Yaitu kelompok pertama dari rantai makanan yang biasanya terdiri atas tumbuh-tumbuhan hijau, yang mengkonversi sebagian energi dari matahari (melalui fotosintesis) melalui molekul-molekul organik yang digunakan dan disimpan dalam jaringannya. Pada ekosistem air, produsen utamanya adalah alga, sering dalam bentuk uniseluler yang membentuk fitoplankton.
Contoh produsen di hutan mangrove pohon bakau.
Foto : Hendra Gunawan
2. Konsumen
Merupakan hewan-hewan yang memakan tumbuhan hijau dan juga yang memakan satu sama lain. Konsumen primer (konsumen I) adalah herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan produsen primer. Konsumen sekunder (konsumen II) memakan konsumen primer, dan diikuti oleh konsumen tersier (konsumen III) lalu konsumen kuartener (konsumen IV), dan seterusnya dalam rantai makanan.
konsumen I
Sumber:konsumen II konsumen III
ht tp:// andi.m y.id Sumber: ht tps://namaik an. wor dpr ess.c om
Sumber : Hendra Gunawan
Contoh tingkatan konsumen dalam rantai makanan
3. Pengurai (Detritivora dan Dekomposer)
Pengurai adalah tumbuhan atau hewan yang memakan organisme mati dan melepaskan zat-zat organik yang dihasilkan dari organisme itu ke rantai makanan. Detritivor adalah pemakan sisa-sisa organisme yang sudah hancur, contohnya: cacing, bintang laut, rayap, teripang dan lainnya. Sedangkan dekomposer mengubah bahan organik menjadi anorganik, contohnya adalah: jamur dan bakteri.
Contohnya seekor ikan yang mati di laut mungkin akan digerogoti oleh spesies-pesies pemakan bangkai seperti burung, ikan dan lain-lain. Zat-zat yang tidak dimakan mengalami penguraian oleh bintang laut dan lainnya dan selanjutnya diurai kembali oleh bakteri dan jamur, sehingga bagian-bagian bangkai yang tidak dimakan oleh burung, menjadi tersedia bagi organisme-organisme lain, misal rumput. Sumber : ht tps://funbiologyfun. wor dpr ess.c om/ ca tegory/tug as-sek olah/pag e/2/ Sumber : https://funbiologyfun. wor dpr ess.com/ category/tug as-sek olah/page/2/
Contoh-contoh pengurai (dekomposer) Contoh-contoh pengurai (detritivor)
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
30 31
1. Produsen
Yaitu kelompok pertama dari rantai makanan yang biasanya terdiri atas tumbuh-tumbuhan hijau, yang mengkonversi sebagian energi dari matahari (melalui fotosintesis) melalui molekul-molekul organik yang digunakan dan disimpan dalam jaringannya. Pada ekosistem air, produsen utamanya adalah alga, sering dalam bentuk uniseluler yang membentuk fitoplankton.
Contoh produsen di hutan mangrove pohon bakau.
Foto : Hendra Gunawan
2. Konsumen
Merupakan hewan-hewan yang memakan tumbuhan hijau dan juga yang memakan satu sama lain. Konsumen primer (konsumen I) adalah herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan produsen primer. Konsumen sekunder (konsumen II) memakan konsumen primer, dan diikuti oleh konsumen tersier (konsumen III) lalu konsumen kuartener (konsumen IV), dan seterusnya dalam rantai makanan.
konsumen I
Sumber:konsumen II konsumen III
ht tp:// andi.m y.id Sumber: ht tps://namaik an. wor dpr ess.c om
Sumber : Hendra Gunawan
Contoh tingkatan konsumen dalam rantai makanan
3. Pengurai (Detritivora dan Dekomposer)
Pengurai adalah tumbuhan atau hewan yang memakan organisme mati dan melepaskan zat-zat organik yang dihasilkan dari organisme itu ke rantai makanan. Detritivor adalah pemakan sisa-sisa organisme yang sudah hancur, contohnya: cacing, bintang laut, rayap, teripang dan lainnya. Sedangkan dekomposer mengubah bahan organik menjadi anorganik, contohnya adalah: jamur dan bakteri.
