• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Profil singkat Perusahaan Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 41

1. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk

PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) didirikan pada 30 April 1976. Pada tahun 1976 baru memulai kegiatan usaha yang komersial.

Kantor pusat DVLA berada di South Quarter, Tower C, Lt 18-19, Jl. R.A.

Kartini dan pabrik berada di Bogor. Tlp (62-21) 2276-8000. Blue Sphere Singapore Pte Ltd (menguasai 92,13% saham DVLA) yang merupakan Induk usaha afiliasi dari United Laboratories Inc, dan juga Darya-Varia Laboratoria Tbk berasal dari Filipina.

Agenda utama di DVLA ialah melaksanakan usaha barang/produk farmasi, perdagangan dan manufaktur. Selain itu, berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, DVLA memiliki ruang lingkup yang bergerak dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan seperti Paracetamol Infuse, Decolgen, Prodiva, Cetapain, Natur-E, Neozep, dan Enervon-C merupakan brand dari Darya-Varia, selain itu perusahan ini juga bergelut di bidang distribusi dan jasa, dagangan, serta manufaktur.

Tanggal 12 Oktober 1994 Bapepam-LK memberikan pernyataan efektif ke DVLA untuk melaksanakan Penawaran general pertama Saham DVLA (IPO) ke masyarakat sebanyak 10 juta dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga tawaran Rp6.200,-per saham. pada tanggal 11 Nopember 1994 Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI)

Visi: untuk kesehatan yang berkualitas menjadi sebuah perusahaan yang terbaik di Indonesia”

Misi: pembangunan Indonesia sehat dengan pelayanan unggulan dan produk untuk setiap orang dan waktu sebagai keluarga yyang

“BERSATU”

2. PT. Indonesia Farma (Persero) Tbk

PT Indonesia Farma (Persero) Tbk memiliki singkatan Indofarma (Persero) Tbk (INAF) berdiri pada 2 Januari 1996 sedangkan pada tahun 1983 baru memulai kegiatan usaha yang komersial. Kantor pusat dan pabrik INAF berada di Jln Indofarma No.1, Cibitung, Bekasi, Tlp: (62-21) 8632-3971 (Hunting),

INAF ialah pabrik obat-obatan yang berdiri pada tahun 1918 dengan nama pabrik obat Manggarai. Pemerintah RI dan DepKes Pada tahun 1979 mengambil alih Pabrik Obat Manggarai. pada tahun 1950 Kemudian pabrik tersebut berganti nama menjadi Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan. Berlandaskan PP RI No.20 tahun 1981, pemerintah melakukan penetapan Perseroan Umum Indonesia Farma (Perum Indofarma) dari Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan. pada tahun 1996 perubahan status menjadi Perusahaan (Persero) dari badan hukum Perum Indofarma. Pemerintah RI ialah pemegang saham pengendali Indofarma (Persero) Tbk tersebut dan 80,66% di saham Seri B serta terdapat 1 saham preferen (Saham Seri A Dwiwarna).

Berasaskan Anggaran Dasar Perusahaan INAF memiliki ruang lingkup yaitu di bidang ekonomi melakukan dan menunjang kebijakan

program pemerintah pada umumnya di pembangunan nasional di khususkan di bidang kesehatan , farmasi, dan diagnostic, serta industri produk makanan. Untuk sekarang ini, hampir 200 jenis obat yang meliputi obat generik OTC (Over The Counter), dan OGB (Obat Generik Berlogo), serta lain-lain telah di produksi di Indofarma.

Tanggal 30 Maret 2001, Bapepam-LK memberikan pernyataan efektif ke INAF untuk melaksanakan tawan pertama secara umum di saham INAF ke masyarakat sebesar 596.875.000 saham, seri B terdiri nilai nominal Rp100,- per saham dengan penawaran harga sebesar Rp250,- per saham. Saham tersebut pada tanggal 17 April 2001.didaftarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Visi : “Menjadi Perusahaan Healthcare Indonesia Pilihan Utama yang Berskala Global”

Misi :

a) Kami ialah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

b) Kami menggunakan produk teknologi modern dan dengan terintegrasinya proses bisnis yang menjadi nilai tambah.

c) Kami memiliki produk yang lengkap, terjangkau, dan berkualitas secara konsisten dalam ketersediaannya.

d) Kami berusaha untuk menjadi lebih baik dengan meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan.

3. PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berdiri pada 16 Agustus 1971 perusahaan utama KAEF berada di Jln. Veteran No. 9 dan unit produksi

berada di Jakarta, Bandung, Semarang, Mojokerto, dan Tanjung Morawa-Medan. Tlp: (62-21) 384-7709 (Hunting).

Tahun 1817 kimia farma baru mulai beroperasi secara komersial yang berfokus pada distribusi obat dan bahan baku. Tahun 1958 perusahaan Belanda di nasionalisasikan oleh Pemerintah Indonesia, KAEF berubah menjadi PN (Perusahaan Negara). Perusahaan tersebut dirubah namanya menjadi Alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma dan Perusahaan Negara Farmasi dengan singkatan PN Farmasi Kimia Farma. Berlandaskan PP status perusahaan tersebut berubah menjadi persero dengan nama PT Kimia Farma (Persero) pada tahun 1971.

Kimia Farma (Persero) Tbk dipegang oleh Pemerintah RI sebagai saham pengendali dan (Saham Seri A Dwiwarna) dan 90,02% di saham Seri B sebagai salah satu saham Preferen. Sebanyak 361 jenis obat telah diproduksi oleh Kimia Farma diantaranya OTC (Over The Counter) obat herbal kosmetik, bahan baku, antiretroviral, kontrasepsi, narkotika, produk kesehatan untuk pembeli. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, KAEF memiliki ruang lingkup yang menyiapkan jasa dan/atau barang yang memiliki mutu besar terutama di bidang kesehatan, biologi, farmasi, apotik dan kimia serta minuman maupun makanan.

KAEF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada tanggal 14 Juni 2021 melaksanakan IPO (Penawaran Umum Pertama) saham KAEF ke masyarakat sebesar 500 juta, saham seri B nominal Rp100,- per saham dengan harga Rp200,- per saham dijadikan

penawaran. Saham tersebut tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia) pada 4 Juli 2001.

Visi “Menjadi perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia dan berdaya saing global.”

Misi Untuk mencapai visinya, PT. Kimia Farma (Persero) Tbk mempunyai misi sebagai berikut :

a) Untuk memenuhi/meningkatkan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan mutu kehidupan, maka disediakan produk dan jasa layanan kesehatan yang unggul

b) Untuk peningkatan nilai perusahaan bagi pemegang saham, karyawan dan pihak yang memiliki kepentingan dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan tidak ditinggalkan, maka dilakukan dengan pengembangan bisnis pelayanan kesehatan.

c) Pengembangan perusahaan dan berperan penting dalam pengembangan industry kesehatan nasional dilakukan dengan peningkatan kompetensi dan komitmen sumber daya manusia.

4. PT Kalbe Farma Tbk

Kalbe Farma Tbk (KLBF) berdiri pada 10 September 1966, dan pada tahun ini pula memulai kegiatan usaha yang komersial.

Perusahaan Kalbe berada Jl. Let. Jend. Suprapto di Gedung KALBE, sedangkan di Jl. M.H. Thamrin, Kawasan Industri Delt a Silicon berada pabrik dari PT Kalbe, Tlp: (62-21) 4287-3888, 4287-3889 (Hunting).

