BAB IV: PENCALONAN K.H. MA’RUF AMIN SEBAGAI WAKIL
A. Pencalonan K.H. Ma‟ruf Amin dalam Pilpres 2019
1. Proses Naiknya Ma‟ruf Amin menjadi Cawapres
Joko Widodo sebagai calon presiden menetapkan K.H. Ma‟ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang maju mendampinginya dalam Pilpres 2019. Namun, keputusan Jokowi mencari pendampingnya di bursa Pilpres 2019 tidak serta merta muncul begitu saja. Terdapat beberapa nama yang muncul sebagai Cawapres yang beredar di masyarakat, salah satu di antaranya yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Walaupun pada akhirnya K.H. Ma‟ruf Amin yang terpilih menjadi Cawapres mendampingi Joko Widodo.
Naiknya Ma‟ruf Amin dalam bursa Cawapres mendampingi Jokowi dapat dikatakan cukup tak terduga. Di samping Ma‟ruf Amin merupakan tokoh yang kurang populer dan favorit bagi sebagian masyarakat. Walaupun memang Ma‟ruf Amin memiliki pengalaman jabatan cukup banyak yang diembannya, salah satunya menjadi ketua MUI, Rais Aam PBNU dan masih banyak lagi. Selain itu, Ma‟ruf Amin merupakan Cawapres tertua di Indonesia dengan umur yang menginjak 75 tahun.
Proses penunjukkan K.H. Ma‟ruf Amin cenderung tidak terduga, dikarenakan nama yang sering disebut di media untuk menjadi Cawapres Jokowi adalah Mahfud MD yang pernah menjabat ketua Mahkamah
Konstitusi sekaligus kader PKB. Bahkan Mahfud MD sudah bersiap-siap untuk menunggu pengumuman penetapan cawapres Jokowi. Namun, pada detik terakhir Jokowi mengumumkan K.H. Ma‟ruf Amin sebagai cawapresnya. Seluruh ketua umum dan sekjen partai politik baru mengetahui pada saat pengumuman dan penetapan tersebut.4 Mahfud MD yang tidak jadi terpilih sebagai Cawapres Jokowi diduga adanya ketidak setujuan dari beberapa partai pendukung seperti PKB dan Golkar. Selain itu, organisasi NU juga tidak menyetujui atas pencalonan Mahfud MD karena dianggap bukan dari kader NU.5 Namun, hal ini dibantah langsung oleh Kiai Eman Suryaman di kantor PBNU bahwa NU tidak pernah mengusulkan nama untuk cawapres kepada Jokowi dan tidak pernah sekali pun mengusulkan nama Ma‟ruf Amin.6
Ma‟ruf Amin merupakan salah satu tokoh yang disebut-sebut dari 11 nama yang diusulkan kepada Jokowi untuk naik sebagai cawapres. Nama-nama tersebut yaitu Mahfud MD, Din Syamsuddin, Yusril Ihza Mahendra, Muhaimin Iskandar, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Budi Gunawan, TGB Zainul Majdi, Ahmad Heryawan, Habib Rizieq Syihab, dan Anies Matta. Kemudian, nama-nama tersebut mengerucut menjadi Budi Gunawan, Mahfud MD, TGB Zainul Majdi, dan Moeldoko. Di mana
4 Tim CNN Indonesia, “Cerita Di balik Penunjukkan Ma‟ruf Amin oleh Jokowi”, dari https://www.cnnindonesia.com/cerita-di-balik-penunjukan-maruf-amin-oleh-jokowi, diakses pada tanggal 15 Agustus 2019, pukul 19.18.
5
Fathiyah Wardah, “Jokowi Tunjuk Ma‟ruf Amin sebagai Cawapres”, dari https://www.voaindonesia.com/jokowi-tunjuk-ma-ruf-amin-sebagai-cawapres, diakses pada tanggal 19 Agustus 2019, pukul 15.25.
6 Wawancara dengan KH. Eman Suryaman, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, pada tanggal 29 Oktober 2019.
