DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN 4.1 Sejarah Cafe
1. Live music
4.3 Profil Informan Informan I Informan I
Tepat tanggal 14 juni 2019 malam hari, peneliti memulai wawancara untuk pertama kalinya pada pengunjung cafe Holywings . Saat tiba di lokasi penelitian dan sebelum melakukan wawancara peneliti menggunakan teknik purposive sampling karena informan yang ingin diteliti harus mempunyai berbagai kategori sesuai penelitian salah satunya umur. Dimana pemilihan dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan ditetapkan peneliti.
FIS merupakan pengunjung pertama yang peneliti wawancarai dan beliau sangat ramah bahkan sangat berpengetahuan luas. Pertama kali yang peneliti lakukan adalah menanyakan data diri informan. FIS berasal dari Kota Medan beliau bekerja di salah satu perusahaan BUMN ternama yaitu telkomsel, ia menuturkan bahwa ia sudah bekerja disana selama 3 tahun lebih dengan gaji yang lumayan cukup untuk dirinya. Awalnya FIS tidak tahu maksud saya menanyakan aktifitas serta gaya hidup milenial saat ini. Setelah itu peneliti berusaha memberi tahu maksud dari penelitian ini dan gaya hidup yang sesuai tujuan penelitian.
Dengan berbagai macam contoh-contoh gaya hidup serta maksud dan tujuan penelitian ini dilaksanakan.
FIS mengatakan bahwa ia sudah sering mengunjungi cafe Holywings sejak awal buka, dan FIS juga mengakui bahwa dia suka dengan cafe tersebut karena sangat cocok dengan selera yang ia punya. Walaupun FIS memiliki gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya ia juga mempunya kerjaan sampingan seperti mengajar les private dan juga mempunyi toko baju online karena menurut
pengakuan beliau bahwa ia sebelum mendapatkan pekerjaan di Medan ia tinggal di jakarta dalam waktu yang cukup lama dan ketika di jakarta ia membuka sebuah distro baju dan juga mengajar di sebuah les dengan menjadi asisten tentor.
Beliau melihat kerasnya tuntutan hidup di ibu kota memanggilnya untuk kembali ke Medan dan mendapatkan pekerjaan yang terbilang nyaman untuknya.
Walaupun dengan gaji, bonus, serta pendapatan yang ia dapatkan cukup banyak tidak menutup kemungkinan bahwa ia perhitungan dalam melakukan pembayaran saat nongkrong.
FIS juga menuturkan bahwa ia sering mengunjungi cafe sejenis Holywings ini seperti District 10, Bixtronomix dan Cafe yang memiliki bar. Kebiasaan mengunjungi tempat seperti ini beliau dapati dari temen yang ada di Jakarta karena sudah menjadi sebuah kebiasaan FIS menjadi suka dan nyaman dicafe seperti ini dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, FIS menghabiskan waktu di cafe holywing ini 5-8 jam tergantung teman yang mengajaknya ke cafe tersebut.
Ketika peneliti menjelaskan gaya hidup seperti apa yang ingin peneliti cari FIS mengeluarkan pendapat bahwa gaya hidup anak milenial sekarang dipengaruhi oleh lingkungan, kebanyakan dipengaruhi oleh lingkungan seperti teman, pacar, dan sosial media yang mereka lihat.
Bagi FIS anak milenial sekarang termasuk dia cenderung konsumtif kepada hal-hal yang diinginkan bukan dibutuhkan, karena menurut beliau anak milennial sekarang ingin terlihat lebih dibanding teman yang lain, ia memberikan contoh dirinya kalau dicafe tersebut dia bebas melakukan apa saja seperti minum minuman beralkohol, merokok, joget sesuka hati, pulang pagi dengan segala aktifitasnya ia luapkan ke dalam sosial media untuk dibagikan keteman-teman
alhasil menurut FIS orang yang melihat kegiatannya di cafe tersebut tertarik untuk bergabung.