Contohnya seekor ikan yang mati di laut mungkin akan digerogoti oleh spesies-pesies pemakan bangkai seperti burung, ikan dan lain-lain. Zat-zat yang tidak dimakan mengalami penguraian oleh bintang laut dan lainnya dan selanjutnya diurai kembali oleh bakteri dan jamur, sehingga bagian-bagian bangkai yang tidak dimakan oleh burung, menjadi tersedia bagi organisme-organisme lain, misal rumput. Sumber : ht tps://funbiologyfun. wor dpr ess.c om/ ca tegory/tug as-sek olah/pag e/2/ Sumber : https://funbiologyfun. wor dpr ess.com/ category/tug as-sek olah/page/2/
Contoh-contoh pengurai (dekomposer) Contoh-contoh pengurai (detritivor)
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
32 33
C. Rangkuman
D. Latihan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Terdapat komponen dalam tingkatan rantai makanan, yaitu:
1. Produsen merupakan tumbuhan yang dapat berfotosintesis (autotrof).
2. Konsumen, terdiri dari : konsumen I, konsumen II, dan konsumen III
3. Pengurai , terdiri dari: dekomposer dan detritivora.
Kerjakan secara berkelompok dan diskusikan bersama-sama.
Dibawah ini terdapat tingkatan trofik dalam suatu rantai makanan. Lengkapi pada setiap tingkatan tersebut dengan 3 (tiga) contoh yang kalian ketahui!
2. Sambungkan rantai makanan di bawah ini, dengan mengisi bagian yang kosong (?). Agar terdapat jalinan rantai makanan memutar.
Kasus 2
Kasus 1
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
32 33
C. Rangkuman
D. Latihan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Terdapat komponen dalam tingkatan rantai makanan, yaitu:
1. Produsen merupakan tumbuhan yang dapat berfotosintesis (autotrof).
2. Konsumen, terdiri dari : konsumen I, konsumen II, dan konsumen III
3. Pengurai , terdiri dari: dekomposer dan detritivora.
Kerjakan secara berkelompok dan diskusikan bersama-sama.
Dibawah ini terdapat tingkatan trofik dalam suatu rantai makanan. Lengkapi pada setiap tingkatan tersebut dengan 3 (tiga) contoh yang kalian ketahui!
2. Sambungkan rantai makanan di bawah ini, dengan mengisi bagian yang kosong (?). Agar terdapat jalinan rantai makanan memutar.
Kasus 2
Kasus 1
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
34 35
4
babJARING-JARING MAKANAN
1. Kompetensi Dasara.
Siswa memahami pengertian jaring-jaring makananb.
Siswa memahami contoh jaring-jaring makananc.
Siswa memahami manfaat jaring-jaring makanan2. Indikator Hasil Belajar
a.
Siswa dapat menyebutkan pengertian jaring-jaring makananb.
Siswa dapat menyebutkan contoh jaring-jaring makananc.
Siswa dapat menjelaskan manfaat jaring-jaringPada bab terdahulu kita telah belajar tentang rantai makanan. Kalian telah mendapatkan pemahaman bahwa rantai makanan merupakan proses makan dan dimakan yang sederhana. Bagaimana jika rantai makanan ini saling berhubungan ?
Pernahkah kalian melihat jaring laba-laba? Benang-benang laba-laba saling terhubung atau terjalin satu sama lain membentuk jaring atau jala yang kokoh
A. Pengertian Jaring-jaring Makanan
sehingga dapat menangkap mangsa yang ukurannya lebih besar dari laba-laba. Mengapa disebut jaring-jaring makanan? Karena terbentuk oleh jalinan beberapa rantai makanan tunggal yang saling terhubung satu sama lain.