Kalbe Farma Tbk, yang terdapat saham sebesar sama/lebih 5%

pemegangnya ialah: PT Gira Sole Prima sebesar 10.17%, PT Diptanala Bahana sebesar 9.49%, PT Bina Arta Charisma sebesar 8.61%, PT

Santa Seha Sanadi sebesar 9.71%, PT Lucasta Murni Cemerlang sebesar 9.47%, dan PT Ladang Ira Panen sebesar 9.21%. perusahaan tersebut dikatakan sebagai pemegang saham pengendali yang beralamatkan di Jakarta Jl. Let.Jend. Suprapto Kav. 4.

KLBF beroperasi di bidang fasilitas, makanan/minuman yang berkaitan dengan kesehatan, suplemen, bidang pengembangan, pelayanan primer kesehatan. Berlandaskan AD (Anggaran Dasar) Perusahaan KLBF mencakup berbagai kegiatan diantaranya kegiatan dalam bidang farmasi, perdagangan dan juga perwakilan.

Kalbe memiliki usaha kecil yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Adapun produk unggulan yang dimiliki oleh perusahaan ini yaitu obat resep terdiri dari Brainact, Cefspan, Mycoral, Cernevit, Cravit, Neuralgin, Broadced, Neurotam, Hemapo, dan CPG, produk kesehatan yang meliputi Promag, Mixagrip, Extra Joss, Komix, Woods, Entrostop, Procold, Fatigon, Hydro Coco, dan Original Love Juice. Produk nutrisi mulai dari anak-anak hingga lansia, serta orang yang memiliki kebutuhan khusus yang terdiri dari Morinaga Chil Kid, Morinaga Chil School, Morinaga Chil Mil, Morinaga BMT, Prenagen, Milna, Diabetasol Zee, Fitbar, Entrasol, Nutrive Benecol dan Diva.

Saham yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 JUli 1991 mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK, hal tersebut bertujuan untuk melaksanakan penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ke masyarakat sebesar 10 juta dengan nominal Rp 1.000 per saham, untuk harga penawaran sebesar Rp 7.800 per saham.

Visi: “Menjadi Perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan di Indonesia dan memiliki eksistensi di pasar global dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh manajemen, ilmu dan teknologi yang unggul.”

Misi: “Meningkatkan Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik”

5. PT Merck Tbk

Merck Tbk (dahulu PT Merck Indonesia Tbk) (MERK) berdiri pada 14 Oktober 1970, dan pada tahun 1974 baru memulai beroperasi secara komersial. Perusahaan Merck berada di Jakarta Timur, Jl. T.B.

Simatupang Tlp : (62-21) 2856-5600 (Hunting),

Merck Tbk memiliki saham yang sama/lebih 5% dipegang oleh Emedia Export company mbH sebanyak 12,66% sedangkan Merck Holding GmbH, sebanyak 73,99% sebagai pengendali.

Agenda Merck yang utama sekarang ialah produk obat dipasarkan dengan obat peresepan dan resep ditiadakan diantaranya:

barang yang barkaitan dengan kesuburan atau produk terapi selain itu diabetes, neurologis dan kardiologis, serta penawaran berbagai instrument dan produk kimia yang mutakhir untuk dijadikan bio-riset, bio produksi, serta segmen yang terkait. Sangobion dan Neurobion ialah merek utama yang di pasarkan di Merck. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, Merck memiliki ruang lingkup yang beroperasi dalam bidang jasa/perdagangan, sewa property, kegiatan usaha yang berkaitan dengan pelayanan, serta konsultasi manajemen di bidang industry.

Saham Merck tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Juli 1981, serta mendapatkan pernyataan yang efektif dari Bapepam-LK

untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO) ke masyarakat sebesar 1 juta 680 ribu dengan harga per saham sebanyakl Rp1.000 dengan harga Rp1.900,- per saham dijadikan sebagai penawaran.

Visi “Kami di PT Merck Tbk, dihargai oleh seluruh pemegang kepentingan karena kesuksesan kami yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan di atas pangsa pasar pada bidang yang kami jalankan.”

