KECAMATAN SUSUKAN YANG MAJU DDAN SEJAHTERA”
B. Profil Keluarga yang Melakukan Gugat Cera
1. Ibu Mutia dan Bapak Triyanto
Dia tinggal di Dusun Galangan Rt 04/05, Desa Gentan, Kecamatan Susukan, berumur 46 tahun dan berprofesi sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak tetap dan tidak menentu, latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Dasar (SD), yang mana pada saat itu kondisi ekonomi membuat Ibu Mutia tidak dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yaang lebih tinggi, sedangkan suaminya bernama Bapak Triyanto yang telah berumur 45 tahun dan bekerja sebagai buruh harian lepas, latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Dasar (SD) , sebelum menikah Ibu Mutia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang menghantarkan beliau berkenalan dengan suaminya tersebut, dia dan suami melangsungkan pernikahan pada usia 21 tahun dan suaminya 22 tahun, pernikahan Ibu Mutia dengan suaminya berlangsung pada tanggal 14 Juni 1993 dan hidup bersama- sama selama kurang lebih 20 tahun dan dikaruniai 2 orang anak. 2. Ibu Siti Puji Astutik dan Bapak Sutanto
Dia tinggal di Dusun Krasaksari Rt 02/07, Desa Koripan, Kecamatan Susukan, berumur 23 tahun dan pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA), suami Ibu Puji adalah Bapak Sutanto yang berumur 35 tahun, memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan berprofesi sebagai pedagang. Setelah lulus dari sekolah, Ibu Puji memutuskan untuk bekerja dan berselang beberapa tahun kemudian Ibu Puji memutuskan untuk melangsungkan pernikahan dengan Bapak Sutanto yang menjadi teman kerjanya, meskipun usia mereka terpaut tiga belas tahun namun tidak menghalangi mereka untuk membangun sebuah keluarga, setelah kurang lebih satu bulan berkenalan, mereka pun memutuskan untuk menikah, Ibu Puji melangsungkan pernikahan pada umur 20 tahun dan suaminya 33 tahun, dan pernikahan tersebut berlangsung pada tanggal 31 Mei 2015, dan selama pekawinan beliau dikaruniai seorang anak laki-laki.
3. Ibu Sulistyowati dan Bapak Firman Syah
Ibu Sulistyowati bekerja sebagai karyawati konveksi, tinggal di Dusun Bulu Rt 05/05, Desa Gentan, Kecamatan Susukan, umur Ibu Sulis adalah 29 tahun, pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Menengah Kejurusan (SMK). Dia melangsungkan perkawinannya di usia 23 tahun dan suaminya di usia 24 tahun, suami Ibu Sulis adalah seorang wiraswasta yang merupakan lulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA), pernikahan mereka berlangsung pada tanggal 22 Maret
2012. Selama berkawinannya yang kurang lebih tiga tahun, Ibu Sulistyowati telah dikaruniai seorang anak laki-laki.
4. Ibu Sri Rahayu dan Bapak Dwi Ismanta
Ibu Sri Rahayu merupakan sosok perempuan yang berumur 23 tahun, bekerja sebagai seorang karyawati di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, dia tinggal di Dusun Kauman Rt 01/06, Desa Timpik, Kecamatan Susukan, pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berada di desa tersebut, sedangkan suaminya adalah Bapak Dwi Ismanta yang berusia satu tahun lebih tua dari Ibu Sri, latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Dasar (SD) dan bekerja sebagai buruh serabutan, Ibu Sri memutuskan untuk menikah di usia yaitu 20 tahun dan suami berusia 21 tahun, pernikahannya berlangsung pada 22 Maret 2015 dan telah dianugerahi seorang anak laiki-laki.
5. Ibu Ida Nur Janah dan Bapak Sukiran
Ibu Ida bertimpat tinggal di Dusun Petak Rt 03/01, Desa Sidoharjo, Kecamatan Susukan, usianya 48 tahun, pendidikannya adalah seorang Sarjana (S1) dari sebuah Perguruan Tinggi di Kabupaten Semarang. Sedangkan suaminya adalah Bapak Sukiran yang berusia 50 tahun yang merupakan teman kuliah Ibu Ida, dia merupakan seorang lulusan Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi yang sama dengan Ibu Ida dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Pada tanggal 30 Januari 1988 Ibu Ida melangsungkan pernikahan dengan
Bapak Sukiran di usia 20 tahun dan suami berusia 22 tahun, selama perkawinannya yang kurang lebih selama 18 tahun, Ibu Ida telah dikaruniai tiga orang anak laki-laki.
