• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

2. Struktur Modal

Struktur modal ialah proses pertimbangan atau perbandingan antara modal yang kita miliki dengan modal asing. Dengan kata lain, modal asing ialah hutang yang dilakukan dengan jangka pendek maupun jangka panjang. Sementara modal milik sendiri terdiri dari laba yang ditahan dan modal kepemilikan perusahaan (Jurnal Enterpreneur).

a. Faktor Yang dapat berpengaruh terhadap Struktur Modal Perusahaan 1) Struktur Aktiva (Tangibility)

Perusahaan dapat memaksimalkan terpenuhnya dana utang apabila semakin besar jumlah aktiva perusahaan tersebut. Hal inilah yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh struktur aktiva di struktur modal perusahaan.

2) Growth Opportunity

Untuk melakukan pengembangan perusahaan yang lebih baik maka perusahaan cenderung melakukan investasi namun biasanya tidak semua menguntungkan. Hal tersebut yang dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan.

3) Ukuran Perusahaan (Form Size)

Perusahaan besar biasanya melaksanakan divesifikasi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Pada kondisi ini perusahaan kecil rentang mengalami kebangkrutan

4) Profitabilitas

Perusahaan yang memiliki profit tinggi akan memiliki utang yang

lebih rendah karena adanya dana internal, sedangkan perusahaan yang memiliki profit rendah lebih berpotensi banyaknya utang yang akan ditanggung disebabkan kurangnya dana internal yang dimiliki.

5) Risiko Bisnis

Perusahaan biasanya mengalami kesulitan dalam pendanaan eksternal karena adanya risiko bisnis, hal inilah yang yang menjadi pengaruh leverage perusahaan.

b. Teori Struktur Modal Perusahaan 1) Teori Pendekatan Tradisional

Teori pendekatan tradisional menyatakan bahwa akan adanya struktur modal yang optimal. Dengan kata lain, struktur modal memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, dimana struktur tersebut bisa saja berubah-ubah untuk mendapatkan nilai yang optimal.

2) Teori Pendekatan Modligiani dan Miller Teori ini ada dua jenis.

Antara lain:

a) Teori MM Tanpa Pajak.

Modligiani dan Miller mengatakan bahwa struktur modal ialah tidak adanya hugungan atau tidak adanya pengaruh terhadap nilai perusahaan. setelah itu, mereka mengajukan pendapat guna untuk membangun teori tersebut, antara lain:

1) Tidak adanya agency cost 2) Tidak adanya pajak

3) Utang antara investor dan perusahaan memiliki suku

bunga yang sama

4) Informasi tentang prospek pada masa depan antara investor dan perusahaan itu serupa

5) Tidak adanya biaya kebangkrutan

6) EBIT tidak adapengaruh penggunaan utang 7) prince – takers ialah para investor

8) aset dijual dengan harga pasar ketika mengalami kebangkrutan

b) Teori IMM tentang pajak

Pada Teori modligiani dan miller jika tidak terdapat pajak maka dianggap tidak masuk akal sehingga pajak dimasukkan kedalam teori tersebut. Pajak dibayar untuk pemerintah, dengan kata lain pajak menjadi aliran dari kas keluar perusahaan. Kegunaan utang disini ialah penghemat pajak karena dapat digunakan sebagai pengurang pajak (Jurnal Enterpreneur).

Berasaskan pendapat para ahli dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa struktur modal ialah pertimbangan atau perbandingan antara modal yang dimiliki sendriri dengan modal asing. struktur aktiva (tangibility), growth opportunity, ukuran perusahaan (form size), profitabilitas, dan risiko ialah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi struktur modal bisnis. teori pendekatan tradisional, teori pendekatan modligiani dan miller merupakan teori yang memperngaruhi teori struktur modal.

Dimana teori pendekatan modigiani dan miller terbagi menjadi

dua antara lain teori MM tidak adanya pajak dan teori IMM dengan adanya pajak, teori MM tidak adanya pajak terdiri dari 8 bagian salah satunya, tidak adanya pajak dan agency cost 3. Rasio Lancar

Rasio lancar ialah suatu pertimbangan dalam menentukan sejauh mana keuntungan sebuah perusahaan dalam mengukur pembayaran utang yang akan terjadinya jatuh tempo secara keseluruhan. Dapat dikatakan bahwa utang dengan jangka pendek yang akan jatuh tempo dapat ditutupi dengan banyaknya ketersediaan aktiva yang lancar. Selain itu, rasio lancar disebut sebagai alat untuk mengukur tingkat keamanan dalam perusahaan. Total aktiva yang lancar dengan total utang dapat dibandingkan untuk dapat melakukan perhitungan rasio lancar (Sumarlin, 2020).

