• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Ibu IWR (responden 1)

Ibu IWR sering dipanggil ibu Is, merupakan penderita Strok Non Hemoragik yang dirawat di ruang Nagasari . Merupakan seorang perempuan berumur 50 tahun, bertempat tinggal di Denpasar, beragama Hindu, suku Batak. Responden menikah dengan tingkat pendidikan Sarjana Pendidikan, bekerja sebagai seorang guru SMA.

Ibu Is masuk rumah sakit pada tanggal 27 Januari 2015 pukul 20.30 wita, datang dalam keadaan sadar diantar oleh suami mengeluh pusing berputar-putar mendadak sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Sebelum di bawa ke rumah sakit, ibu Is di bawa ke dokter umum dengan tekanan darah 190/100 dan dikatakan vertigo, kemudian ia di beri obat dan tertidur. Malam harinya ia terbangun tepatnya pukul 00.00 wita, dan merasa bibirnya mencong, suaranya pelo, separuh tubuh sebelah kanan terasa tebal dan lemas. Ia juga merasa mendadak sulit menelan . Keluhan ini merupakan keluhan yang pertama kalinya. Riwayat penyakit ysang sama dalam keluarga tidak ada. Riwayat tekanan darah tinggi,kencing manis dan lain-lain tidak ada.

Pada pemeriksaan fisik di dapatkan vital sign dalam batas normal, kesadaran sadar penuh dan pemeriksaan neurologis ditemukan peresis nervus VII

Sinistra Supra nucklear, paresis nervus IX sinistra, paresis nervus XII dektra, Hemparesis flaksid dextra grade 1, Hemihipestesia Dektra dan vertigo Vestibuler tipe sentral, dan dari anamnesa dan pemeriksaan fisik ibu Is didiagnosa dengan

39

Stroke Non Hemoragik (SNH) Batang Otak ec trombus dd.tromboemboli onset satu hari.

Pada tanggal 31 Januari 2015 dilakukan skrening ansietas menggunakan DASS ( Depression Anxiety Stress Scala), ia mengatakan sering sekali merasa sulit untuk beristrirahat, lumayan sering merasakan bibirnya kering, kadang-kadang sama sekali tidak bisa merasakan perasaan posistif , kadang merasa sulit meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu, lumayan sering bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, lumayan sering merasa gemetar, lumayan sering merasakan menghabiskan banyak energi untuk merasa cemas, kadang-kadang merasa khawatir akan menjadi panik, kadang merasa tidak ada hal yang bisa diharapkan dimasa datang, kadang merasa mudah gelisah,sulit untuk bersantai dan merasa sedih dan putus asa, merasa hampir panik,merasa tidak berharga, merasa kegiatan jantungnya meningkat padahal saat istirahat, dan lumayan sering merasa cepat tersinggung dan tidak ingin ada orang yang menghalagi apapun keinginannya. Dari skrening yag dilakukan ibu is mengalami stress yang sangat berat, ansietas berat dan depresi ringan.

Ibu Is merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Sejak kecil ibu Is selalu dididik dengan keras dan disiplin oleh kedua orang tuanya yang merupakan suku Batak.Sejak ibu Is berumur 7 tahun, ayah sudah mengajarkannya disiplin dan bila melanggar aturan ayah maka ibu Is akan dihukum. Didikan ayah yang otoriter menyebabkan Ibu is selalu merasa cemas dan anankastik.

Ketika beranjak dewasa Ibu Is melanjutkan pendidikan ke Jawa, disana ibu Is bertemu dengan suaminya saat ini yang merupakan orang Bali yang berasal dari Buleleng dan merupakan seorang Pegawai negeri. Setelah menikah Ibu IS mengikuti

40

kepercayaan suaminnya. Setelah menikah ibu Is mengalami banyak stressor baik internal maupun eksternal. Ibu Is dengan ciri kepribadian yang anankastik dan cemas, merasa sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Selama pernikahan, ibu Is dikaruniani tiga orang anak, dan sejak anak anaknya menginjak remaja Ibu Is merasa kesulitan mendidik anak-anaknya. Ibu Is yang terbiasa dididik otoriter, menerapkannya kekeuarganya (anak-anaknya). Hal tersebut membuat bu Is sering emosi.

Pada keluarga Ibu Is, tidak ada yang menderita Hipertensi, Kencing Manis maupun sakit Jantung. Ibu Is mengatakan selama ini tekanan darahnya normal, dan saat ini dikatakan ada kelainan jantung. Ibu Is tidak pernah merokok ataupun minum-minuman beralkohol.

Beberapa hari sebelum mendapat serangan stroke, anak kesayangan Ibu Is mengalami kecelakaan, dan hal ini membuat ibu Is sangat cemas, ibu Is merasa tidak nyaman dan tiba-tiba terserang stroke.

Setelah mendapat serangan stroke Ibu is kembali bertambah cemas, ia mencemaskan kondisinya saat ini. Karena ia harus menghidupi dan menyekolahkan ketiga anaknya , sedangkan suaminya sudah pensiun. Namun Ibu Is tidak putus asa, ia menyadari penyebab sakit yang dialaminya dan berusaha keras untuk kesembuhannya.

2 Bapak MD (responden 2)

Bapak MD seorang laki-laki 61 th, yang di rawat di ruang mawar pada tanggal 29 Januari 2015. Bapak MD merupakan seorang petani, telah menikah mempunyai 1 orang anak perempuan yang sudah menikah dan mempunyai cucu

41

berumur 5 tahun dan 10 tahun.. Bapak mangku masuk rumah sakit (MRS) pada tanggal 28 januari 2015. Bapak MD MRS karena mendadak suara menjadi pelo. Sebelumnya 1 minggu yang lalu bapak MD dirawat di RSUP Sanglah (PJT) dengan diagnosa Stemi Inferior. Bapak MD mempunyai riwayat Hipertensi selama 5 tahun. Bapak MD dirawat di ruang mawar RSUP Sanglah dengan diagnosa Stroke Non

Haemoragik ec suspec cardio emboli (Troboemboli), dengan diagnosis topis Kapsula

Interna Sinistra. Pemeriksaan fisik pada saat MRS di dapatkan pemeriksaan vital sign dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologik ditemukan adanya paresis Nervus

VII dekstra supranuklear, paresis N XII Dekstra Supra nuklear, hemiparesis flaksid dekstra .

Pada tanggal 3 februari 2015, dilakukan pemeriksaan screnning dengan menggunakan DASS. Ia mengatakan sering merasa sulit untuk beristirahat, sering mengalami kesulitan bernafas, sering merasa sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu, sering cenderung bereaksi berlebihan terhadap suatu situasi, sering merasa mudah gelisah, sulit untuk bersantai dan sering merasa putus asa dan sedih, sering merasa mudah tersinggung dan sering merasakan kegiatan jantungnya meningkat walau tidak sedang beraktifitas.

Bapak MD kadang merasakan bibir sering kering, kadang merasa sama sekali tidak merasakan perasaan positif, kadang merasa tangan gemetar, kadang merasa lelah untuk terus merasa cemas, kadang merasa kawatir dan panik, dan merasa tidak ada yang diharapkan dimasa depan. Dari hasil screening bapak MD sedang mengalami stress yang sangat berat, ansietas sangat berat dan depresi sedang.

42

Bapak MD, merupakan seorang petani, merupakan anak laki-laki satu-satunya, dan sejak kecil selalu diajarkan untuk tidak boleh melawan pendapat orang .lain. Setelah menginjak usia remaja ia menjadi seorang yang tidak percaya diri, selalu mencemaskan berbagai hal yang belum terjadi .

Bapak MD, hanya mempunyai seorang anak, anak perempuan dan telah menikah. Sebagai orang Bali yang menganut sistem purusa, ia selalu mencemaskan hari tuanya. Bapak MD merupakan seorang yang pendiam, bila ada masalah ia cenderung memendamnya,

Bapak MD mempunyai riwayat Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu namun tidak terkontrol, dan orang tua( ayah ) menderita Kencing Manis. Sejak menderita penyakit jantung, bapak MD semakin cemas, ia merasakan jantungnya berdebar semakin keras walaupun sedang dalam keadaan istirahat. Ia sering tidak bisa beristrirahat dengan baik, sering gelisah dan tidak tenang, kadang tiba-tiba merasa panik .

Setelah pulang, satu minggu kemudian Bapak MD kembali masuk rumah sakit karena terserang stroke. Hal ini membuat Bapak MD semakin stress dan cemas. Semakin tidak tenang dan kadang merasa sedih dan merasa hidupnya sudah tidak berguna.

3.Bapak SAH (responden 3)

Bapak SAH, seorang laki-laki, umur 78 tahun, beragama kristen, suku bali (china), pekerjaan pensiunan wiraswasta,menikah telah dikaruniai 3 orang anak laki-laki yang telah menikah. Penderita dirawat dirumah sakit pada tanggal 11 Februari 2015 dengan keluhan suara pelo yang diketahui oleh istrinya sejak 5 jam sebelum

43

masuk rumah sakit.Selain suara pelo penderita mengalami kelemahan pada separuh tubuhnya , kesemutan, bibir terasa tebal. Sebelum masuk rumah sakit, tubuhnya terasa lemas dan tidak seimbang sehingga pernah jatuh sebanyak 7 kali namun kemudian masih bisa berjalan kembali.

Ayah dan ibu bapak SDH menderita penyakit tekanan darah tinggi dan Diabetes militus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vital sign dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologik ditemukan paresis N VII Sinistra Supra Nuklear,

Paresis N 12 Sinistra Supra Nuklear, hemiparese flaksid sinistra grade 4, resting tremor, rigiditas, paracervikal muscle spasme,reflek babinski +.Diagnosis topis di

Kapsula Interna Dekstra, ec trombus.

Dari hasil screning didapakan responden lumayan sering merasa bibir cepat kering, merasa sulit meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu, mudah gelisah, sering sekali merasa putus asa dan sedih, dan tidak dapat memaklumi hal apapun yang menghalanginya, dan sring sekali merasa mudah tersinggung. Kadang ia merasa sama sekali tidak dapat merasakan perasaan positif, cenderung bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, merasa tidak ada hal yang tidak dapat dirasakan dimasa depan, kadang merasa hampir panik, kadang merasa tidak berharga sebagai manusia, adanya kegiatan jantung walau tidak sedang beraktifitas, merasa hidup tidak bermanfaat. Tidak pernah merasa sulit beristirahat, mengalami kesulitan bernafas,merasa gemetar,sulit bersantai, tidak merasa antusias dalam hal apapun, dan tidak pernah merasa takut pada alasan yang tidak jelas. Dari hasil skrening didapatkan Bapak SAH mengalami depresi sedang, ansietas ringan dan stress ringan.

44

Bapak SAH telah menderita parkinson sejak lama dan berobat teratur dengan madopar 125 mg, sifrol 0. 25 mg, Arkin 25 mg, dan divask. Menurut istrinya bapak SAH merupakan seorang yang keras, apapun yang dikerjakannya tidak boleh dibantah oleh siapapun termasuk istrinya sendiri. Sejak menikah Bapak SAH merintis usaha dagang baju batik grosir dan sampai saat ini usaha masih terus dikerjakan oleh anak pertamnya.

Bapak SAH merupakan orang suku jawa (keturunan cina). Sejak kecil dididik dengan keras oleh kedua orang tuannya.. Bapak SAH , merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Menurutnya orang tuanya selalu mengajarkan mereka untuk mandiri sejak kecil dan belajar berbisnis bila merasa kurang dalam pelajaran.

Menurut istrinya, sejak perkawinannya ia mengenal suaminya seorang yang pekerja keras, dan seorang yang tidak pernah membuang berbagai barang yang sudah tidak diperlukan lagi. Bila merapikan kamar atau ruangan suaminya, maka suaminya akan marah bila tidak menemukan arsip yang diinginkannya. Hal tersebut membuat istrinya memilih tidur dikamar yang berbeda karena tidak bisa tidur dikamar suaminya yang berdebu dan berantakan. Suaminya dikatakan merupakan seorang yang sensitf, seorang yang cepat marah dan cepat panik bila menghadapi berbagai masalah.

Sejak sakit parkinson bapak SAH dikatakan masih sering terlibat dalam bisnisnya namun tidak maksimal. Saat ini ketika usianya telah bertambah, ia mulai tidak berdaya, bapak SAH sering nampak bersedih dan mengeluhkan tentang penyakitnya. Saat ini ia ditemani oleh istrinya yang setia merawatnya. Namun kadang

45

masih sering terjadi pertengkaran karena sikap keras dari suami dan kelelahan

caregiver.

4 Ibu A (responden 4)

Perempuan berusia 74 tahun, masuk rumah sakit pada tanggal 25 januari 2015 karena kelemahan separuh tubuh. Ibu A bekerja sebagai seorang wirausaha, dan tidak menikah. Pendidikan Sekolah Menengah Atas. Ibu A datang dalam keadaan sadar, dengan keluhan lemah pada separuh tubuh bagian kiri, tidak disertai dengan suara pelo. Keluhan tersebut menetap.

Dari pemeriksaan vital sign didapatkan ,tekanan darah: 170/90 mm/hg (hipertensi) , nadi dan respirasi dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kesadaran compos mentis, Hemiparesis sinistra grade 4, paresis VII ,

refeleks babinski + Sinistra dan Dekstra. Diagnosis : Stroke Non Hemoragik susp ec trombus, diagnosis topis: Kapsula Interna Dekstra.

Pada tanggal 31 januari 2015 di lakukan screnning tingkat ansietas: ditemukan reponden tidak pernah merasa sulit untuk beristirahat, sering merasa bibir kering, sering merasakan perasaan yang positif, selalu semangat untuk melakukan sesuatu, tidak pernah merasa cepat lelah dalam mengerjakan sesuatu,tidak pernah merasa panik dan kawatir, tidak pernah mudah gelisah, mudah untuk bersantai,tidak pernah merasa sedih dan putus asa, selalu merasa antusias, tidak pernah merasa sebagai orang yang tidak berguna, tidak pernah merasa takut ataupun merasa hidup ini tidak berguna. Namun responden melaporkan bila dirinya sering tidak ingin ada yang menghalanginya dalam menyelesaikan segala pekerjaannya, dan sering merasa

46

mudah tersinggung. Dari hasil scrennig didapatkan responden dalam keadaan tidak stress, tidak cemas dan tidak depresi

Dari hasil wawancara kepada responden, ia mengatakan tidak menikah merupakan pilihan hidupnya. Sebagai kakak tertua ia berusaha bekerja keras sebagai pedangang kecil-kecilan agar bisa membiaya sekolah ke empat adiknya. Responden mengatakan keberhasilan keluarganya merupakan tujuan hidupnya. Saat ini senang melihat keberhasilan anak-anak dan keponakannya.

Sejak umurnya bertambah tua, ia mulai sering sakit (Hipertensi),namun tidak berobat dengan teratur karena ia tidak suka minum obat. Ia mengatakan sangat menikmati hidupnya saat ini, karena tanggung jawabnya sudah selesai. Setelah terserang stroke yang pertama kalinya, ada perasaan takut, namun bisa diatasinya dengan cara lebih mendekatkan diri pada tuhan .

5. Bapak S (Responden 5)

Responden merupakan seorang laki-laki 38 tahun, berasal dari Jembrana,Hindu, bekerja sebagai sopir. Responden di antar ke rumah sakit karena keluhan sakit kepala sejak sembilan jam sebelum masuk rumah sakit. Nyeri kepala dirasakan berdenyut, pada kedua sisi kepala ,bagian belakang kepala. Nyeri kepala disertai mual dan muntah. Responden mengeluh kelemahan pada separuh tubuh kiri 3 jam sebelum masuk rumah sakit dan membaik dengan sendirinya.

Pada pemeriksaan fisik , responden dalam keadaan sakit sedang, vital sign dalam batas normal, pemeriksaan neurologi dalam batas normal, NIHSS:0. Diagnosis topik : Pembuluh darah Intrakranial. Diagnosis: Stroke Akut Hemoragik hari I.

47

Dari hasil skrening dengan DASS didapatkan, kadang-kadang merasa sulit beristrirahat, kadang merasakan perasaan positif, kadang merasa sulit bernafas, cenderung merasa gemetar, kadang merasa khawatir, merasa tidak ada hal yang diharapkan untuk masa depan, merasa mudah gelisah,merasa panik,merasa tidak antusias,merasa tidak berharga sebagai manusia,merasa mudah tersinggung,kadang merasa tidak bermanfaat. Responden merasa sering menghabiskan banyak energi untuk merasa cemas, lumayan sering merasa sedih dan putus asa, lebih sering menyadari adanya kegiatan jantung yang berlebihan, lumayan sering merasa takut yang jelas. Sering sekali merasa bibir kering,sering sekali merasa sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam melakukan sesuatu,sering berekasi berlebihan terhadap suatu situasi, sering merasa sulit bersantai. Dari hasil skrening didapatkan responden dalam keadaan depresi sedang, ansietas sangat berat dan stress sedang.

Selama wawancara responden ditemani oleh istrinya, ia tampak sedih dan mengeluarkan air mata. Responden menyesali segala yang telah terjadi. Responden bekerja sebagai seorang sopir dan telah mempunyai dua orang anak. Anak pertama berumur 2 tahun dan yang kedua berumur 2 bulan. Responden saat ini mencemaskan keadaan anaknya.

Responden merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani. Sejak kecil responden selalu mengikuti orang tuanya kesawah dan karena masalah biaya ia bersekolah hingga tamat Sekolah Menengah Pertama. Karena terbentur masalah biaya ia tidak dapat melanjutkan sekolah dan mulai membantu orang tuanya mencari nafkah untuk menghidupi adik-adiknya.

Dokumen terkait