• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

RINCIAN ANGGARAN DAN REALISASI BELANJA DAERAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2012

TARGET SP M TAHUN 20

1.8 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Sesuai Dokumen Perencanaan Anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung di rencanakan pelaksanaan kegiatan program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 3,712,888,550,00 terealisasi sebesar Rp. 3,502,771,550,00 atau pencapaian (94.34 %). Dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada program ini, terdapat selisih antara rencana dengan realisasi sebesar Rp. 210,117,000,00 atau 5.66%.

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Kegiatan penyemprotan/ fogging sarang nyamuk.

2. Kegiatan pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging. 3. Kegiatan pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah.

4. Kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. 5. Kegiatan pencegahan penularan penyakit endemik/ epidemik.

6. Kegiatan peningkatan imunisasi.

7. Kegiatan peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah.

1.8.1 Kegiatan Penyemprotan / fogging sarang nyamuk

rencanakan pelaksanaan kegiatan Penyemprotan/ fogging sarang nyamuk terdiri dari kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung yang dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 185,290,000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 185,290,000,00 atau 100%. Hasil kegiatan yang direalisasikan dalam kegiatan ini meliputi:

1. Terlaksananya Penyemprotan/ Fogging sarang nyamuk di 80 fokus dari 45 desa endemis angka kejadian menjadi kurang dari 51 per 100.000 penduduk.

2. Diketahuinya berkurangnya angka kematian akibat DBD dari 1 per 100 pddk.

1.8.2 Kegiatan Pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging

Kegiatan Pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging terdiri dari kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung yang dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 146,167,500,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 134,393,250,00 atau 91.94 %. dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp. 11,774,250,00 atau 8.06%.

Hasil kegiatan pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging adalah sebagai berikut:

1. Terpenuhinya kebutuhan pemeliharaan 5 alat fogging

2. Terpenuhinya kebutuhan 5 alat fogging DBD sehingga kebutuhan insektisida dan larvasida untuk fogging dapat terpenuhi dan dapat menurunkan angka kejadian DBD menjadi < 51 per 100.000 pddk dan menurunkan angka kematian akibat DBD kurang dari 1 per 100 pddkdi wilayah Kabupaten Bandung.

1.8.3 Kegiatan Pelayanan Vaksinasi bagi balita dan anak sekolah

dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 48,780,000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 48,780,000,00 atau 100%.

Hasil kegiatan pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah adalah terlaksananya pelayanan vaksinasi pada anak sekolah di 1600 SD/ MI dengan target 100% jumlah sasaran, dengan vaksinasi DT & TD jumlah sasaran 496.827 anak dengan hasil DT 92,8% dan TD 93,3%, Campak jumlah sasaran 237.492 anak dengan hasil 92,9%

1.8.4 Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Menular

Kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 211,505,000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 206,755,000,00 atau 97.75 % dengan demikian masih tersisa anggaran sebesar Rp. 4,750,000,00 atau 2.25%.

Hasil kegiatan pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular adalah:

1. Terlaksananya kegiatan penanggulangan penyakit TBC melalui validasi data penyakit TBC, bahan penanggulangan penyakit TB Paru, monitoring kualitas laboratorium TB.

2. Terlaksananya kegiatan penanggulangan penyakit kusta melalui evaluasi dan validasi data kusta.

3. Terlaksananya kegiatan penanggulangan penyakit ISPA melalui manajemen terpadu ISPA dengan lintas sektor sebagai upaya menurunkan AKB, validasi data ISPA, monitoring tatalaksana ISPA di Puskesmas.

4. Terlaksananya kegiatan penanggulangan penyakit diare melalui evaluasi pemberdayaan kader diare, ISPA dan TBC, manajemen lintas diare dengan kesling sebagai upaya menurunkan kasus diare, evaluasi dan validasi data diare, monitoring tatalaksana diare di Puskesmas.

5. Terlaksananya kegiatan pemberantasan penyakit HIV/ AIDS melalui evaluasi penanggulangan HIV/ AIDS dengan LSM, sero survey di daerah resiko tinggi, kolaborasi TB-HIV dan bintek TB-HIV.

1.8.5 Kegiatan Pencegahan Penularan Penyakit Endemik/ Epidemik

Kegiatan pencegahan penularan penyakit endemik/ epidemik dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp.2,564,516,750,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 2,419,586,802,00 atau 94.35 % Dengan demikian masih terdapat selisih sebesar Rp. 144,929,948,00 atau 5.65%.

Hasil kegiatan pencegahan penularan penyakit endemik/ epidemik adalah:

1. Terlaksananya pelacakan kasus AFP dan kasus campak dengan tujuan kabupaten bandung bebas polio dan eliminasi campak.

2. Terlaksananya kegiatan pengobatan missal filariasis 85% penduduk Kabupaten Bandung (2.600.000 jiwa)

3. Berkurangnya angka microfilaria rate kurang dari 1 %.

4. Tertanganinya 15 kasus AFP dari jumlah sasaran 903.754 kasus.

1.8.6 Kegiatan Peningkatan Imunisasi

Kegiatan peningkatan imunisasi dilaksanakan dengan dana bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 403,387,500,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp. 379,209,425,00 atau 94.01 %. dengan demikian masih terdapat selisih sebesar Rp. 24,178,075,00 atau 5.99%.

Hasil kegiatan peningkatan imunisasi adalah sebagai berikut :

1. Terlaksananya Pelatihan teknis imunisasi bagi bidan desa sebanyak 40 bidan.

2. Terlaksananya pelatihan teknis imunisasi bagi bidan praktek swasta sebanyak 40 bidan praktek swasta dan RS.

3. Pengadaan alat listrik dan elektronik 40 Suku cadang chold chain dan 2 Unit Ice Lining Refrigerator & Frezeer

4. Pengadaan format laporan rutin program imunisasi sebanyak 62 Sheet kelengkapan laporan rutin

5. Sweeping peningkatan cakupann UCI (Universal Children Imunization) dengan sasaran desa UCI 252 desa Non UCI 24 desa

6. Supervisi Cheklist PWS dan peningkatan cakupan imunisasi di puskesmas Cakupan Imunisasi HBo : 88,1 %, DPT3 : 104%, Polio4 : 104%, Campak : 98,6%

7. Terlaksananya kegiatan pertemuan persiapan validasi data TT WUS 8. Tercetaknya 8 jenis buku imunisasi.

1.8.7 Kegiatan Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah

Kegiatan peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp. 153,241,800,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp. 128,757,073,00 atau pencapaian 84.02 %, dengan demikian masih terdapat selisih sebesar Rp. 24,484,727,00 atau 15.98%.

Hasil kegiatan peningkatan surveillannce pengamatan penyakit epidemiologi dan penanggulangan wabah adalah sebagai berikut:

1. Terlaksananya Penangulangan KLB penyakit, keracunan makanan & bencana sebanyak 33 Kejadian KLB tertangani secara penyelidikan epidemiologi

2. Terlaksananya Penanggulangan kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imuisasi) sebanyak 8 kasus KIPI yang ditangani dengan perawatan dan 5 kasus KIPI yang ditangani tanpa perawatan

3. Terlaksananya Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) di 6 RS.

4. Terlaksananya Bimbingan Teknis Puskesmas (BINTEK) ke 62 puskesmas

5. Penggandaan format laporan rutin kegiatan surveilans KLB penyakit, keracunan makanan dan bencana sebanyak 13 macam format untuk 62 puskesmas.

Dokumen terkait