• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PEKERJAAN MAHASISWA

4.4. Hasil Pekerjaan

4.4.5. Prosedur Kesiagaan dan Tanggap Darurat

Prosedur kesiagaan dan tanggap darurat digunakan untuk menetapkan cara kesiagaan pada kondisi darurat agar tanggap mengendalikan dampak lingkungan dari kondisi darurat.

Beberapa keadaan darurat yang memiliki peluang besar terjadi di PT. Petrokimia Kayaku adalah tumpahan bahan kimia. Hal ini disebabkan karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan pestisida dimana bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi pestisida adalah bahan-bahan kimia. Keadaan darurat lainnya antara lain seperti banjir, kebakaran dan ledakan, dan huru-hara di area pabrik.

Di bawah ini merupakan penjelasan prosedur penanggulangan keadaan darurat di PT. Petrokimia Kayaku:

50 a. Tumpahan Bahan Kimia

Tumpahan bahan kimia perlu segera ditangani karena sangat berbahaya terhadap manusia dan mencemari lingkungan. Tumpahan bahan kimia harus segera dilokalisir agar tidak masuk ke saluran air serta mencoba kemungkinan bahan kimia dapat digunakan ulang. Keadaan darurat berupa tumpahan bahan kimia ini mungkin timbul di area yang terdapat banyak bahan-bahan kimia seperti di area produksi, gudang, laboratorium dan engineering.

Prosedur jika ada tumpahan bahan kimia adalah sebagai berikut:

i. Hentikan pekerjaan dan segera ambil peralatan darurat lap majun / pasir untuk menghentikan penyebaran tumpahan

ii. Jika tumpahan meluas dan tidak dapat dibersihkan dengan lap, segera beri pasir atau serbuk kayu untuk menyerap tumpahan dan mencegah penyebaran meluas. Pastikan pasir / serbuk kayu sudah menutupi semua area tumpahan

iii. Periksa dan pastikan tumpahan tidak menuju ke saluran air iv. Segera laporkan kepada Kepala Bagian atau Pengawas yang ada

v. Pasir / serbuk kayu yang sudah menyerap tumpahan dibersihkan dengan sapu dan sekop lalu dibuang di tempat sampah B3.

vi. Pastikan personel menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama proses membersihkan.

vii. Sisa tumpahan yang ada dibersihkan dengan lap

viii. Jika diperlukan gunakan air untuk menetralisir sisa tumpahan, namun jangan dibuang kesaluran air, buang ke tempat limbah B3

ix. Untuk penanganan korban tumpahan, mengacu pada MSDS (Material Safety Data Sheet)

b. Banjir

Keadaan Darurat Pabrik Tingkat-I :

i. Saat curah hujan lebih tinggi dari kondisi normal atau rata-rata, maka satpam memantau level air di saluran depan pabrik. Satpam juga melakukan patroli untuk memeriksa apakah ada saluran air hujan dalam pabrik yang meluap.

ii. Jika level air / volume air di selokan depan masih normal satpam menginformasikan ke Sie Lingkungan & K3 pesawat 222/223 dalam keadaan aman.

iii. Jika level air hujan di saluran sudah semakin tinggi, maka satpam menginformasikan ke Sie LK3 pesawat 222/223 dan penanggungjawab

51

masing-masing unit untuk menutup pintu gudang dan pasang karung-karung pasir disetiap pintu unit masing-masing: kantor, plant-plant produksi, gudang material, gudang jadi & hartek agar air tidak meluap ke dalam atau masuk ke plant-plant.

Keadaan Darurat Pabrik Tingkat-II:

i. Sie Hartek melakukan pemutusan aliran listrik terhadap peralatan dan mesin-mesin yang dapat menyebabkan kerusakan karena hubungan arus pendek.

ii. Satpam menutup pintu anti banjir di depan Pos I & II, pintu-pintu air di selokan agar air tidak dapat masuk ke area pabrik.

iii. Satpam / Petugas Pompa menyalakan Pompa Emergency di Rumah Pompa Emergency agar air hujan yang masuk area pabrik dapat dikeluarkan melalui Pompa Emergency ke luar area Pabrik.

iv. Satpam / Petugas LK3 menyalakan pompa emergency di area depan kantor jika air selokan sudah masuk ke area pabrik untuk dipompa keluar area pabrik.