FIS mengatakan ia sangat menyukai cafe Holywings ini dan menjadi faktor pendorong beliau untuk datang ke cafe ini ialah fasilitas yang ia dapatkan, sebagai penikmat musik FIS sangat cocok untuk berada dan mendukung keberadaan cafe ini karena tersedianya live musik dan berbagai jenis minuman yang ia sukai. Selain karena terkenal, cafe ini juga sering mengundang Artis-artis papan atas yang merupakan idola FIS.
Informan II
DR merupakan informan kedua yang peneliti pilih untuk menjadi informan. Peneliti memilih DR karena melihat penampilannya sedikit kalem dan terlihat sangat muda, beliau berumur 24 tahun dan bekerja disalah satu bank dengan profesi sebagai teller di bank tempat ia bekerja. DR mengakui bahwa ia merupakan “cafe addict” (sebutan orang yang sangat suka nongkrong cafe), saat proses wawancara DR terkesan cuek, peneliti merasa bukan karna diwawancarai tetapi sosoknya sendiri memang cuek menurut pengakuan beliau sendiri.
DR sendiri mengatakan bahwa ia hanya tiga kali mengunjungi cafe ini, dan lagi karena teman mengajaknya, dan mendapat ajakan dari teman untuk nongkrong di tempat ini. DR mengatakan bahwa ia sendiri sangat menyukai berbagai jenis minuman mulai dari jus, wine, soju, dan bir, sehingga cafe ini sangat cocok dengan dirinya walaupun sampai saat ini ia tidak menemukan cafe favoritenya sendiri. Dalam hal pengeluaran untuk nongkrong disebuah cafe DR mengaku tidak memperhitungkan sebuah harga, jika ia suka maka ia akan memesan sesuai yang ia mau.
DR juga mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu untuk mengunjungi sebuah cafe adalah sekitar 3-4 jam sekali nongkrong. Beliau hanya menghabiskan waktu untuk nongkrong di cafe dan hanya sekedar santai-santai saja. Saat memasuki pertanyaan mengenai gaya hidup milenial DR meminta peneliti untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan tersebut mungkin DR belum mengerti sepenuhnya maksud pertanyaan peneliti dan ia enggan berkomentar soal gaya hidup milenial saat ini, hanya saja DR mengakui bahwa milenial saat ini sudah terjerumus ke gaya hidup yang hedon, dimana hedon yang di maksud yaitu belanja yang berlebihan.
DR juga mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang konsumtif karena ia suka berbelanja, nongkrong sana sini sesukanya tetapi ia juga menyesuaikan dengan budget yang ia punya sehingga tidak memaksakan diri untuk meminjam bahkan utang ke orang sekitarnya. DR mengatakan bahwa konsumtif yang sedang ia jalani seperti minum bir itu dilarang oleh agamanya tetapi satu sisi ia merasakan sebuah kecanduan terhadap alkohol dan benar-benar tidak bisa lepas dari alkohol tersebut.
Kebiasaan nongkrong di cafe merupakan sebuah kecanduan yang sedang dirasakan DR, minum bir memang ia akui telah merusak kesehatannya dan ia mengaku bahwa ia ingin terlihat trend di depan teman-teman yang lain supaya diterima dikalangan seperti dia juga. Perubahan status sosial dan gaya hidup sangat ia rasakan ketiak beliau sering mengunjungi cafe selevel Holywings mulai dari banyaknya teman yang ia kenal bahkan ia di cap “clubbers” oleh teman sebayanya.
Menurut wanita yang berumur 24 tahun ini ia sangat menyukai cafe Holywings karena fasilitas live musik dan bar yang tersedia di cafe ini.
Keberadaan cafe Holywings ini juga merupakan sebuah kebutuhan untuk dirinya, karena ia termasuk orang yang sangat suka dengan cafe seperti itu.
Informan III
Wanita yang berinisial MC ini sedang berkuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di kota Medan, selain kuliah ia juga memiliki pekerjaan untuk penghasilan sehari-harinya karena ia hanya dibiayai uang kuliah oleh orang tuanya menurut pengakuannya hanya ingin hidup lebih mandiri selama duduk di dunia perkuliahan sehingga hal tersebut membuka jalannya untuk bekerja di salah satu kantor keuangan dan juga untuk menambah pengalaman di dunia pekerjaan yang lebih baik nanti.
