• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN SISTEM PERUSAHAAN

3.2. Produk yang Dihasilkan

Produk-produk yang diproduksi oleh PT. Petrokimia Kayaku dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut merupakan penjelasan untuk masing – masing jenis produk pestisida antara lain sebagai berikut :

a. Insektisida

Merupakan bahan-bahan kimia yang bersifat rancun yang digunakan untuk membunuh serangga pada tanaman. Di bawah ini merupakan jenis-jenis produk insektisida yang diproduksi :

14 1. Antiset 15 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berwarna jernih kekuningan untuk mengendalikan hama lalat Chrysomya megacephala, Musca domestica dan kumbang Dermestes sp pada ikan olahan.

Gambar 3.2. Antiset 15 EC 2. Applaud 10 WP

Insektisida ini bersifat menghambat pertumbuhan chitin, mempunyai cara kerja yang unik untuk mengendalikan wereng coklat, wereng hijau pada tanaman padi, kutu putih Bemisia tabaci pada tanaman kedelai, tungau kuning Polyphagotersonemus latus pada tanaman cabai merah dan wereng daun Empoasca sp pada tanaman teh. Sangat efektif dan memiliki efek residu yang lama terhadap serangga tersebut di atas tanpa menimbulkan resurjensi.

Gambar 3.3. Applaud 10 WP 3. Bassa 500 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna coklat muda yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman padi seperti wereng coklat, wereng hijau, wereng punggung putih, walang sangit, lalat daun, hama putih palsu dana hama-hama penting lainnya pada tanaman kedelai, kakao, jagung, kopi, lada, lamtoro, padi dan teh.

15

Gambar 3.4. Bassa 500 EC 4. Diazinon 10 GR

Insektisida racun kontak dan lambung, berbentuk butiran berwarna ungu, digunakan untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman kelapa, kelapa sawit, kedelai, nenas dan tebu.

Gambar 3.5. Diazinon 10 GR 5. Diazinon 600 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna kuning kecoklatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman kedelai, kelapa, kakao, kubis, nenas, sawi putih dan lamtoro.

6. Exocet 50 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman bawang merah, cabai, jeruk, kacang panjang, kakao, kedelai, kubis, teh, tembakau, jagung dan kelapa sawit.

16

Gambar 3.6. Exocet 50 EC 7. Instop 311 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna jernih kekuningan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman bawang merah, kelapa sawit, kedelai, kubis, tembakau dan tomat.

8. Kanon 400 EC

Insektisida yang bekerja secara kontak dan sistemik berbentuk pekatan berwarna kuning kecoklatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman apel, cabai, jarak pagar, jeruk, kacang panjang, kedelai, kentang, kopi, kubis, melon, semangka dan tembakau.

9. Komet 15 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna kuning kecoklatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama gudang Tribolium castaneum pada beras di gudang penyimpanan.

10. Kristal 50 SP

Insektisida yang bekerja secara sistemik, racun kontak dan racun lambung dengan mengganggu system syaraf pusat, berbentuk tepung berwarna biru muda yang dapat larut dalam air untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman bawang merah, cabai, jarak pagar, kentang dan kubis.

11. Matros 18 EC

Insektisida racun kontak dan lambung yang berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna kuning pucat untu mengendalikan hama-hama tanaman pada cabai, kentang, kubis dan jeruk.

17 12. Metal 30 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman bawang merah, kubis, cabai, kakao dan tembakau.

Gambar 3.7. Metal 30 EC 13. Montaf 400 SL

Insektisida racun kontak, lambung dan sistemik berbentuk larutan dalam air berwarna coklat untuk mengendalikan hama wereng coklat, penggerek batang, belalang pada tanaman padi, penggulung daun, ulat grayak, penggerek polong pada tanaman kedelai, pengorok daun pada tanaman kentang, perusak daun, ulat krop pada tanaman kubis, hama belalang pada tanaman kelapa.

Gambar 3.8. Montaf 400 SL 14. Mipcinta 50 WP

Insektisida yang bersifat racun kontak, lambung dan sistemik berbentuk tepung berwarna putih susu yang dapat membentuk suspensi dalam air untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman padi, jagung, kedelai, kopi, kakao, lada , lamtoro dan teh.

18

Gambar 3.9. Mipcinta 50 WP 15. Mosquiban 480 EC

Insektisida pengendali vector penyakit manusia bersifat racun kontak, lambung dan pernafasan berbentuk pekatan berwarna jernih kekuningan yang dapat diemulsikan dalam air dan solar, untuk mengendalikan nyamuk vector demam berdarah Aedes aegypti, nyamuk vector filariasis Culex quinquefasciatus, Anopheles sp. Kecoa Periplaneta sp dan lalat Musca domestica di pemukiman di dalam dan di luar rumah (tidak dilingkungan perairan).

Gambar 3.10. Mosquiban 480 EC 16. Petroban 200 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna kuning pucat transparan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman bawang merah, cabai, kapas, kedelai, kubis, kakao dan tembakau.

Gambar 3.11. Petroban 200 EC

19 17. Petrofur 3 GR

Insektisida / nematisida yang bekerja secara racun kontak dan sistemik berbentuk butiran berwarna ungu untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman pada sawah, padi gogo, kedelai, kentang, tebu dan pisang.

Gambar 3.12. Petrofur 3 GR 18. Proksi 500 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan berwarna coklat muda yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama penting pada tanaman cabai.

19. Radar 15 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk larutan dalam air berwarna jernih untuk mengendalikan hama pada tanaman cabai, kedelai, kubis, kelapa sawit dan tembakau.

