LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Profesionalisme Guru 1.Profesi Guru
3. Profesionalisme Guru
Profesionalisme berasal dari Bahasa Inggris profesionalism yang secara Leksikal berarti sifat profesional. Profesionalisme mengacu kepada sikap dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi.
Menurut akadum bahwa ada lima penyebab rendahnya profesionalisme guru yaitu: (1). Masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara total, (2). Rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap
23
norma dan etika profesi keguruan, (3). Pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruanan masih stengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak-pihak terlibat. Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pencetak tenaga keguruan dan kependidikan, (4). Masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru, (5). Masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang berupaya secara maksimal peningkatan profesionalisme anggotanya.
Menurut ketentuan umum pasal 1 Undang-undang kompetensiadalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Dalam profil guru terdapat empat kompetensi yang mendasar yakni:
1. Kompetensi pedagogik 2. Kompetensi profesional 3. Kompetensi pribadi dan 4. Kompetensi sosial
Menurut Sardiman (dalam Yamin, Dan Maisah 2010:12) yang ada kompetensi guru yang merupakan profil kemampuan dasar bagi seorang guru:
1. Menguasahi bahan
Sebelum guru tampil di depan kelas mengelola interaksi belajar-mengajar, terlebih dahulu harus sudah menguasai bahan apa yang
24
dikontrakkan dan sekaligus bahan-bahan apa yang mendukung jalannya proses belajar-mengajar.
2. Mengelola program belajar-mengajar
Guru yang kompeten, harus juga mampu mengelola program belajar-mengajar. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh guru.
3. Mengelola kelas
Untuk mengajar suatu kelas, guru dituntut mampu mengelola kelas, yakni menyediakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya proses belajar-mengajar. Kalau belum kondusif, guru-guru harus berusaha se-optimal mungkin untuk membenahinya. Oleh karena itu kegiatan mengelola kelas akan menyangkut “mengatur tata ruang kelas yang memadai untuk pembelajaran” dan menciptakan iklim belajar- mengajar yang serasi.
4. Mengunakan media atau sumber
Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh guru dalam menggunakan media, yaitu:
a. Mengenal, memilih dan menggunakan sesuatu media. Hal ini perlu selektif, karena dalam menggunakan suatu media itu juga harus mempertimbangkan komponen-komponen yang lain dalam proses belajar-mengajar, misalnya apa meteri dan bagimana metodenya.
25
b. Membuat alat-alat bantu pelajaran yang menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda.
c. Memggunakan mengelola laboratorium dalam rangka proses pembelajaran. Misalnya untuk kegiatan penelitian, eksperimen, dan lain-lain.
d. Menggunakan buku pegangan/ buku sumber. Buku sember perlu lebih dari satu dan kemudian ditambah buku-buku lain yang menunjang.
e. Menggunakan perpustakaan dalam proses belajar-mengajar. Bahkan dalam hal ini juga dituntut dapat mengelola perpustakaan agar dapat memberikan kemudahan bagi anak didiknya.
f. Menggunakan unit microteaching dalam program pengalaman lapangan. Hal ini menempati posisi yang cukup strategis.
g. Menguasai landasan-landasan pendidikanPendidikan adalah serangkaian usaha untuk pengembangan bangsa. Pengembangan bangsa dapat diwujutkan secara nyata dengan usaha menciptakan ketahanan nasional dalam rangka mencapai cita-cita bangsa.
5. Mengelola interaksi belajar-mengajar.
Lima kompetensi sebagaimana telah diuraikan di atas adalah merupakan dasar dan sarana pendukung bagi guru dalam melakukan kegiatan interaksi belajar-mengajar.
26
6. Untuk memperlancar kegitan pengelolaan intraksi belajar-mengajar, diperlukan kegiatan sarana-sarana pendukung yang lain, termasuk antara lain mengetahui prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. 7. Mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
Dalam tugas dan perannya di sekolah guru juga sebagai pembimbing ataupun konselor/ penyuluh. Itulah sebabnya guru harus mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah serta harus menyelenggarakan program layanan bimbingan di sekolah, agar kegiatan interaksi belajar-mengajarnya bersama para siswa menjadi lebih tepat dan produktif.
8. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
Guru di sekolah disamping berperan sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing juga sebagai administrator. Dengan demikian maka guru harus mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah. Hal ini sebagai upaya pemuasan layanan terhadap para siswa.
