• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Profil Tempat Penelitian

2. Profil Masjid Al-Ikhlas

Masjid Al-Ikhlas merupakan salah satu masjid pertama yang dibangun di komplek Sekretariat Negara RI Pondok Kacang Barat di Tangerang Selatan. Masjid Al-Ikhlas secara resmi berdiri pada bulan Oktober tahun 2000 yang beralamat Jl. Palem Raja Raya, komplek Sekretariat Negara RI RT 05 RW 06 Pondok Kacang Barat, Tangerang Selatan. Luas tanah Masjid Al-Ikhlas yaitu 1984M² dan luas bangunan 225M² status tanah Masjid Al-Ikhlas yaitu tanah wakaf, Masjid Al-Ikhlas didirikan oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, jika dalam situs resminya latar belakang dibangunnya Masjid Al-Ikhlas ini, untuk meningkatkan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Yayasan ini membantu masyarakat dalam bidang keagamaan, terutama membantu pendirian masjid-masjid di seluruh Indonesia dan salah satunya yaitu Masjid Al-Ikhlas.

Sudah 15 tahun lebih Masjid Al-Ikhlas ini berdiri, begitu banyak kegiatan yang berada di dalamnya seperti kegiatan rutin harian, mingguan maupun kegiatan bulanan dan kegitan ketika datangnya hari besar Islam. Contoh kegiatan rutin yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas adalah pengajian dengan jama’ah ibu-ibu yang diadakan setiap hari Senin pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini rutin dilakukan sejak diresmikannya Masjid Al-Ikhlas. Adapun kegiatan rutin lainnya seperti yasinan yang diadakan

setiap hari Kamis malam Jum’at dan kegiatan kajian agama yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu, seluruh kegiatan tersebut melibatkan warga sekitar komplek Sekretariat Negara RI Pondok Kacang Barat, Tangerang Selatan.

Bukan hanya kegiatan pengajian keagamaan Islam yang dilaksanakan rutin setiap minggu saja, tetapi adapula kegiatan pengajian keagamaan Islam yang dilaksanakan pada setiap datangnya hari besar Islam seperti 1 Muharam (Tahun Baru HijryiyahatauTahun Baru Islam), 12 Rabiul Awal (Hari Lahirnya Nabi MuhammadatauMaulid Nabi), 27

Rajab (Hari Isra’ Mi’raj), 17 Ramadhan (Hari Turunnya Alquran), 15 Syaban (Hari Pintu Rahmat), 17 Ramadhan (Hari Turunnya Alquran), 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri), 10 Zulhijjah (Hari Raya Idul Adha). Seluruh kegiatan tersebut melibatkan warga sekitar komplek.

C. Informasi Partisipan

Partisipan yang menjadi sumber data penelitian sebanyak sepuluh orang, yaitu dua orang pengurus Masjid Al-Ikhlas, dua orang warga komplek yang aktif dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami di Masjid Al-Ikhlas komplek Sekretariat Negara RI, dua orang warga sekitar yang aktif dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami di Masjid Al-Ikhlas, dua orang warga komplek yang tidak aktif dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami di Masjid Al-Ikhlas, dua orang warga sekitar yang tidak aktif dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami di Masjid Al-Ikhlas.

Penting sekali peneliti menjabarkan informasi dan latar belakang partisipan pada bab ini agar pembaca dan penguji dapat memahami konteks dan situasi penelitian. Pada penelitian kualitatif, kesimpulan penelitian tidak bisa di generalisasikan, oleh karena itu, siapa yang diwawancarai dan kapan diwawancarai sangat penting karena kesimpulan dari penelitian ini akan berbeda

jika dilakukan dengan waktu yang berbeda dan mewawancarai orang yang berbeda. Berikut adalah informasi partisipan:

Partisipan SZ adalah pengurus Masjid Al-Ikhlas sekaligus ketua DKM periode 2014-2018 yang sudah menjabat selama 2 periode, partisipan SZ berusia 61 tahun dan bekerja sebagai mantan pensiunan karyawan swasta. Ketika peneliti bertemu Bapak SZ, dan menjelaskan tujuan kedatangan peneliti ke komplek Sekretariat Negara RI dan di Masjid Al-Ikhlas, beliau seperti ketakutan dengan kedatangannya. Beliau berfikir saya adalah orang yang ingin membawa aliran agama baru seperti yang ramai dibicarakan di televisi, ketika saya menunjukan surat penelitian dari Jurusan Pendidikan IPS beliau mulai percaya bahwa benar peneliti datang bertujuan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah (skripsi). Dan keesokan harinya penelitipun mengajak teman untuk menemani wawancara agar partisipan SZ ini tidak takut. Kami bertemu dengan partisipan SZ sehabis sholat Isya berjama’ah di Masjid Al-Ikhlas. Peneliti bersama teman peneliti mewawancarai partisipan SZ dengan teman partisipan SZ yaitu partisipan SO wakil DKM Masjid Al-Ikhlas.

Partisipan SO adalah pengurus Masjid Al-Ikhlas sekaligus wakil DKM periode 2014-2018 yang sudah menjabat selama 1 periode. Partisipan SO ini sudah berumur 50 tahun beliau bekerja sebagai karyawan swasta. Partisipan SO datang untuk saya wawancarai karena dipanggil untuk menemani partisipan SZ. Jika partisipan SO ini lebih santai untuk menyikapi peneliti dan tidak khawatir dengan kedatangannya.

Partisipan MA adalah warga komplek Sekretariat Negara RI yang aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas. Beliau berusia 51 tahun bekerja sebagai Ibu rumah tangga partisipan MA ini sudah lama bertempat tinggal di komplek Sekretariat Negara RI kurang lebihnya 20 tahun. Partisipan MA bekerja sebagai ibu rumah tangga dan menjaga warung dirumahnya. partisipan MA sangat aktif untuk mengikuti pengajian keagamaan di Masjid Al-Ikhlas dan partisipan MA sudah 15 tahun mengikuti pengajian di komplek Sekretariat

Negara RI. Partisipan MA ini sangat terbuka dengan kedatangan saya, dia langsung menyambut bahkan ketika wawancara berjalan partisipan MA sempat memberikan saya Bakso.

Partisipan TH adalah warga komplek Sekretariat Negara RI yang aktif dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami di Masjid Al-Ikhlas. Partisipan TH bekerja sebagai karyawan swasta di Angkasa Pura 2 di bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. Partisipan TH yang berusia 48 tahun ini sangat ramah

terhadap peneliti. Ketika sehabis sholat Isya berjama’ah saya langsung mendekati

partisipan TH yang sudah memiliki tiga orang anak ini dan langsung berbincang tentang penelitian. Beliau langsung mengerti karena partisipan TH pernah menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah jurusan Manajemen. Partisipan TH sangat membantu peneliti dan menyempatkan segala waktunya untuk wawancara.

Partisipan SK adalah warga sekitar yang aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas, beliau berusia 67 tahun. Partisipan SK adalah pekerja marbot di Masjid Al-Ikhlas. Partisipan SK ini sudah 15 tahun bekerja sebagai marbot di Masjid Al-Ikhlas, beliau sangat baik dan menyambut dengan hangat dan ketika saya datang saya sangat disambut dan langsung ngobrol dengan partisipan SK, partisipan SK ini adalah warga sekitar yang biasa disebut warga Betawi asli beliau sangat aktif dalam pengajian keagamaan Islami. Partisipan RK adalah warga sekitar yang aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas partisipan RK bekerja sebagai marbot Masjid Al-Ikhlas, beliau berusia 47 Tahun, partisipan RK selalu mengikuti kegiatan harian, mingguan maupun bulanan. Beliau warga asli Betawi pondok kacang dan sangat enak diajak komunikasinya.

Partisipan TI adalah warga komplek Sekretariat Negara RI yang tidak aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas. Beliau berumur 56 tahun dan bekerja sebagai Ibu rumah tangga. Partisipan TI adalah warga komplek Setneg yang tidak aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas, beliau berusia 50 Tahun. Partisipan SN adalah warga komplek Sekretariat Negara RI yang tidak

aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas, beliau berusia 53 Tahun. Bapak SN warga komplek sejak tahun 2001, ketika peneliti mengunjungi kediaman partisipan SN, beliau sangat terbuka dengan kedatangan peneliti, sehingga ketika peneliti baru tiba sudah ditawakan minuman dan makanan oleh partisipan SN.

Partisipan NH adalah warga sekitar yang tidak aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas: beliau berusia 40 tahun dan bekerja sebagai Guru SDN Tajur 2 Ciledug. Ketika peneliti mengunjungi kediaman partisipan NH, beliau sangat baik dan ramah menyambut peneliti. Partisipan NH banyak sekali menyiapkan makanan dan minuman ringan sehingga peneliti merasa merepotkan. Partisipan SH adalah warga sekitar yang tidak aktif dalam pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas. partisipan SH yang berusia 50 Tahun ini bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta Selatan, partisipan SH tidak jauh seperti partisipan NH yang ramah menyambut peneliti.

D. Paparan Penelitian

Pada hasil penelitian ini, peneliti akan memaparkan data dan hasil penelitian terkait dengan permasalahan yang telah dirumuskan. Hasil penelitian berupa data hasil observasi dan wawancara.

Peneliti melakukan observasi sebelum dilakukannya wawancara dengan partisipan (warga). Pada wawancara dengan warga komplek Sekretariat Negara RI terdapat 19 pertanyaan sedangkan pada wawancara dengan warga sekitar komplek terdapat 15 pertanyaan. Hasil wawancara peneliti buatkan transkrip, kemudian transkrip tersebut peneliti olah dengan cara mereduksi data, menyajikan data atau menyimpulkan data. Data yang di reduksi adalah informasi yang tidak berhubungan dengan penelitian. Data yang disajikan dibuat dalam bentuk-bentuk poin berdasarkan pertanyaan diinstrumen wawancara. Kemudian peneliti dapat menyimpulkannya secara deskriptif demi menjawab pertanyaan penelitian.

