• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pembangunan Daerah

Dalam dokumen PENDAHULUAN BAB. A. Latar Belakang (Halaman 57-68)

Tujuan 7: Peningkatan sistem pelayanan publik dengan menerapkan prinsip- prinsip-prinsip Good Governance

5. Program Pembangunan Daerah

2) Meningkatkan kualitas pengelolaan, perlindungan, pengembangan, dan

pemanfaatan warisan budaya dan cagar budaya; dan

3) Mengembangkan keragaman dan kelestarian seni dan budaya serta kreatifitas seni dan budaya.

p. Peningkatan pengarusutamaan gender dan anak, meningkatkan peran pemuda, serta mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga, dengan kebijakan :

1) Menguatkan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak;

2) Meningkatkan kualitas hidup serta perlindungan perempuan dan anak; 3) Meningkatkan peran serta dan kesetaraan perempuan dalam pembangunan; 4) Meningkatkan peran serta dan kemandirian pemuda dalam pembangunan; 5) Meningkatkan upaya pembibitan dan pengembangan prestasi olah raga; dan 6) Mengembangkan dan memasyarakatkan olah raga sebagai budaya menuju

hidup sehat.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan tema pembangunan daerah tahun 2014 yaitu “Penguatan Perekonomian Masyarakat dan Pelayanan Dasar

serta Pengembangan Budaya bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”.

Dari tema pembangunan di atas, selanjutnya dirumuskan prioritas pembangunan Kabupaten Gunungkidul tahun 2014 sebagai berikut:

a. Reformasi Birokrasi dan Tata kelola serta Pelayanan Publik; b. Pendidikan;

c. Kesehatan;

d. Penanggulangan Kemiskinan; e. Ketahanan Pangan;

f. Infrastruktur dan Daya Dukung Pariwisata; g. Investasi Industri dan Iklim Usaha;

h. Energi;

i. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana;

j. Daerah Tertinggal, Wilayah Perbatasan, dan Rawan Konflik; dan k. Kebudayaan, Kreatifitas, dan Inovasi Teknologi.

5. Program Pembangunan Daerah

Program merupakan kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis, dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2015, merupakan satu instrumen kebijakan pembangunan sebagai landasan/dasar

58 bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Renstra-SKPD untuk merumuskan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat. Untuk melihat capaian pelaksanaan program pembangunan lima tahun ke depan dalam upaya mewujudkan visi Kabupaten Gunungkidul “Mewujudkan Gunungkidul yang Lebih Maju, Makmur, dan Sejahtera” sesuai dengan sasaran pembangunan, maka dijabarkan ke dalam program-program pembangunan sebagai berikut:

a. Peningkatan pemanfaatan air sebagai sumber kemakmuran dengan Sasaran:

1. Sentra produksi memiliki infrastruktur air dan sanitasi yang handal, dengan program prioritas:

a) Program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, dan atau rawa serta jaringan pengairan lainnya

b) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah c) Program penyediaan air baku

d) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial e) Program peningkatan ketahanan pangan

f) Program rehabilitasi hutan dan lahan.

2. Kawasan permukiman memiliki infrastruktur air yang handal, dengan program prioritas:

a) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. b. Pemanfaatan sumber daya alam secara lestari, peningkatan iklim usaha yang

kondusif, peningkatan peluang investasi, dan penggalangan sumber-sumber pendanaan untuk menggerakan perekonomian daerah, dengan sasaran:

1. Sentra produksi memiliki infrastruktur transportasi, energi dan telekomunikasi yang handal, dengan program prioritas:

a) Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan

b) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan c) Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak d) Program peningkatan produksi hasil peternakan

e) Program pengembangan budidaya perikanan f) Program pengembangan perikanan tangkap

g) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan h) Program peningkatan pelayanan angkutan

59 i) Program penataan sistem transportasi

j) Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan k) Program pengembangan lingkungan sehat

l) Program penataan, pengawasan, pemilikan, dan pemanfaatan tanah m) Program pembangunan jalan dan jembatan

n) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. 2. Kawasan pemukiman memiliki infrastruktur dasar transportasi, energi, air,

telekomunikasi, dan sanitasi dengan program prioritas: a) Program pembangunan infrastruktur perdesaan b) Program lingkungan sehat perumahan

c) Program pengendalian pemanfaatan ruang

d) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan e) Program peningkatan pelayanan angkutan umum dan barang f) Program pengembangan pos dan telekomunikasi

g) Program pengembangan lingkungan sehat

h) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial

i) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa.