Pada ekosistem alam, proses makan dan dimakan seringkali tidak hanya terdiri dari satu rantai makanan saja. Namun banyak terdapat peristiwa proses tersebut yang saling berkaitan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jaring makanan sederhana.
Jadi jaring-jaring makanan adalah sekumpulan proses peristiwa rantai makanan yang saling berhubungan atau dengan pengertian lain merupakan gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang saling tumpang tindih dalam ekosistem.
Dapatkah kalian membedakan antara rantai makanan dengan jaring-jaring makanan? perhatikan gambar berikut.
Sumber gambar :
http://ansud-site.blogspot.com/2016/05
Pada gambar contoh jaring-jaring makanan di atas terdapat rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah jaring-jaring makanan.
Dari satu buah peristiwa proses jaring makanan, jumlah peristiwa rantai makanan di dalamnya sangat bervariasi, tergantung berapa banyak organisme yang hidup pada sebuah ekosistem tersebut, semakin banyak organisme yang tinggal berarti semakin banyak terbentuk proses rantai makanan dalam sebuah jaring makanan.
Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
34 35
4
babJARING-JARING MAKANAN
1. Kompetensi Dasara.
Siswa memahami pengertian jaring-jaring makananb.
Siswa memahami contoh jaring-jaring makananc.
Siswa memahami manfaat jaring-jaring makanan2. Indikator Hasil Belajar
a.
Siswa dapat menyebutkan pengertian jaring-jaring makananb.
Siswa dapat menyebutkan contoh jaring-jaring makananc.
Siswa dapat menjelaskan manfaat jaring-jaringPada bab terdahulu kita telah belajar tentang rantai makanan. Kalian telah mendapatkan pemahaman bahwa rantai makanan merupakan proses makan dan dimakan yang sederhana. Bagaimana jika rantai makanan ini saling berhubungan ?
Pernahkah kalian melihat jaring laba-laba? Benang-benang laba-laba saling terhubung atau terjalin satu sama lain membentuk jaring atau jala yang kokoh
A. Pengertian Jaring-jaring Makanan
sehingga dapat menangkap mangsa yang ukurannya lebih besar dari laba-laba. Mengapa disebut jaring-jaring makanan? Karena terbentuk oleh jalinan beberapa rantai makanan tunggal yang saling terhubung satu sama lain.
Pada ekosistem alam, proses makan dan dimakan seringkali tidak hanya terdiri dari satu rantai makanan saja. Namun banyak terdapat peristiwa proses tersebut yang saling berkaitan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan. Jaring makanan sederhana.
Jadi jaring-jaring makanan adalah sekumpulan proses peristiwa rantai makanan yang saling berhubungan atau dengan pengertian lain merupakan gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang saling tumpang tindih dalam ekosistem.
Dapatkah kalian membedakan antara rantai makanan dengan jaring-jaring makanan? perhatikan gambar berikut.
Sumber gambar :
http://ansud-site.blogspot.com/2016/05
Pada gambar contoh jaring-jaring makanan di atas terdapat rantai makanan yang bergabung menjadi suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah jaring-jaring makanan.
Dari satu buah peristiwa proses jaring makanan, jumlah peristiwa rantai makanan di dalamnya sangat bervariasi, tergantung berapa banyak organisme yang hidup pada sebuah ekosistem tersebut, semakin banyak organisme yang tinggal berarti semakin banyak terbentuk proses rantai makanan dalam sebuah jaring makanan.
Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
36 37
menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak.
Gambar berikut merupakan contoh jaring-jaring makanan pada ekosistem daratan dan ekosistem laut.
