BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Profil Informan
4.3. Profil Informan
Informan yang peneliti tentukan dalam penelitian ini ditentukan dari seberapa besar informasi yang diketahui oleh informan mengenai masalah penelitian yang ditentukan oleh peneliti :
A. Orang Baduy Dalam 1. Asmin
Informan dari klasifikasi Orang Baduy Dalam yang pertama adalah Asmin. Asmin merupakan penduduk Baduy dalam Kampung Cibeo. Bekerja sehari-hari berladang dan menjadi pendamping wisatawan. Berusia sekitar 54 tahun berstatus sudah menikah dan memiliki 5 orang anak.
2. Saiful
Informan dari klasifikasi orang Baduy dalam yang ke dua adalah Saiful. Saiful adalah penduduk Baduy dalam kampung Cibeo. Rumah Saiful tidak jauh dari rumah Asmin, karena di kampung Cibeo memang baru ada 80 rumah penduduk saja. Saiful berusia 44 tahun dan berstatus sudah menikah. Saiful merupakan salah satu penduduk baduy yang masih memainkan alat musik tradisional khas Baduy yang bernama Kecapi.
3. Serat
Informan dari klasifikasi orang Baduy dalam selanjutnya adalah Serat. Serat merupakan salah satu penduduk Baduy dalam yang paling tua, usianya mencapai 130 tahun.
4. Karman
Informan dari klasifikasi orang Baduy dalam selanjutnya adalah karman. Karman merupakan masyarakat Baduy dalam yang bekerja berladang, jarang
berada di kampung dan lebih sering berada di ladang. Karman merupakan satu-satunya orang Baduy yang masih memainkan dan membuat alat musik khas Baduy yaitu karinding.
B.Orang Baduy Luar 1. Ayah Sali
Informan dari klasifikasi orang Baduy luar yang pertama adalah ayah Sali, ayah Sali adalah salah seorang masyarakat Baduy luar yang sudah tidak bekerja, dia lahir pada tahun 1945 dan sekarang berusia 69 tahun, berstatus menikah dan memiliki anak.
2. Udil
Informan dari klasifikasi orang Baduy luar yang kedua adalah Udil. Udil berusia 23 tahun, berstatus menikah dan memiliki dua orang anak. Pekerjaan udil sehari-hari ketika tidak berladang adalah menjual barang-barang kerjinan tangan khas Baduy, baik buatannya sendiri maupun barang yang dititipkan dari orang lain di bagian muka rumah yang dijadikan kios. Udil juga bekerja sebagai pendamping wisatawan, namun hanya ketika ada yang menghubungi saja. Udil sering pergi keluar Baduy, hal ini lebih mudah dilakukan oleh orang Baduy luar karena diperbolehkan untuk menaiki kendaraan.
C.Pemerintah Baduy
1. Jaro Dainah (Baduy Luar)
Informan dari klasifikasi Pemerintah di Baduy yang pertama adalah Jaro Dainah. Jaro Dainah merupakan seorang Jaro Pemerintah di Baduy Luar, bila kita hendak masuk dan berkunjung ke Baduy, kita akan bertemu Jaro dainah untuk mengisi data dan melengkapi administrasi memasuki wilayah Baduy.
Jaro Dainah berusia 54 tahun dan berstatus sudah menikah, Jaro Dainah sudah 20 tahun menjadi Jaro Baduy Luar. Rumah Jaro Dainah berada di bagian depan wilayah Baduy Luar jika masuk wilayah Baduy lewat Ciboleger.
2. Ayah Mursid (Wakil Jaro Cibeo, Baduy Dalam)
Informan dari klasifikasi Pemerintah di Baduy selanjutnya adalah Ayah Mursid. Ayah mursid merupakan Wakil Jaro Baduy dalam kampung Cibeo. Ayah mursid adalah salah satu orang Baduy yang pernah berkeunjung ke Jakarta, dan kota-kota lain, pernah bertemu dengan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. Ayah Mursid juga pernah menjadi informan utama dalam sebuah buku yang bercerita tantang Baduy.
Ayah mursid berusia 44 tahun, berstatus menikah dan memiliki tiga orang anak. Dua orang anaknya tinggal di Baduy luar dan satu orang lainnya masih menetap di Baduy dalam. Sama dengan Jaro Dainah, Ayah Mursid sudah menjadi Wakil Jaro Cibeo sekitar 20 tahun. Rumah ayah Mursid terletak di Baduy dalam kampung Cibeo.