Rasio lancar ialah rasio yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengukur pembayaran utang dalam jangka pendek yang akan mengalami jatuh tempo secara keseluruhan pada saat ditagih. Dapat dikatakan bahwa, utang yang akan mengalami jatuh tempo dalam jangka pendek dapat ditutupi dnegan sebarapa banyaknya aktiva lancar yang tersedia (Kadim, 2019).

Rasio lancar dapat digunakan dalam sebuah perusahaan untuk mengukur tingkat keamanan yang dimiliki dengan membandingkan aktiva lancar dan total utang lancar untuk dapat menghitung rasio tersebut (Kasmir, 2015).

Aktiva lancar ialah harta dari sebuah perusahaan yang dapat dijadikan sebagai uang dalam waktu singkat (maksimal satu tahun).

Adapun komponen aktiva lancar antara lain: kas bank, surat-surat berharga, piutang, ketersediaan, biaya DP, pendapatan yang harus diterima, pinjaman yang harus diberikan, dan juga aktiva lancar lainnya.

Untuk mengetahui suatu kondisi perusahaan baik atau tidak, terdapat standar rasio yang dapat dipakai, contohnya rata-rata industri usaha yang sama dengan kata lain penggunaan target yang telah ditentukan oleh perusahaan, maka dari itu kita harus mengetahui hal tersebut.

Utang lancar digunakan untuk pengeluaran sumberdaya yang dimiliki (Maksimal satu tahun), artinya bahwa sumberdaya yang dimiliki tidak digunakan sebaik mungkin (Sumarlin, 2020).

Menurut Keown, Martin, dan Scott, Jr.,Rasio lancar dalam perusahaan ialah kemampuan yang dilakukan untuk membayar kewajiban dalam hal ini utang yang jatuh tempo dalam jangka pendek, selain itu kemampuan perubahan piutang dan persediaan usaha dalam bentuk kas ditinjau dari ketepatannya. Hal tersebut yang dijadikan sebagai ukuran penting bagi manajer, pemilik dana, dan investor.

Semakin besar peluang ketidakmakmuran suatu perusahaan maka semakin sedikit aktiva lancar dalam suatu perusahaan tersebut untuk membayar kredit apabila telah jatuh tempo pada saat pembayaran tiba.

Jadi rasio yang dapat digunakan ialah rasio lancar (Current Ratio), untuk memperlihatkan likuiditas perusahaan secara relatif (Lestari 2019).

4. Risiko Investasi a. Pengertian Investasi

Investasi ialah proses pengelolaan uang/aktiva dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Menurut Sunaryo (2019) mengatakan bahwa investasi ialah suatu aktivitas dengan tujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan di masa depan dengan pemanfaatan modal/aset dimasa sekarang Abi (2016).

Menurut Pradipta (2018) mengemukakan bahwa Investasi ialah proses penanaman modal dalam suatu bidang tertentu. Selain itu, menurut Mauliatama (2017) mengatakan bahwa investasi ialah proses penanaman modal berupa uang/barang terhadap suatu objek untuk mendapatkan suatu keuntungan selama periode yang ditentukan.

Berdasarkan beberapa pernyataan para ahli tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa investasi ialah aktivitas penyimpanan Dana dalam kurung waktu tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan atau peningkatan nilai investasi

b. Risiko Investasi

Menurut Husnan (1996) mengatakan bahwa risiko ialah ketidakpastian dari hasil yang memungkinkan ada penyimpanan terhadap harapan. Keuntungan yang diharapkan oleh investor dari setiap sekuritas tidak ada yang sama, tergantung pada besarnya risiko yang ditanggungnya. Akan tetapi, hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir sebuah risiko ialah dengan memperhatikan

berapa besar faktor yang berpengaruh risiko tersebut. Menurut Isnaini, 2013 dalam teori portofolio menyatakan bahwa risiko ialah terjadinya suatu penyimpangan terhadap keuntungan yang diharapkan oleh investor. Penyebab timbulnya risiko investasi karena ketidakpastian waktu dan juga besarnya return yang harus diterima oleh investor.