Misi :

a) Pelanggan kami, saling menguntungkan melalui kesempatan usaha yang luas dengan jangka waktu yang panjang.

b) Konsumen kami , Kebermanfaatan suatu produk/barang yang aman dan selalu tersedia

c) Pemegang Saham kami, usaha yang bermakna dan continue dengan tercapainya hasil usaha.

d) Karyawan kami, ketersediaan kesempatan kerja dan lingkungan yang aman.

e) Lingkungan kami, sikap teladan yang terdiri dari dukungan serta lindungan bagi masyarakat.

6. PT Pyridam Farma Tbk

Pyridam Farma Tbk (PYFA) berdiri pada 27 Nopember 1977 dengan nama PT Pyridam, dan pada tahun tersebut juga memulai kegiatan usaha yang komersial, perusahaan ini berada di Jakarta, Jl.

Raya Kebon Jeruk terdapat di Ruko Villa Kebon tempat produksi berada di Pacet, Cianjur, Desa Cibodas Tlp: (62-21) 5369-0112.

Pyridam Farma Tbk terdapat Saham yang sama/lebih 5%

dipegang oleh perusahaan diantaranya PT Pyridam Internasional sebesar 53,85%, Rani Tjandra sebesar 11,54, dan Sarkri Kosasih, IR sebesar 11,54%.

Kegiatan usaha Pyridam Farma terdiri dari perdagangan alat-alat kesehatan, pengembangan obat serta produksinya. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, PYFA memiliki ruang lingkup diantaranya plastik, alat-alat kesehatan, industri obat-obatan, serta industry kimia yang lain.pendistribusian barang, perdagangan, ekspor di berbagai pulau, impor serta menjadi distributor dan agen.

Saham dan Waran Seri I tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2001. Bapepam-LK memberikan pernyataan efektif kepada PYFA pada 27 September 2001 untuk melaksanakan pertama kalinya penawaran umum (IPO) ke konsumen sebesar 120 juta dengan harga per saham sebesar Rp100, serta penawaran per saham sebesar Rp105,- Waran Seri I sebanyak 60 juta.

Visi : “Menjadikan PT. Pyridam Farma Tbk. Menjadi perusahaan terkemuka, dikenal dan dihormati dengan baik di pasar domestik, regional maupun internasional-dapat diandalkan dan dipercaya dalam produksi produk farmasi yang berkualitas, dan inovatif.”

Misi : “Menjadi perusahaan yang dapat memberikan pelayanan secara regional, nasional dan internasional dengan produk yang inovatif berkualitas tinggi untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik, dengan mental dan tubuh yang sehat”.

7. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk

Merck Sharp Dohme Pharma Tbk beridir pada 7 Maret 1972 dengan nama sebelumnya ialah PT Schering-Plough Indonesia Tbk.

Pada bulan Januari 1975 baru melakukan operasi usaha yang komersial.

Kantor pusat SCPI berada di Wisma BNI 46, Lt. 27 Jln Jendral Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220 dan pabrik berada di Pandaan, Jawa Timur.

Saham Merck Sharp Dohme Pharma Tbk yang terdiri sama/lebih 5% dipegang oleh perusahaan diantaranya Merck Sharp & Dohme Corp (Sebelumnya Schering-Plough International Inc., USA dengan persentase kepemilikan sebesar 98,41%.

Merck memiliki usaha kecil Primary care yang didalamnya terdapat produk obat antibiotic, alergi, kardiovaskuler, dan perawatan kulit. Specialty Care didalamnya terdapat onkologi, produk untuk mengatasi ketergantungan opiate, dan hepatologi, serta Organon BioScience (OBS) didalamnya terdapat anestesi dan produk fertilitas dan produk kesehatan wanita. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, SCPI memiliki ruang lingkup pembuatan, pengemasan, pengembangan dan memasarkan produk farmasi untuk manusia maupun hewan, selain itu terdapat produk kosmetik, keperluan rumah tangga, dan kebersihan.

Pendistribusian uatama alat kesehatan tersebut ialah alat-alat kesehatan:

penyediaan pemberian jasa konsultasi manajemen dan bisnis, inpor bahan baku dan barang jadi.

Schering-Plough Corporation (SCPI) bergabung dalam kelompok usaha Merck pada 4 November 2009 dengan melakukan penggabungan usaha Saham SCPI tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada

tanggal 08 Juni 1990. Pada tanggal 18 April 1990 Bapepam-LK memberikan pernyataan yang efektif ke SCPI untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SCPI (IPO) ke masyarakat sebesar 3 juta 600 ribu dan nilai nominal Rp1.000,- per saham serta harga penawaran Rp12.750,- per saham.

Visi:

a) Inovasi di bidang obat-obatan, vaksin dan terapi biologi untuk melakukan perubahan dalam hidup masyarakat global

b) Memberikan inovasi terbaik untuk masa depan dengan berusaha menjadi Perusahaan terbaik dalam bidang kesehatan di dunia, selain itu mempunyai dedikasi yang tinggi.

Misi: “Menemukan, mengembangkan dan memberikan inovasi produk dan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan mutu hidup di seluruh dunia.”

8. Farmasi Sido Muncul Tbk dan PT. Industri Jamu

Sido Muncul Tbk dan Industri Jamu berdiri pada 18 Maret 1975.

Perusahaan SIDO tersebut berada di Jl. Pandanaran No. 30, Gedung Menara Suara Merdeka Lt. 16 tempat produksi di Jl Soekarno Hatta Tlp : (62-24) 7692-8811 (Hunting),

Terdapat beberapa pengendali di saham Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang memiliki sama/lebih 5% saham diantaranya: Irwan Hidayat sebesar 8,10%, David Hidayat sebesar 8,10, sebesar 40,50% dimiliki oleh Desy Sulistio Hidayat, Sandra Linata Hidajat sebesar 8,10%, Sofyan Hidayat sebesar 8,10%, dan Johan Hidayat sebesar 8,10%,

Kegiatan utama Sido Muncul ialah memproduksi dan mendistribusikan minuman energy, jamu herbal, minuman kesehatan dengan brand Sidomuncul, Kukubima, Tolak Angin. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan, SIDO memiliki ruang lingkup ialah melakukan perdagangan, pengangkutan darat dan jasa dibidang industry jamu seperti minuman/makanan yang berhubungan dengan kesehatan, kosmetik, jamu, dan industry obat-obatan (farmasi).

Saham SIDO tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2013. Sedangkan pada 10 Dessember 2013, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memberikan pernyataan efektif ke perusahaan SIDO.

Pada tanggal itu juga SIDO melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SIDO (IPO) ke masyarakat sebesar 1 M dengan nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp580,- per saham.

Visi : “perusahaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dengan menjadi perusahaan makanan/minuman kesehatan, perusahaan obat herbal dan pengelolaan bahan baku herbal”

Misi :

a) pengembangan produk berlandaskan penelitian dengan berbahan baku herbal yang rasional, aman dan jujur

b) pengembangan obat herbal malalui penelitian secara berkelanjutan.

c) Untuk membantu dan mendorong Pemerintah dibutuhkan peranan dalam research pengobatan dan pengembangan obat-obatan, untuk dunia kedokteran,dan dunia pendidikan untuk lebih berperan.

d) Pentingnya membina kesehatan dengan pemakaian bahan alami dan pengobatan secara naturopathy serta pola hidup sehat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat

e) Melaksanakan CSR (corporate social responsibility) secara intensif.

f) Ramah Lingkungan dalam pengelolaan sebuah perusahaan.

g) Go Internasional untuk obat herbal.

9. PT Tempo Scan Pacific Tbk

PT Tempo Scan Pacific Tbk dan entitas yang bergerak dibidang perdagangan produk farmasi. Perusahaan ini merupakan bagian dari Tempo Grup yang pada waktu tersebut juga memulai kegiatan usaha melalui berdirinya PT PD Tempo.

