• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil dan Karir Politik Joko Widodo

Dalam dokumen Peranan Media Dalam Pemenangan Jokowi-Jk (Halaman 57-66)

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

II.1. Profil Joko Widodo dan Jusuf Kalla

II.1.1. Profil dan Karir Politik Joko Widodo

Ir. Joko Widodo atau lebih sering dipanggil dengan nama Jokowi, lahir di kota Solo 21 Juni 1961. Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo dan merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati Sebelum berganti nama, Joko Widodo memiliki nama kecil Mulyono. Ayahnya berasal dari Karanganyar, sementara kakek dan neneknya berasal dari sebuah desa di Boyolali.Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 111 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawahTumbuh dari keluarga sederhana, Jokowi menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota yang berada di tepian Bengawan Solo. Selama di Solo, ia menempuh pendidikan dari SDN 111 Tirtoyoso, SMPN 11 hingga SMAN 6. Jokowi kemudian melanjutkan pendidikannya ke kota Yogyakarta dengan menjadi mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM (Universitas Gajah Mada). Di fakultas tersebut, ia memilih jurusan teknologi kayu.57

Adapun alasan yang menyebabkan beliau memilih jurusan tersebut adalah dikarenakan latar belakang keluarganya sesuai dengan jurusan tersebut, yaitu tukang kayu. Sebagai keluarga penjual kayu, Joko kecil tumbuh sebagai anak yang terbiasa hidup susah. Kondisi perekonomian yang kurang tersebut

57

A. Yogaswara, dkk,2012, Jokowi-Ahok Pemimpin yang “Biasa-Biasa Saja”, Yogyakarta: Media Pressindo,Hal. 23.

secara tidak langsung memaksa dirinya untuk segera menamatkan kuliahnya. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan dirinya tidak begitu aktif dalam kegiatan intra dan ekstra kampus. Meskipun semasa kuliah dirinya bukanlah aktivis kampus, namun beberapa kali ia sempat terlibat dengan berbagai kegiatan pecinta alam seperti berkemah dan mendaki gunung.Setelah selesai kuliah, Jokowi bekerja di sebuah BUMN di Aceh. 58

Dalam rentang waktu 1,5 tahun, ia memutuskan untuk kembali ke Solo dengan bekerja di sebuah perusahaan bernama CV Roda Jati. Pada tahun 1990 ia kemudian keluar dari perusahaan tersebut dan membangun sendiri usaha bisnisnya bernama PT Rakabu, yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang mebel. Usaha yang dikelola bersama adik-adiknya itu ternyata sukses dan menjadi salah satu perusahaan mebel terbesar di Solo karena berhasil merambah pasar internasional. Setiap bulannya perusahaan tersebut dapat mengirim seratus kontainer furnitur ke Uni Eropa dan Amerika. Di samping memiliki perusahaan, Jokowi juga memiliki sebuah gedung pertemuan terbesar di Solo yang bernama Graha Sabha Buwana. Berbeda dengan pada saat kuliah, setelah bekerja Jokowi mulai banyak terlibat dengan berbagai kegiatan organisasi. 59

58

Rini Sulistyati, “Joko Widodo: Jokowi Nama Hoki”. Artikel diunduh dari http://www.tabloidnova.com/Nova/Profil/Joko-Widodo-Jokowi-Nama-Hoki-1 pada 14 Oktober 2014 pukul 11:20 WIB.

59

M, Zaenuddin H. Jokowi: Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapat Kursi. Jakarta: UFUK PRESS, 2012, Hal.78.

Ia pernah menghimpun para pengusaha kecil lalu mendirikan sebuah organisasi bernama Koperasi Pengembangan Industri Kecil Surakarta. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pertambangan dan Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta pada periode 1992- 1996, Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta periode 2002-2007, serta anggota International Sawmil Association. Figur Jokowi yang sukses secara bisnis serta peduli dengan kepentingan rakyat kecil ternyata mencuri perhatian berbagai tokoh masyarakat dan kekuatan politik di Solo.

