BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Profil Subjek
Berikut adalah profil subjek dalam penelitian ini : 1. Subjek 1
a. Deskripsi Subjek
Subjek pertama berinisial Et. Et adalah seorang wanita berusia 39 tahun. Perawakan dari Et cukup tinggi, berkulit sawo matang, dan berjilbab. Ia terlihat ramah dan murah senyum. Et
adalah ibu dari tiga orang anak. Et telah bercerai dengan suaminya dikarenakan ketidakcocokan dalam rumah tangga, jauh sebelum dirinya berada di LAPAS. Et memiliki tutur kata yang sopan dan lembut. Ketika bercerita, terkadang ia menitikkan air mata karena teringat dengan anak-anak Et yang harus ia tinggalkan. Nasehat dari anak pertama Et agar selalu mengutamakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari membuat Et kuat dalam menjalani kehidupan di LAPAS.
b. Riwayat Pengalaman di Lembaga Pemasyarakatan
Et terlibat dalam kasus penggelapan mobil rental. Setelah beberapa kali proses persidangan, Et akhirnya divonis sembilan bulan penjara oleh pengadilan dan diwajibkan mencicil pembayaran mobil tersebut hingga lunas.
Et baru pertama kali ini mengalami kasus yang membuatnya harus berada di LAPAS. Perasaan takut yang mendalam adalah hal pertama yang dialaminya karena selama ini tidak pernah berurusan dengan pihak LAPAS. Wali WBP di LAPAS sering berkomunikasi dengan Et dan mengenalkan Et dengan WBP yang lainnya. Et menghabiskan waktunya berada di LAPAS dengan berbagai macam aktivitas, seperti pengajian, olahraga, dan pelatihan ketrampilan.
2. Subjek 2
a. Deskripsi Subjek
Subjek kedua adalah seorang wanita berinisial Tgl yang berusia 43 tahun. Ia terlihat sebagai sosok yang murah senyum pada semua orang. Hal itu dapat dilihat dari beberapa perkataan Tgl yang diakhiri dengan tawa. Secara fisik, perawakan Tgl tampak cukup kurus dan pendek. Sebelum menjadi WBP LAPAS, Tgl berprofesi sebagai pedagang soto di salah satu pasar di Yogyakarta. Profesi tersebut sudah dilakukannya sejak tahun 2003. Selain menjalani profesinya tersebut, Tgl masih menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan dalam masyarakat, seperti arisan, pengajian, dan PKK.
Tgl pernah mengandung seorang anak. Akan tetapi, pada bulan kandungan kelima ia mengalami keguguran. Hasrat yang tinggi untuk memiliki seorang anak membuat Tgl mengadopsi seorang anak. Saat ini, anak tersebut berumur 10 tahun dan tinggal bersama dengan orangtua Tgl.
Selama berada di LAPAS, Tgl mendapati kenyataan bahwa ternyata dirinya merupakan istri ketiga dari mantan suaminya. Kenyataan tersebut membuat Tgl merasa tertipu dan kecewa. Ia mendapatkan pilihan, yakni permohonan Peninjauan Kembali akan ditanggung oleh keluarga Tgl tetapi dengan syarat bahwa Tgl harus menceraikan mantan suaminya. Akhirnya Tgl
memutuskan untuk mengambil pilihan untuk menceraikan mantan suaminya.
b. Riwayat Pengalaman di Lembaga Pemasyarakatan
Tgl terlibat dalam kasus pembunuhan. Setelah melalui beberapa kali proses persidangan, Tgl akhirnya dijatuhi vonis delapan tahun penjara di LAPAS Yogyakarta. Pada awal berada di dalam sel LAPAS, Tgl sempat dua kali pingsan. Tgl membayangkan bahwa jangka waktu vonis tersebut sangat panjang dan lama sekali. Ia juga dengan cermat memiliki catatan hitungan berapa lama waktu yang sudah ia jalani di LAPAS dan berapa lama lagi waktu sampai ia bebas nanti. Selain itu, ia juga sempat menjalani puasa dengan harapan agar dirinya menjadi tenang dan dapat menerima penderitaan yang menimpa dirinya. Tgl menjalani hukuman di LAPAS dengan berbagai macam aktivitas kerja, seperti membuat kerajinan dan sholat.