6. Ibu Ayu Anis Utmawati dan Bapak Juni Agus Triyanto
Ibu Anis berdomisili di Dusun Tawang 4 Rt 02/04, Desa Tawang, Kecamatan Susukan. Semula dia tinggal di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang kemudian berdomisili di rumah kakaknya di Dusun Tawang 4, pendidikan terakhir Ibu Anis adalah Sekolah Menengah Umum (SMU), di usia muda yaitu 18 tahun Ibu Anis melangsungkan pernikahan dengan Bapak Agus yang pada saat itu berusia 21 tahun, yang berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), suaminya merupakan seorang karyawan dari sebuah pabrik roti, pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 2012. Selama perkawinannya yang kurang lebih selama 5 tahun, Ibu Anis dan suaminya telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang telah menginjak usia lima tahun.
7. Ibu Erna Mulyani dan Bapak Sabar Subagio
Dia tinggal di Dusun Dalaman Rt 27/07, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan. Ibu Erna berusia 29 tahun, pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Ibu Erna melangsungkan pernikahannya yaitu di tahun 2010 yang mana pada saat itu usianya adalah 22 tahun dan suami berusia 41 tahun. Dia menikah dengan seorang laki-laki yang bernama Bapak Sabar,
berprofesi sebagai seorang terapi dan merupakan seorang lulusan dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) , perkenalan Ibu Erna berawal ketika dia melakukan pengobatan terapi dengan laki-laki tersebut, meskipun usia antara Ibu Erna dengan sumainya terpaut cukup jauh yaitu 19 tahun namun bukan menjadi hambatan untuk tetap menjalin komunikasi dan membangun rumah tangga dengannya. Selama perkawinannya yang kurang lebih empat tahun, Ibu Erna dan suami telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Selama perkawinannya beliau juga pernah menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan untuk membantu perekonomian keluarganya.
8. Ibu Dwi Lestari dan Bapak Joko Wahyudi
Ibu Dwi merupakan sosok perempuan yang berprofesi sebagai wiraswasta, berpendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dia tinggal di Dusun Krajan Rt13/03, Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, usianya telah menginjak 32 tahun. Suaminya bernama Bapak Joko yang bekerja sebagai wiraswasta dan memiliki latar belakng pendidikan yang sama dengan Ibu Dwi, suaminya telah menginjak usia 34 tahun. Pada tahun 2005 tepatnya tanggal 02 Februari antara Ibu Dwi dan Bapak Joko melangsungkan pernikahan, di mana usia Ibu Dwi pada saat itu adalah 20 tahun dan suami berusia 22 tahun. Selama menjalani biduk rumah tangga yang kurang lebih 10 tahun, Ibu Dwi dan suami telah dianugerahi seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.
C. Faktor- Faktor Perceraian
Setiap perceraian antara suami dan istri tentunya selalu disebabkan oleh faktor-faktor yang mendorong terjadinya perceraian, dengan adanya faktor-faktor tersebut suami atau istri dapat mengajukan cerai talak ataupun gugat cerai ke Pengadilan Agama. Faktor perceraian merupakan masalah yang menjadi penyebab kerusakan atau putusnya sebuah perkawinan, penyebab perceraian tentunya sangat beragam. Permasalahan yang muncul dalam sebuah rumah tangga merupakan hal yang wajar, karena menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan yang suci bukanlah hal yang mudah jika tidak didasarkan pada tujuan yang sama. Permasalahan yang muncul tentunya harus diselesaikan bersama-sama untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan dalam berumah tangga. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan faktor –faktor penyebab gugatan perceraian yang dilakukan istri kepada suaminya berdasarkan beberapa responden di Kecamatan Susukan.
Tabel 9
Faktor-Faktor Perceraian Pelaku Gugat Cerai NO NAMA FAKTOR PERCERAIAN 1 Ibu Mutia Ekonomi
Terdapat pihak ketiga yang telah dinikahi 2 Ibu Siti Puji Astutik Terjadi kesalahpahaman, istri diduga
mempunyai pihak ketiga namun dalam kenyataannya tidak benar sehingga suami
meninggalkannya 3 Ibu Sulistyowati Terdapat pihak ketiga
Terdapat tindak pidana yang dilakukan oleh suami
4 Ibu Sri Rahayu Ekonomi
Tidak bertanggung jawab dalam memberi nafkah
5 Ibu Ida Nur Janah Terdapat pihak ketiga
Suami pergi meninggalkannya tanpa kabar hingga puluhan tahun
6 Ibu Ayu Anis. U Tidak mampu mencukupi ekonomi Tidak ada perhatian dan kasih sayang Percekcokan dan perselisihan
7 Ibu Erna Mulyani Suami pergi tanpa memberi kabar Komunikasi yang terputus
Kekerasan dalam rumah tangga Adanya unsur penipuan
8 Ibu Dwi Lestari Ekonomi
Tidak bertanggung jawab
Tidak dapat memenuhi kebutuhan
Sering pergi tanpa kabar secara berulang- ulang tanpa kejelasan