3. Peningkatan daya dukung dan produktivitas Pantai Sadeng sebagai kawasan minapolitan untuk memacu pengembangan kawasan Pantai Selatan, dengan program prioritas:

a) Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan b) Program pembangunan jalan dan jembatan

c) Program penyediaan air baku

d) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan e) Program peningkatan dan pengembangan ekspor

f) Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri g) Program pengembangan perikanan tangkap.

4. Seluruh potensi sumber daya alam dipetakan dan dipromosikan secara tepat sasaran dengan data yang akurat untuk mendorong investasi, dengan program prioritas:

a) Program pengembangan data/informasi

b) Program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi c) Program pengembangan komunikasi, informasi, dan media massa d) Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri

60 e) Program pemberdayaan masyarakat dalam pengawasan dan pengendalian

sumber daya kelautan

f) Program pengembangan perikanan tangkap g) Program peningkatan ketahanan pangan

h) Program pemanfaatan potensi sumber daya hutan i) Program rehabilitasi hutan dan lahan

j) Program peningkatan produksi hasil peternakan

k) Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup l) Program pengembangan sentra-sentra produksi potensial

m) Program kerjasama pembangunan

n) Program peningkatan dan pengembangan ekspor

o) Program peningkatan kinerja kelembagaan pemerintah daerah.

5. Setiap Kecamatan memiliki komoditas unggulan yang dikelola secara lestari dengan menerapkan teknologi produksi dan pengolahan yang tepat guna, dengan program prioritas:

a) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan; b) Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan;

c) Program peningkatan penerapan teknologi peternakan; d) Program peningkatan produksi peternakan;

e) Program peningkatan penerapan teknologi peternakan;

f) Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan; g) Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan; h) Program peningkatan penerapan teknologi Pertanian/Perkebunan; i) Program Perlindungan dan Koservasi sumber Daya Hutan; j) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri; k) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri; l) Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi; m) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan; n) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan;

o) Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Anak dan Perempuan; p) Program peningkatan penerapan teknologi Pertanian/Perkebunan; q) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam; dan r) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup.

61 6. Setiap kecamatan memiliki Unit Pelayanan Bisnis dan lembaga pembiayaan yang mampu memfasilitasi pengembangan komoditas unggulan, dengan program prioritas:

a) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah;

b) Program Pegembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah;

c) Program Peningkatan KualitasKelembagaan Koperasi; d) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; e) Program Penanggulangan Kemiskinan;

f) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan; g) Program peningkatan produksi hasil pertanian;

h) Program peningkatan produksi hasil peternakan; i) Program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir; j) Program Pengembangan Budidaya Perikanan;

k) Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya; dan

l) Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan.

7. Setiap kecamatan memiliki pasar yang mampu menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan sarana produksi serta penjualan komoditas di wilayahnya, dengan program prioritas:

a) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan; b) Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan; c) Program pengembangan perikanan tangkap; dan

d) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan.

8. Kabupaten Gunungkidul mencapai Ketahanan Pangan, dengan program prioritas:

a) Program Peningkatan Ketahanan Pangan; dan

b) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial. c. Peningkatan Pengelolaan Pariwisata, dengan Sasaran:

1. Kabupaten Gunungkidul menjadi destinasi wisata unggulan dengan infrastruktur yang handal, dengan program prioritas:

a) Program pengembangan destinasi pariwisata b) Program pengembangan pemasaran wisata

62 d) Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan

e) Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah. f) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Media Massa.

2. Seluruh potensi sumber daya alam dipetakan dan dipromosikan secara tepat sasaran dengan data yang akurat untuk mendorong investasi, dengan program prioritas:

a) Program pengembangan pemasaran pariwisata b) Program pengembangan nilai budaya.

3. Pengembangan wisata budaya berbasis pemberdayaan masyarakat, dengan program prioritas:

1) Program Pengembangan Nilai Budaya; 2) Program Pengelolaan Kekayaan Budaya; dan 3) Program Pengelolaan Keragaman Budaya.

d. Pengembangan sumber daya manusia yang terampil, profesional, dan peduli, meliputi sasaran:

1. Anak usia dini terlayani pendidikan anak usia dini, dengan program prioritas: a) Program pendidikan anak usia dini.

2. Anak usia sekolah lulus SLTA dan memiliki keterampilan bahasa inggris, komputer, agrobisnis, dan kewirausahaan, dengan program prioritas :

a) Program manajemen pelayanan pendidikan

b) Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun c) Program pendidikan menengah

d) Program pendidikan non formal

e) Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan f) Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan.