c. Jenis risiko dalam investasi

Risiko memungkinkan adanya sesuatu yang merugikan di masa yang akan datang, menurut Zulfikar (2016) risiko ialah suatu realita yang tidak sesuai dengan harapan, selain itu, menurut Sitorus (2015) risiko investasi dapat dikatakan sebagai sebagian atau seluruh kerugian yang memungkinkan adanya investasi, dengan kata lain tidak sesuainya antara harapan dengan imbal hasil yang diperoleh dari investasi tersebut. Disisi lain Maralis dan Triyono (2019) menafsirkan bahwa risiko ialah suatu bentuk ketidakpastian sesuatu yang akan terjadi denga pengambilan keputusan yang diambil sebagai pertimbangan sekarang ini.

Menurut Samsul (2015:309) menyatakan bahwa jenis risiko dikategorikan dalam dua kelompok besar yaitu: risiko sistematis dan juga risiko tidak sistematis. Investasi dalam satu jenis saham atau lebih tidak mampu mengurangi adanya kerugian, risiko yang terjadi dan muncul terhadap semua jenis saham akan terkena dampak disebut risiko sistematis. Sedangkan risiko tidak sistematis atau risiko yang dapat didiversifikasi ialah risiko yang berdampak

terhadap suatu sektor/saham tertentu, hal ini dapat diversifikasi produk untuk meminimalisir risiko tersebut.

Berdasarkan pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa risiko (risk) ialah suatu keadaan harapan dalam tingkat pengembalian tidak sesuai dengan keadaan pengembalian secara aktual.

1) Risiko Suku Bunga

Risiko Suku Bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aset berbunga, seperti pinjam atau obligasi,akan memburuk karena peningkatan suku bunga.

2) Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko fluktuasi atau naik turunya nilai asrt yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keungan (seperti sahamdan obligasi) yang sering disebut juga dengan risiko sistematik,artinya risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti selalu dialami oleh investor.

3) Risiko Inflasi

Risiko ini adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak dimasa depan karena perubahan daya beli yang tergerus inflasi.

4) Risiko Likuiditas

Risiko ini adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.

5) Risiko Valuta asing atau nilai tukar mata uang

Risiko ini adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan ke mata uang domestik.

6) Risiko Negara

Risiko ini di kenal dengan istilah sovereign risk,dan berkaitan dengan kondisi perpolitikan negara.

7) Risiko investasi

Risiko investasi ini adalah kemungkinan bahwa arus kas investasi akan menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah setelah diinvestasikan kembali ke instrumen investasi yang baru.

Menurut Tandelilin (2001) risiko ialah kondisi perbedaan antara return yang diharapkan dengan return aktual yang diterima.

Risiko investasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu risiko sistematik dan juga risiko tidak sistematik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat makro maupun mikro yang meliputi:

1) Faktor-faktor yang bersifat makro yaitu:

a) Kondisi ekonomi ialah suatu keadaan stabil yang mengalami perkembangan dan resesi, keadaan ini suatu kondisi perusahaan dalam proses pemasaran hasil produksi yang mengalami kesulitan dalam promosi, hal ini disebabkan adanya daya pembelian masyarakat yang mengalami penurunan. Sehingga investor menyebabkan rasa enggan untuk membeli saham karena mengalami penurunan harga

menjadikan risiko menjadi besar.

b) Tingkat bunga dan tingkat deposito, apabila tingkat deposito meningkat maka investor akan menggunakan deposito untuk menginvestasikan dana yang dimiliki. Sebaliknya, apabila tingkat bunga mengalami penurunan maka investor akan menggunakan pasar modal untuk menginvestasikan dananya.

c) Tingkat inflasi ialah suatu keadaan naiknya harga barang-barang. Investor tidak akan mampu untuk membeli sebuah saham yang diakibatkan oleh tingginya tingkat inflasi, sehingga menyebabkan risiko investasi bertambah semakin besar dan harga saham yang mengalami penurunan.

d) Kurs valuta asing ialah perbandingan nilai mata uang antara dua negara. Investor dapat dirangsang untuk membeli sebuah valuta asing apabila fluktuasi kurs tinggi. Disisi lain, apabila investor mengetahui isu tentang depresiasi maka mereka akan mengalihkan investasinya dalam bentuk valuta asing yang mengakibatkan harga saham mengalami penurunan dan risiko investasi yang mengalami kenaikan begitu besar.