MC termasuk orang yang tidak terlalu menyukai hal seperti nongkrong atau mengunjungi tempat seperti cafe Holywings ini, walaupun menurut pengakuannya ia sudah mengunjungi cafe Holywings empat sampai lima kali hanya saja bukan karna ia suka tetapi konsep cafe membuat ia nyaman dengan adanya live musik di cafe Holywings menjadi daya tarik pengunjung seperti MC datang ke cafe tersebut, MC menghabiskan waktunya untuk di cafe sekitar 3 jam saja.
Jika mengunjungi sebuah cafe seperti Holywings ini MC kerap mengajak teman, sepupu dan pacarnya, dan MC suka mengunjungi cafe ini jika pihak managemen cafe mengundang artis papan atas dan MC tidak pernah ketinggalan jika Holywings menghadirkan artis-artis tersebut. MC mengaku jika ia juga
termasuk memperhitungkan harga menu disebuah cafe, maka dari itu MC selalu memesan minuman yang ia pesan yaitu soju(minuman alkohol rendah).
Hal lain yang menjadi daya tarik MC mengunjungi cafe Holywings yaitu karena tau dari sosial media, temannya sering sekali mengupload keseharian mereka di sosmed terutama instagram jadi MC penasaran dan langsung mengunjungi cafe ini. MC termasuk wanita yang tidak mempunyai waktu banyak untuk menghabiskan waktunya diluar rumah seperti nongkrong karena banyaknya kegiatan yang ia lakukan seperti kuliah dan bekerja.
Pandangan MC mengenai gaya hidup milenial yaitu milenial saat ini terlalu memaksakan kehendaknya seperti shopping barang branded tetapi masih minta ke orang tua, datang ke club malam yang belum pantas untuk ia kunjungi.
Faktor-faktor tersebut muncul dari lingkungan seperti pertemanan, keluarga bahkan pacar, beliau juga mengatakakan bahwa dampak negatif yang muncul dari gaya hidup seperti itu ialah boros karena milenial saat ini sibuk membelanjakan diri dan sibuk menghabiskan bahkan mengkonsumsi hal yang sebenarnya tidak dibutuhkannya.
MC juga mengatakan bahwa dia tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, jika ia melihat temannya minum sampai mabuk ia mengganggap bahwa itu sebuah kesenangan orang tersebut, dan ia tidak akan sampai ikut-ikutan. Dan MC berpendapat bahwa konsumtif tidak selamanya negatif asalkan peka terhadap batasan dan tidak sampai kecanduan seperti halnya ia ungkapkan bahwa ia peminum tetapi tidak menjadi hal yang harus ia lakukan (candu).
Mengenai cafe MC cukup menyukai keberadaan cafe Holywings ini apalagi untuk daerah kota sangat cocok dijadikan cafe sekelas Holywings ini
dikalangan anak muda hingga dewasa untuk berkumpul. MC juga mengatakan bahwa konsep dan segala fasilitas cafe tidak menjadi acuannya untuk ia berkunjung hanya saja ia memikirkan kenyamanannya untuk nongkrong di cafe tersebut
Informan IV
DA merupakan seorang pebisnis muda yang diumur 23 tahun sudah mempunyai usaha GYM sendiri, walaupun pemberian dari orang tua tetapi tidak menutup kemungkinan DA untuk dapat menjalankan usaha yang sudah diberikan orangtuanya tersebut. DA tinggal disebuah apartmen agar dekat dengan lokasi tempat ia buka usaha dengan mempunyai usaha GYM tentu menjadi hal yang melelahkan untuk DA, walaupun ia juga memiliki asisten yang bertugas untuk menjaga jika sedang sibuk atau tidak berada di lokasi usahanya.