Hal ini dikarenakan figur dirinya dinilai cocok untuk menjadi Wali Kota Surakarta. Figur yang kuat ini menyebabkan PDIP memberikan tawaran kepada Jokowi untuk menjadi calon Wali Kota pada bursa Pilkada Surakarta 2005 berpasangan dengan Ketua DPC PDIP kota Surakarta, FX Hadi Rudiyatmo. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Jokowi menerima tawaran tersebut.

Pertama, ia ingin mengakomodasi aspirasi-aspirasi serius yang muncul dari banyak pihak, baik secara pribadi maupun secara kelompok atau organiasi.

Kedua, ia ingin bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat membawa Solo ke arah yang lebih baik, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Ketiga, ia ingin menciptakan good governance dan clean government di pemerintahan kota Solo.60

Iriana tidak pernah canggung dalam mengerjakan pekerjakan rumah tangga, walau ada pembantu. Kepeduliannya kepada “wong cilik” di Solo, karena dulu Suaminya juga pernah merasakan rumah digusur tanpa ada pesangon, dan kejadian pahit itu membuat Iriana tidak mau warga Solo mengalami nasib yang sama. Kemudian dia pun banyak membuat program-program, seperti pelathian usaha kepada para warga. Hal yang menarik lain

Ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-7, publik pun tak bisa melepaskan rasa penasaran dari sosok keluarganya. Begitu pula dengan sosok sang istri, Iriana. Iriana yang akrab di panggi dengan Bu Ana. Tempat kelahiran beliau di kota Solo, pada tanggal 1 Oktober 1963 dan lulusan dari SMA 3 Solo juga. Iriana Resmi menjadi suami istri pada 24 Desember 1986, Iriana di samping melayani suami, juga sibuk dengan kegiatan-kegiatan sosial, seperti di orgnisasi PKK. Iriana menjadi pimpinan PKK di kota Solo waktu suaminya menjabat menjadi Walikota di kota tersebut. Waktu itu, banyak kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti masalah kemiskinan yang ada di kota Solo dan juga kegiatan para ibu-ibu.

60

adalah ketika dia mau meninggalkan kota Solo, karena sang suami terpilih sebagai Gunernur DKI Jakarta masa jabatan 2012-2017 kemudian 2 tahun menjadi istri Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2014 suaminya terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Banyak warga Solo yang merasa kehilangan sosok Bu Wali yang selalu merakyat. Jadi kesederhanaan Iriana tidak hanya dalam keluarga saja, namun sudah menjadi prinsip hdiupnya. Bahkan saking sederhananya, sampai-sampai beliau tidak punya akun facebook, twiter dan instagram, hal ini di nyatakan sendiri oleh suaminya. 61

Anaka Kedua Jokowi dan Iriana bernaam Kahiyang Ayu adalah putri satu-satunya Jokowi. Terlahir pada tahun 1991, wanita yang sering dipanggil mbak Ayang ini adalah lulusan teknologi pangan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Dari segi fisik, Ayang memang paling mewarisi kecantikan Jokowi dan Iriana dikaruniai tiga orang putra, anak sulung dari Jokowi bernama Gibran lahir pada 1 Oktober 1987 di masa Jokowi memulai usaha sendiri mendirikan pabrik kayu di Solo. Masuk SMP, Gibran memilih sekolah SMP dan SMA di Singapura dan lanjut kuliah di Universitas Teknologi Insearch, Sydney - Australia. Lulus kuliah, Gibran kembali ke Solo dan memulai usaha catering bernama Chilli Pari. Empat tahun berjalan, Gibran kini sukses sebagai pengusaha catering dengan omzet ratusan juta rupiah tanpa bantuan sang ayah. Nama Gibran Rakabuming Raka seolah melambangkan doa dari kedua orangtuanya. Gibran bisa diartikan sebagai pria yang pandai, simple dan apa adanya. Lalu Raka bisa berarti keteguhan dan kebijaksanaan sementara Bumi adalah tanah. Jadi bisa dibilang Gibran Rakabuming Raka adalah pria yang pandai, teguh dan bijaksana tetapi tetap apa adanya dan membumi (tidak sombong). Terbukti kendati dia seorang pengusaha muda yang sukses, Gibran masih tetap sederhana dan memilih tidak ingin disorot atau membanggakan punya ayah Presiden.

