ASAL PADI LOKAL SULAWESI SELATAN
2. BAHAN DAN METODE 1 Bahan
3.3 Produksi hormoan IAA
Hasil uji kemampuan isolate cendawan endofit dalam memproduksi hormon IAA menunjukkan bahwa kedelapan isolate memiliki kemampuan produksi IAA bervarias. Indikator kemampuan memproduksi hormon IAA adalah perubahan warna supernata menjadi pink (Gambar 4), semakin cerah warna semakin tinggi kemampuan memproduksi IAA.
Gambar 4. Indikator kemampuan produksi IAA adalah perubahan warna kultur menjadi pink
Konsentrasi IAA yang dihasilkan oleh kedelapan isolate cendawan endofit menunjukkan bahwa kemampuan isolate cendawan endofit memproduksi IAA berkisar antara 0,23- 2,36 mgl-1. Isolat E1 memperlihatkan kemampuan terbaik dalam memproduksi IAA dibandingkan isolate lainnya (Gambar 5).
Hasil tersebut hampir sama dengan kemampuan rhizobacteria dalam memproduksi IAA yaitu 2,370 mgl-1 (Gusmiaty et al 2018), namun penelitian (Sapareng et al. 2017) menunjukkan hasil yang lebih tinggi yaitu 8,429 mgl-1. Hal ini menunjukkan
bahwa kemampuan produksi IAA dipengaruhi oleh beberapa factor seperti, jenis mikorba, pH media dan nutrisi/unsur hara (Wulandari and Suryantini 2019).
Gambar 5. Kemampuan Isolat cendawan Endofit dalam Memproduksi IAA
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Isolat cendawan endofit memiliki kemampuan produksi Giberelin bervariasi antara 0.81 – 2,35 mgl-1 dan IAA antara 0,23- 2,36 mgl-1. Isolat E1 terbaik dalam memproduksi Giberelin E1 dan E3 terbaik dalam memproduksi IAA.
Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui konsorsium isolate terbaik dalam memproduksi Giberelin dan IAA
5. UCAPAN TERIMA KASIH
Terima Kasih Kepada Kementrian Riset dan Teknologi/
Badan Riset dan Inovasi Nasional yang telah mendanai kegiatan ini melalui Hibah Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT) selama tiga tahun (2018-2020)
6. DAFTAR PUSTAKA
Ansari MW, Trivedi DK, Sahoo RK, Gill SS, Tuteja N. 2013.
A critical review on fungi mediated plant responses with special emphasis to Piriformospora indica on improved production and protection of crops. Plant Physiol Biochem.
70:403–410
Basiacik and Aksoz 2004 Optimation of carbon-nitrogen ratio for production of gibberellic acid by Pseudomonas sp. J Microbiol. 53 117–20
Dewi KT, Jodi S, Dwi A 2016. Isolasi dan Uji Aktivitas Bakteri Penghasil Hormon Tumbuh IAA (Indole3-Acetic Acid) dan Bakteri Perombak Protein dari Tanah Pertanian Tual, Maluku Tenggara in Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (International Conference on Biodiversity: 271–276
Gilickmann E, Dessaux YA. 1995. Critical examination of the specificity of the Salkowski reagent for indolic compounds produced by phytopathogenic bacteria. Appl Environ Microb 61: 793-796.
Gusmiaty, M Restu, B Bachtiar, and SH Larekeng. 2018.
“Gibberellin And IAA Production by Rhizobacteria From Various Private Forest.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 270 (May): 012018.
Kesaulya, Baharuddin, B.Zakariah, Syatrianty A. Syaiful. 2015.
Isolation and Physiological Characterization of PGPR from Potato Plant Rhizosphere in Medium Land of Buru Island.
Procedia Food Science 3 : 190-199.
Lubna, Sajjad Asaf, Muhammad Hamayun, Humaira Gul, In-Jung Lee, and Anwar Hussain. 2018. “Aspergillus Niger CSR3 Regulates Plant Endogenous Hormones and Secondary
Metabolites by Producing Gibberellins and Indoleacetic Acid.” Journal of Plant Interactions 13 (1): 100–111.