Gambar 3.13. Radar 15 EC 20. Rudal 25 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman cabai, kedelai, kakao, kelapa sawit dan tembakau.

20

Gambar 3.14. Rudal 25 EC 21. Sopeton 108 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama ulat api pada tanaman bawang merah, cabai, kedelai, kubis dan kelapa sawit.

22. Starfidor 5 WP

Insektisida sistemik racun kontak dan lambung berbentuk tepung berwarna putih yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman cabai, kentang, kacang panjang, jeruk, padi, tembakau dan semangka.

23. Termiban 400 EC

Insektisida pengawet kayu bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan rayap kayu gerjajian, kayu kering dan tanah bangunan.

Gambar 3.15. Termiban 400 EC 24. Termikon 15 EC

Bahan pengawet kayu bersifat racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan rayap kayu kering dan tanah bangunan.

21

Gambar 3.16. Termikon 15 EC 25. Tetrin 36 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, cabai, kedelai, kelapa sawit dan kubis.

Gambar 3.17. Tetrin 36 EC 26. Tombak 189 EC

Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan, untuk mengendalikan hama-hama pada tanaman bawang merah, cabai, kedelai, kakao dan kubis.

b. Herbisida

Herbisida merupakan senyawa pada lahan pertanian yang digunakan untuk menekan dan memberantas tumbuhan yang dapat menurunkan produktifitas tanaman dan hasil panen yang disebabkan oleh gulma. Di bawah ini merupakan jenis-jenis produk herbisida yang diproduksi :

1. Ametrone 252 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwarna putih pucat untuk mengendalikan gulma pada pertanaman kelapa sawit (TBM).

2. Amexone 500 SC

Herbisida selektif, sistemik pra tumbuh berbentuk pekatan suspensi berwarna putih. untuk mengendalikan gulma berdaun sempit dan gulma berdaun lebar pada tanaman jagung, nenas, pisang, tebu dan padi gogo.

22 3. Baron 500 SC

Herbisida selektif, sistemik pra tumbuh dan purna tumbuh berbentuk pekatan suspensi berwarna putih, untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan berdaun sempit pada tanaman tebu.

4. Basmilang 480 SL

Hebisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwarna kuning untuk mengendalikan gulma pada hutan tanaman industri (HTI) Acacia mangium, pertanaman kakao (TBM), pertanaman karet (TBM), pertanaman kelapa sawit (TBM), pertanaman kopi (TBM), lahan tanpa tanaman, padi sawah (TOT) dan teh.

Gambar 3.18. Basmilang 480 SL 5. Bigstar 240/120 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada pertanaman kakao (TBM), karet (TBM) dan teh (TBM).

Gambar 3.19. Bigstar 240/120 SL 6. Bitop 531 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada pertanaman karet (TBM), pertanaman kelapa sawit (TBM) dan lahan tanpa tanaman.

23 7. Gempur 480 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan yang dapat larut dalam air untuk mengendalikan gulma pada hutan tanaman industri Acacia mangium, pertanaman kakao (TBM), pertanaman karet (TMB), pertanaman kelapa sawit (TBM), pertanaman kopi (TMB), lahan tanpa tanaman, persiapan lahan budidaya jagung (TOT) dan teh.

8. Godam 520 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh untuk mengendalikan gulma berdaun lebar Lindemia sp, Monochoria vaginalis, gulma berdaun sempit Paspalum distechum dan teki Scirpus juncoides pada tanaman padi sawah dan gulma berdaun lebar Echinocloa colonum pada tanaman tebu dan pada tanaman karet.

9. Gramaquat 282 SL

Herbisida racun kontak purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwarna hijau tua untuk mengendalikan gulma pertanaman karet (TBM), pertanaan kelapa sawit (TBM) , lahan tanpa tanaman, persiapan lahan kedelai (TOT), persiapan lahan padi pasang surut (TOT), persiapan lahan jagung (TOT) dan kopi (TBM).

10. Kimiru 45 WP

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk tepung yang dapat disuspensikan, berwarna biru kehijauan untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit dan teki di pertanaman padi sawah dan padi sawah tanam pindah.

Gambar 3.20. Kimiru 45 WP 11. Komodor 300/100 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada pertanaman karet (TBM), kakao (TBM), kelapa sawit (TBM), kopi (TBM), teh, persiapan lahan budidaya padi pasang surut

24

(TOT), persiapan pada lahan budidaya padi sawah (TOT) dan hutan tanaman industri (Acacia mangium).

12. Laskar 172 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh, berbentuk larutan dalam air untuk mengendalikan gulma pada pertanaman jagung (TOT), kakao, kelapa sawit (TBM), teh dan karet (TBM).

13. Lindas 240 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwarna merah untuk mengendalikan alang-alang dan gulma lainnya di pertanaman karet (TBM), pertanaman kelapa sawit (TBM), jagung (TOT), kopi (TBM), pertanaman teh, hutan tanaman industri (Acacia mangium) dan persiapan lahan padi dan sawah (TOT).

14. Maron 500 SC

Herbisida sistemik pra dan purna tumbuh berbentuk pekatan suspensi berwarna putih kehijauan untuk mengendalikan gulma pada pertanaman tebu.

Gambar 3.21. Maron 500 SC 15. Maron 80 WP

Herbisida sistemik pra dan purna tumbuh berbentuk tepung yang dapat disuspensikan untuk mengendalikan gulma pada pertanaman tebu.

16. Petrosat 375 SL

Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air berwana kekuningan untuk mengendalikan alang-alang (Imperata cylindrica) di lahan tanpa tanaman, gulma berdaun lebar dan gulma berdaun sempit pada pertanaman karet (TBM) serta pertanaman kelapa sawit (TBM).

Dokumen terkait