v. Jika air banjir tidak dapat dibendung maka satpam membunyikan Alarm Tanggap Darurat dan semua karyawan agar segera melakukan evakuasi yang dipimpin oleh Kabag masing-masing menuju ke tempat berkumpul (Assembly Point) untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.

vi. Apabila keadaan sudah aman maka satpam membunyikan sirene terputus-putus tiga kali selama satu menit menandakan keadaan darurat telah selesai, dan telah dinyatakan aman oleh ketua team keadaan darurat.

c. Kebakaran dan Ledakan

Kebakaran dan ledakan dapat menyebabkan bahan kimia tumpah, tercecer, dan mencemari lingkungan. Kebakaran dan ledakan juga menimbulkan pencemaran udara yang berasal dari asap yang ditimbulkan. Selain itu, kebakaran dan ledakan juga menyebabkan rusaknya peralatan, material, produk, bahkan korban jiwa.

Oleh karena itu, apabila terjadi kebakaran harus segera ditangani dan diminimalkan dampaknya dengan segera. Berikut merupakan prosedur jika terjadi kebakaran dan ledakan di area pabrik:

i. Jika ditemukan api, hubungi pos satpam di pesawat 915 / 916 atau seksi LK3 pesawat 222.

52

ii. Satpam bunyikan bel tanda bahaya 2 kali dan pengumuman melalui megaphone sebagai tanda agar tim pemadam menuju lokasi kebakaran.

iii. Tim pemadam api segera mengambil pemadam untuk memadamkan api.

iv. Sedangkan penanggung jawab area melakukan pembasahan dengan semprotan atau karung goni basah untuk mencegah api meluas.

v. Jika api tidak dapat dikuasai maka:

Alarm berbunyi secara terus-menerus dan semua orang harus meninggalkan kantor dan gedung lainnya mengikuti petunjuk arah jalur evakuasi untuk menuju tempat aman yang disediakan di tempat berkumpul yang telah ditentukan yaitu di depan halaman luar Pabrik sebelah barat. Tiap kepala bagian harus menghitung anggotanya masing-masing untuk memastikan tidak ada anggotanya yang tertinggal di dalam ruangan. Tim darurat / emergency bertindak sebagai koordinator pengendalian keadaan darurat / emergency untuk pengendalian keadaan darurat atau tempat kejadian. Anggota satpam segera membuka pintu darurat segera menghubungi PMK PT. PETROKIMIA GRESIK di telp 1222 / 2222 dan menuju tempat kejadian untuk menutup daerah kejadian serta mengabsensi / mendaftar penghuni dari daerah kejadian. Kabag Engineering membuka pintu air selokan yang langsung menuju ke interseptor dan menutup pintu air selokan yang menuju ke badan air. Tujuannya untuk melokalisir bahan kimia cair yang tumpah ke selokan selama terjadi kebakaran dan ledakan.

Interseptor juga berfungsi sebagai penampungan (secondary containment) di saat kondisi darurat sehingga bahan kimia tidak mencemari badan air.

Apabila sirene berbunyi terputus-putus tiga kali selama satu menit ini menandakan keadaan darurat telah selesai, dan telah dinyatakan aman oleh ketua tim keadaan darurat.

d. Huru-Hara di Area Pabrik

Anarki merupakan bentuk pelanggaran hukum yang membahayakan keamanan dan mengganggu ketertiban umum masyarakat sehingga perlu dilakukan penindakan secara tepat dan tegas dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Agar anarki dapat ditangani secara cepat dan tetap untuk mengeliminir dampak yang lebih luas, perlu disusun prosedur tetap untuk dijadikan pedoman seluruh pegawai. Berikut merupakan prosedur tersebut:

53

i. Apabila pelaku melakukan anarki, maka segera dilakukan tindakan peringatan secara lisan agar menghentikan tindakan pelaku tersebut kemudian melaporkannya pada pimpinan.

ii. Satpam bertugas untuk melakukan tindakan pengamanan di tempat kejadian perkara.

iii. Melakukan koordinasi dengan keamanan PT. Petrokimia Gresik apabila pelaku melakukan tindakan anarkis.

iv. Apabila kerusuhan semakin meningkat dan tidak bisa dikendalikan, satpam segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat / Polres.

v. Satpam / pihak kepolisian mengamankan pelaku huru-hara yang melakukan tindakan anarkis dan dimintai keterangan.

vi. Setelah dinyatakan aman oleh pihak keamanan, maka pihak keamanan melaporkan keatasan langsung bahwa situasi aman dan konduktif.

Dokumen terkait