Numponsak, Tosapon, Jaturong Kumla, Nakarin Suwannarach, Kenji Matsui, and Saisamorn Lumyong. 2018. Biosynthetic Pathway and Optimal Conditions for the Production of Indole-3-Acetic Acid by an Endophytic Fungus, Colletotrichum Fructicola CMU-A109.Edited by Sabrina Sarrocco. PLOS ONE 13.
Quint M, Gray WM 2006. Auxin signaling. Curr Opin Plant Biol 9: 448–453.
Rahim, Iradhatullah, Suherman Seherman, and Hakzah Hakzah.
2019. “Produksi Hormon Giberelin Dari Cendawan Pelapuk Asal Tanaman Kakao.” In Prosiding Seminar Nasional SMIPT 2:26–27.
Borrow A, Brian PW, Chester VE, Curtis PJ, Hemming HG, Henehan C, Jeffreys EG, Lloyd PB, Nixon IS, Norris GL, Radley M. 1955. Gibberellic acid, a metabolic product of the fungus Gibberella fujikuroi: some observations on its production and isolation. J Sci Food Agric 6 (6): 340-348.
Reinhardt D, Mandel T, Kuhlemeier C. 2000. Auxin regulates the initiation and radial position of plant lateral organs. Plant Cell. 12 (4):507–518.
Salazar-Cerezo, Sonia, Nancy Martinez-Montiel, Maria del Carmen Cruz-Lopez, and Rebeca D. Martinez-Contreras.
2018. “Fungal Diversity and Community Composition of Culturable Fungi in Stanhopea Trigrina Cast Gibberellin Producers.” Frontiers in Microbiology 9 (APR): 1–15.
Sapareng, Sukriming, Ambo Ala, Tutik Kuswinanti, and Burhanuddin Rasyid. 2017. “Capability of Rot Fungus Isolates from Oil Palm Empty Bunches in the Production of
Indole Acetic Acid (IAA).” International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences 6 (11):2174–80.
Waqas, Muhammad, Abdul Latif Khan, Muhammad Kamran, Muhammad Hamayun, Sang Mo Kang, Yoon Ha Kim, and In Jung Lee. 2012a. “Endophytic Fungi Produce Gibberellins and Indoleacetic Acid and Promotes Host-Plant Growth during Stress.” Molecules 17 (9): 10754–73.
Wulandari, Reine Suci, and Rosa Suryantini. 2019. “Endophytic Fungi in Paraserianthes Falcataria: Production of Indole Acetic Acid.” Microbiology Indonesia 13 (1): 16–24.
Zhao Y. 2010. Auxin biosynthesis and its role in plant development.
Annu Rev Plant Biol 61: 49–64.
GLOSARIUM
merupakan tahap penempelan primer pada rantai tunggal DNA
air hasil destilasi/penyulingan yang sama dengan air murni atau H2O Hormon pemacu pertumbuhan tanaman Alat untuk sterilisasi dengan metode uap panas
Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan parasite atau musuh alami
penggunaan mikoorganisem untuk mengu-rangi polutan di lingkungan.
Cendawan yang hidup dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala pada tanaman inang
Proses pemisahan rantai DNA templat pada proses PCR
gula sederhana
Metode penyimpanan kering dengan menurunkan kadar air di sekitar mikroba
Dari Bahasa Yunani, endo artinya dalam dan phyte artinya tanaman. Jadi endofit adalah semua organisme yang selama periode siklus hidupnya berad dalam jaringan tanaman
Proses pemanjangan untai baru DNA
:
dari sampel, dimulai dari posisi primer yang telah menempel di urutan basa nukleotida DNA target akan bergerak dari ujung 5’ menuju ujung 3’ dari untai tunggal DNA.
