dengan produk dalam kaitan ini adalah seperangkat sifat-sifat yang nyata dan tidak nyata yang meliputi bahan-bahan yang dipergunakan, mutu, harga, kemasan, warna, merek, jasa dan reputasi jual”.
Jaman modern seperti sekarang ini membuat pasar barang dan jasa dibanjiri
oleh banyak produk baik barang maupun jasa. Untuk bisa tampil beda produsen
dituntut untuk dapat kreatif agar mampu menciptakan sesuatu yang baru untuk
ditawarkan kepada para konsumen. Produk baru yang diterima pasar alias laku dijual
dapat memberi nilai plus pada perusahaan atau bahkan bisa memimpin pasar pada
Menurut Sunarto (2004), “Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan produk, sehingga dapat menstimuli konsumen untuk melakukan pembelian. Kelima hal tersebut antara lain:
1) Atribut produk
Pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan manfaat yang akan diberikan. Manfaat ini dikumunikasikan dalam bentuk atribut produk seperti kualitas, fitur, dan rancangan.
a) Kualitas produk berarti kualitas kerja atau kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya. Perusahaan memilih tingkat kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar sasaran dan tingkat kualitas produk pesaing. b) Fitur adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dari
produk pesaing. Menjadi produsen pertama yang memperkenalkan fitur baru yang dibutuhkan dan bernilai adalah salah satu cara paling efektif untuk bersaing.
c) Rancangan dapat menjadi salah satu senjata bersaing yang ampuh bagi perusahaan. Rancangan lebih dari sekedar kulit, tetapi bagaimana mencapai rancangan produk yang memberi kontribusi pada kegunaan suatu produk begitu juga penampilannya.
2) Pemberian merek (branding)
Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan membedakannya dari penawaran produk pesaing (Kotler, 2000). Nama merek membantu konsumen untuk mengidentifikasikan produk yang mungkin menguntungkan mereka. Suatu merek menyampaikan enam makna, yaitu; atribut, manfaat, nilai-nilai, budaya, kepribadian, dan pemakai. Pemberian merek juga memberikan keuntungan kepada penjual dan membantu penjual untuk melakukan segmentasi pasar.
3) Pengemasan
Desain dan pengemasan (packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container) dan pembungkus (wrapper) untuk sutau produk. Tujuan penggunaan kemasan meliputi: (1) sebagai pelindung isi (protection), (2) untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan (operating), (3) memberikan daya tarik (promotion), (5) sebagai identitas (image) produk, misalnya berkesan kokoh/awet, lembut, atau mewah, (6) informasi (labelling) dan (8) sebagai cermin inovasi produk. 4) Pemberian label
Label memiliki beberapa fungsi, antara lain: a) Label mengidentifikasikan produk atau merek.
b) Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk: perusahaan yang membuat, di mana dibuat, isinya, bagaimana penggunaannya, dan bagaimana menggunakannya secara aman.
c) Label mempromosikan produk melalui aneka gambar yang menarik. Dewasa ini, label turut pula menyertakan keterangan harga, masa kadaluarsa, dan kandungan gizi yang terkandung di dalam produk.
5) Jasa pendukung produk
Penawaran perusahaan kepada pasar biasanya meliputi beberapa jenis jasa, yang dapat menjadi bagian dari penawaran total. Perusahaan menggunakan jasa pendukung produk sebagai alat untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Perusahaan harus merancang produk dan jasa pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara menguntungkan”.
Produk konsumen adalah produk barang atau jasa yang konsumennya adalah
konsumen rumah tangga sebagai pemakai akhir di mana produk dari produsen yang
terjual dan dibeli konsumen akan dipakai dan dikonsumsi sendiri dan bukan untuk
dijual kembali.
Produk konsumen dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
1. Convenience Goods
Barang convenience adalah barang yang sering dibeli, harganya tidak mahal dan
keputusan membeli tidak memerlukan banyak pertimbangan atau berdasarkan
kebiasaan saja.
Barang convenience dibagi menjadi beberapa jenis, yakni:
a. Barang Bahan Pokok/Staples Goods
Adalah barang yang sering dibeli rutin tanpa banyak pertimbangan yang
umumnya merupakan barang kebutuhan sehari-hari seperti obat, bahan
makanan, dan lain sebagainya.
b. Barang Dorongan Hati Sesaat/Impulse Goods
Adalah barang-barang yang dibeli tanpa adanya perencanaan dan
pertimbangan yang matang seperti makanan ringan di rak antrian kasir.
Adalah barang yang dibeli ketika masa-masa kritis atau darurat seperti jasa
tambal ban, ambulan, mobil derek, pemadam kebakaran, dan lain-lain.
2. Shopping Goods
Barang Shopping adalah barang yang untuk memutuskan membelinya butuh
pertimbangan seperti dengan melakukan perbandingan dan pencarian informasi
produk dari berbagai sumber.
Jenis barang ini dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Homogenous Shooping Goods, adalah barang yang pada dasarnya sama
namun harga tiap toko beda sehingga konsumen mencari harga termurah.
Contoh: Mobil, motor, televisi, kaset tape, dsb.
b. Heterogenous Shopping Goods, adalah barang yang dianggap berbeda dan
ingin melihat mutu dan kecocokan barang terlebih dahulu di mana ciri dan
keunikan lebih berpengaruh dibandingkan dengan harga. Contohnya seperti
perabot rumah tangga, parts komputer, dan lain-lain.
3. Unsought Good/Barang yang Tidak Dicari
Unsought goods adalah barang yang belum diinginkan dan tidak diketahui oleh
Jenis barang ini dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu:
a. New Onsought Goods/Barang Unsought Baru, adalah barang yang benar-
benar baru sehingga tidak dikatahui konsumen seperti laptop dan ponsel
yang akan dirilis.
b. Regularly Unsought Goods/Barang Unsought Rutin, adalah barang yang
selalu tidak dicari tetapi belum tentu tidak butuh seperti produk peti mati,
batu nisan, dan lain sebagainya.
4. Specialty Goods
Specialty goods adalah barang eksklusif, unik dan mahal yang hanya bisa dimiliki
segelintir orang saja namun dicari orang seberapa pun harganya dan tempat
belinya seperti produk jam merek terkenal, Jaguar, dan sebagainya.
5. Industrial Goods/Produk Industri
Produk industri adalah produk yang dipakai perusahaan untuk operasional
menghasilkan barang dan atau jasa. Produk industri dapat dibagi menjadi
beberapa kategori seperti produk instalasi, peralatan tambahan, persediaan,
pelayanan, bahan mentah, komponen dan lain-lain.