9. Memahami prisip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.
Pendapat di atas senada dengan apa yang di kemukakan oleh Churmain 2008 dalam (Yamin, Dan Maisah 2010:15) mengemukakan sepuluh kemampuan dasar guru seperti (1) menguasai bahan pelajaran; (2) mengelola program belajar mengajar; (3) mengelola kelas; (4) menggunakan media sumber; (5) menguasai ladasan-landasan pendidikan; (6) mengelola interaksi belajar-mengajar; (7) menilai prestasi siswa untuk
27
kepentingan pengajaran; (8) mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan; (9) mengenal dan menyelengarakan administrasi sekolah; dan (10) memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.
Bertugas sebagai pendidik dan pembimbing anak didik dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, nusa dan bangsa, guru juga harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.
Untuk lebih jelasnya rincian komponen kompetensi guru menurut Majid yang dikutip Sardiman kemudian (dalam Yamin, dan Maisah 2010:15-18) dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1 Kompetensi Dan Indikator Kompetensi
Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran
Kompetensi Indikator
1. Penusunan rencana pembelajaran
1. Mampu mendeskripsikan tujuan/ kompetensi pembelajaran
2. Mampu memlih/ menentukan materi 3. Mampu mengorganisir materi
4. Mampu menentukan metode/ strategi pembelajaran 5. Mampu menentukan sumber belajar/ media/ alat
praga pembelajaran.
6. Mampu menyusun perangkat penilaian. 7. Mampu menetukan teknik penilaian. 8. Mampu mengalokasikan waktu.
2. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar
1. Mampu membuka pelajaran 2. Menyajikan materi
3. Mampu mengunakan metode/ strategi
4. Mampu mengunakan bahasa yang komunikatif 5. Mampu menggunakan bahasa yang komunikatif 6. Mampu motivasi siswa
7. Mampu mengorganisasi kegiatan
8. Mampu berinteraksi dengan siswa secara komunikatif
28
10. Mampu memberikan umpan balik 11. Mampu melaksanakan penilaian 12. Mampu menggunakan waktu
3. Penilaian prestasi belajar peserta didik
1. Mampu memilih soal berdasarkan tingkat kesuksesan
2. Mampu memilih soal berdasarkan tingkat pembeda.
3. Mampu memperbaiki soal yang tidak valid. 4. Mampu memeriksa jawaban.
5. Mampu mengklasifikasi hasil-hasil penelitian. 6. Mampu mengelolah dan menganalisis hasil
penilaian.
7. Mampu membuat mengelolah hasil penilaian. 8. Mampu membuat interpretasi kecederungan
hasil penilaian.
9. Hasil mampu korelasi antar soal berdasarkan penilaian.
10.Mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil penilaian
11.Mampu menyimpulkan dari hasil penilaian secara jelas dan logis.
4. Pelaksaan tindak lanjut hasil penilaian
1. Menyusun laporan tidak lanjut hasil penilaian 2. Mengklasifikasikan kemampuan siswa
3. Mengindentifikasi kebutuhan tidak lanjut hasil penilaian
4. Melaksanakan tidak lanjut 5. Mengevaluasi hasil tidak lanjut
6. Menganalisis hasil evaluasi program tidak lanjut hasil penilaian.
Komponen Kompotensi Pengembangan Potensi
Kompetensi Indikator
5. Perkembangan potensi
1. Mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang mengandung potensi melalui bebagai kegiatan ilmiah
2. Mengalih bahasan buku pelajaran/ karya ilmiah
29
pembelajaran 4. Menulis makalah
5. Menulis/ menyusun diklat pelajaran 6. Menulis buku pelajaran
7. Menulis modul 8. Menulis karya ilmiah
9. Melakukan penelitian ilmiah (action research)
10.Menemukan teknologi tepat guna 11.Membuat alat perangkat/ media 12.Menciptkan karya seni
13. Mengikuti pelatihan kualifikasi 14.Mengikuti pendidikan kualifikasi 15.Mengikuti kegiatan
Komponen Kompetensi Akademik
6. Pemahaman wawasan
1. Memahami visi dan misi
2. Memahami hubungan pendidkan dan pengajaran
3. Memahami konsep pendidikan dasar 4. Memahami fungsi sekolah
5. Mengindentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil pendidikan
6. Membangun sisten yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah
7. Penguasaan bahan kajian akademik
1. Memahami struktur pengetahuan 2. Menguasai subtansi materi
3. Menguasai subtansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa