Tingkat Pelayanan
DATA KECAMATAN
B. Penataan Lingkungan
4.2.2 Profil Rinci Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan
4.2.2.1 Gambaran Umum Penataan Bangunan Gedung
dan Lingkungan
a. Profil Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Pola dan Jenis Penggunaan Bangunan
Penyebaran titik-titik konsentrasi aktivitas kota dibeberapa tempat saat ini telah memberikan pengaruh yang baik kepada kota secara keseluruhan, terutama untuk mencegah terjadinya konflik antar fungsi yang berbeda serta memudahkan akses oleh masyarakat.
Kondisi dan Konstruksi Bangunan
Dalam arah pengembangan ke depan, bangunan-bangunan yang berada pada zona enclave sistem development sudah berupa konstruksi permanen yang dapat mengedepankan konsep kenilaian dengan tanpa meninggalkan unsur-unsur tradisonalnya. Hal ini harus menjadi salah satu prioritas pembangunan, dan sangat mungkin dicapai melalui program-program yang akan dijalankan seperti kampung improvement program dan berbagai kerja sama lain dengan investor.
Khusus pada daerah perkampungan nelayan yang memiliki karakter spesifik, direkomendasikan tetap dipertahankan dengan konstruksi kayu semi permanen namun dengan perbaikan kualitas lingkungan secara umum. Dengan karakter
Perencanaan Tata Bangunan ke depan harus dilakukan dengan memahami terlebih dahulu karakter dan fungsi dari masing-masing sub kawasan. Secara umum tata bangunan diupayakan dengan kepadatan sedang - rendah dengan massa yang teratur dengan menggunakan metode penjarangan, bangunan berlantai lebih dari satu dan memperbanyak ruang terbuka bagi vegetasi. Pada kawasan sub komersial dibiarkan tumbuh secara privat dengan pengaturan yang ketat. Sedangkan pada sisi utara yang berupa sub lawasan Kampung Nelayan hanya diterapkan kontrol pembangunan yang ketat agar kepadatan bangunan tidak bertambah.
Vegetasi dan Ruang Terbuka Kawasan
Kawasan yang cukup padat menuntut adanya perhatian terhadap keberadaan vegetasi dan ruang terbuka kota. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi, antara lain :
Keberadaan Ruang Terbuka.
Di dalam wilayah kawasan hingga saat ini belum ada perencanaan ruang terbuka kota secara spesifik, sehingga dalam perencanaan ke depan ada dua lokasi yang memungkinkan untuk difungsikan sebagai penyedia ruang terbuka utama.
Disamping itu, konsep penjarangan bangunan secara tidak langsung juga
- Sebagai peneduh
- Sebagai pembatas antara jalan dan jalur pedestrian.
Rekomendasi ruang terbuka kota arah pengembangannya adalah keberadaan vegetasi pada runag-ruang terbuka kota (terutama pada sub kawasan sanggeng dan pelabuhan yang dikembangkan fungsinya sebagai kawasan komersial) sebagai fungsi ekologis sekaligus estetis sehingga cukup akstratip dalam menarik pengunjung.
Vegetasi yang akan ditanam di kampung nelayan pada saat ini adalah tanaman bakau, hal ini sebaiknya tetap dipertahankan keberadaannya yang menjadi bagian ekosistem pantai untuk memperkuat struktur pantai.
Konsep urban greenery juga diterapkan pada penataan permukiman dengan penataan vegetasi sebagai peneduh dan fungsi ekologis pada ruang-ruang terbuka yang ada.
b. Profil Tata Bangunan dan Lingkungan
Penataan Bangunan
Orientasi bangunan adalah ke jalan yang terdekat atau didepannya.
masing-peraturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat atau pemerintah pusat harus ditertibkan atau dipindahkan lokasinya.
Untuk kawasan yang jumlah bangunannya telah melebihi standar kapasitaas yang ditetapkan, tidak dialokasikan untuk bangunan baru.
Penataan Lansekap
Penataan lansekap kawasan perencanaan diarahkan pada pemanfaatan potensi site dan lingkungan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan manusia baik fisik maupun psikologi. Langkah yang akan ditempuh untuk mendukung penataan lansekap antara lain :
Penambahan Vegetasi penahan abrasi di daerah pantai dan aliran sungai. Pengaturan drainase di daerah genangan air dan limbah.
Optimalisasi pengaturan massa bangunan, terutama di daerah pantai.
Penataan Sistem Sirkulasi
Sebagai upaya mewujudkan pergerakan penduduk yang lancar di kawasan perencanaan, dikembangkan sistem jaringan jalan dan sistem sirkulasi, sistem parker dan pedestrian. Sistem jaringan jalan dikembangkan dalam wujud jaringan jalan, arteri sekunder, kolektor sekunder, lokal sekunder, dan jalan lingkunga. Sistem sirkulasi lalum lintas transportasi diarahkan pada pengaturan rute angkutan umum.
Penataan Vegetasi pada Ruang Hijau
Penataan vegetasi dipelukan agar kawasan perencanaan memiliki karekteristik yang unik. Hal ini disebabkan karena ruang hijau tidak hanya dibentuk dari vegetasi alami, melainkan juga vegetasi yang dibina dengan jenis tanaman disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat. Arahan ketentuan tata ruang hijau adalah sebagai berikut :
Tabel 4.41
Arahan Ketentuan Ruang Terbuka Hijau
Sifat tanaman Jenis Peruntukan Jalur Hijau Jalan Kantor Perda
-gangan ranganPeka
-rumah Fasos Rekreasi
Daerah Tak Ter-bangun Jalur Hi-jau Tepi Sungai
Tumbuh Cepat Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya
Cabang tak
Mudah patah Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya
Kenyal Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak
Dapat tumbuh dalam segala
kondisi Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya
Tahan lama Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Tanpa
perawatan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Mudah
diperbanyak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya
Estetis Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya
Akar tak Merusak
Konstruksi Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak
Hijau Sepanjang Tahun Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Penahan debu Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Teduh Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Berbunga Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Menggugurkan Bunga Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Pembatas Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya
4.2.2.2 Kondisi Penataan Bangunan Gedung dan
Lingkungan
Menguraikan kondisi aturan keselamatan, keamanan dan kenyamanan Bangunan Gedung termasuk pada daerah-daerah rawan bencana;
Menguraikan kondisi Prasarana dan sarana hidran;
Menguraikan kualitas pelayanan publik dan perijinan mengenai bangunan.
Menguraikan kondisi bangunan gedung negara yang belum memenuhi perasyaratan keselamatan, keamanan dan kenyamanan;
Menguraikan kondisi Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Rumah Negara; Menguraikan aset negara dari segi administrasi pemeliharaan.;
Untuk memberikan gambaran kondisi bangunan gedung dan rumah negara perlu ditampilkan beberapa tabel yang mendukung kegiatan pembinaan teknis penataan bangunan gedung :