3. Angkatan kerja menjadi pekerja profesional atau wirausaha yang peduli memajukan daerahnya, dengan program prioritas:

a) Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja b) Program peningkatan kesempatan kerja

c) Program pengembangan wilayah transmigrasi

d) Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah

e) Program pembinaan dan penertiban industri hutan f) Program peningkatan produksi hasil peternakan

63 g) Program pengembangan agrobisnis

h) Program pengembangan budidaya perikanan i) Program pengembangan kemitraan

j) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa k) Program pengembangan data/informasi.

4. Rumah sakit, Puskesmas, dan jaringannya memenuhi standar mutu serta mampu menjangkau/dijangkau oleh masyarakat di wilayahnya, dengan program prioritas:

a) Program pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu

b) Program upaya kesehatan masyarakat dan perorangan c) Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular d) Program perbaikan gizi masyarakat

e) Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat f) Program standarisasi pelayanan kesehatan

g) Program pengadaan, peningkatan sarana prasarana RS/RSJ/RS Paru/RS Mata h) Program obat dan perbekalan kesehatan

i) Program pengembangan lingkungan sehat j) Program pelayanan administrasi perkantoran

k) Program peningkatan, pengembangan sistem capaian kinerja dan keuangan l) Program pemeliharaan sarana dan prasarana RS/RSJ/RS Paru/RS Mata m) Program peningkatan pelayanan keluarga miskin.

5. Keluarga sadar gizi, berperilaku hidup bersih sehat, dan menerapkan norma keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, dengan program prioritas:

a) Program perbaikan gizi masyarakat

b) Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat c) Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan d) Program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender

e) Program keluarga berencana

f) Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan. 6. Pemuda pemudi Gunungkidul meraih prestasi regional, nasional dan

internasional, dengan program prioritas:

a) Program peningkatan peran serta kepemudaan b) Program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga c) Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga

64 d) Program pengembangan nilai budaya

e) Program pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya. f) Program pemberdayaan kelembagaan sosial.

e. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, meliputi sasaran:

1. Seluruh SKPD dan pemerintahan desa memiliki aparatur yang kompeten sesuai kebutuhan serta menerapkan akuntabilitas kinerja dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme dengan program prioritas:

a) Program pendidikan kedinasan

b) Program pembinaan dan pengembangan aparatur c) Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur d) Program pengembangan otonomi daerah dan desa

e) Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa f) Program penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan.

2. Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan dilaksanakan secara tepat waktu dan terintegrasi dengan data yang akurat, dengan program prioritas:

a) Program perencanaan pembangunan daerah b) Program pengembangan data/informasi

c) Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan Kepala Daerah

d) Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah e) Program optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi

f) Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa g) Program peningkatan keberdayaan masyarakat

h) Program peningkatan kualitas administrasi kependudukan i) Program pengembangan data base kependudukan di kecamatan j) Program pengembangan data base kependudukan di desa

k) Program pengembangan komunikasi, informasi, dan media massa l) Program peningkatan kualitas pelayanan informasi

m) Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan

n) Program peningkatan kualitas pelayanan publik

65 p) Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala

Daerah

q) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.

3. Pelayanan publik dilaksanakan sesuai standar pelayanan prima serta menciptakan iklim usaha yang kondusif, dengan program prioritas:

a) Program penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan.

4. Masyarakat memperoleh perlindungan dan kepastian hukum dalam melaksanakan kegiatannya secara tertib dan damai, dengan program prioritas: a) Program penegakan peraturan daerah

b) Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan c) Program pemeliharaan dan pencegahan tindak kriminal d) Program pengembangan wawasan kebangsaan

e) Program pencegahan dini dan penanggulangan bencana alam f) Program pendidikan politik masyarakat

g) Program pengendalian, pencemaran, dan perusakan lingkungan hidup h) Program peningkatan perlindungan perempuan dan anak

i) Program perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan

j) Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya

k) Program pengembangan kemitraan

l) Program peningkatan pelayanan angkutan umum dan barang

m) Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah n) Program pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi

merusak lingkungan

o) Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan p) Program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak q) Program pengembangan perikanan tangkap

r) Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan kepala daerah

s) Program penataan peraturan perundang-undangan t) Program kerjasama informasi dengan massmedia

66

B.