Mekanisme menghilangkan polutan dari tanah atau perairan yang terkontaminasi dengan menggunakan tumbuhan
Istilah yang digunakan untuk bagian tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah sebagai habit mikroorganisme
Metode penyimpanan beku dengan menurunkan suhu di sekitar mikroba sehingga laju metabolism turun daerah disekitar perakaran tanaman bagian daun tanaman
Hormone tumbuh
Metode penyimpanan beku dengan proses evaporasi
peralatan kecil yang terbuat dari gelas seperti botol shott, gelas ukur, Erlenmeyer, cawan petri dll
struktur cendawan berbentuk seperti tabung yang terbentuk dari pertumbuhan spora atau konidia
Enzim yang dapat menghidrolisis kitin Metode penyimpanan kering beku dengan proses sublimasi
merupakan senyawa precursor pada
Makroskopis
bentuk atau struktur cendawan yang dapat dilihat secara langsung seperti warna, tipe pertumbuhan dan bentuk permukaan
bentuk atau struktur cendawan yang hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop, seperti: hifa, rhizoid, dan bentuk spora
mikroorganisme parasit yang dapat menyebabkan penyakit
zat pemacu pertumbuhan tanaman kegiatan pemurnian isolate cendawan endofit hingga diperoleh isolat murni atau spora tunggal
Daerah sekitar perakaran tanaman struktur menyerupai rambut atau benang-benang
Enzim yang dapat mendegradasi selulosa
Membersihkan permukaan sampel tanaman dari mikroba
Metode penyimpanan bersifat sementara dan perlu ditumbuhkan secara berkala dengan menumbuhkan pada medium tumbuh yang baru
INDEKS
A
Annealing Annelaing 49 Aquades:
Aquades 13, 14, 18, 19, 20, 22, 23, 26, 61 Auksin
Auksin 63 Autoklaf
Autoklaf 9, 13, 14 B
Biokontrol:
Biokontrol 1, Bioremediasi
Bioremediasi 2 D
Denaturasi Denaturasi 49, Dekstrose
Dekstrose 12, 13, 17, ``18, 19 Drying Method
Drying Method 58 F
Fitoremediasi Fitoremediasi 2, Filosfir
Filosfir 29, 37
Fitohormon
Laminar air flow 10, 13, 15 Liophilization drying
Liophilizationg drying 60, 61, 63 L-tryptophan
R
Rhizosfir
Rhizosfir 29, 37 S
Selulase Selulase 75 Siderefor
Siderefor 72, 74, 79, 80 Subculturing Method
Subculturing Method 58, 61
Dr. Syamsia, SP., M. Si. Lahir di Pangkajene-Sidrap pada tanggal 15 Juni 1972, anak pertama dari pasangan H.
Tayibe dan Hj. Alimang. Pendidikan SD dan SMP diselesaikan di Pangkajene-Sidrap. Tamat SMA Tahun 1989 di SMA Negeri 1 Makassar. Gelar Meraih Gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Unhas tahun 1996. Lulus Pendidikan Magister tahun 1999. Gelar Doktor diraih tahun 2015 di Program Pasca Sarjana Unhas. Terangkat sebagai CPNS Departemen Kehutanan sebagai Penyuluh Kehutanan pada tahun 2000. Terdaftar sebagai dosen tetap Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah sejak tahun 2008 sampai sekarang dengan status dosen DPK LLDIKTI Wil. IX Sulawesi dan Gorontalo. Menjabat Ketua Program Studi Agribisnis periode (2010-2014). Aktif mengikuti kegiatan seminar nasional dan internasional. Menjadi anggota Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) sejak tahun 2016 sampai sekarang. Tergabung dalam Forum Dosen Indonesia Komda Sulawesi Selatan. Meraih dana hibah penelitian skim Hibah Bersaing (2011-2014), Hibah Disertasi (2014), Hibah Produk Terapan (2015-2017), dan Hibah Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (2018-2020). Mendapatkan dana hibah pengabdian masyarakat IbM (tahun 2011 dan 2015), Kewirausahaan Kampus (2015-2017), PPDM (2018) dan PPUPIK (2018-2020). Mendapat penghargaan sebagai Poster Terbaik untuk penelitian Produk Terapan dari Kemenristek Dikti pada Tahun 2017.