AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
2. Program Layanan Komunikasi Publik
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 79 dilakukan pembinaan keterbukaan informasi badan publik daerah dan hasil 60% kategori informasi publik dengan persentase serapan realisasi anggaran sebesar 99,80%. Dana yang dikembalikan adalah sebesar Rp 174.900,- dengan rincian sisa dana perjalanan dinas luar daerah sebesar Rp 49.900,- dan belanja modal pengembangan system informasi sebesar Rp 125.000,-.
h) Koordinasi Evaluasi Tugas Fungsi Pengelolaan Informasi Daerah Kegiatan Koordinasi Evaluasi Tugas Fungsi Pengelolaan Informasi Daerah tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19.
2. Program Layanan Komunikasi Publik
a) Festival Kelompok Pertunjukan Rakyat Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik
Kegiatan Festival Kelompok Pertunjukan Rakyat Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti edaran Gubernur Kalimantan Barat mengenai kegiatan yang melibatkan massa untuk mengantisipasi timbulnya resiko-resiko yang diakibatkan Covid-19 maka kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk sementara ditiadakan.
b) Pengelolaan / Pembinaan Kampung Media
Kegiatan Pengelolaan / Pembinaan Kampung media tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti edaran Gubernur Kalimantan Barat mengenai kegiatan yang melibatkan massa untuk mengantisipasi timbulnya resiko-resiko yang diakibatkan Covid-19
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 80 maka kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk sementara ditiadakan.
c) Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Komunikasi Publik Maksud penyelenggaraan Kegiatan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Publik yaitu sebagai sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika. Tujuannya adalah pemanfaatan teknologi informasi (e-Government), strategi komunikasi, manajemen perubahan (change management), manajemen pengetahuan (knowledge management), dan penataan tata laksana (business process).
Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi publik, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 83 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.
Capaian realisasi ada empat media sosial (Instagram, Twitter, Youtube dan Facebook). Tersedianya informasi publik melalui media sosial dalam bentuk postingan, Target Kinerja Tahun 2020 sebanyak 540 postingan dari 47 OPD. Capaian realisasi dari Youtube dengan jumlah 438 postingan, Twitter dengan jumlah 2.681 postingan, instagram dengan jumlah 13.748 postingan dan Facebook dengan jumlah 3.643 postingan.
Diharapkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam wilayah Prov. Kalbar untuk memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi publik ini dengan optimal dan informasi yang diberikan dapat bermanfaat sebagai sarana mempublikasikan
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 81 potensi yang ada di Prov. Kalbar. Sehingga masyarakat dapat mengetahui aktivitas pembangunan yang akan, sedang dan telah di lakukan oleh pemerintah Daerah Prov. Kalbar demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
d) Literasi Media
Kegiatan literasi media tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti edaran Gubernur Kalimantan Barat mengenai kegiatan yang melibatkan massa untuk mengantisipasi timbulnya resiko-resiko yang diakibatkan Covid-19 maka kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk sementara ditiadakan.
e) Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting
Kegiatan Jurnalistik dan Broadcasting tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti edaran Gubernur Kalimantan Barat mengenai kegiatan yang melibatkan massa untuk mengantisipasi timbulnya resiko-resiko yang diakibatkan Covid-19 maka kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk sementara ditiadakan.
f) Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Teknis Kehumasan
Pemerintah Kabupaten dan
Kota se Kalbar
Kegiatan Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Teknis Kehumasan
Pemerintah Kabupaten dan
Kota se Kalbar tidak bisa dilaksanakan karena adanya pemangkasan anggaran kegiatan akibat dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti edaran Gubernur Kalimantan Barat mengenai kegiatan yang melibatkan massa untuk mengantisipasi timbulnya resiko-resiko yang diakibatkan Covid-19 maka kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk sementara ditiadakan.
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 82 2) Sasaran Strategis 2
Pencapaian sasaran strategis 2 pada IKU “Nilai Indeks SPBE Penilaian dari Kemenpan RB”, dilakukan melalui 11 (sebelas) kegiatan, dengan uraian sebagai berikut :
a) Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi
Dalam hal pengembangan aplikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat selaku leading sector dalam hal pengembangan teknologi informasi turut bertanggung jawab terhadap pembangunan dan pengembangan sistem informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya pada pengembangan aplikasi dan web yang dibutuhkan oleh OPD serta pengembangan web portal resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Seiring dengan perkembangan di era digital, bahwa hampir setiap informasi agar dapat disalurkan dengan cepat melalui pemanfaatan aplikasi / sistem informasi dan web. Selain itu, sistem informasi yang dibangun dan dikembangkan sebaiknya dapat dilakukan integrasi terhadap aplikasi lain yang saling berhubungan. Layanan dukungan terhadap pembuatan sistem informasi ini diakomodir melalui kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi.
Kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi dimaksudkan untuk mendukung pengembangan aplikasi perkantoran atau pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk mengakomodir pembuatan aplikasi / sistem informasi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 83 memperbaharui dan mengembangkan portal web resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Indikator keluaran (output) kegiatan adalah terbangunnya sistem informasi daerah dengan target sebanyak 8 sistem informasi.
Adapun indikator tersebut dapat dicapai sebesar 100% yaitu total terdapat 24 aplikasi/sistem informasi yang dibangun dan dikembangkan. Selain sistem informasi, pada kegiatan ini juga mengakomodir belanja sewa lisensi 2 jenis software siap pakai yang digunakan untuk keperluan Pemprov, yaitu:
a. Aplikasi Telekomunikasi Pro (Video & Voice Call), yaitu software untuk komunikasi video dua arah yang digunakan untuk pimpinan daerah jika akan melakukan video call dengan perangkat / pemerintah daerah lainnya.
b. Akses CCTV, yaitu software untuk memantau dan mengirimkan sinyal video pada suatu tempat yang ditampilkan di Data Analytic Room (DAR).
Realisasi keuangan pada akhir Tahun Anggaran 2019 adalah 98,62% atau sebesar Rp 921.970.900,-. Sisa anggaran (SILPA) yang tersisa adalah sebesar Rp 12.669.200,- atau 1,38% dari total anggaran kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi.
Adapun aplikasi dan sistem informasi yang telah dibuat dan dikembangkan adalah sebagai berikut:
1. Sistem Informasi Satu Data
2. Aplikasi Dashboard Informasi Eksekutif 3. Aplikasi Dashboard Aset Daerah
4. Aplikasi Dashboard Keuangan Daerah 5. Aplikasi Dashboard Perencanaan Daerah 6. Aplikasi Dashboard Pekerjaan Umum
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 84 7. Aplikasi Dashboard Potensi Desa
8. Aplikasi Dashboard Pembangunan 9. Web Kampung Media
10. Aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik 11. Aplikasi Penilaian Mandiri Pelayanan Publik 12. Aplikasi Kelembagaan
13. Aplikasi Analisis Beban Kerja dan Kodefikasi Jabatan Pegawai 14. Website Dekranasda
15. Upgrading Website Pemprov 16. Sistem Informasi e-Presensi
17. Sistem Informasi Dashboard Kependudukan 18. Sistem Informasi Dashboard Pendapatan Daerah
19. Aplikasi Supply Chain Management Pengrajin Dekranasda 20. Sistem Informasi Dashboard Pendidikan
21. Sistem Informasi e-Activity
22. Sistem Informasi Dashboard Covid 23. Sistem API Covid dan Rapid Test
24. Pengembangan Sistem Informasi e-Kinerja
b) Integrasi Sistem Informasi
Kegiatan Integrasi Sistem Informasi dimaksudkan untuk mendukung proses integrasi sistem informasi/aplikasi dalam rangka efisiensi proses bisnis dan meminimalisir duplikasi dan inkonsistensi data.
Tujuan dari kegiatan ini yaitu :
1. Untuk mengakomodir proses pengintegrasian sistem informasi/aplikasi yang melibatkan berbagai pihak dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
2. Untuk memfasilitasi jaringan intranet untuk memperlancar akses server pada beberapa SKPD.
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 85 3. Memudahkan pertukaran data antar pengguna (client).
Pada tahun 2020, fokus pelaksanaan integrasi dilakukan pada 4 (empat) aplikasi utama yaitu:
1. Aplikasi perencanaan daerah SIMDALRENBANG, yang diampu oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA Prov. Kalbar);
2. Aplikasi/Sistem Informasi Manajemen Anggaran dan Akuntansi Daerah (SIMAKDA), yang diampu oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKPD Prov.
Kalbar);
3. Aplikasi/Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), yang diampu oleh Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setda Prov. Kalbar (Biro Abangpraja);
4. Aplikasi/Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (SiapBMD), yang diampu oleh Biro Pengelolaan Aset Daerah Setda Prov. Kalbar.