RENCANAKINERJATAHUN2014

Perencanaan kinerja adalah aktivitas analisis dan pengambilan keputusan di depan untuk menetapkan tingkat kinerja yang diinginkan di masa yang akan datang tentang tingkat capaian kinerja yang diinginkan serta target (quantitative objectives) apa yang harus dicapai dihubungkan dengan tingkat pelaksanaan program/kegiatan. Perencanaan Kinerja merupakan bentuk komitmen pencapaian kinerja yang menjabarkan rencana kegiatan dan target kinerja tahunan organisasi.

Untuk operasionalisasi perencanaan jangka menengah tersebut Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyusun perencanaan kinerja tahunan yang disusun dalam bentuk Rencana Pembangunan Tahunan Daerah dengan sebutan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, maka perlu menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang secara substantif tidak jauh berbeda dengan RKPD.

Rencana Kinerja Tahunan 2014 mencerminkan rencana kegiatan, program, dan sasaran tahunan dalam rangka mencapai tujuan dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2015. Pada dasarnya RKT 2014 menguraikan target kinerja yang hendak dicapai Kabupaten Gunungkidul selama tahun 2014. Target kinerja merepresentasikan nilai kuantitatif yang harus dicapai selama tahun 2014 dari semua indikator kinerja yang melekat pada tingkat kegiatan maupun sasaran tahunan. Target kinerja pada tingkat sasaran akan dijadikan tolok ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi di dalam upaya pencapaian visi dan misinya.

Target sasaran untuk tahun 2014 merupakan target tahun keempat dari RPJMD Kabupaten Gunungkidul 2010-2015 dan sisa dari target sasaran tahun 2013 yang belum dapat direalisasikan, serta Rencana Kinerja Tahunan 2014 yang memuat sasaran strategis, indikator kinerja, dan target yang akan dicapai disusun dalam dokumen tersendiri.

67

C.

PERJANJIANKINERJATAHUN2014

Perjanjian Kinerja Tahun 2014 merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja Bupati Gunungkidul untuk mewujudkan target kinerja tahun keempat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2015 berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Perjanjian Kinerja Tahun 2014 mencerminkan rencana kegiatan, program, dan sasaran tahunan dalam rangka mencapai tujuan dan misi yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2015. Pada dasarnya perjanjian kinerja Tahun 2014 menguraikan target kinerja yang hendak dicapai Kabupaten Gunungkidul selama Tahun 2014. Target kinerja merepresentasikan nilai kuantitatif yang harus dicapai selama Tahun 2014 dari semua indikator kinerja yang melekat pada tingkat kegiatan maupun sasaran tahunan. Target kinerja pada tingkat sasaran akan dijadikan tolok ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi di dalam upaya pencapaian visi misinya.

Dokumen Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 disusun setelah diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 16 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014 dan diubah seiring dengan perubahan APBD berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 8 Tahun 2014 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014. Perubahan Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 sebagaimana tersebut dalam Lampiran.

Pemerintah Daerah memiliki keterbatasan sumber daya untuk mewujudkan target kinerja sasaran sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan 2014, sehingga terdapat perbedaan jika dibandingkan dengan Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja Tahun 2014. Pada hakekatnya perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya beberapa indikator kinerja yang belum didukung oleh penyediaan dana sesuai program/kegiatan yang sudah ditetapkan, indikator kinerja tersebut yaitu:

Tabel 2.4

Perbedaan Indikator Kinerja antara RKT dan PK

NO. INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET 2014

SATUAN JUMLAH

1 Persentase kecamatan yang memiliki posyantekdes aktif.

persen 14

2 Persentase potensi wilayah yang dipromosikan dengan data yang up-to-date dan akurat

68

NO. INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET 2014

SATUAN JUMLAH

3 Persentase cakupan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang handal dan terlatih.

persen 40

4 Tingkat Penyelesaian Pelanggaran K3 (Ketertiban, Ketentraman dan Keindahan).

Dalam dokumen PENDAHULUAN BAB. A. Latar Belakang (Halaman 57-68)

Dokumen terkait