• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Produksi Program Televisi

Produksi adalah pelaksanaan pengubahan bentuk naskah menjadi bentuk auditif dan visual, sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku bagi pertelevisian.27 Produksi program televisi memiliki berbagai macam format dan materi, beberapa diantaranya terkadang memiliki prosedur atau tata laksana kerja yang berbeda. Setiap materi program mendapatkan perlakuan khusus berdasarkan karakteristik dan spesifikasinya.

Merencanakan sebuah produksi program televisi, seorang produser akan dihadapkan pada lima hal yaitu:

1. Materi Produksi

Bagi seorang produser, materi produksi didapat berupa kejadian, pengalaman, hasil karya, benda, binatang, dan manusia.

Materi tersebut merupakan bahan yang dapat diolah menjadi produksi yang bermutu. Seorang produser professional dengan cepat mengetahui apakah materi atau bahan yang ada di hadapannya akan

27

Darwanto Sastro Soebroto, Televisi Sebagai Media Pendidikan, (Yogyakarta: Duta Wacana, 1995), h. 125.

menjadi materi produksi yang baik atau tidak. Seorang produser ketika ia berhadapan dengan suatu karya cipta, seperti musik, lagu atau lukisan. Gagasannya mulai bergerak dan bahan yang ada dihadapannya akan merangsang pada kepekaan kreatifnya.

2. Sarana dan Prasarana Produksi

Sarana produksi adalah sarana yang menjadi penunjang terwujudnya ide menjadi konkret, yaitu hasil produksi. Tentu diperlukan kualitas alat standar yang mampu menghasilkan Gambar dan suara secara bagus. Kepastian adanya peralatan itu mendorong kelancaran seluruh persiapan produksi. Kemudian, seorang Produser menunjuk seseorang yang diserahi tanggung jawab tersedianya seluruh peralatan yang diperlukan.

Ada tiga unit pokok peralatan yang diperlukan sebagai alat produksi, yaitu unit peralatan perekam Gambar, unit peralatan perekam suara, dan unit peralatan pencahayaan. Setiap unit memiliki daftar peralatan sendiri gunanya untuk mengecek kelengkapan peralatan setiap kali akan dipakai untuk produksi dan diteliti kembali setalah produksi (shooting) selesai dan harus dikembalikan lagi dengan lengkap. Kreatifitas sangatlah diperlukan dalam penggunaan peralatan produksi karena akan berdampak pada biaya produksi. Proses kreatif ditentukan bukan oleh peralatan melainkan oleh kemauan.

3. Biaya Produksi

Perencanaan budget atau biaya produksi dapat didasarkan pada dua kemungkinan:

a. Financial Oriented

Perencanaan biaya produksi yang didasarkan pada kemungkinan keuangan yang ada. Jika keuangan terbatas berarti tuntutan-tuntutan tertentu untuk kebutuhan produksi harus pula dibatasi.

b. Quality Oriented

Perencanaan biaya produksi yang didasarkan atas tuntutan kualitas hasil produksi yang maksimal. Dalam hal ini, orientasi budget semacam ini biasanya diharapkan keuntungan besar baik dari segi nama maupun financial. Banyak faktor tidak terduga yang sewaktu-waktu dapat terjadi seperti, hujan, lingkungan yang tidak mendukung, apabila produksi dilakukan di luar studio, kecelakaan dalam shooting atau kerusakan dan kehilangan peralatan yang harus diganti. Oleh karena itu, biaya produksi hendaknya disiapkan pos tidak terduga biasanya minimal sebesar seperempat dari total biaya produksi atau bagi produser yang tidak berani spekulatif biasanya mengalokasikan sebesar sepertiga.

4. Struktur Organisasi Produksi

Struktur organisasi produksi dapat dikatakan lebih sebagai struktur tim dalam satu produksi program atau acara, baik rekaman di studio/luar studio maupun siaran langsung (live). Struktur organisasi produksi dikepalai oleh satu orang executive producer yang umumnya berasal dari unit kerja program (personal senior), yang dibantu oleh satu orang

producer yang langsung berada di lapangan. Semua personel yang berada dalam tim adalah personel fungsional dari berbagai profesi,

baik dibidang teknik, program, properti, dekorasi, perias wajah (dalam koordinasi penanggung jawab talent), dan bidang umum (termasuk kendaraan dan sekuriti).

