• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: ANALISIS KUALITAS BACAAN SURAH AL-FÂTIHAH

A. Analisis Kualitas Bacaan Al-Qur`an

2. Belajar Al-Qur`an di TPA/TPQ

dengan 4 harakat. Pada kata

ًبٍويضٍغىمٍلا

juga kurang tepat dalam penyebutan huruf Dhâd dimana terdengar seperti huruf Dal, padahal shifat huruf Dhâd salah tiganya adalah Isti‟lâ (pangkal lidah naik ke langit-langit), Ishtithâlah (memelarkan dan menggelayutkan suara), dan Ithbâq132 (sebagian besar permukaan lidah bertemu dengan langit-langit).133

10. Saefullah Tidak terdapat kesalahan.134

Khairul Anwar, dan Budi Barmanto. Ketidakfashihan tersebut terletak pada Makhrâj, Shifât, Mad Thabi‟i, Mad „Ârid Lis Sukûn, Idgham Syamsiyyah dan Mad Lazim.

Tabel 4.2

Analisis Bacaan Al-Fâtihah driver Go-Jek yang belajar Al-Qur`an di TPA/TPQ.

No Nama Kesalahan Bacaan

1. Eki

Pada awal ayat ke-4 lafadz

ًكًلاىم

terdapat

Mad Tabî‟i dimana panjang bacaan huruf Mad-nya adalah 2 harakat,135 akan tetapi driver ojol ini membacanya dengan melebihi dari 2 harakat. Kesalah juga terjadi pada ayat 7 yaitu pada lafadz

ىلاىك

ىٍيًٌل ۤا هضلا

yang mana semestinya terjadi

hukum Idgham Syamsiyyah (Lâm pada ( لا) dilebur dengan huruf sesudahnya)136, akan tetapi driver ojol ini membaca dengan Qalqalah yakni

ىٍيًٌل ۤا ىض ْب ىلاىك .

137

135 Abdul Rasyid bin Abdul Kirâm, At-Tajwîdul Mushawwar, h. 15

136 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

317

137 Wawancara dengan driver ojek online, Halte Carefour Serang, 26 Juni 2020, Pukul 11.21 WIB

2. Saepudin

Pada ayat 1-3 yang terdapat huruf Hâ`

(Tenggorokan bagian tengah)138 dibaca dengan makhrâj huruf

`

(Tenggorokan yang paling dalam)139, ini sangat jelas tidak sesuai dengan hal-ihwal Makhrâj. Pada kata

نيٍيًعىتٍسىن

juga

diver ojol membaca huruf Nûn dengan huruf Mîm, ini sangat jauh ketika melihat dari sisi Makhrâj dan Shifat-nya. Dimana Makhrâj huruf Nûn yaitu ujung lidah bertemu gusi muka atas, sedangkan huruf Mîm Makhrâjnya dua perut bibir bagian tengah140. Pada ayat ke-6 dan 7 yaitu pada kata

ىطاىرًص

terdapat kejanggalan dalam penyebutan huruf Shâd yang diganti dengan huruf Sîn

,

memang

Makhrâj kedua huruf tersebut sama, akan tetapi berbeda shifatnya.141 Ini jelas keliru dalam penyebuan huruf.142

138 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

18

139 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

27 140

Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

26

141 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

21-22

3. Muslim Amirudin

Tidak terdapat kesalahan.143

4. Andri Tidak terdapat kesalahan.144

5. Andri

Ayat pertama dan kedua pada lafadz

ًمٍسًب ًن ٍَٰحهرلا ًٌَٰللَّا

terdapat Mad Thabi‟i dengan panjang bacaan huruf Mad 2 harakat, akan tetapi driver ojol tersebut membaca dengan melebihi 2 harakat. Ketika membaca lafadz

ًمٍيًحهرلا ًنٍَٰحهرلا

dan

يدٍمىٍلىا

dalam penyebutan Makhrâj huruf Hâ`

terjadi permasaan dengan penyebutan huruf Hâ`, ini jelas keliru karena walaupun kedua huruf tersebut merupakan huruf tenggorokan akan tetapi berbeda letak dan penyebutannya, dimana huruf Hâ` berada di tenggorokan bagian tengah145 sedangkan huruf Hâ`

berada di tenggorokan yang paling bawah/ yang paling dalam.146

142 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 15.10 WIB

143 Wawancara dengan driver ojek online, Masjid Ar-Rahman Serang, 26 Juni 2020, Pukul 10.45 WIB

144 Wawancara dengan driver ojek online, Kantor Dinas Koperindag Serang, 26 Juni 2020, Pukul 14.17 WIB

145 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

18

146 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 15.52 WIB

6. Dudi Mulyadi

Pada ahir ayat ke-2 kata

نىٍيًمىل َٰع ٍلا

huruf

„Ain makhrajnya di tenggorokan bagian tengah, akan tetapi driver ojol tersebut membaca dengan huruf Hamzah (tenggorokan yang paling bawah/paling dalam). Pada kata