DA mengatakan ia sudah sering ke Holywings sampai tidak tau sudah yang keberapa kali, DA sangat akrab dengan waiters serta karyawan yang berada di Holywings. DA juga kerap mengajak teman-temannya agak mau bergabung bersamanya untuk ditraktir. DA mengatakan bahwa ia tidak pernah memperhitungkan karna nognkrong merupakan kebiasaan yang ia suka dan untuk melepas segala penatnya dikerjaan atau usaha yang sedang ia jalani sekarang.
Banyak hal yang menjadi daya tariknya untuk datang ke cafe Holywings selain dekat dengan lokasi apartemen tempat ia tinggal. Holywings merupakan cafe yang menyediakan fasilitas yang lengkap seperti live musik, bar, dan minuman dengan berbagai variasi, ia juga mengatakan bahwa cafe ini sangat cocok dikunjungi anak muda zaman sekarang yang punya selera cukup high dan ia juga mengatakan cafe ini mungkin hanya bisa dikunjungi oleh yang sudah
punya penghasilan minimal punya uang saku/jajan yang lumayan karena harga yang cukup mahal dikalangan orang-orang tertentu.
Gaya hidup milenial skarang dianggap oleh DA tergantung keuangan masing-masing, gimana mau bergaya jika tidak memiliki modal, beliau juga memberikan dirinya sebagai gaya hidup milenial sekarang yang cenderung konsumtif dengan hambur-hamburkan uang dengan minum bir karna merupakan hal yang candu untuk dirinya, bahkan hampir setiap hari ia konsumsi, sebagai perokok berat DA mengaku bahwa konsumtif yang menjadi gaya hidupnya sekarang sangat berpengaruh buruk untuk kesehatan serta masa depannya.
DA menggap bahwa apa yang dilakukannya ini sama sekali tidak mempunyai nilai postif krna ia menganggap bahwa gaya hidup seperti itu akan membuatt dirinya boros dan waktu juga terbuang sia-sia hanya saja memberikan efek kepuasan untuk dirinya setelah pulang dari cafe seperti itu. DA juga mengingatkan kepada teman yang baru memasuki fase dunia malam agar tidak mengkonsumsi minuman alkohol, rokok untuk dijadikan ajang pamer kepada teman, karna awalnya ia mencoba bir yaitu karna supaya dianggap keren oleh teman lingkungannya. Dan gaya hidup seperti ini memang sedang ia butuhkan untuk penghilang penatnya di pekerjaan yang sedang ia jalani.
Menurut DA cafe ini cocook dijadikan tempat tongkrongan tetapi juga harus memiliki batas umur, karna banyak yang tidak bagus untuk dikonsumsi dicafe tersebut. DA cukup tau mengenai hal cafe ini karna beliau sempat datang tetapi cafenya tutup karena banyak oknum agama yang melarang cafe ini untuk buka selama lebaran berlangsung, DA tidak suka dengan konsep cafe yang sempit ia menyarankan agar lebih diperluas lagi.
Informan V
EV dikategorikan sebagai perempuan yang fashionable. Peneliti melihat penampilannya yang lebih terbuka pada saat itu. Wanita berusia 22 tahun ini merupakan Sales Executive disalah satu perusahaan di kota medan. Beliau mengatakan bahwa ia baru berkunjung ke cafe ini sebanyak tiga kali saja. Di cafe Holywings ia cukup lama menghabiskan waktu, lamanya waktu yang ia habiskan di cafe Holywings adalah 4-5 jam. EV juga mengatakan bahwa ia sangat memperhitungkan jumlah yang ia keluarkan untuk sekali nongkrong karena ia bekerja dan ia tidak mau uang yang ia dapatkan dari bekerja habis untuk nongkrong saja.
EV menghabiskan waktunya di cafe bersama temannya, awalnya ia mengena cafe holywing yaitu dari sosial media, dimana teman-temannya dan suka selebgram yang ia kunjungi kerap sekali nongkrong di cafe Holywings sehingga ia penasaran dan mengunjugi cafe ini. EV tidak hanya berpatok pada satu cafe saja, ia juga sering nongkrong di cafe yang sama seperti Holywings dan memiliki fasilitas yang sama karena cafe Holywings ini cukup jauh dengan jarak tempat tinggalnya.
