• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: LATAR BELAKANG PENCALONAN K.H. MA’RUF AMIN DAN

A. Profil K.H. Ma‟ruf Amin

Bangsa Indonesia memiliki seorang ulama besar yang menjadi panutan umat Muslim di Indonesia yaitu K.H. Ma‟ruf Amin. Kemampuan dan pengetahuan tentang ilmu Agama Islam sudah tidak diragukan lagi, K.H. Ma‟ruf Amin dalam pendapatnya selalu menjadi rujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan seputar keagamaan yang sedang hangat dibicarakan. K.H. Ma‟ruf Amin dilahirkan di Tangerang, Banten, pada tanggal 11 Maret 1943. K.H. Ma‟ruf Amin memiliki seorang istri bernama Wury Estu Handayani. K.H. Ma‟ruf Amin beserta keluarganya tinggal di Jl. Deli, Lorong 27, Koja, Jakarta Utara.1

K.H. Ma‟ruf Amin merupakan turunan atau cicit dari ulama besar yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani. Syaikh Nawawi adalah ulama asli Indonesia yang memiliki segudang keilmuwan dan sangat disegani atas keilmuwannya baik di Indonesia maupun di dunia internasional, terutama di Mekkah. Syaikh Nawawi dijuluki sebagai Imam Nawawi Atstsani, dan Syaikh Nawawi juga merupakan Imam di Masjidil Haram. Selain turunan orang besar yang

1 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

Ekonomi Syariah di Indonesia, (Malang: Universitas islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2017),

mempunyai pengaruh baik di dunia internasional maupun dalam negeri, K.H. Ma‟ruf Amin juga memiliki karir yang cukup mumpuni sebagai politisi di negeri ini.2

2. Pendidikan

Dalam riwayat pendidikannya, K.H. Ma‟ruf Amin memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat dan Madrasah Ibtidaiyyah, di daerah Kresek, Tangerang pada tahun 1955. Kemudian, K.H. Ma‟ruf Amin meneruskan pendidikannya (Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur sampai pada tahun 1961. Selanjutnya pendidikan terakhir yang ditempuh yaitu Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor yang selesai pada tahun 1967. K.H. Ma‟ruf Amin juga mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dalam bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 5 Mei 2012. Gelar guru besar di bidang Mua‟amalah Syari‟iyah juga disematkan kepada Ma‟ruf Amin oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada tahun 2017. Hal ini didapatkan sebagai salah satu penghargaan atas peran dan karyanya bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya itu, K.H. Ma‟ruf Amin juga mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Adiprana, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 65/TK/2014, di Jakarta pada tanggal 11 Agustus 2014.3

2 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

Ekonomi Syariah di Indonesia, hal. 16-17.

3 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

3. Aktivitas dan Karir

Gelar kehormatan yang disematkan kepada Ma‟ruf Amin diawali dengan karirnya di bidang pendidikan. Karir akademiknya dimulai ketika mengajar sebagai guru di daerah Jakarta Utara pada tahun 1964-1970 dan dosen Fakultas Tarbiyah di Universitas Nahdlatul Ulama (Unnu) Jakarta pada tahun 1968. Kemudian, dirinya menjadi Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad pada 1967.4

K.H. Ma‟ruf Amin dalam karir politiknya pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) urusan Agama dan Hubungan Negara-negara Islam pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007. Kemudian, K.H. Ma‟ruf Amin juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), anggota MPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan ketua komisi VI DPR RI.5 Pada saat menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, terdapat kontribusi Ma‟ruf Amin dalam berbagai kebijakan atau program seperti pernah meloloskan perpanjangan masa tahun dalam plat nomor kendaraan, yang di mana untuk memudahkan pemeriksaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ia juga merevitalisasi pasar tradisional yang dulunya dikenal dengan pasar inpres. Selain itu, Ia juga meningkatkan madrasah-madrasah agar diperlakukan sama dengan sekolah

4

Vanny El Rahman, “Profil Lengkap Cawapres Ma‟ruf Amin”, dari https://www.idntimes.com/news/profil-lengkap-cawapres-maruf-amin, diakses pada tanggal 19 Januari 2020, pukul 22.59.

5 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

negeri lainnya.6 Selanjutnya, Ma‟ruf Amin diutus menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2019 mendampingi Joko Widodo yang diumumkan pada 9 Agustus 2018.7

Selain aktif dalam politik praktis, K.H. Ma‟ruf Amin juga aktif dalam organisasi masyarakat keagamaan. Di mana jabatan yang diemban cukup strategis di dalam organisasi besar NU yaitu sebagai Rais Amm Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020. Kemudian, K.H. Ma‟ruf Amin juga pernah menjabat sebagai Ketua Front Pemuda (1964-1967), Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987), serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dimulai pada tahun 2015. K.H. Ma‟ruf Amin juga dikenal sebagai ahlinya ekonomi Islam yang menguasai di bidang ekonomi dan perbankan, untuk itu K.H. Ma‟ruf Amin menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syari‟ah (DPS) di beberapa bank dan asuransi syariah, seperti di Bank Muamalat, Bank BNI Syariah dan Bank Mega Syariah. Masih banyak lagi jabatan yang pernah diembannya baik dari dunia politik praktis, organisasi keagamaan maupun perbankan.8

K.H. Ma‟ruf Amin juga menerbitkan banyak buku, karya-karya tersebut di antaranya adalah Prospek Cerah Perbankan Syariah (2004),

Meluruskan Makna Jihad, mencegah Terorisme (2006), Melawan Terorisme dengan Iman (2007), Fatwa dalam Sistem Hukum Islam (2008), Produk

6 Sonny, “Nilai Strategis Kefiguran KH Ma‟ruf Amin sebagai Pasangan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019”, dalam Jurnal Renaissance, Vol. 4, No. 2, Tahun 2019, hal. 542.

7 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

Ekonomi Syariah di Indonesia, hal. 17.

8 Ma‟ruf Amin, Solusi Hukum Islam (Makharij Fiqhiyyah) sebagai Pendorong Arus Baru

Halal: Melindungi dan Menentramkan (2010), Harmoni dalam Keberagaman: Dinamika Relasi Agama-Negara (2011), Era Baru Ekonomi Islam Indonesia: Dari Fikih ke Praktek Ekonomi Islam (2011), Fatwa Empat Bingkai Kerukunan Nasional (2013), dan Pembaharuan Hukum Ekonomi Syariah (2013).

Untuk itu, sosok K.H. Ma‟ruf Amin sangat disegani oleh berbagai pihak karena talenta atau kemampuan dari berbagai bidang, karya-karya hingga jabatan-jabatan yang pernah dijalaninya. Walaupun diumur yang tidak cukup muda, karir yang dilaluinya terus meningkat, karena kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi. Hal inilah yang menjadikan K.H. Ma‟ruf Amin sebagai ulama memiliki pengaruh yang besar bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Muslim.