3. Subjek 3
a. Deskripsi Subjek
Subjek ketiga adalah seorang pria berinisial Ir. Ir berusia 39 tahun. Secara fisik, memang perawakan Ir besar, tegap, dan bertato. Namun, di balik perawakannya tersebut, ia adalah orang yang murah senyum pada setiap orang. Ia tidak segan untuk berbincang dengan orang yang baru pertama kali bertemu
dengannya. Cara berbicara Ir dan pilihan-pilihan kata dalam menjawab pertanyaan penelitian memberi kesan bahwa Ir merupakan seseorang yang memiliki intelektual yang tinggi.
Ir adalah bapak dari dua orang anak yang berumur dua belas tahun dan delapan tahun. Saat ini, kedua anaknya tinggal bersama dengan istri Ir di Magelang. Kedua anak Ir telah mengetahui kejadian yang dialami oleh Ir karena mereka memang sengaja diberi tahu oleh Ir sendiri. Ir merasa bahwa kedua anaknya harus dapat menerima kenyataan bahwa Ir menyandang predikat sebagai WBP dan berharap agar keduanya tidak mengalami kejadian yang sama.
Sebelum menjadi warga binaan LAPAS, Ir bekerja sebagai salah satu supervisor perusahaan swasta yang cukup terkenal di Indonesia. Dia telah cukup lama bekerja di perusahaan tersebut. Akan tetapi, kejadian yang dialaminya memaksa Ir untuk keluar dari perusahaan tersebut dan tidak akan kembali lagi ke perusahaan apabila dirinya bebas nanti. Ia merasa bahwa jika ia kembali, maka pasti akan ada banyak pandangan negatif dari teman-teman dalam satu perusahaan. Ia juga merasa akan dijauhi oleh teman-temannya.
Hal yang terus diperjuangkan oleh Ir adalah bahwa hidup merupakan suatu pilihan. Ketika di dalam sel LAPAS pun, Ir berpikir bahwa ia diberi suatu pilihan, yakni bersemangat dan
meyakini bahwa ia akan bebas suatu hari nanti, atau hanya loyo dan tidak bersemangat, “membusuk di dalam sel”, atau dalam istilah yang sering digunakan orang-orang di LAPAS “kroak”. Ir memilih untuk bersemangat dalam menjalani hari-harinya dan tidak ingin menjadi orang yang hanya berdiam diri tidak melakukan hal apapun.
b. Riwayat Pengalaman di Lembaga Pemasyarakatan
Ir terlibat dalam kasus pembunuhan berencana. Ir mengajak istrinya dalam menjalankan niatnya tersebut. Ir dan istrinya langsung ditangkap di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka berdua dibawa ke Polsek. Setelah melalui proses pengadilan, Ir dan istrinyapun dijatuhi hukuman masing-masing dua belas dan delapan tahun penjara. Saat ini, Ir telah menjalani kurang lebih empat tahun penjara, sedangkan istri Ir telah bebas dikarenakan beberapa alasan yang meringankan dirinya.
Ia sempat ditahan di rutan Cirebon. Pada awal masuk sel, ia banyak terlibat dalam perkelahian dengan tahanan lainnya. Setelah beberapa kali mengalami perkelahian tersebut, ia akhirnya dipindahkan di LAPAS Yogyakarta. Selain berkelahi, Ir menjalani hari-hari awal di LAPAS dengan melamun.
Tabel 3
Biodata Subjek
Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3
Inisial Et Tgl Ir
Jenis kelamin Perempuan Perempuan Laki-laki
Tanggal lahir 2 Februari 1973 22 Juli 1969 23 April 1973
Usia 39 tahun 43 tahun 39 tahun
Status pernikahan Cerai Menikah Menikah
Agama Islam Islam Kristen Protestan
Pendidikan SMA SD SMA
Pekerjaan Wiraswasta Wiraswasta Karyawan Swasta
Lamanya vonis 9 bulan 8 tahun 12 tahun