• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Profil Kasus Pasien di Bangsal Kelas III RS Bethesda yang

2008.

Pada penelitian ini dibahas mengenai profil kasus pasien di bangsal kelas III Rumah Sakit Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari yang meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan diagnosis utama, profil obat secara umum yang digunakan oleh 21 kasus pasien dan profil obat secara khusus yaitu profil obat gangguan sistem saluran urinari yang meliputi jumlah obat, jenis obat, bentuk sediaan, aturan pakai obat (meliputi kekuatan obat, frekuensi, dan durasi) serta masalah-masalah penyebab utama terjadinya medication error fase administrasi dan drug therapy problems yang muncul pada penggunaan obat gangguan sistem saluran urinari pada pasien RS Bethesda Agustus-September 2008.

A. Profil Kasus Pasien di Bangsal Kelas III RS Bethesda yang Menggunakan Obat Gangguan Sistem Saluran Urinari

Profil kasus pasien di bangsal kelas III Rumah Sakit Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari Agustus-September 2008

meliputi persentase kasus pasien berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan diagnosis utama.

1. Persentase kasus berdasarkan kelompok umur

Umur kasus pasien yang dirawat di bangsal kelas III RS Bethesda dan yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok umur dewasa (17-<65 tahun) dan lansia (>65 tahun).

Berdasarkan data pada gambar 3, dapat diketahui bahwa jumlah kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari di bangsal kelas III RS Bethesda lebih banyak pada pasien yang berumur 17-<65 tahun yakni sebesar 81%, sedangkan pada data dapat diketahui bahwa persentase kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari berumur >65 tahun adalah sebesar 19%.

Gambar 3. Distribusi Kelompok Umur Pasien di Bangsal Kelas III RS Bethesda Yogyakarta yang Menggunakan Obat Gangguan Sistem Saluran Urinari

Pengelompokkan umur kasus pasien pada penelitian ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari.

2. Persentase kasus berdasarkan jenis kelamin

Masing-masing kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari dikelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya, yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Kasus pasien yang dirawat di bangsal kelas III RS Bethesda dan yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari paling banyak berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 81%, sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebesar 19%.

Gambar 4. Pengelompokkan Jenis Kelamin Kasus Pasien di Bangsal Kelas III Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang Menggunakan Obat Gangguan Sistem

Saluran Urinari

Pada penelitian ini tidak dapat dihubungkan antara jenis kelamin dengan pemakaian obat gangguan sistem saluran urinari. Hal ini dikarenakan tidak adanya perbedaan penggunaan obat gangguan sistem saluran urinari, baik dalam hal jenis obat, dosis, aturan penggunaan maupun cara penggunaan pada kelompok jenis kelamin laki-laki dan kelompok jenis kelamin perempuan.Pengelompokkan jenis kelamin kasus pasien pada penelitian ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari.

3. Persentase kasus berdasarkan tingkat pendidikan

Masing-masing kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda Yogyakarta yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu kelompok tingkat pendidikan belum/tidak tamat SD, SD, SLTP, SLTA, Akademik, dan kelompok tanpa adanya keterangan tingkat pendidikan pasien.

Gambar 5. Pengelompokkan Tingkat Pendidikan Kasus Pasien di Bangsal Kelas III Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang Menggunakan Obat Gangguan

Sistem Saluran Urinari

Berdasarkan data pada gambar 5, dapat diketahui bahwa jumlah kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari di bangsal kelas III RS Bethesda lebih banyak pada tingkat pendidikan SLTA yaitu sebesar 38,1%.

Pengelompokan kasus berdasarkan tingkat pendidikan ini digunakan untuk menggambarkan profil kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari.

4. Persentase kasus berdasarkan pekerjaan

Masing-masing kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda Yogyakarta yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari dikelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan, yaitu kelompok dengan jenis pekerjaan sebagai buruh, petani, pegawai swasta, dan tanpa adanya keterangan jenis pekerjaan pasien.

Gambar 6. Pengelompokkan Jenis Pekerjaan Kasus Pasien di Bangsal Kelas III Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang Menggunakan Obat Gangguan Sistem

Saluran Urinari

Berdasarkan data pada gambar 6, dapat diketahui bahwa jenis pekerjaan pada kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari di bangsal kelas III RS Bethesda lebih banyak pada jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta yaitu sebesar 38,1%.

Pengelompokan kasus berdasarkan jenis pekerjaan ini digunakan untuk menggambarkan profil kasus pasien yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari.

5. Persentase kasus berdasarkan diagnosis utama

Kasus pasien di bangsal kelas III RS Bethesda yang menggunakan obat gangguan sistem saluran urinari dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu kasus dengan satu diagnosis utama, kasus dengan dua diagnosis utama, dan kasus dengan tiga diagnosis utama.

Diagnosis terbanyak dalam penelitian ini adalah batu ureter yaitu sebanyak 7 kasus atau sebesar 33,3%. Kasus lain memiliki diagnosis lebih dari satu diagnosis. Macam-macam diagnosis dapat dilihat dalam tabel VI.

Tabel VI. Pengelompokkan Diagnosis Utama Kasus Pasien di Bangsal Kelas III Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta yang Menggunakan Obat Gangguan Sistem Saluran Urinari

No. Diagnosis Utama Jumlah

Kasus

Persentase (%)

Dengan Satu Diagnosis

1 Chronic Renal Failure (CRF) 3 14,3

2 Orchitis 1 4,8

3 Renal kolik dekstra 1 4,8

4 Retensi urin post cateter supra pubis 1 4,8

5 Uretrolithiasis dekstra 1 4,8

6 Cholesystitis 1 4,8

Dengan Dua Diagnosis

7 Retensi urin, hematuria 1 4,8

8

Kolik renal sinistra, Obstruksi uretra

sinistra 1 4,8

9

Batu ureter pyleum sinistra, Calexis

medial sinistra 1 4,8

10

Renal kolik dengan hidronefrosis, batu

ureter pyleum 1 4,8

11 Suspect CRF, obstruksi uropathy 1 4,8

12 Retensi urin, relaps hemolisis 1 4,8

13

Congestive Heart Failure (CHF), Cor

Pulmo Chronis (CPC) dekompensata 1 4,8

14 Appendiks akut, ISK/BSK 1 4,8

Dengan Tiga Diagnosis

15 Diabetes melitus, CRF, Glaukoma 1 4,8

16

Batu ureter sinistra, meteorism,

hidronefrosis 1 4,8

17

Abdominal pain, peritonitis umum,

appendiks akut perforata 1 4,8

18 Observasi dyspnea, palpitasi, CRF 1 4,8

Dokumen terkait