Tahun 1991 Profil perusahaan Tempo Scan Pacific melakukan restrukturisasi, pada tahun 1970 perseroan mulanya diberi nama PT Scanchemie, dan memulai kegiatan produksi yang komersial berskala besar di bidang farmasi. Kantor pusat dari Tempo Scan diresmikan pada bulan Maret 2012 yang berada di Tempo Scan Tower Lt 16, Jl. HR Rasuna Said Kav. 3-4, Kuningan, Jaksel. Sejak tahun 1977 melalui anaknya perseroan telah memproduksi produk kosmetik.

CPCMG ialah pabrik baru yang dibangun oleh Tempo Scan pada Tahun 2017 yang berada di Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Pada tahun 2019 perusahaan tersebut baru memulai usaha komersialnya, saat ini terdapat 9 lokasi yang menjadi fasilitas produksi Perseroan.

Produk kesehatan dari Tempo Scan terdiri dari suplemen kesehatan, produk multivitamin, obat Over The Counter, obat resep, dan produk nutrisi yang dikembangkan dengan berbagai inovasi terbaru untuk

pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan Tempo Scan memiliki ruang lingkup yang bergerak di bidang usaha farmasi, selain itu usaha perusahaan tersebut mencakup produk konsumen, distribusi, farmasi, dan kosmetik.

Saham yang terdapat di Tempo Scan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 1994. Pada tanggal 24 Mei 1994 Bapepam-LK mendapatkan pernyataan yang efektif untuk tempo Scan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ke masyarakat sebesar 17 juta dengan nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran sebesar Rp8.250,- per saham. Setelah itu, pada tahun 1995 jumlah saham mengalami peningkatan menjdai 150 juta lembar saham dengan nominal msaing-masing saham mengalami perubahan sebesar Rp 500 dari Rp 1.000 per lembar saham. Selanjutnya pada thun 1998, sebesar 300 juta lembar saham telah disetujui pencatatan saham perseroan oleh BEI. Saham tersebut berasal dari Penawaran Umum Terbatas yang perdana. Sehingga jumlah saham perseroan yang tercatat seluruhnya sebesar 450 juta lembar saham.

Perubahan nilai nominal saham perseroan menjadi Rp 50 dari Rp 500 per lembar saham, sehingga pada tahun 2006 terjadi peningkatan jumlah saham yang tercatat menjadi 4 M lembar saham. Tempo Scan Group memiliki 5 patokan nilai yang selalu dipegang teguh dan tidak pernah lepas selama > 6 dasawarsa. Adapun nilai tersebut yaitu:

a) Kejujuran

Patokan utama dan attitude untuk membentuk suatu ciri khas yang berkualitas tinggi Tempo Scan Group tetap mempertahankan nilai kejujuran dalam usaha.

b) Kesetaraan

Memberikan kesetaraan ke setiap orang untuk dapat berkeang, memberikan kesempatan dan peluang yang sama tanpa membedakan jenis kelamin perempuan maupun laki-laki, agama, suku dan bangsa.

c) Bermanfaat

Pemasaran yang dilakukan oleh Tempo Scan Group dalam berbagai saluran yang efisien dengan berbagai mata rantai yang menjadi pasokan, sehingga dapat bermanfaat ke masyarakat. Selain itu, harga jual yang dimiliki dapat dijangkau oleh masyarakat karena keunggulan denga penawaran produk berkualitas tinggi dengan kreatifitas dan inovasi secara proporsional dan berkesinambungan.

d) Tanggung Jawab

Tempo Scan Group selalu menjaga kualitas dari produk yang dimiliki karena telah dijadikan sebagai pemimpin dasar dari produk farmasi, sehingga setiap orang harus bertanggungjawab atas perbuatan dan ucapan yang mereka lakukan dengan kepemimpinan yang tidak lemah, kesolidan serta kerjasama tim yang kuat. Untuk memperoleh masa depan yang gemilang dibutuhkan sebuah kompetensi yang baik di bidang manufaktur, serta pendistribusian dan pemasaran.

e) Kerja Keras

Sikap pantang menyerah ialah kunci kesukesan, visi misi Tempo Scan Group dapat diwujudkan dengan kerja keras dan tekad yang tidak lemah.