Sementara urusan akomodasi tim diatur oleh seorang unit manajer yang biasanya berasal dari unit kerja administrasi dan keuangan. Unit manajer mempunyai tugas mengurus segala akomodasi tim (transportasi, hotel, dan makan) yang ada pada produksi/liputan luar studio, dan keperluan keuangan yang lain termasuk uang saku tim. Suatu produksi program televisi merupakan satuan kerja yang akan menangani proses produksi secara bersama-sama sampai hasilnya disiarkan. Meskipun mereka bertugas dibidang yang berbeda, tetapi tetap memiliki tujuan yaitu menghasilkan produksi yang disiarkan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Suatu organisasi pelaksanaan produksi yang tidak disusun secara rapi akan menghambat jalannya produksi. Adapun bagan organisasinya sebagai berikut:

Gambar 2.

Bagan Organisasi Dalam Produksi

1) Program Director (Pengarah acara) : Memimpin rapat secara teknis, merencanakan bentuk pengambilan Gambar dan pergerakkan kamera dalam bentuk recording plan, mengarahkan dan melaksanakan proses produksi kepada kerabat kerja/tim produksi dan pengisi acara. 2) Ass. Program Director : Mendampingi dan membantu PD dalam melaksanakan tugasnya, mengingatkan PD akan waktu yang tersedia, dan memberikan masukan kepada PD demi kelancaran acara.

3) Floor Director : Mampu berkomunikasi dengan baik kepada seluruh kerabat kerja produksi dan melaksanakan koordinasi dalam

Program Director Ass. Program Director Floor Director Art Director Make Up Property Sound Mixer VTR

studio berdasarkan permintaan PD, dengan memberikan cue yang diperlukan kepada tim dan pengisi acara saat produksi berlangsung. 4) Art. Director : Merencanakan fasilitas artistic, seperti dekorasi, property, graphic, tata rias dan busana serta menyusun anggaran biaya. 5) Property : Menyediakan seluruh kebutuhan property

(perlengkapan) yang mendukung suatu acara.

6) Make Up : Membuat desain dan melaksanakan tata rias terhadap pengisi acara sesuai dengan tuntutan persyaratan teknis dan artistic

7) Switcher : Bertugas menyiapkan video mixer untuk mengatur dan memadukan Gambar sesuai dengan permintaan PD.

8) VTR (Video Tape Recoder) : Mengoperasikan peralatan rekam audio visual dan melakukan pengisian time code.

9) Sound Mixer : Mengoperasikan audio yang digunakan, memasang mic dan peralatan pendukung lainnya.

10) Cameramen : Mengoperasikan kamera, crame, dolly, pedestal,

steady cam, dan melaksanakan perintah yang diinginkan oleh PD. 11) Lightingman : Mengoperasikan penataan cahaya

12) CGO (Character Generator Operator) : Mempersiapkan, mengoperasikan peralatan computer character generator, dan mengerjakan kredit title dan subtitle, serta menampilkan Gambar grafis hasil rancangan graphic designer.

13)TD (Technical Director) : Menentukan kelayakan teknis produksi, memeriksa kesiapan peralatan, system dan instalasi produksi serta mengawasi pengopersian produksi.

14)Costume : Membuat desain dan menyediakan kostum sesuai dengan kebutuhan produksi acara.

5. Tahap Pelaksanaan Produksi

Untuk pelaksanaan produksi diperlukan suatau tahapan perencanaan yang dilakukan oleh produser sesuai Standart Operation Procedure (SOP).28 Tahapan-tahapan tersebut, secara garis besar dalam memproduksi acara televisi dikategorikan dalam tiga tahapan, antara lain:29

a. Pra Produksi (Perencanaan dan Persiapan)

Tahapan ini merupakan tahap awal dari seluruh kegiatan yaitu dari gagasan atau ide. Dalam hal ini dapat dijelaskan pada diagram sebagai berikut:

Gambar 3.