Sepanjang tahun 2020, berbagai pertemuan dan rapat telah dilaksanakan untuk menyatukan pendapat mengenai pengintegrasian data. Diantara integrasi yang telah berhasil dilakukan adalah:
a. Integrasi antara SIMDALRENBANG dan SIMAKDA, dalam hal pengentrian anggaran.
b. Integrasi antara SIMAKDA dan SiapBMD, dalam hal pengentrian anggaran dan nilai asset.
c. Integrasi antara SIMAKDA dan SiPraja/SIRUP/LPSE, dalam hal pengintegrasian data Rencana Kerja Anggaran ke dalam
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 86 proses pemaketan pada perancangan Rencana Umum Pengadaan.
d. Integrasi antara SiPraja/SIRUP/LPSE dan SiapBMD, dalam hal pengentrian asset.
e. Integrasi antara SiapBMD dan SIMDALRENBANG, pada fitur Program dan Kegiatan yang digunakan untuk pengentrian Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD).
f. Integrasi antara SIMAKDA dan SIMDALRENBANG, dalam hal pengisian SiMonev pada aplikasi SIMDALRENBANG.
g. Integrasi antara SIMDALRENBANG dan e-Kinerja, dalam hal pengintegrasian data program dan kegiatan yang digunakan untuk pengentrian kinerja.
Adapun metode yang digunakan untuk proses pengintegrasian saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Dengan menggunakan web service yang disediakan via Sistem Informasi Manajemen Integrasi dan Pertukaran Data (MANTRA);
2. Dengan metode ekspor impor file .csv, seperti yang dilakukan untuk proses integrasi antara SIMAKDA dan SIRUP.
Selain itu, terdapat proses integrasi data pegawai yang akan digunakan untuk tambahan penghasilan pegawai pada tahun 2021, yaitu dari SIMPEG ke e-presensi untuk kemudian diintegrasikan ke e-Activity..
Realisasi keuangan pada akhir Tahun Anggaran 2020 adalah 98,93% atau sebesar Rp59.343.100,-. Sisa anggaran (SILPA) yang tersisa adalah sebesar Rp 640.000,- atau 1,07% dari total anggaran kegiatan Integrasi Sistem Informasi.
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 87 c) Pengelolaan Layanan SPBE
Layanan SPBE yang disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar berupa layanan dasar SPBE meliputi Subdomain, Email, Hosting, dan Datacloud. Selain itu, pada tahun 2020 terdapat satu layanan dasar tambahan yaitu layanan video conference/pertemuan virtual.
A. SUBDOMAIN
Pekerjaan pengelolaan subdomain dibagi menjadi 2 (dua) pekerjaan utama, yaitu pendaftaran domain utama/pemprov, dan pengelolaan subdomain Perangkat Daerah (PD). Berikut adalah penjelasan kedua pekerjaan utama tersebut:
1. Pendaftaran Domain Utama
Domain Utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat adalah http://kalbarprov.go.id. Setiap tahunnya, domain utama ini harus diperbarui lisensinya melalui Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (.id Registry) sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 806 Tahun 2014. Selain domain utama ini, Pemprov Kalbar juga menyewa domain utama lainnya yang bertujuan untuk layanan kepada masyarakat yaitu http://kampongkamek.id dan http://kalbar.link.
2. Pengelolaan Subdomain
Sepanjang tahun 2020, Diskominfo Prov. Kalbar menerima permintaan subdomain paling tidak sebanyak 41 permohonan dari Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dari ke-41 permohonan tersebut, telah dapat dilayani secara keseluruhan, sehingga realisasi capaian kinerja untuk layanan subdomain adalah sebesar 100%. Permintaan subdomain dari PD meliputi subdomain website maupun aplikasi
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 88 yang dikembangkan sesuai dengan urusan pemerintahan yang diemban oleh PD terkait.
Selain memfasilitasi Perangkat Daerah, Diskominfo Prov. Kalbar juga melayani pembuatan subdomain sementara untuk Desa di Kalimantan Barat. Pada tahun 2020 terdapat 100 Web Desa yang dibangun dengan menggunakan subdomain sementara nama-desa.kalbarprov.go.id.
Hingga akhir tahun 2020, secara akumulatif terdapat total 306 subdomain yang dikelola oleh Diskominfo Prov. Kalbar. 47 diantaranya adalah subdomain website PD, 8 subdomain website UPT, 58 subdomain aplikasi, 44 subdomain PPID, dan 149 subdomain Desa
Selain itu, pada tahun 2020 telah diterbitkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 555/3065/DISKOMINFO tanggal 12 November 2020 tentang Penggunaan Domain go id pada Website dan Aplikasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
SE tersebut telah didistribusikan kepada seluruh PD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang bertujuan penertiban penggunaan subdomain.