61

sang ibu. Ayang memiliki tubuh yang sedikit bongsor tetapi wajah yang imut dan pipi yang chubby. Perangai sederhana masih tetap bisa kamu lihat dari wanita berusia 23 tahun ini.

Ditilik dari arti namanya, Kahiyang Ayu memang mempunyai nama yang sangat Jawa. Di mana Ayang bisa berarti sayang atau yang tersayang dan Ayu semua orang juga sudah tahu itu bermakna cantik. Jadi, Kahiyang Ayu adalah wanita tersayang yang cantik. Tentu saja dia menjadi sosok kesayangan Jokowi dan Iriana serta kedua saudara laki-lakinya yang akan selalu menjaga Ayang sampai dia menemukan sosok pria istimewa kelak.

Anak Ketiga bernama Kaesang adalah si bungsu putra Presiden Jokowi dan ibu Iriana. Pemuda berkacamata ini bisa dibilang yang paling berbeda dibandingkan kakak-kakaknya. Kaesang memang masih muda. Lelaki yang berkuliah di Singapura ini baru akan berusia 20 tahun pada 25 Desember nanti.

Dalam bahasa Vietnam, nama Sang bisa berarti bangsawan laki-laki. Namun jika dilihat dari keturunannya di mana Jokowi berdarah Jawa, maka nama Kaesang Pangarep besar kemungkinan berarti sosok yang diarep-arep (dinanti-nanti). Kae = itu, Sang = yang, Pangarep = Diarep-arep. Jadi kalau digabungkan bisa saja Kaesang Pangarep adalah bangsawan laki-laki yang dinantikan. Hmm, memang sih dengan usia yang masih muda, bersifat kocak dan ramah membuat banyak gadis yang menanti dan jatuh hati pada Kaesang.62

Pada Pilkada Solo yang digelar pada 27 Juni 2005, Jokowi-Rudy, yang diusung oleh PDIP dan didukung PKB, bersaing melawan beberapa pasangan seperti Achmad Purnomo-Istar Yuliadi, yang diusung oleh PAN dan sejumlah partai Islam lainnya seperti PPP, PBB dan PBR serta pasangan Hardono-Dipokusumo yang diusung oleh Partai Golkar, Demokrat dan PKS. 63

62

diunduh pada tanggal 25 November 2014 pukul 12.20 wib.

63

Sementara itu, sang incumbent, Slamet Suryanto juga ikut bertanding dalam Pilkada Surakarta 2005 dengan dipasangkan oleh Ketua DPC PDS Solo yaitu Hengky Narto Sabdo yang didukung oleh empat belas koalisi partai kecil.Pada saat penghitungan suara, pasangan Jokowi-Rudy berada di urutan teratas dengan perolehan suara sebanyak 99.747 (36,62%). Posisi kedua diduduki oleh pasangan Purnomo-Istar dengan suara sebanyak 79.213 (29,08%). Posisi selanjutnya diduduki oleh pasangan Hardono-Dipo dengan perolehan suara sebanyak 78.989 (29%). Sedangkan posisi terbawah diisi oleh pasangan Suryanto-Henky sebesar 14.414 suara (5,29%). Kemenangan ini kemudian membawa Jokowi dan Rudy menjadi Wali Kota Solo pada periode 2005-2010. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat.

Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa. Salah satu contoh gebrakan yang dilakukan olehnya selama menjadi Wali Kota di solo adalah dengan melakukan pembenahan sistem pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan perizinan sehingga menyebabkan proses pembuatan KTP dan perizinan menjadi lebih cepat.64

64

Bimo Nugroho dan Ajianto Dwi Nugroho, 2012, Jokowi: Politik Tanpa Pencitraan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Hal. 11.

Jokowi semakin populer di kalangan masyarakat Solo karena ia membuat berbagai kebijakan yang cenderung pro-masyarakat. Beberapa kebijakan tersebutantara lain seperti merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat.

Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Solo menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah FMD (Festival Musik Dunia) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Keberhasilan Jokowi dan Rudy dalam memimpin Solo ternyata membuat masyarakat Solo menginginkan mereka kembali untuk memimpin Solo kedua kalinya. Dan pada akhirnya, Jokowi-Rudy memutuskan untuk ikut mendaftar menjadi pasangan kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo periode 2010-2015. Pada Pilkada Solo 2010, Jokowi-Rudy kembali diusung PDIP serta didukung PAN dan PKS. Tingginya popularitas serta keinginan masyarakat kepada mereka untuk memimpin kembali membuat kedua pasangan ini mendapatkan perolehan suara yang cukup fenomenal pada Pilkada Solo 2010, yaitu sebesar 90,09%. Sedangkan kandidat pesaingnya, KP Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan didukung Partai Golkar, hanya mengumpulkan suara 9,91 persen.Dalam Pilkada ini, angka partisipasi mencapai 71,80 persen dari 393.703 jiwa dalam daftar pemilih tetap. 65

Di samping kemenangannya yang cukup fenomenal serta keberhasilannya dalam memimpin Solo, nama Jokowi mulai banyak dikenal masyarakat luar ketika ia membuat gebrakan kembali. Pada awal 2011, Jokowi melakukan gebrakan yaitu dengan menggunakan mobil Esemka, yang

65

Zaenuddin HM, 2012, Jokowi: Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapat Kursi, Jakarta: Ufuk press, Hal.26-28.

merupakan sebuah mobil rakitan buatan para siswa SMK di Solo, sebagai kendaraan dinas selama memimpin di Solo. Atas dasar beberapa terobosan dan keberhasilan yang dilakukan oleh Jokowi, banyak pihak, termasuk diantaranya PDIP, yang menganggap bahwa Jokowi adalah figur yang tepat untuk menjadi Gubernur Jakarta. Pada awalnya Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak dalam kapasitas sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta karena belum didaftarkan baik itu di tingkat DPD maupun di DPP PDIP. Namun fakta berbicara lain, Megawati justru menginginkan Jokowi mewakili PDIP menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Oleh sebab itu, PDIP beserta Partai Gerindra kemudian mengusung Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi calon gubernur dan wakil gubernur pada Pemilukada DKI Jakarta 2012.66

Pada Pemilukada Jakarta 2012 Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama menang lewat pemilihan 2 putaran dimana pada putaran Pertama Jokowi menang dengan 42,6% suara, Berikut merupakan hasil perhitungan suara putaran pertama yang dirilis oleh KPUD DKI Jakarta atas pemungutan suara yang dilaksanakan pada 11 Juli 2012 :67

Pasangan

Tabel 2.2.1. Hasil Perolehan Suara Pemilukada Jakarta tahun 2012 Jumlah Suara Persentase

1. Fauzi Bowo - Nachroni Ramli 476.648 34,05% 66 Ibid, Hal.34. 67

2. Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria

85.990 1,98% 3. Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama 1.847.157 42,6% 4. Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini 508.113 11,72% 5. Faisal Batubara-Biem Benjamin 215.935 4,98% 6. Alex Noerdin-Nono S 202.642 4,67% Total Suara 4.336.486 100% .

Sementara itu, tabel dib awah ini merupakan hasil pemungutan suara dari pilkada DKI Jakarta 2012 pada putaran kedua :68

Pasangan

Tabel 2.2.2. Hasil Perolehan Suara Pemilukada Jakarta tahun 2012

Jumlah Suara Persentase

1. Fauzi Bowo - Nachroni Ramli

2.120.815 46,18%

68

3. Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama

2.472.130 53,82%

Total Suara 4.592.945 100%

Dari tabel diatas menuntukan Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama memenangkan Pemilukada Jakarta dengan kemenangan 53,825% mengalahkan pasangan Fauzi Bowo - Nachroni Ramli yang memperoleh 46,18% suara, Joko Widodo dan Basuki Tjahaya Purnama kemudian dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di Jakarta, Senin 15 Oktober 2012.

Disamping elektabilitas dan popularitas Jokowi yang begitu tinggi serta diunggulkan mayoritas lembaga survei, Jokowi juga dianggap sukses memimpin Jakarta karena gaya kepemimpinannya yang tegas, suka blusukan, melakukan pelelangan Jabatan di Jakarta, Mulai menata pedagang kaki lima (PKL) akhirnya membuat Jokowi dicalonkan oleh PDI Perjuangan.

Dalam dokumen Peranan Media Dalam Pemenangan Jokowi-Jk (Halaman 57-66)