METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, tanpa mengetahui teknik pengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memadai standar data yang ditetapkan.
Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi partisipan, wawancara, medalam studi dokumentasi, dan gabungan ketiganya atau triangulasi.
133
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan beberapa metode, yaitu:
1. Observasi
Sebelum melakukan wawancara dan penggalian data lebih lanjut. Peneliti melakukan observasi terhadap objek kajian terlebih dahulu. Ini memudahkan peneliti untuk mengidentifikasi karekter guru-guru sekolah menengah atas di daerah Timika dan memahami karakteristik masyarakat di mana daerah penelitian. Dari sinilah data observasi ini akan bisa menjadi data awal di samping itu metode wawancara, dan metode dokumentasi yang akan peneliti lakukan. Dalam metode observasi ini peneliti sebagai pengamat penuh dan mengamati dan mencatat dengan sistematik tentang objek yang sedang diselidiki oleh peneliti. Observasi yang dilakukan peneliti dengan cara pengamatan secara langsung dan mendalam terhadap objek yang akan diteliti.
Penelitian ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan dan mengamati secara langsung terhadap objek yang akan diteliti dan mencatat hal-hal yang paling penting bagi peneliti untuk dianalisis dan dikembangkan. Dan lebih penting bagi peneliti dalam obsevasi ini adalah mengamati, menganalisis dan mencatat hal-hal pokok tentang kerja Kepala Dinas Kependidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, serta guru sekolah menengah atas yang bertugas di Daerah-Daerah kota Timika Papua dan mencatat kegiatan apa saja yang mereka lakukan.
134 2. Wawancara
Metode wawancara merupakan salah satu cara mendapatkan informasi-informasi yang penting yang layak diangkat sebagai data penelitian lapangan selama penelitian. Adapun wawancara yang dilakukan nanti juga bersifat cross check antara Kepala Dinas Kependidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, setiap guru-guru yang bertugas di daerah Timika Papua, serta masyarakat setempat yang peneliti wawancarai.
Dalam penelitian ini peneliti sebagai pewawancara dan mewawancarai beberapa orang dengan tujuan bertukar informasi ide melalui tanya jawab. Peneliti mewawancarai beberapa orang dengan berapa pertanyaan yang mendasar tujuannya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.
Teknik wawancara yang peneliti lakukan adalah dengan pendekatan wawancara semiterstruktur, dalam wawancara ini pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan daripada wawancara ini untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.
Wawancara tak struktur ini adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan
135
ditanyakan.Teknik wawancara ini dilakukan secara akrab dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Kelonggaran seperti ini diharapkan mampu menggali dan mengungkap kejujuran informan dalam memberikan informasi yang dengan kenyataan yang ada.Dan mengapa peneliti lebih memilih metode wawancara ini, karena peneliti mau mendapatkan informasi yang pasti dari infoman, dengan melihat geografis serta melihat secara umum profil pendidikan di daerah pedalaman ini masih terisolir untuk itu peneliti juga tidak sewenang-wenang untuk menanyakan dengan pertanyaan yang tersusun secara sistematis. Karena dengan pertanyaan-pertanyaan yang seperti itu kemungkinan tidak menemukan akar persoalan yang terjadi di kelompok masyarakat pada umumnya.
Profil pendidikan di daerah kabupaten Mimika Papua secara umum masih terisolir atau sangat kompleks dan masih terbelakang, dengan itu salah satu pendekatan untuk membukakan persoalan itu harus melalui pendekatan penelitian dengan menggunakan berbagai cara agar membukakan pintu atau menerangi kegelapan yang menyelemuti pendidikan di daerah ini. Jadi salah satu masalah yang diangkat adalah tentang peningkatan kinerja guru sekolah menengah atas di Mimika ini sehingga peneliti tidak mencari sesuatu yang kehendaknya saja dengan pertanyaan-pertanyaan sistematis dengan jawaban yang tidak sesuai fakta yang ada di masyarakat.
136 3. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2011:240) dokumen merupakan catatan pristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan. Metode dokumentasi dapat diartikan sebagai cara pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari dokumen-dokumen yaitu setiap bahan tertulis baik bersifat internal maupun eksternal.
Metode ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data-data yang bersifat dokumenter. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi adalah teknik untuk mencari data dengan cara mencatat data yang berfungsi sebagai data pendukung, seperti:
a. Data monografi kabupaten Mimika, Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika BaratTengah, Mimika Barat, Mimika Tengah, Mimika Timur, Mimika Timur Jauh dan Kuala kencana.
b. Data mengenai profesi guru-guru sekolah menengah atas di Kabupaten Mimika Papua.
c. Dokumentasi berupa foto-foto sekolah, siswa, dan para guru di Timika.
d. Dokumentasi berupa foto-foto selama peneliti mengadakan pengumpulan data di pusat kota maupun letak sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika.