1. Hasil Observasi

Observasi dalam penelitian ini dilakukan sebelum melakukan wawancara dengan partisipan. Peneliti melakukan observasi setelah mendapatkan rekomendasi partisipan yang bertujuan untuk menentukan orang yang akan diwawancarai. Observasi ini dilakukan dengan tujuan menjelaskan bagaimana integrasi sosial dalam kegiatan pengajian keagamaan Islami antara komplek Sekretariat Negara RI dan warga sekitar di Masjid Al-Ikhlas Pondok Kacang Barat, Tangerang Selatan.

Observasi ini dilakukan selama empat kali kunjungan tidak dilakukan secara terus menerus. Pada setiap waktunya peneliti duduk di lokasi observasi. Observasi kunjungan pertama, peneliti pada observasi ingin mengetahui kegiatan rutin keagamaan Islam. Peneliti melakukan observasi kegiatan pada waktu sholat Magrib berjama’ah di Masjid Al-Ikhlas yang diikuti oleh sebagian warga komplek dan warga sekitar. Pada kegiatan sholat berjaamah peneliti bersama-sama mengikuti sholat berjama’ah tersebut. Setelah sholat Magrib berjama’ah selesai dilanjut dengan acara baca pembacaan Surat Yasin bersama, yang dipimpin oleh ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, yaitu bapak Salmen Zein selaku warga komplek Sekretariat Negara RI. Setelah pembacaan surat yasin selesai, peneliti melihat warga komplek dan warga sekitar saling berinteraksi hingga sampai tibanya waktu sholat Isya.

Pada kunjungan kedua, peneliti mengikuti perayaan hari besar Islam, yaitu Isra Mi’raj yang diadakan pada jam 09:00 WIB sampai dengan jam 12:00 WIB di Masjid Al-Ikhlas komplek Sekretariat Negara RI. Ketika saya mengunjungi Masjid Al-Ikhlas banyak warga sekitar komplek berjalan beramai-ramai menuju Masjid Al-Ikhlas. Setibanya

warga sekitar di Masjid Al--Ikhlas, warga komplek menyambut kedatangan warga sekitar dengan berjabat tangan, berinteraksi dan memberikan bingkisan makanan. Ketika acara dimulai, warga komplek dengan warga sekitar duduk saling berdampingan dan berbaur satu sama lain.

Pada kunjungan ketiga, peneliti mengunjungi Masjid Al-Ikhlas untuk melaksanakan sholat Jum’at berjama’ah. Peneliti melihat pengurus masjid menyiapkan karpet untuk warga komplek dan warga sekitar. Ketika adzan Jum’at berkumandang, warga sekitar mulai berdatangan dan memasuki Masjid Al-Ikhlas. Pada waktu melaksanakan sholat mereka saling membaur. Setelah sholat Jum’at berjama’ah selesai, sebagian warga sekitar membantu merapihkan karpet yang sebelumnya disediakan oleh pengurus masjid. Sehabis sholat Jum’at berjama’ah, warga komplek dan warga sekitar berinteraksi dan duduk bersama-sama.

Pada kunjungan keempat peneliti mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW di Masjid Al-Ikhlas yang dilaksanakan pada jam 08.30 WIB sampai dengan jam 11.50 WIB. Dalam perjalanan menuju masjid, peneliti melihat para remaja komplek dan luar komplek berjalan bersama-sama. Di dalam masjid pun peneliti melihat warga komplek dan warga sekitar saling berbaur dan berinteraksi. Pada saat dan setelah selesai pengajian, pengurus masjid memberikan santunan berupa uang dan sembako kepada anak yatim piatu dan warga yang kurang mampu. Eratnya hubungan antara warga komplek dengan warga sekitar membuat peneliti sulit untuk membedakan yang mana warga sekitar dan yang mana warga asli komplek Sekretariat Negara RI.

Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, terlihat bahwa interaksi warga komplek dan warga sekitar berjalan dengan baik, seperti peneliti lihat pada kegiatan-kegiatan keagamaan Islami yang ada di Masjid Al-Ikhlas. Dalam kegiatan pengajian Islami di Masjid Al-Ikhlas, peneliti

melihat langsung warga komplek dengan warga sekitar saling berinteraksi dan berbaur, dari sebelum dimulainya kegiatan pengajian maupun sehabis melaksanakan kegiatan pengajian keagamaan Islami. Mereka berintegrasi dengan baik dengan cara membangun komunikasi dan kerjasama yang baik. Warga komplek menyambut dengan baik kehadiran warga setempat dan warga setempat senantiasa menghadiri undangan dari warga komplek. Pada saat kegiatan mereka duduk bersama-sama tanpa membedakan dari mana mereka berasal. Demikian proses integrasi sosial yang terjadi anatar warga yang peneliti amati lewat observasi.

Dokumen terkait