B. Contoh Jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan pada ekosistem daratan
Sumber:http://www.jatikom.com/2016/09/
Jaring-jaring makanan pada ekosistem laut
Sumber : ht tp://www .fr ew ar emini.c om/
C. Manfaat Jaring-Jaring Makanan untuk Keseimbangan
Ekosistem Mangrove
Keseimbangan organisme dalam sebuah ekosistem sangat penting demi berlangsungnya kehidupan pada ekosistem tersebut agar tidak punah satu persatu. Syarat-syarat sebuah ekosistem terjaga keseimbangan dan kelestariannya apabila:
-Jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen I.
-Jumlah konsumen I harus lebih banyak daripada konsumen II
-dan seterusnya.
Dari contoh di atas misalkan katak punah atau tinggal sedikit sekali jumlahnya karena habis diburu manusia untuk dijadikan makanan, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi. Kemungkinan yang terjadi adalah jumlah belalang akan meningkat tajam karena salah satu pemangsa utamanya sudah punah. Kebalikannya jumlah ular akan berkurang karena tidak ada makanan, karena katak merupakan makanan utamanya, atau ular-ular tersebut masuk pemukiman penduduk untuk mencari makan, misalnya anak ayam atau telur ayam. Efek berikutnya tentu saja jumlah belalang meningkat tidak terkendali menjadi hama pengganggu tanaman sehingga akhirnya manusia juga yang merugi.
Sumber :
www o.sftilmu.com
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
36 37
menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (karnivora). Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak.
Gambar berikut merupakan contoh jaring-jaring makanan pada ekosistem daratan dan ekosistem laut.
B. Contoh Jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan pada ekosistem daratan
Sumber:http://www.jatikom.com/2016/09/
Jaring-jaring makanan pada ekosistem laut
Sumber : ht tp://www .fr ew ar emini.c om/
C. Manfaat Jaring-Jaring Makanan untuk Keseimbangan
Ekosistem Mangrove
Keseimbangan organisme dalam sebuah ekosistem sangat penting demi berlangsungnya kehidupan pada ekosistem tersebut agar tidak punah satu persatu. Syarat-syarat sebuah ekosistem terjaga keseimbangan dan kelestariannya apabila:
-Jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen I.
-Jumlah konsumen I harus lebih banyak daripada konsumen II
-dan seterusnya.
Dari contoh di atas misalkan katak punah atau tinggal sedikit sekali jumlahnya karena habis diburu manusia untuk dijadikan makanan, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi. Kemungkinan yang terjadi adalah jumlah belalang akan meningkat tajam karena salah satu pemangsa utamanya sudah punah. Kebalikannya jumlah ular akan berkurang karena tidak ada makanan, karena katak merupakan makanan utamanya, atau ular-ular tersebut masuk pemukiman penduduk untuk mencari makan, misalnya anak ayam atau telur ayam. Efek berikutnya tentu saja jumlah belalang meningkat tidak terkendali menjadi hama pengganggu tanaman sehingga akhirnya manusia juga yang merugi.
Sumber :
www o.sftilmu.com
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
38 39
Itulah sebabnya, menjaga keseimbangan ekosistem dengan menjaga kelestarian organisme yang hidup di dalamnya. Mulai sekarang, mari kita ikut menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak melakukan perbuatan yang mengganggu atau merusak mahluk hidup di dalam ekosistem itu. Keseimbangan ekosistem pada akhirnya akan membuat manusia hidup sejahtera. Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa makhluk hidup selalu tergantung pada makhluk hidup lain. Manusia sebagai makhluk Allah yang diberikan amanah sebagai khalifah di muka bumi berperan sangat penting sebagai penjaga dan pemelihara keseimbangan ekosistem demi kelangsungan dan kelestarian semua makhluk hidup di muka bumi.
Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan proses peristiwa rantai makanan yang saling berhubungan atau gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang saling tumpang tindih dalam ekosistem. Manfaat dari jaring-jaring makanan adalah untuk menjaga ekosistem agar dalam kondisi yang seimbang. Keseimbangan organisme dalam sebuah ekosistem sangat penting demi berlangsungnya kehidupan pada ekosistem tersebut agar tidak punah satu persatu.