Bagan Pra Produksi

Pada tahapan ini tampak alur, bahwa sebuah progam berawal dari sebuah ide/gagasan yang kemudian diteruskan dengan tukar pikiran (Brainstorming) untuk menyimpulkan jenis Gambar yang akan dipakai dan tipe shoot serta audionya. Baru setelah itu dilakukan penyesuaian-penyesuaian (Adaptasi), agar

28

Fred Wibowo, Teknik Produksi Progam Televisi, (Yogyakarta: Pinus Publisher, 2007), h. 23-30.

29

Ciptono Styobudi, Teknologi Broadcasting TV, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), h. 43.

Ide Kreatif

Drama

Brainstroming Naskah/Rundwon Non Drama

News

didapat progam yang terstruktur dan rapi, biasanya sudah berupa naskah (skenario), setelah konsep pra produksi selesai, baru dilanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu merealisasikan atau produksi.30 Selanjutnya melakukan Set up dan rehearsal ialah penataan dan latihan yang bersifat teknis dan dilakukan oleh tim inti bersama anggota kerabat kerja, misalnya merencanakan peralatan, denah lampu, ruang studio, penataan dekorasi, properti dan berikut ruang kontrol produksi sebelum dimulai produksi yang sebenarnya.31.

b. Produksi (Pelaksanaan)

Tahapan ini pada prinsipnya memvisualisasikan konsep naskah (randown) agar acara dapat dinikmati pemirsa, dimana sudah melibatkan bagian lain yang bersifat teknis (engineering). Konsep tersebut harus menggunakan peralatan (equipment), dan sudah pasti sudah ada operator agar dapat beroperasi dengan baik. Adapun ilustrasinya sebagai berikut:

30

Ciptono Styobudi, Teknologi Broadcasting TV, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), h. 43.

31

Gambar4.

Bagan Produksi

Equipment People Technician

Egineer Operator

A B

Pada Gambar diagram di atas tampak bagian terpisah, yaitu yang bersifat teknis (service) seperti technical director (TD),

maintenance engineering, audioman, lightingman dan sebagainya, yang dikoordinasi (managemen) bagian production departemen

seperti executive producer, tim kreatif, maupun production director

yang akan mendirect progam tersebut di lapangan.32 c. Pasca Produksi (Penyelesaian dan Penayangan)

Pasca produksi merupakan bagian akhir dari tahap produksi. Pasca produksi disebut juga bagian editing merupakan bagian yang akan mensortir hasil-hasil shooting. Pasca produksi biasanya dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu off-line editing dan on-line editing. off-line editing lebih membatasi pekerjaan pada

32

Josep Domonick, The Dynamic Of Mass Communicatio, (Boston: Houghton Miffin. 1990), h. 304. Tech Director Engineering Production Production Executive Produser/ Director Production people Production Mangemen

pengurutan hasil mentah shooting menjadi sebuah hasil yang rapi namun kasar. Umumnya hanya cut to cut video namun hasilnya sudah menjadi sebuah story board yang urut dan rapi, tanpa efek-efek apapun. Sedangkan on-line editing lebih mempunyai kompleksitas perangkat, baik dari sisi audio maupun video. Bagian on line editing banyak melakukan proses polesan Gambar hasil cut to cut off-line editing, seperti solving (perpindahan Gambar secara halus), efek-efek Gambar yang variatif, sampai penulisan nama titik. Dalam diagram disebutkan sebagai berikut :

Gambar 5.

Bagan Pasca Produksi

Jadi, setelah tahap produksi selesai dilakukan, maka dilakukan tahap terakhir, pasca produksi yang meliputi banyak hal, seperti off-line editing yaitu merangkai alur konsep tersebut menjadi sesuatu yang tersusun rapi namun masih kasar (belum berefek). Kemudian dilanjutkan ke on-line editing dengan pemberian efek Gambar agar acara lebih bernuansa bagus diberikan narasi (proses dubbing) bila diperlukan, kemudian dilakukan

mixing atau suara efek yang disesuaikan dengan progam yang sedang diproduksi seperti suara musik serta pemberian

tulisan-Operator Off-line editing

On-Line Editing Post production Dubbing Mixing People Production

tulisan bila program tersebut perlu informasi berupa tulisan atau terjemahan.33

Dokumen terkait