B. EMAIL
Hingga tahun 2020 terdapat 47 akun Perangkat Daerah yang telah difasilitasi dan 1950 akun personal ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pekerjaan pengelolaan layanan email adalah melakukan peremajaan software email, membersihkan cache dan memantau lalu lintas pengiriman dan penerimaan email baik dari internal maupun di luar kalbarprov.go.id, memperbarui software spam assasin (untuk menghindari spam), membuatkan email atas permintaan OPD/ASN dan mengevaluasi penggunaan email di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 89 Sepanjang tahun 2020 terdapat total 1.404 pengguna unik yang mengakses email kalbarprov, 149.353 email masuk dan keluar, serta sejumlah 2,14 GB besaran data yang tersimpan.
Di samping itu, dalam hal kebijakan, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat telah membuat Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 555/2747/DISKOMINFO tanggal 15 Oktober 2020 tentang Penggunaan Alamat Surat Elektronik (Email) Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. SE ini menekankan kebijakan bahwa seluruh PD di lingkungan Pemprov. Kalbar wajib menggunakan email resmi dengan domain pemerintah @kalbarprov.go.id dan
@sanapati.net untuk pesan rahasia.
C. HOSTING
Selain menyediakan layanan subdomain atau pengalamatan web/aplikasi PD, Diskominfo Prov. Kalbar juga menyediakan layanan hosting atau penyimpanan file script web/aplikasi.
Provinsi Kalimantan Barat saat ini menyediakan 2 (dua) server hosting utama yang dapat dimanfaatkan oleh PD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Saat ini terdapat 292 web/aplikasi yang menggunakan layanan hosting Pemprov Kalbar, 272 di antaranya adalah hosting untuk keperluan website dan 20 untuk hosting aplikasi. Website yang menggunakan layanan hosting Pemprov Kalbar terdiri dari 78 web PD, 150 web desa, dan 44 web PPID. Aplikasi yang menggunakan layanan hosting terdiri dari 17 aplikasi pada server Hosting 1 dan 3 aplikasi pada server Hosting 2.
D. DATACLOUD
Cloud Storage merupakan salah satu pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi sangat dimanfaatkan oleh masyarakat
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 90 di seluruh dunia saat ini. Cloud storage adalah media penyimpanan berbagai sumber daya yang memudahkan para pengguna untuk mengaksesnya dimanapun mereka berada.
Cloud storage memiliki kelebihan dalam efisiensi dan efektivitas dalam waktu pertukaran data dan biaya dalam pengantaran dokumen. Saat ini, Diskominfo Provinsi Kalimantan Barat telah menciptakan cloud storage milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang disebut DataCloud (datacloud.kalbarprov.go.id) yang bertujuan agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar dapat melakukan pertukaran data dan informasi lebih cepat, akurat, dan terpercaya sehingga kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik. Seiring dengan berjalannya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menjadi mandat pemerintah pusat, maka inovasi DataCloud diharapkan menjadi salah satu teknologi yang dapat mendukung kinerja Pemprov Kalbar dalam implementasi SPBE.
Teknologi cloud adalah salah satu teknologi yang diusung dalam revolusi industri 4.0. Dalam konteks pemerintahan, revolusi industri 4.0 diterjemahkan ke dalam istilah government 4.0, yang berarti bahwa tidak hanya menciptakan digitalisasi proses kerja pemerintahan, namun juga optimalisasi peran kecerdasan buatan dan data dalam jumlah besar (bigdata) ke dalam proses pelayanan masyarakat dan pengambilan keputusan. Cloud storage sebagai salah satu inovasi di era 4.0 ini juga turut dikembangkan dan diimplementasikan ke dalam unsur pemerintahan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan motto “working everywhere”, diharapkan setiap ASN di lingkungan Pemprov. Kalbar dapat terus bekerja dan berkarya tanpa terbatas ruang dan waktu. Sejak diluncurkan pertama kali pada tanggal 3 April 2018, Datacloud Prov. Kalbar telah melayani 47 OPD dengan
Laporan Kinerja Tahun 2020
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat 91 247 user, dan telah mencapai kapasitas 1,1 TB dari ketersediaan total 2,9 TB.
Pada tahun 2020, datacloud menjadi salah satu inovasi yang masuk peringkat 5 besar pada kompetisi Inovasi Palayanan Publik Kategori Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Biro Organsasi Setda Prov. Kalbar.