10. PT Millennium Pharmacon International Tbk

Millennium Pharmacon International Tbk berdiri pada 20 Oktober 1952 yang sebelumnya ialah perusahaan NVPD Soedarpo Corporation Tbk berubah menjadi N.V. Perusahaan Dagang Soedarpo Corporation, pada 20 Oktober 1952 baru memulai beroperasi secara komersial. Kantor pusat SDPC berada di Panin Bank Centre Lantai 9, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270 mempunyai 31 kantor cabang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Telp: (62-21) 7278-8907 (Hunting), Fax: (62-21) 722-8090.

Boustead Holdings Bhd., Malaysia ialah usaha terakhir Millennium Pharmacon International yang pemegang sahamnya sama/lebih 5%

Antara lain: PT Danpac Pharma sebesr 5,87%, PT Danpac Pharma sebesar 23,87%, dan Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd., Malaysia (induk usaha) sebesar (55,00%).

Berlandaskan Anggaran Dasar Perusahaan SDPC memiliki ruang lingkup di jasa manajemen dan perdagangan. Di bidang distribusi untuk produk farmasi, barang diagnostic, dan suplemen makanan ialah agenda utama yang dilaksanakan oleh SDPC.

Saham SPDC tercatat di Bursa Efek pada 7 Mei 1990, pada 22 Maret 1990 Bapepam-LK memberikan pernyataan yang efektif ke SDPC

untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham SDPC (IPO) ke masyarakat sebesar 2 juta 6 ratus dengan nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran Rp5.000,- per saham.

Visi: “Menjadi perusahaan yang pendistribusiannya paling cepat/efisien dengan memberikan nilai lebih ke principal/pelanggan di Indonesia”.

Misi: “di Seluruh wilayah Nusantara, tersedianya produk terbaik pelayanan dan pemeliharaan kesehatan”.

B. Hasil Penelitian 1. Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi (X1) ialah dalam system perekonomian terjadinya suatu peningkatan harga rata-rata barang produksi. Pernyataan dalam presentase merupakan cara untuk mengukur besarnya inflasi yang terjadi selama tahu 2016-2020.

Perhitungan data inflasi yang tercatat di Bank Indonesia ialah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dari publikasi data tersebut.

Tabel 4.1: Data Tingkat Inflasi tahun 2016

Periode Data Inflasi 2016

Januari 2016 4.14%

Februari 2016 4.42%

Maret 2016 4.45%

April 2016 3.6%

Mei 2016 3.33%

Juni 2016 3.45%

Juli 2016 3.21%

Agustus 2016 2.79%

September 2016 3.07%

Oktober 2016 3.31%

November 2016 3.58%

Desember 2016 3.02%

Rata – Rata 3.12%

Tabel 4.2 : Data Tingkat Inflasi tahun 2017

Periode Data Inflasi 2017

Januari 2017 3.49%

Tabel 4.3: Data Tingkat Inflasi tahun 2018

Periode Data Inflasi 2018

Januari 2018 3.25%

Tabel 4.4: Data Tingkat Inflasi tahun 2019

Periode Data Inflasi

Juni 2019 3.28%

Tabel 4.5: Data Tingkat Inflasi tahun 2020

Periode Data Inflasi pada Agustus 2020 terjadinya tingkatan inflasi terendah sebesar 1,32 %, rata-rata tiap bulan sebesar 3,12 %, itulah pemaparan data inflasi dari tahun 2016-2020.

2. Struktur modal

Struktur modal (X2) adalah menggambarkan keadaan dari modal yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal diukur dengan Debt

Struktur modal (X2) adalah menggambarkan keadaan dari modal yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal diukur dengan Debt