BAB IV Temuan dan Analisis Metode Bimbingan Shalat Pada Warga
BANGUN DAYA 1 JAKARTA BARAT
A. Profil Subjek Penelitian
Berdasarkan observasi dan wawancara, maka peneliti mendapatkan profil atau biografi singkat KA SUBAG TU, ketua pembimbing dan penyaluran, pembimbing agama rohani dan 8 warga binaan sosial yang ada di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) Jakarta.
Pertama, peneliti mewawancarai KA SUBAG TU, beliau adalah Bapak Abdul Khair.S. Ag.M,Si. Beliau lahir di Jakarta pada tanggal 24 April 1968
dan beliau tinggal tidak jauh dari tempat dinasnya yaitu di Jl. H. Sa’aba Rt009
Rw 03 Kelurahan Meruya Selatan, Kelurahan Kembang Jakarta Barat. Pendidikan terakhir S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala (STIAM) Jakarta. Jabatan beliau disana sebagai KA SUBAG TU dan sudah menjabat lebih dari 5 tahun. Tugas beliau di PSBIBD 1 jakarta yaitu menerima hasil dari satpol PP Walikota, salpo pp kecamatan, satpol pp kelurahan, dinas sosial, kepolisian dan balaikota lalu dari kami, kami buatkan tanda terima lalu kami identifikasikan para penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut.
Peneliti mewawancarai ketua pembimbing dan penyaluran. Beliau adalah Bapak Drs. Muchlis, M.Si, beliau sudah 3 tahun bekerja menjadi karyawan di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1(PSBIBD 1). Beliau ini lahir di Kolaka (Sulawesi Tenggara) pada tanggal 10 Oktober 1961. Bapak Drs. Muchlis, M.Si., ini tinggal tidak jauh dari tempat beliau bekerja, yaitu di
57 Jl. Kembangan Raya No.2 Rt 011 / 05, Kel. Kembangan Selatan Kec. Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Beliau menyelesaikan jenjang pendidikannya S2-nya disebuah Universitas yang bernama UNKRIS (Universitas Krisdefayana).1
Pekerjaan beliau sehari-sehari di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini adalah menjadi ketua pembimbing dan penyaluran. Bimbingan di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini yang dipegang oleh Bapak Drs. Muchlis, M.S.I. masih bersifat umum. Beliau yang mencatat bimbingan-bimbingan apa saja yang akan dan harus diberikan oleh Warga Binaan Sosial (WBS) yang berada di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini.
Beliau menjelaskan bahwa “ di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1
(PSBIBD1) ada beberapa macam bimbingan, diantaranya bimbingan rohani, bimbingan sosial, bimbingan hukum, bimbingan psikolog, bimbingan fisik
(senam) dan bimbingan kesenian”.2
Dari sekian banyak bimbingan, beliau mencarikan orang-orang yang ahli pada bidang-bidang tertentu dalam bidang yang ada di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini.
Dan beliau juga bukan hanya diberikan kepercayaan menjadi ketua pembimbing saja, melainkan penyaluran pun juga beliau diberikan kepercayaan oleh kepala Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 untuk menyalurkan warga binaan sosial (WBS) ke panti-panti yang lain sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka.
Lalu peneliti juga mewawancarai pembimbing rohani dari Panti Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1). Beliau biasa dipanggil Ustad karena
1
Wawancara pribadi dengan Drs. Muchlis, M.Si. (Ketua Pembimbing dan Penyaluran) Jakarta, 15 Maret 2012.
2
Wawancara pribadi dengan Drs. Muchlis, M.Si. (Ketua Pembimbing dan Penyaluran) Jakarta, 15 Maret 2012.
keseharian beliau yaitu banyak mengisi bimbingan agama dip anti-panti yang berada di Jakarta. Beliau adalah Ustad H. Bahruddin Hanafi, S. TH.i. Beliau lulusan IAIN Jakarta angkatan 1997, Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits. Beliau sudah menikah dan mempunyai 2 anak. Beliau beserta keluarga kecilnya tinggal di Jl. Jurang Mangu Barat, Rt 004 Rw 01, Pondok Aren Tangerang Selatan, Banten. Dan beliau diberikan kepercayaan oleh Kepala Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini. Beliau sudah 6 bulan mengisi bimbingan agama di Panti Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini.3
Lalu dilanjutkan wawancaranya kepada 8 warga binaan sosial (WBS) yang ada di Panti Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) Jakarta. Dimana mereka merupakan Warga Binaan Sosial (WBS) yang sebelumnya tidak mendapatkan pengetahuan tentang ibadah shalat atau dengan kata lain bisa dibilang pengetahuan mereka tentang ibadah shalat sangat minim. Bukti ini penulis dapatkan berdasarkan hasil wawancara terhadap 8 warga binaan sosial (WBS). Dan ke-8 WBS tersebut mengatakan bahwa bimbingan shalat yang diberikan pembimbing rohani di WBS terhadap mereka memberikan perubahan yang positif terhadap pengetahuan dan mengamalan ibadah shalat mereka. Adapun datanya adalah sebagai berikut:
No Nama Warga Binaan Sosial (WBS) Jenis Kelamin Usia Asal Daerah Alasan Terkena Razia 01 Basri Laki-laki 29 Tahun Sukabumi Pengemis 3
Wawancara pribadi dengan H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i (Pembimbing Agama di PSBIBD 1), Jakarta 27 Maret 2012.