EV mengatakan bahwa nongkrong bukanlah menjadi patokan utamanya untuk menghabiskan waktu kosong, ia cenderung suka belanja di mall, membeli barang yang ia inginkan. EV mengakui bahwa nongkrong di cafe mahal termasuk salah satu cara meningkatkan sebuah status sosial dan sebuah gaya hidup yang ia butuhkan karena ia berada di lingkungan pertemanan yang highclass.
Ketika peneliti menanyakan tentang gaya hidup kepada EV, ia menganggap bahwa milenial saat ini hanya tidak mau ketinggalan zaman, dan
cenderung mengikuti tingkah laku serta kepemilikan teman yang dilihatnya, seperti seseorang ketika berada disebuah cafe dan juga meminum bir EV menganggap bahwa sangat tidak mungkin milenial saat ini menolak untuk ditawarin bir karna takut dianggap kampungan.
EV juga mengatakan bahwa gaya hidup milenial saat ini tidak ada positifnya sama sekali dan semua yang dilakukan itu hanyalah kepuasan diri semata dimana ketika seorang milenial menampilkan dirinya berad disebuah cafe yang mahal dan ia pun mengekspos kegiatannya seperti minum, bergaul dengan teman yang terkenal di sosial media dan juga menari sambil menikmati musik perasaan kepuasan itu muncul dari dalam dirinya.
Wanita umur 22 tahun ini mengaku bahwa ia juga konsumtif hanya saja ia tidak memaksakan diri dan melihat kondisi keuangannya. EV mengatakan bahwa ia membutuhkan cafe seperti Holywings ini untuk melampiaskan keresahan dirinya dengan berbagai macam masalah baik itu keluarga, teman, dan pekerjaannya. Menurut EV cafe ini sangat cocok untuk dirinya sebagai pecinta bir, EV juga menyukai fasilitas serta pelayanan cafe yang terbilang ramah serta sigap.
Informan VI
Melakukan penelitian kali ini merupakan kali kedua peneliti melakukan wawancara di hari yang berbeda, karena ingin melihat perbedaan pengunjung hari weekdays dan weekend. Informan yang pertama kali peneliti wawancarai yaitu berinisial ASN, seorang mahasiswi salah satu universitas swasta di kota medan. ASN berkunjung ke cafe bersama temannya yang berjumlah tiga orang pada saat itu .
Wanita berusia 22 tahun ini mengakui bahwa ia datang ke Holywings karena ajak teman-temannya. ASN termasuk orang yang suka nongkrong hanya saja beliau baru saja berkunjung ke cafe Holywings sebanyak 2 kali dan ia menganggap bahwa ia tidak terlalu menyukai cafe Holywings karena ia merupakan orang yang tidak suka dengan cafe dengan konsep gelap seperti cafe dan juga ia bukan penikmat bir yang biasa dikonsumsi pengunjung Holywings pada umumnya.
ASN mengatakan bahwa nongkrong hanya untuk mengisi waktu luangnya saja karena ia menghabiskan waktunya lebih banyak di kampus serta menjadi guru les privat SMP dan ketika ia memiliki waktu dengan mengunjungi cafe bersama teman-temannya. Walaupun hanya sekedar nongkrong dan mengobrol bersama teman-temannya ASN juga melihat cafe tersebut nyaman atau tidak untuknya.
Menurutnya cafe Holywings bukan tempat untuknya karena termasuk cafe yang ribut dan sempit sehingga tidak cocok untuk ngobrol bersama teman-temannya. ASN mengatakan aktivitas nongkrong sangat penting untuk mengisi kekosongan waktu dan sebagai refreshing sementara atau pengganti liburan karena dapat menenangkan pikiran dari segala macam masalah di pikiran kita.
Cafe merupakan tempat yang cocok untuk bersantai .
Gaya hidup milenial menurut ASN saat ini cukup berlebihan dan kebanyakan dari milenial saat ini melakukan halnyang sia-sia dan tidak berguna contohnya seperti seseorang membeli paket internet seperti kartu, wifi atau apapun itu hanya untuk melihat aktivitas para artis, selebgram dan berujung
kepada ketertarikan menjadi sama dengan artis atau selebgram yang dilihatnya tersebut.