2) Faktor-faktor yang bersifat mikro yaitu:

a) Kebijakan pemerintah dibidang ekonomi

Terdiri beberapa peraturan dalam bentuk regulasi dan deregulasi dengan tujuan untuk pasar modal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama dalam bidang

moneter dan fiskal. Apabila pemerintah menentukan suatu regulasi yang dapat menguntungkan pasar modal, seperti halnya investor yang melakukan investasi akan dilindungi dalam kondisi ekonomi yang resesi, sehingga risiko investasi sudah dapat dikurangi.

b) Struktur modal dalam suatu perusahaan dapat ditunjukkan dengan membandingkan antara modal yang dimiliki sendiri dengan penggunaan utang jangka panjang. Struktur inilah yang mencerminkan suatu kebijakan pembelanjaan jangka panjang dalam perusahaan. Apabila penggunaan modal yang dimiliki lebih kecil daripada penggunaan utang jangka panjang maka perusahaan risiko utang yang cukup besar akan ditanggung oleh perusahaan mengakibatkan pengurangan keuntungan perusahaan dan juga dapat memperbesar risiko investasi sebuah saham yang dilakukan oleh investor.

c) Struktur aktiva yitu kebijakan yang mencerminkan sebuah investasi perusahaan. Apabila struktur ini terdiri dari saham-saham, maka perusahaan menanggung sebuah kewajiban untuk pembayaran deviden ke investor. Akan tetapi apabila perusahaan tidak mampu membayar deviden karena mengalami kerugian maka invetor akan menanggung kerugian karena risiko investasi saham semakin besar.

d) Keuntungan perlembar saham (EPS = Earning Per Share) apabila investor melakukan investasi ke saham perusahaan

dengan EPS yang besar maka deviden semakin besar sebagaimana yang diharapkan oleh investor yang mengakibatkan risiko investasi saham semakin kecil (Afriyeni, 2019).

d. Keuntungan dan risiko investasi saham

Dibandingkan dengan sektor perbankan, keuntungan dan risiko investasi saham pasar modal lebih memberikan alternatif investasi dari berbagai jenis efek. Terdapat beberapa keuntungan yang didapatkan apabila memiliki saham (Jakarta Stock Exchange:1996) antara lain :

1) Kemungkinan mendapatkan capital gain yaitu perbandingan antara selisih positif harga pada saat membeli saham dengan harga saat menjual saham tersebut.

2) Mendapatkan hak prioritas pembelian bukti right yang perusahaan keluarkan.

3) Apabila perusahaan berkembang dengan baik maka kemungkinan akan memperoleh deviden berupa uang tunai atau saham.

4) Kemungkinan mendapatkan hak saham atas bonus.

5) Apabila investor menjual saham di bursa efek 6 maka mereka memiliki waktu yang tidak terbatas dan berakhir yang memiliki hak suara di RUPS (Afriyeni, 2019).

e. Saham

Saham ialah produk pasar modal yang dijadikan alat dalam jangka panjang menjadi bukti kepemilikan perusahaan dan syarat

penghasilan seseorang (Fahmi, 2020). Saham didefinisikan dalam sebuah perusahaan atau perseroan terbatas dijadikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha). Menurut Oei (2008) mengemukakan bahwa saham ialah dalam perusahaan dijadikan sebagai surat berharga atau tanda kepemilikan seseorang.

Yang menjadi bukti bagian dari pemilik perusahaan ialah kepemilikan sahamnya.

Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa saham ialah dalam sebuah perusahaan, surat berharga dijadikan sebagai bukti kepemilikan modal, dengan kata lain besar saham mencerminkan seberapa besar hak kekuasaan yang dimiliki.