59 02 kusmin Laki-laki 59
Tahun
Pekalongan Gelandangan dan Dari Keluarga Fakir Miskin 03 Faisal Laki-laki 33 Tahun Jakarta Pengemis 04 Farida Perempuan 49 Tahun Cirebon Gelandangan 05 Sunarti Perempuan 53 Tahun Pemalang Gelandangan 06 Esti Perempuan 26 Tahun
Demak Keluarga Fakir Miskin 07 Akmad Irfandi Laki-laki 26
Tahun
Limping Batang
Gelandangan
08 Abdul Hadi Laki-laki 25 Tahun
Jambi Gelandangan
B. Temuan Penelitian dan Metode yang Digunakan
1. Program Bimbingan Shalat
Adapun dari program bimbingan shalat yang ada di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini adalah mereka yang terbimbing atau warga binaan sosial (WBS) yang beragama Islam yang sehat jasmani dan rohaninya dikumpulkan di Aula seminggu sekali unutk diberikan materi bimbingan Rohani.
Terutama pada setiap hari selasa jam 13.00-13.40 WIB, para warga binaan sosial (WBS) diberikan materi bimbingan shalat oleh Ustad. Baharuddin Hanafi, S.TH. I selaku pembimbing rohani yang memberikan metode bimbingan shalat dengan cara ceramah yang disampaikan dengan cara cerita-cerita atau al-kisah dari para Nabi, Rasul dan Sahabat, dan
dialog atau tanya jawab. Metode ini juga hampir sama dengan metode yang dikeluarkan oleh M. Luthfi dalam bukunya tentang Dasar-dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling).
. Semua itu bertujuan agar mereka bisa ketemu warga binaan sosial yang lainnya dan biar lebih bebas dalam memberikan materi bimbingan shalat. Dan mereka juga diharapkan agar mereka bisa lebih paham lagi tentang shalat di saat materi bimbingan shalat disampaikan di Aula.4
2. Waktu Bimbingan
Di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini, Ustad H. Bahruddin Hanafi. S. memberikan materi bimbingan agama (Bimroh) seminggu sekali, pada hari selasa dan jam 13.00 – 13.40 WIB.5 Dan kalau masalah bimbingan shalat, biasanya setelah diberikan materi, ustad meminta kepada para Warga Binaan Sosial (WBS)_Nya untuk langsung dipraktekan sambil menunggu ashar. Setelah masuk ashar, langsung kita
shalat berjama’ah (bersama-sama). 3. Materi Bimbingan
Ustad H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i, materi bimbingan agama yang beliau sampaikan yaitu tauhid (aqidah), akhlak dan fiqih. Semua materi tersebut dikaitkan dalam kehidupan nyata sehari-hari para warga binaan sosial (WBS) dengan bertujuan agar mereka lebih mudah memahami dan
4
Wawancara pribadi dengan H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i (Pembimbing Agama di PSBIBD 1), Jakarta 27 Maret 2012.
5
Wawancara Pribadi denga H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i (Pembimbing Agama di PSBIBD 1), Jakarta 20 Maret 2012.
61 mencerna apa yang Ustad sampaikan kepada mereka.6
4. Media Bimbingan
Adapun media-media yang dipakai di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini dalam menyampaikan materi bimbingan shalat yaitu berupa slide, mike, ceramah dan dialog.7
5. Metode Bimbingan
Adapun metode yang Ustad H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i. ini sampaikan kepada warga binaan sosial (WBS) ialah metode ceramah yang lebih sering diguanakan yaitu berupa cerita atau al-kisah yang diambil dari cerita para Nabi, Rasul dan Sahabat, dan juga memakai metode dialog, tanya jawab dan khusunya untuk materi shalat langsung dipraktekan
dengan shalat berjama’ah.8
C. Analisis Hasil Metode Bimbingan Shalat Pada Warga Binaan Sosial
(WBS)
Bimbingan shalat yang diberikan oleh pembimbing rohani (biasa disebut Ustad) kepada WBS di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 PSBIBD 1 di Jakarta Barat setiap hari selasa siang, bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang shalat agar shalat mereka (para WBS) bisa lebih baik lagi sesuai dengan ajaran Islam. Karena selama ini shalat mereka belum sempurna baik dari segi pemahaman maupun dari segi praktek. Dan bimbingan ini dirasakan cukup memberikan peran terhadap pengetahuan dan
6
Wawancara Pribadi dengan H. Bahruddin Hanafi,S.TH.i (Pembimbing Agama di PSBIBD 1), Jakarta 20 Maret 2012.