4 tokoh tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kapabilitas yang baik. Kemudian, dari pihak Jokowi membocorkan bahwa yang akan menjadi Cawapres berinisial M. Lalu, terdapat 3 dugaan yaitu Mahfud MD, Moeldoko dan Ma‟ruf Amin.7
Hal ini juga dibenarkan oleh Idy Muzayyad sebagai wakil bendahara umum DPP PPP bahwa Muhammad Romahurmuziy atau yang sering dikenal dengan Rommy dari PPP merupakan salah satu yang mengusulkan nama Ma‟ruf Amin, dan meskipun bukan hanya nama Ma‟ruf Amin saja yang muncul di bursa cawapres tetapi ada banyak nama salah satunya Mahfud MD.8
Pengumuman atas terpilihnya Ma‟ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi akhirnya diumumkan pada hari Kamis, 09 Agustus 2019 di restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Pada saat itu, semua Ketum partai dan Sekjen partai setuju dan menerima dengan senang hati hasil keputusan Joko Widodo. Selanjutnya, semua Parpol langsung menandatangani beberapa berkas yang akan diberikan kepada KPU sebagai dokumen persyaratan.9 Sebelum pengumuman nama Cawapres yang akan berdampingan dengan Jokowi, Ma‟ruf Amin ditelpon oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang ditanya akan kesediaannya
7 Faizal Fanani, “4 Nama Cawapres Jokowi Pilihan Relawan” dari https://www.liputan6.com/4-nama-cawapres-jokowi-pilihan-relawan, diakses pada tanggal 25 November 2019, pukul 10.20.
8 Wawancara dengan Idy Muzzayyad, M.S.i, Wakil Bendahara Umum DPP PPP, Pada tanggal 25 Oktober 2019.
9 Tim CNN Indonesia, “Cerita Di balik Penunjukkan Ma‟ruf Amin oleh Jokowi”, diakses pada tanggal 18 Agustus 2019, pukul 19.22.
menjadi Cawapres alternatif dan Ma‟ruf Amin menyatakan kesediaannya sebagai Cawapres dan rela mengabdi untuk negara.10
Alasan yang dikemukakan Ma‟ruf Amin dalam menerima ajakan Jokowi untuk menjadi cawapres yaitu karena Ma‟ruf Amin adalah seorang ulama yang notabene selalu dibutuhkan oleh masyarakat dan sekaligus ulama selalu memberikan manfaat bagi orang banyak. Untuk itu, Ma‟ruf Amin bersedia untuk mengabdi kepada negara dengan menjadi cawapres. Walaupun Ma‟ruf Amin mengaku tidak pernah berbicara mengenai cawapres kepada Jokowi. Hanya saja jika bertemu dengan Jokowi pun sebatas membicarakan persoalan tentang politik dan bagaimana cara menjaga keutuhan bangsa.11 Pada tanggal 20 September 2018, setelah melewati beberapa verifikasi dokumen dan tes kesehatan, ketua KPU Arief Budiman yang melakukan jumpa pers di kantor KPU, menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma‟ruf Amin dan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019.12
10
BCC Indonesia, “Jokowi Dodo Umumkan Ma‟ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden”, dari https://www.bbc.com/indonesia, diakses pada tanggal 18 Agustus 2019, pukul 19.33.
11 Yoga Sukmana, “Ini Alasan Ma‟ruf Amin Terima Ajakan Jadi Cawpres” dari https://nasional.kompas.com/ini-alasan-maruf-amin-terima-ajakan-jokowi-jadi-cawapres, diakses pada tanggal 25 November 2019, pukul 11.09.
12 Ihsanuddin, “KPU Tetapkan Jokowi-Ma‟ruf dan Prabow-Sandi sebagai Capres-Cawapres” dari https://nasional.kompas.com/kpu-tetapkan-jokowi-maruf-dan-prabowo-sandi-sebagai-capres-cawapres, diakses pada tanggal 27 November 2019, pukul 13.59.
2. Aturan Rangkap Jabatan dalam Mencalonkan Wakil Presiden