يدٍم ىٍلىا

huruf Hâ (tenggorokan bagian tengah) terdengar seperti huruf Hâ` (tenggorokan yang paling bawah/ yang paling dalam), Sebagian orang sering keliru dalam menyebutkan makhraj huruf-huruf tersebut, walaupun huruf-huruf tersebut sama-sama huruf tenggorkan akan tetapi berbeda letaknya.147

7. Hengki Ayat ke-2 pada kata

ًٌبىر

huruf Bâ` salah satu shifatnya adalah Jahr (suara ditahan)148, maka ketika dibaca tidak ada nafas yang berhembus akan tetapi driver ojol tersebut membaca dengan shifat Hams (berdesis/ nafas berhembus)149. Oleh karenaa itu sangat berlawanan dan

147 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 14.48 WIB

148 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

10

149 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

9

tidak sesuai dengan hal-ihwal shifât huruf yang ada di buku Metode Maisûrâ.

Pada ahir ayat ke-7 yaitu lafadz

ىٍي ًٌل ۤا هضلا

terdapat Mad Lâzim Kilmiy Mutsaqqal dimana panjang bacaannya adalah 6 harakat150, akan tetapi beliau membaca dengan 4 harakat.151

8. Roni

Pada ayat ke-4 kata

نًنٍيًٌدلا

terdapat Mad

„Ârid Lis Sukȗn (panjang bacaannya 2 harakat, 4 harakat, dan 6 harakat), seperti yang telah penulis jelaskan pada bab sebelumnya, apabila Mad „Ârid Lis Sukȗn tempat pertama mempergunakan panjang bacaan 2 harakat, maka tempat kedua dan seterusnya seyogyanya juga mempergunakan panjang 2 harakat, begitu juga dengan panjang bacaan 4 harakat dan 6 harakat,152 sementara itu driver ojol membacanya dengan tidak konsisten pada ayat pertama sampai ke-3 driver membaca Mad „Ârid Lis Sukȗn

150 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

68 151

Wawancara dengan driver ojek online, Alun-Alun Barat Kota Serang, 26 Juni 2020, Pukul 16.14 WIB

152 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

71

dengan 4 harakat dan pada seterusnya driver ojol membaca dengan 2 harakat.153

9. Saefullah

Pada ayat ke-3 lafadz

ًنٍَٰحهرلا

terdapat Mad Tabî‟i (panjang bacaan huruf Mad 2 harakat), akan tetapi driver ojol membacanya melebihi dari 2 harakat. Pada awal ayat ke-4 lafadz

ًكًلاىم

terdapat

Mad Tabî‟i dimana panjang bacaan huruf Mad-nya adalah 2 harakat, akan tetapi driver ojol ini membacanya dengan melebihi dari 2 harakat. Pada ayat ke-5 lafadz

ىؾهيًَّا

terdapat Mad Tabî‟i (panjang bacaan huruf Mad 2 harakat)154, akan tetapi driver ini membacanya melebihi dari 2 harakat.155

10. Herman Tidak terdapat kesalahan.156

11 Rahmat Pada awal ayat ke-4 lafadz

ًكًلاىم

terdapat

Mad Tabî‟i dimana panjang bacaan huruf Mad-nya adalah 2 harakat157, akan tetapi

153 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 12.15 WIB

154 Abdul Rasyid bin Abdul Kirâm, At-Tajwîdul Mushawwar, h. 15

155 Wawancara dengan driver ojek online, Masjid Al-Munawaroh Serang, 26 Juni 2020, Pukul 13.33 WIB

156 Wawancara dengan driver ojek online, Alun-Alun Barat Kota Serang, 26 Juni 2020, Pukul 16.08 WIB

157 Abdul Rasyid bin Abdul Kirâm, At-Tajwîdul Mushawwar, h. 15

beliau membacanya dengan melebihi dari 2 harakat.158

12. Awung

Pada ayat ke-6 dan 7 yaitu pada kata

ىطاىرًص

terdapat kejanggalan dalam

penyebutan huruf Shâd yang diganti dengan huruf Sîn

,

memang Makhrâj kedua huruf tersebut sama, akan tetapi berbeda shifatnya.159

13. Antoni Hermawan

Pada ahir ayat ke-5 kata

نيٍيًعىتٍسىن

terdapat

Mad „Ârid Lis Sukȗn (panjang bacaannya 2 harakat, 4 harakat, dan 6 harakat), seperti yang telah penulis jelaskan pada bab sebelumnya, apabila Mad „Ârid Lis Sukȗn tempat pertama mempergunakan panjang bacaan 2 harakat, maka tempat kedua dan seterusnya seyogyanya juga mempergunakan panjang 2 harakat, begitu juga dengan panjang bacaan 4 harakat dan 6 harakat,160 sementara itu driver ojol membacanya dengan tidak konsisten pada ayat pertama sampai ke-3