Kalian telah belajar mengenai ekosistem mangrove, flora faunanya, serta rantai makanan. Lakukanlah tugas berikut ini secara berkelompok.
1. Buatlah piramida makanan dari jaring-jaring makanan pada ekosistem mangrove, sebutkan mana yg menjadi produsen, konsumen tingkat I, II dan seterusnya 2. Jelaskan secara lengkap apa yang terjadi pada keseimbangan ekosistem
mangrove, jika ada yang terganggu. (Buatlah seperti contoh yang telah diberikan)
D
.Rangkuman
E. Latihan
FUNGSI DAN MANFAAT
EKOSISTEM MANGROVE
bab5
1. Kompetensi Dasar
a. Siswa memahami fungsi mangrove
b. Siswa memahami manfaat mangrove
2. Indikator Hasil Belajar
a. Siswa dapat mengidentifikasi manfaat mangrove
b. Siswa dapat menyebutkan fungsi mangrove secara fisik, kimia, biologi dan sosial ekonomi
A Fungsi Ekosistem Mangrove
.Ekosistem mangrove merupakan sumber daya alam yang memiliki fungsi fisik, biologi, sosial dan ekonomi yang penting bagi manusia, terutama daerah pesisir.
1. Fungsi hutan mangrove secara fisik, antara lain :
a. Melindungi dari abrasi pantai, gelombang angin dan badai. Sistem perakaran
pada tumbuhan mangrove yang khas dapat menghambat arus dan gelombang ombak, sehingga garis pantai terhindar dari pengikisan (abrasi). Berkat tajuk pohon yang rimbun dapat menahan laju tiupan angin laut, sehingga daerah di belakang hutan pantai yang umumnya pemukiman penduduk dapat terhindar dari ancaman kerusakan akibat tiupan angin laut yang kencang.
b. Menahan peresapan air laut ke daratan. Keberadaan hutan mangrove dapat
menekan laju masuknya air laut (intrusi) ke daratan, karena pohon-pohon mangrove mampu menyerap garam.
c. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai. Endapan dan tanah yang
tertahan oleh perakaran mangrove menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Adanya pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan darat untuk hidup
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
38 39
Itulah sebabnya, menjaga keseimbangan ekosistem dengan menjaga kelestarian organisme yang hidup di dalamnya. Mulai sekarang, mari kita ikut menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak melakukan perbuatan yang mengganggu atau merusak mahluk hidup di dalam ekosistem itu. Keseimbangan ekosistem pada akhirnya akan membuat manusia hidup sejahtera. Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa makhluk hidup selalu tergantung pada makhluk hidup lain. Manusia sebagai makhluk Allah yang diberikan amanah sebagai khalifah di muka bumi berperan sangat penting sebagai penjaga dan pemelihara keseimbangan ekosistem demi kelangsungan dan kelestarian semua makhluk hidup di muka bumi.
Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan proses peristiwa rantai makanan yang saling berhubungan atau gabungan dari rantai-rantai makanan yang berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang saling tumpang tindih dalam ekosistem. Manfaat dari jaring-jaring makanan adalah untuk menjaga ekosistem agar dalam kondisi yang seimbang. Keseimbangan organisme dalam sebuah ekosistem sangat penting demi berlangsungnya kehidupan pada ekosistem tersebut agar tidak punah satu persatu.
Kalian telah belajar mengenai ekosistem mangrove, flora faunanya, serta rantai makanan. Lakukanlah tugas berikut ini secara berkelompok.