7
Wawancara Pribadi dengan Drs. Muchlis, M.Si. (Ketua Pembimbing dan Penyaluran) Jakarta, 15 Maret 2012.
8
Wawancara Pribadi dengan H. Bahruddin Hanafi, S.TH.i (Pembimbing Agama di PSBIBD 1), Jakarta 27 Maret 2012.
pemahaman tentang shalat WBS tersebut. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang penulis lakukan baik terhadap Ustad. Baharuddin selaku pembimbing rohani maupun terhadap para WBS yang ada di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 PSBIBD 1 Jakarta Barat.
Adapun metode yang digunakan pembimbing rohani dalam bimbingan shalat kepada WBS ada 3 metode yaitu:
1. Metode Ceramah. Biasanya berupa cerita atau al-kisah yang diambil dari sejarah para Nabi, Rasul dan Shabat.
2. Metode Dialog (Tanya Jawab). Setelah metode ceramah selesai disampaikan oleh pembimbing rohani, maka pembimbing rohani membuka season tanya jawab terhadap WBS seputar materi yang telah disampaika agar WBS tersebut mendapatkan pemahaman dari keraguannya.
3. Metode Praktek. Metode ini diberikan agar pembimbing rohani mengetahui sejauh mana pemahaman WBS terhadap materi (Teori) yang disampaikan. Dan dengan metode praktek ini, diharapkan para WBS lebih memahami tentang pentingnya shalat. Metode-metode tersebut dilakukan agar ketiga ranah yaitu kognitif, apektif dan psikomotorik dapat tercapai dengan baik.
63 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan kepada ketua pembimbing dan penyaluran, dan pembimbing agama (Bimroh), maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Metode bimbingan shalat yang diberikan kepada warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini dapat meningkatkan keimanan seorang muslim warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 (PSBIBD 1) ini, pengetahuan dan pengamalan shalat bagi mereka. Karena keseharian mereka selama berada diluar, mereka jarang sekali tersentuh hati dan jiwa mereka akan sentuhan rohani atau bimbingan agama apalagi bimbingan shalat pada mereka. Tetapi setelah mereka berada di Panti Sosial Bina Insani Bnagun Daya 1 (PSBIBD 1) ini mereka yang muslim, diwajibkan untuk mengikuti kegiatan rutin bimbingan agama tiap minggunya yang diselenggarakan pada hari selasa jam 13.00 – 13.40 WIB di Aula.
2. Adapun metode yang digunakan pada waktu bimbingan shalat adalah ceramah yang disampaikan dengan cara cerita-cerita atau al-kisah dari para Nabi, Rasul dan Sahabat, dan dialog atau tanya jawab.
3. Sebagian mereka para warga binaan sosial (WBS) yang terdiri dari gelandangan, pengemis dan fakir miskin ternyata sangat antusias dan semangat juga dalam partisipasi terlaksananya materi bimbingan agama terutama shalat pada mereka karena mereka menyadari bahwa mereka dulu
disaat mereka masih berada dijalanan, mereka jarang sekali menjalankan ibadah shalat, sedangkan shalat adalah kewajiban dan rukun Islam yang kedua bagi setiap orang Islam. Sehingga hampir 5 waktu mereka mengerjakan ibadah shalat.
B. Saran
Dari hasil penelitian tentang “Metode Bimbingan Shalat Pada Warga Binaan Sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya 1 Jakarta”,
maka adapun saran-saran yang ingin penulis sampaikan kepada ketua pembimbing dan penyaluran, dan pembimbing agama (Bimroh) yaitu:
1. Bimbingan shalat dan jadualnya bisa ditambahkan lagi dilain hari dan waktu agar para warga binaan sosial ini ibadahnya diharapkan bisa lebih baik lagi. Hal ini berdasarkan hasil wawancara kepada para warga binaan sosial (WBS). Mereka para WBS mengatakan bahwa baru ada perubahan sedikit dalam shalat mereka setelah diberikan metode bimbingna shalat dari pembimbing rohani di PSBIBD 1 Jakarta Barat.
2. Kepada Ustad H. Bahruddin Hanafi. S. untuk memberikan sedikit waktu luang kepada warga binaan sosial (WBS) untuk melihat dan memeriksa cara ibadah shalat para warga binaan sosial (WBS) mulai dari takbir, gerak-geriknya sampai salamnya. Karena sampai saat ini penerapan dari
metode bimbingan shalat pada WBS hanya dengan shalat berjama’ah.
Tidak diperiksa shalatnya secara detail satu persatu para warga binaan sosial (WBS).
65