D. Wisatawan 1. Haryono
Informan dari klasifikasi wisatawan yang pertama adalah Haryono. Haryono berusia 29 tahun berasal dari Solo. Haryono sudah 3 kali datang mengunjungi Baduy, yaitu pada tahun 2013 dan 2014 dengan tujuan awal hanya wisata dan mengetahui budaya Baduy, selanjutnya menjadi Pendamping rombongan-rombongan dari luar yang ingin berwisata ke Baduy. Haryono bekerja Freelines, berstatus belum menikah.
2. Njen
Informan kedua dari klasifikasi wisatawan adalah Njen. Njen berasal dari Jakarta, berusia 28 tahun, berstatus belum menikah, dan bekerja sebagai pegawai swasta disalah satu perusahaan di Jakarta. Njen sudah 4 kali mengunjungi Baduy, yaitu pada tahun 2013 dan 2014, tujuan awal hanya ingin mengetahui seperti apa Baduy, yang kedua kali untuk mendampingi kawannya, dan yang ketiga dan keempat membuka pendaftaran untuk siapa saja yang ingin berwisata ke Baduy.
3. Nur haedi
Informan selanjutnya dari klasifikasi wisatawan adalah Nur Haedi. Nur Haedi berasal dari Rangkas namun tinggal di Kota Serang, berusia 26 tahun, berstatus belum menikah dan bekerja freelines. Nur Haedi sudah 3 kali berkunjung ke Baduy, yaitu pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Tujuan mengunjungi Baduy
adalah melaksanakan tugas sekolah, tugas kuliah dan yang terakhir adalah berwisata.
4. Aulia Shofan Hidayat
Informan dari klasifikasi wisatawan selanjutnya adalah Aulia Sofan Hidayat. Dayat berasal dari Tangerang, berusia 23 tahun, dan bekerja sebagai mahasiswa. Dayat berkunjung ke Baduy sudah sekitar 3-4 kali, yaitu tahun 2012, 2013 dan 2014. Tujuan ke Baduy adalah berwisata dan mengetahui bagaimana budaya dan adat istiadat Baduy.
5. Rijal Artomi
Informan dari klasifikasi wisatawan selanjutnya adalah Rijal Artomi. Rijal berasal dari Cilegon, berusia 20 tahun dan bekerja sebagai mahasiswa. Rijal mengunjungi Baduy sebanyak 2 kali, yaitu pada akhir tahun 2011 dan akhir tahun 2013. Dengan tujuan mengerjakan tugas sekolah dan tugas kuliah.
6. Shintya
Informan dari klasifikasi wisatawan selanjutnya adalah Shintya. Shintya berasal dari Bekasi, berusia 26 tahun, berstatus belum menikah dan saat ini bekerja di PT. Sinar Mas. Shintya sudah mengunjungi Baduy sebanyak 3 kali. Yang pertama karena rasa penasaran dia datang ke Baduy bersama kelompoknya, yang kedua dan yang terakhir dia membuat Opentrip untuk kunjungan ke Baduy.
E. Akademisi
1. Prof. Dr. H. Ahmad Sihabuddin, M.Si
Informan dari klasifikasi akademisi yang pertama adalah Prof. Dr. H. Ahmad Sihabuddin, M.Si. Beliau merupakan salah satu dosen yang mengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jurusan Ilmu Komunikasi, Serang Banten. pad tahun 2006 untuk pertama kalinya beliau datang ke Baduy. Maksud tujuan kunjungannya saat itu adalah untuk membuat tugas akhir S2 nya. Ketertarikannya meneliti soal Baduy dimulai dari membaca dan motivasi dari dosen di Universitas tempat pendidikan S2 nya yang pernah melakukan penelitian ke Baduy. Prof. Sihab, bagitu panggilan akrabnya, sudah sangat sering berkunjung ke Baduy dan bertemu dengan Jaro dan wakil Jaro disana. Sudah 5 kali beliau berkunjung ke Baduy dalam, sementara untuk kunjungannya ke Baduy luar bisa dikatakan sangat sering. Saat ini Prof. Sihab sudah memiliki sebuah buku yang menceritakan soal Baduy. Buku tersebut berjudul “Saatnya Baduy Bicara”.
2. Aliyth Prakarsa,S.H.,M.H
Informan dari klasifikasi Akademisi selanjutnya adalah Aliyth Prakarsa. Pak Alyt merupakan salah seorang dosen Ilmu Hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Berusia 35 tahun, berstatus menikah. Pak Aliyt pertama kali datang ke Baduy pada tahun 1996 dan sampai saat ini sudah pernah mengunjungi Baduy sebanyak 20 kali. Dalam kunjungannya pak Aliyth bertujuan melaksanakan program PKSA dari kementrian Sosial.