1. Buatlah piramida makanan dari jaring-jaring makanan pada ekosistem mangrove, sebutkan mana yg menjadi produsen, konsumen tingkat I, II dan seterusnya 2. Jelaskan secara lengkap apa yang terjadi pada keseimbangan ekosistem
mangrove, jika ada yang terganggu. (Buatlah seperti contoh yang telah diberikan)
D
.Rangkuman
E. Latihan
FUNGSI DAN MANFAAT
EKOSISTEM MANGROVE
bab5
1. Kompetensi Dasar
a. Siswa memahami fungsi mangrove
b. Siswa memahami manfaat mangrove
2. Indikator Hasil Belajar
a. Siswa dapat mengidentifikasi manfaat mangrove
b. Siswa dapat menyebutkan fungsi mangrove secara fisik, kimia, biologi dan sosial ekonomi
A Fungsi Ekosistem Mangrove
.Ekosistem mangrove merupakan sumber daya alam yang memiliki fungsi fisik, biologi, sosial dan ekonomi yang penting bagi manusia, terutama daerah pesisir.
1. Fungsi hutan mangrove secara fisik, antara lain :
a. Melindungi dari abrasi pantai, gelombang angin dan badai. Sistem perakaran
pada tumbuhan mangrove yang khas dapat menghambat arus dan gelombang ombak, sehingga garis pantai terhindar dari pengikisan (abrasi). Berkat tajuk pohon yang rimbun dapat menahan laju tiupan angin laut, sehingga daerah di belakang hutan pantai yang umumnya pemukiman penduduk dapat terhindar dari ancaman kerusakan akibat tiupan angin laut yang kencang.
b. Menahan peresapan air laut ke daratan. Keberadaan hutan mangrove dapat
menekan laju masuknya air laut (intrusi) ke daratan, karena pohon-pohon mangrove mampu menyerap garam.
c. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai. Endapan dan tanah yang
tertahan oleh perakaran mangrove menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Adanya pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan darat untuk hidup
Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove
40 41
dan berkembang. Buah mangrove yang dapat berkelana karena terbawa air dapat tumbuh di dasar lumpur yang dangkal sehingga akhirnya berkembang dan menjadi kumpulan habitat tersendiri dan dalam waktu yang panjang dapat meluas membentuk pulau sendiri.
d. Menjernihkan air. Akar pasak yang dimiliki oleh tumbuhan mangrove tak
hanya sekedar berfungsi untuk pernafasan, namun berperan dalam menangkap endapan sehingga air menjadi bersih.
Foto : Hendra Gunawan
Foto : Hendra Gunawan
Foto : Hendra Gunawan
Sistem perakaran pohon mangrove mampu melindungi pantai dari abrasi dan menambat lumpur menghasilkan tanah timbul.
Tambak yang berada di belakang hutan mangrove air yang jernih dan bersih dari pencemaran karena sudah disaring oleh hutan mangrove.
2. Fungsi hutan mangrove secara kimia, antara lain :
a. Menyerap kandungan karbondioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2)
sehingga sangat penting bagi keseimbangan iklim global.
b. Menambat bahan-bahan pencemar (racun) yang berasal dari perairan.
c. Ekosistem mangrove memiliki kemampuan alami untuk membersihkan lingkungan dari berbagai bentuk zat pencemar.
3. Fungsi hutan mangrove secara biologi, antara lain :
a. Habitat berbagai jenis biota air seperti ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang. Mangrove merupakan tempat berlindung, bersarang, mencari makan, pemijahan dan pengasuhan. Kondisi perairan di sekitar mangrove yang tenang dan terlindung serta tersedianya bahan makanan yang cukup, menjadikan perairan di sekitar mangrove menjadi tempat yang sangat baik untuk berkembang biak. Berbagai jenis ikan dan udang ketika masih kecil memerlukan daerah terlindung untuk pengasuhan dan perlindungan dari pemangsanya, namun memiliki sumber makanan yang cukup yang hanya tersedia di ekosistem mangrove.
b. Habitat berbagai satwa seperti monyet, kelelawar, buaya, dan burung. Berbagai jenis hewan darat memanfaatkan daerah mangrove untuk