B. Tinjauan Empiris

Berdasarkan judul analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi risiko investasi saham pada perusahaan Farmasi yang listing di bursa efek Indonesia 2016-2020 adapun beberapa penelitian terdahulu sebagaimana di jelaskan dalam table 2.1.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama dan

bersama-sama atau

Penelitian Pada Industri

Otomotif Dan investasi saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap risiko investasi saham, dan likuiditas perusahaan tidak berpengaruh terhadap risiko investasi saham pada industri otomotif dan komponen di Bursa

Simultan

Hasil Penelitian Pada Industri Otomotif dan Komponen Di Bursa Efek Indonesia Adalah Tingkat Bunga Deposito Berpengaruh negatif Terhadap Risiko Investasi Saham, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Ameriak Serikat Tidak Berpengaruh Terhadap risiko Investasi saham Pada Industri Otomotif Dan Komponen Di Bursa Efek

Indonesia,Operating Leverage Tidak berpengaruh Terhadap Risiko Investasi Saham,

Dan Likuiditas

Perusahaan Tidak Berpengaruh terhadap Risiko Investasi saham Pada Industri Otomotif dan Komponen Di

Bursa Efek Indonesia. Penelitian Dan Setelah Menganalisis Sub Sektor Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Dengan Menggunakan Capital Asset Pricing Model,Studi Tersebut Menunjukkan Bahwa Untuk Saham Yang Dinilai terlalu Tinggi, Disarankan Agar Investor Menjual Atau Melepas Sahamnya penelitian masa depan dengan berbagai sektor atau diindeks. Farmasi merupakan prospek farmasi selalu memiliki permintaan yang akan mendongkrak industri

Saham

3. Startegi manajemen

laba tidak

berpengaruh

singnifikan terhadap yang terjadidi Bursa Efek Indonesia.hal

saham dan dapat untuk lebih hati-hati dan jeli dalam

Hipotesis ini secara simultan

menunjukkan bahwa potensi

kebangkrutan

altman dengan

model Zmijewski tegolong risiko tinggi maupun yang risiko

Berlandaskan hasil penelitian tersebut maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa variabel independen yang terdiri dari inflasi, struktur modal dan Current Ratio tidak berpengaruh positif secara bersamaan, bahwa variabel Current Ratio secara signifikan berpengaruh terhadap risiko investasi, disisi lain risiko investasi tidak signifikan dipengaruhi oleh struktur modal.

C. Kerangka Konsep

Menurut Darwis (2012) menyatakan bahwa kerangka penelitian ialah mekanisme yang mendeskripsikan proses berpikir yang dinyatakan dalam bentuk relasi antar variabel yang akan diteliti, hasil penelitian yang diharapkan dan cara mengukurnya. Kerangka konsep penelitian memberikan alasan dalam pemilihan suatu variabel dan bagaimana pengembangan antar

variabel dalam model penelitian yang akan peneliti lakukan.

Tujuan peneilitian ini ialah untuk mengetahui tentang analisis faktor-faktor risiko investasi yang dipengaruhi oleh saham di perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berlandaskan hal tersebut dapat dirumuskan menjadi sebuah kerangka konsep yaitu:

Gambar 2.1 Kerangka Konsep D. Hipotesis

1. Pengaruh tingkat inflasi terhadap risiko investai saham

Inflasi ialah suatu proses kenaikan harga barang-barang secara menyeluruh dan berkelanjutan yang berhubungan dengan mekanisme pangsa pasar yang terjadi karena ada beberapa faktor. Selain itu, inflasi dapat dikatakan sebagai suatu kejadian tinggi rendahnya tingkat harga barang, dengan kata lain harga yang inflasi belum tentu tingkat harga barang yang dianggap tinggi. Inflasi diartikan sebagai peningkatan ketersediaan anggaran yang sering dirasakan sebagai penyebab kenaikan harga barang dan menjadi indikator untuk dapat melihat tingkat perubahan.

Berlandaskan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh A.Sumarlin.K (2020) mendapatkan hasil bahwa tingkat inflasi

Inflasi (X1)

Current Ratio (X2)

Struktur Modal (X3)

Risiko Investasi Saham

(Y)

mempengaruhi dengan baik secara signifikan terhadap risiko investasi.

Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Masyuda Derita (2008) dan Sitti komaariah, Julenah, dan M Chudori (2011) yang memaparkan bahwa risiko investasi dipengaruhi dengan baik maupun buruknya secara signifikan tergantung tinggi rendahnya tingkat inflasi. Artinya bahwa ketika inflasi rendah maka memiliki pengaruh yang baik yang dapat mendorong perekonomian kearah yang lebih baik lagi.

Hal tersebut memberikan motivasi ke masyarakat untuk menabung, bekerja, dan mengadakan investasi untuk peningkatan pendapatan nasional. Berlandaskan pemaparan tersebut maka dapat dinyatakan sebuah hipotesis antara lain:

H1: risiko investasi saham dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat inflasi perushaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020.

2. Pengaruh struktur modal terhadap risiko investai saham

Struktur modal ialah pencerminan perimbangan antara modal sendiri dengan utang dalam jangka panjang, dengan kata lain pembelanjaan permanen. Besarnya beban tetap yang akan ditanggung oleh investor berupa beban bungan dipengaruhi karena adanya modal yang dimiliki dibandingkan dengan penggunaan utang dalam jangka panjang dan rentang waktu yang diambil semakin jauh dan semakin besar. Tingginya beban bunga yang ditanggung dalam sebuah perusahaan ketersediaan tingkat laba dapat dikurangi oleh pemegang saham yang menjadikan risiko akan mengalami peningkatan.

Berlandaskan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Antonius

Herusantosa (2008) menyatakan bahwa risiko investasi dipengaruhi secara signifikan oleh struktur modal. Hal tersebut disebabkan adanya perusahaan yang memiliki ciri khas yang berbeda-beda yang terdaftar dalam sektor farmasi. Apabila di analisis secara mendalam terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh terfadap struktur modal itu sendrir.

H2 : risiko investasi dipengaruhi secara signifikan oleh struktur modal yang terdapat pada perushaan farmasi yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2016-2020.

3. Pengaruh likuiditas perusahaan terhadap risiko investai saham Perusahaan diakatakan berada dalam kondisi keadaan liquid dan mampu membayar kewajiban keuangan tepat waktu ketika perusahaan itu memiliki alat pembayaran yang lancar atau activa yang lebih tinggi dari pada utang dalam jangka panjang, perusahaan tersebut dapat dikatakan mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat waktu.

Disis lain, perusahan yang tidak dapat membayar utang tepat waktu atau sesegera mungkin walaupun perusahaan tersebut ditagih, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan sebagai perusahaan yang berada dalam keadaan liquid.

Berlandaskan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh A.

Sumarlin. K, Muhammad Nur Abdi dan Muhammad Hidayat menyatakan bahwa risiko investasi dipengaruhi oleh current rasio, hal tersebut sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Erry Septianto (2004) menunjukkan bahwa risiko investasi dipengaruhi secara signifikan oleh current rasio karena adanya tingkat keamanan kreditor

jangka pendek, dengan kata lain perusahaan mampu membayar utang-utangnya sehingga perusahan dapat terus berjalan.

H3: risiko investasi saham dipengaruhi secara signifikan oleh current rasio di perusahaan farmasi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020.

33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian kuantitatif menjadi jenis research/penelitian yang diterapkan dalam penelitian karena penelitian kuantitatif ialah suatu research melakukan pendekatan bersifat objektif terdiri atas pengumpulan, analisis data serta penggunaan metode pengujian statistik (Hermawan & Yusran, 2017 :5).

Metode tersebut digunakan bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana data yang berupa angka dijadikan sebagai pengujian hipotesis penelitian dalam suatu variable yang lain melalui statistic analisis. Hal-hal yang berkaitan dengan risiko investasi dalam suatu saham di perusahaan farmasi yang tercatat dalam bursa efek Indonesia tahun 2016-2020 ialah hal yang akan di teliti.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi yang telah dilakukan di BEI (Bursa Efek Indonesia) dengan pemanfaatan website resmi www.idx.co.id dan adapun jangka waktu yang akan dipakai di penelitian ini ialah selama 2 bulan dari bulan

Lokasi yang telah dilakukan di BEI (Bursa Efek Indonesia) dengan pemanfaatan website resmi www.idx.co.id dan adapun jangka waktu yang akan dipakai di penelitian ini ialah selama 2 bulan dari bulan