ASN merupakan termasuk orang yang mahir dalam memanage keuangan sehingga self-controlnya untuk mengkonsumsi sesuatu sangat dipertimbangkan olehnya. Ketika temannya mengajaknya untuk minum bir dan mengkonsumsi hal-hal yang sangat mahal ia tidak mudah dan tidak takut diasingkan oleh temannya karena tidak mau melakukan hal dilakukan temannya tersebut.
Informan VII
C merupakan wanita chinese yang peneliti wawancarai setelah ASN.
Peneliti melihat C sedang duduk sendiri di bar dan ngobrol bersama bartender yang melayani minuman bir yang ada didepannya. C merupakan wanita peminum bir yang cukup lama dan beliau mengatakan bahwa ia sudah kecanduan alkohol sampai mabuk tetapi belakangan ini ia mulai mengurangi mengkonsumsi bir karena sudah berdampak kepada kesehatannya. Menurut C hal itu merupakan salah satu caranya menenangkan pikiran dan meringankan kepalanya dari segala masalah hidupnya.
Menurut C aktivitas nongkrong di cafe merupakan hal yang sangat bagus untuk bersosialisasi karena setiap ia mengunjungi sebuah cafe ia memiliki banyak teman baru yang menjadi temannya dan ngobrol, ngumpul berbagi cerita kepada teman yang lain. Nongkrong juga sebagai wadahnya untuk menenagkan pikiran dari tugas-tugas kampus, Holywings
Dicafe Holywings ia menghabiskan waktunya bersama teman-temannya cukup lama dari jam 7 malam sampai 12 malam hanya untuk ngobrol dan menikmati live musik di cafe Holywings. Aktivitas ini selalu ia lakukan ketika ia
mempunyai waktu luang walaupun ia baru berkunjung ke cafe ini sebanyak 3 kali tetapi ia sangat nyaman dan menyukai cafe Holywings karena termasuk seleranya dan juga cocok untuk anak muda saat ini. \
Sebelum cafe holywinsg ini dikenal banyak orang ia suka nongkrong di cafe yang sama seperti Holywings yang penting baginya hanyalah kenyamanan dan cafenya memiliki fasilitas yang lengkap serta dapat memanjakan pengunjung sehingga pengunjung betah berlama-lama di cafe tersebut. Karena nongkrong merupakan aktivitas yang sangat ia butuhkan.
Menurut C gaya hidup milenial saat ini diukur dari usia, ketika ia sudah meranjak dewasa maka ia bisa memilih gaya hidup seperti apa yang ia mau dan juga ketika seseorang memiliki gaya hidup yang tinggi maka ia juga harus memiliki modal atau materi yang besar sehingga keinginanya untuk memkonsumsi sesuatu dapat terpenuhi.
Walaupun ia pernah menjadi peminum berat tetapi ia mengingatkan kepada teman yang lain untuk tidak melakukan hal tersebut karena hanya akan merugikan diri sendiri dan juga tidak memiliki manfaat yang baik untuk tubuh kita, mengkonsumsi bir hanya untuk menenangkan pikiran sementara dan juga akan berdampak buruk ketika disalahgunakan.
C juga mengakui bahwa ia sangat konsumtif dalam segala hal baik itu barang dan hal-hal yang diinginkannya. Ia mengatakan bahwa ia mengkonsumsi sesuatu karena ia memiliki modal yang cukup untuk memenuhi keinginanya tersebut. C juga mengakui bahwa ia memiliki sifat konsumtif tersebut karena faktor lingkungan teman-teman kampusnya selama di dunia perkuliahan.
Informan VIII
EE adalah seorang laki-laki berumur 25 tahun yang sedang bekerja di salah satu perusahaan di kota medan dan memiliki jabatan sebagai HRD di
EE adalah seorang laki-laki berumur 25 tahun yang sedang bekerja di salah satu perusahaan di kota medan dan memiliki jabatan sebagai HRD di