158 Wawancara dengan driver ojek online, Kantor Dinas Koperindag Serang, 26 Juni 2020, Pukul 14.19 WIB

159 Wawancara dengan driver ojek online, Halte UIN SMH Banten Ciceri, 26 Juni 2020, Pukul 10.24 WIB

160 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

71

driver membaca Mad „Ârid Lis Sukȗn dengan 4 harakat dan pada seterusnya driver ojol membaca dengan 2 harakat.161

14. Wahyu Muhammad

Pada ayat pertama dan kedua kata

ًنٍَٰحهرلا

ًمٍيًحهرلا

dan

يدٍمىٍلىا

dalam penyebutan

Makhrâj huruf Hâ` terjadi permasaan dengan penyebutan huruf Hâ`, ini jelas keliru karena walaupun kedua huruf tersebut merupakan huruf tenggorokan akan tetapi berbeda letak dan penyebutannya, dimana huruf Hâ`

berada di tenggorokan bagian tengah162 sedangkan huruf Hâ` berada di tenggorokan yang paling bawah/ yang paling dalam163. Pada ayat ke-5 kata

نيٍيًعىتٍسىن

diver ojol membaca huruf Nûn

dengan huruf Mîm, ini sangat jauh ketika melihat dari sisi Makhrâj dan Shifat-nya.

Dimana Makhrâj huruf Nûn yaitu ujung lidah bertemu gusi muka atas, sedangkan

161 Wawancara dengan driver ojek online, Halte UIN SMH Banten Ciceri, 26 Juni 2020, Pukul 10.33 WIB

162 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

18

163 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

27

huruf Mîm Makhrâjnya dua perut bibir bagian tengah164. Pada ayat ke-6 dan 7 yaitu pada kata

ىطاىرًص

terdapat

kejanggalan dalam penyebutan huruf Shâd yang diganti dengan huruf Sîn165

,

memang Makhrâj kedua huruf tersebut sama, akan tetapi berbeda shifatnya.166 15. Rahmansyah Pada ayat pertama dan kedua kata

ًنٍَٰحهرلا

ًمٍيًحهرلا

dan

يدٍمىٍلىا

dalam penyebutan

Makhrâj huruf Hâ` terjadi persamaan dengan penyebutan huruf Hâ`, ini jelas keliru karena walaupun kedua huruf tersebut merupakan huruf tenggorokan akan tetapi berbeda letak dan penyebutannya, dimana huruf Hâ`

berada di tenggorokan bagian tengah167 sedangkan huruf Hâ` berada di

164 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

26

165 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

21-22

166 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 15.16 WIB

167 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

18

tenggorokan yang paling bawah/ yang paling dalam168. Pada ayat ke-6 dan 7 yaitu pada kata

ىطاىرًص

terdapat

kejanggalan dalam penyebutan huruf Shâd yang diganti dengan huruf Sîn169

,

memang Makhrâj kedua huruf tersebut sama, akan tetapi berbeda shifatnya.170 16. Fikri Fikrillah Tidak terdapat kesalahan.171

17. Andi

Pada ayat ke-5 kata

ىؾهيًَّا

terdapat Mad Tabî‟i (panjang bacaan huruf Mad 2 harakat), akan tetapi driver ini membacanya melebihi dari 2 harakat.172

18. Khairul Anwar

Pada ayat ke-7 kata

ًٍيْىغ

dalam

penyebutan huruf Ghain kurang menggema, karena pada dasarnya salah satu shîfat huruf Ghain adalah Isti‟la173 (pangkal lidah naik ke langit-langit).174

168 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

27 169

Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

21-22

170 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 15.10 WIB

171 Wawancara dengan driver ojek online, Halte UIN SMH Banten Ciceri, 26 Juni 2020, Pukul 10.45 WIB

172 Wawancara dengan driver ojek online, Samping Ramayana Serang, 26 Juni 2020, Pukul 14.48 WIB

173 Ahmad Fathoni, Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur`an: Metode Maisura, h.

11

19. Budi Barmanto

Pada ayat ke- 7 kata

ىنًَد ٍىًا

huruf Hâ

terdengar seperti Hâ. Sebagian orang sering keliru dengan kedua huruf tersebut, sama-sama huruf tenggorokan namun beda tempat, dimana huruf Hâ tempat keluarnya huruf (Makhrâj) berada di tenggorokan yang paling bawah/ yang paling dalam175 sedangkan huruf Hâ`

berada di tenggorokan bagian tengah.176

Dokumen terkait