137 G. Teknik Analisis Data
Melakukan analisis data adalah pekerjaan yang paling sulit namun bagi peneliti ini bukanlah suatu masalah tapi ini adalah satu bagian yang harus peneliti lewati sehingga peneliti memerlukan kerja keras untuk menentukan teknik analisis data yang tepat. Analisis di lakukan agar data-data yang sudah terkumpul di lapangan dapat diorganisasi sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis kualitatif, dimana data dianalisis dengan cara diinterprestasikan sesuai tujuan penelitian yang sudah ditentukan, dalam hal ini data tidak dianalisis dengan angka-angka. Proses yang dilakukan peneliti adalah dalam menemukan jawaban penelitian dengan cara peneliti memulai melakukan pengumpulan data lewat observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masalah yang diselidiki serta ingin diketahui, kemudian dikumpulkan memerlukan daya kereatif serta kemampuan intelektual yang tinggi.
Analisis data adalah bagian dari proses penyederhanaan kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diimplementasikan. Sesuai dengan tujuan penelitian ini maka teknik analisis data yang dipakai untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif model interaktif sebagaimana diajukan oleh Miles dan Huberman yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Miles dan Huberman dalam (Sugiyono 2011:246).
138 1. Pengumpulan data
Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua aspek yaitu deskripsi dan refleksi. Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, disaksikan, dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti tentang fenomena yang dijumpai. Catatan refleksi yaitu catatan yang memuat kesan, komentar, dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya. Guna mendapatkan catatan ini maka peneliti melakukan wawancara beberapa informan.
2. Rekduksi data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Cara mereduksi data adalah dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat dan menggolongkan data kedalam pola-pola dengan membuat transkip penelitian untuk mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang bagian yang tidak penting dan mengatur agar dapat menarik kesimpulan.
139 3. Penyajian data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat. Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Agar sajian data tidak menyimpang dari pokok permasalahan maka sajian data dapat diwujudkan dalam bentuk bagan dan tabel sebagai wadah panduan informasi tentang apa yang terjadi. Data disajikan sesuai dengan apa yang diteliti.
4. Penarikan kesimpulan
Menurut Miles dan Huberman (1984) dalam (Sugiyono 2011:252) adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.
Reduksi data dapat dibantu dengan analisis data dari model Miles dan Huberman dalam bukunya Sugiyono (2011:247)
140
Gambar 2: Komponen dalam analisis data interaktif model.
H. Keabsahan Data
Uji keabsahan data ini diperlukan untuk menentukan valid atau tidaknya suatu temuan, atau data yang dilaporkan peneliti dengan apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan. Suatu temuan dalam penelitian ini pada objek adalah pastinya berbeda karena untuk mendapatkan data-data dan informasi peneliti menetapkan banyak informan dan berbagai sumber data diantaranya adalah Kepala Dinas Kependidikan dan Kebudayaan kabupaten Mimika, para guru yang bertugas di Daerah Kabupaten Mimika Papua, tokoh-tokoh masyarakat di tempat penelitian, dan sesuai kondisi sekolah di Daerah tersebut.
Proses yang dilakukan peneliti adalah dalam menemukan jawaban penelitian dengan cara peneliti memulai melakukan pengumpulan data lewat wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap objek penelitian yang ingin diketahui oleh peneliti. Data yang telah terkumpul diklasifikasikan berdasar kategori yang ditentukan. Setelah diklasifikasikan masing-masing
data Penyajian
data
Reduksi data
Penerikan kesimpulan
141
data yang terkumpul dalam satu kategori, selanjutnya peneliti melakukan interprestasi.
Di saat ada data yang lain atau informasi yang berbeda didapatkan dari berbagai informan, tentunya proses triangulasi data akan dilakukan untuk mempermudah interprestasi. Selain itu, hal ini dimaksudkan agar peneliti dipermudah dalam mencari kesimpulan. Sehingga kesimpulan yang ditarik dalam hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Dengan demikian peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk memberi informasi atau memberi pertanggungjawaban pada hasil penelitian atau penemuan ini kepada semua pihak yang berkepeningan lebih khususnya pemerintah Daerah Kabupaten Mimika Papua, serta semua masyarakat yang berada di Daerah Kabupaten Mimika Papua. Karena sebagian informasi dan data yang akan terkumpul adalah berdasarkan fakta di lapangan. Dan dari berbagai data dan informasi yang diperoleh dari informan dalam penelitian ini pun bisa saja tidak sesuai fakta di lapangan.
Maka peneliti harus lebih teliti memahami dan mengambil kesimpulannya secara objektif, sehingga kesimpulan akhir daripada hasil penelitian ini bisa memberikan nilai positif kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, maupun semua masyakarakat yang berada di Timika, diantaranya Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), dan lain-lain. Dengan demikian agar pihak-pihak ini bersama-sama dapat memperhatikan wajah pendidikan di daerah Timika.
142
BAB IV
HASIL OBJEK PENELITIAN