Sumber daya manusia adalah pegawai yang mampu bekerja untuk memberikan jasa, Mampu bekerja adalah mengetahui dan mengerti cara bekerja dengan pekerjaan yang dilakukan pegawai untuk memberikan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan sebagai tugas dan tanggung jawabnya. Melalui pelatihan dan pengembangan menjadi motivasi dan
semangat bagi para pegawai. Informan 3 mengatakan bahwa bidang pendaftaran penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar mempunyai program mengembangkan kinerja pegawai khususnya operator registrasi ditingkat provinsi. Setiap setahun sekali, program tersebut dilakukan satu tahun sekali (wawancara, 1 Maret 2018). Tahun 2012 pada saat pertama kali masuk sebagai pegawai baru Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karanganyar khususnya bidang pendaftaran penduduk setiap terdapat pegawai baru melakukan training selama satu bulan agar pegawai yang bersangkutan menguasai software dan menjalankan operasi pendaftran penduduk. Pernah dilakukan seminar bagaimana melayani yang baik ungkapan informan 4 (wawancara, 1 Maret 2018). Informan 5 menguatkan informan sebelumnya jika terdapat aplikasi baru atau perubahan akan ada bimbingan teknologi dari Dinas (wawancara, 1 Maret 2018). “....Aspek kemampuan SDM pembinaan–pembinaan dan materi pelayanan ada diklat baik diselenggarakan oleh kemendagri kemudian gubernur juga Dinas sendiri melaksanakan kegiatan pembidaan misalnya staff building...”.
3) Mengadakan jemput bola untuk masyarakat
Komunikasi mempunyai peranan tertentu dalam organisasi, komunikasi berpa bertukaran pesan dengan sejumlah orang yang di dalam atau diluar secara tatap muka atau melalui media. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karangnyar mempunyai kebiasaan dalam menyampaikan informasi layanan kependudukan kepada masyarakat. Informan 3 mengaku bahwa bidang pelayanan pendaftaran penduduk selalu memberikan sosialisasi melalui kecamatan, kemudian kecamatan mengundang beberapa desa dan setiap desa terdiri dari beberapa unsur kepala dusun dan perangkat yang menangani administrasi kependudukan agar bisa disampaikan pada saat pertemuan–pertemuan RT. Informan 4 menambahkan bahwa bidang pelayanan pendaftaran penduduk terdapat brosur dan leaflet berisi tentang alur dan persyaratan
4) Kelembagaan yang mantap
Sesuai dengan ketetapan MPR Nomor VI Tahun 2002 pemerintah dituntut untuk menata kembali sistem pengadministrasian penduduk Indonesia. Saat ini kelembagaan yang menangani penyelenggaraan pembangunan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar, berdasarkan peraturan Bupati Karanganyar Nomor 93 tahun 2016, tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dengan susunan organisasi dan tata kerja dari Kepala Dinas, Sekretariat, Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, dan Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data.
Penempatan tentang tugas pokok dan fungsi tersebut pada hakekatnya merupakan tindak lanjut darri pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Bertolak dari tugas dan fungsi tersebut maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mendukung visi “Karanganyar Tertib Administrasi”
5) Merealisir program berjangka
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, dan tujuan akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 tahun sampai dengan 5 tahun. Adapun tujuan tersebut antara lain; a) meningkatkan kesadaran asyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan, b) meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan secara optimal, c) memanfaatkan data administrasi kependudukan secara optimal. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar sendiri telah mengadakan sosialisasi administrasi pendaftaran penduduk di 17 Kecamatan serta sudah menyebar leaflet dan pamflet setiap tahunnya. Arah kebijakan penyelenggaraan pemerintah daerah dilaksanakan dengan penetapan program pembangunan daerah 5 tahunan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJP) yang merupakan penjabaran visi, misi, dan program
yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2005-2025 yang ditetapkan dalam peraturan daerah, merupakan dokumen induk perencanaan daerah yang memuat visi, misi, dan arah kebijakan dan pendekatan pembangunan yang diarahkan kepada kondisi, potensi, permasalahan kebutuhan nyata daerah dan aspirasi masyarakat yang tumbuh berkembang di daerah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) daerah ini dijabarkan dalam rencana strategis instansi. Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara optimal.
Tabel 4.2. sasaran jangka menengah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karanganyar
b. Hambatan
1) Kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang mendukung terwujudnya tertib administrasi kependudukan
Terbatasnya tenaga teknis yang mendukung terwujudnya tertib Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terutama dalam penguasaan teknologi informatika, menyebabkan tersendatnya proses pembangunan data base kependudukan di Kabupaten Karanganyar, sedangkan personil yang mendukung tugas pokok dan fungsi Dinas Kependuddukan dan Pencatatan Sipil saat ini ada 47 orang. Ada beberapa tanggapan baik masyarakat yang dapat saya simpulkan yaitu, dalam pembuatan dan pelayanan sudah baik dan profesional karena sudah mempunyai peralatan yang lengkap dan mereka sudah sering mengikuti pelatihan atau training yang diselenggarakan di pusat. Dan adapula tanggapan negativ yang sempat dilontarkan beberapa masyarakat yaitu dalam tingkat menguasai masih kurang dalam menghadapi kendala pada perangkat elektronik seperti sistem error, human error dan sebagainya.
2) Belum adanya program/ perangkat lunak untuk pengolahan/ pengembangan data base kependudukan
Belum adanya perangkat lunak/program yang dapat mengolah dan mengembangkan data penduduk hasil pemutahiran data penduduk dalam rangka pilkada langsung di Kabupaten Karangnyar, menjadikan data tersebut menjadi data statis. Sehingga kesulitan untuk menyajikan data penduduk yang akurat/valid. Maka dari itu perlu sinergi bersama untuk menyusun data dan dokumen kependudukan yang valid. Yang dapat dianfaatkan oleh berbagai pihak.
3) Jaringan SIAK yang sering trouble
Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan sebuah sistem informasi yang dibangun untuk mendukung proses
administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, dengan adanya sistem ini akan terwujud data base kependudukan nasional. SIAK digunakan untuk pendaftaran penduduk yang berguna untuk penyusunan biodata penduduk, Kartu Keluarga (KK), pencatatan sipil, dan data informasi. Tujuan dari aplikasi e-government dalam bentuk SIAK adalah untuk mewujudkan data base kependudukan yang terintegrasi dan online. Pencatatan data penduduk suatu daerah yang melalui sistem informasi administrasi kependudukan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota dimana dalam pelaksanaannya diawali dari desa dan kelurahan sebagai awal dari pendataan penduduk disuatu daerah. SIAK terkoneksi dalam data center, sehingga memerlukan jaringan internet terkadang mengalami trouble.
Infoman 7 mengatakan bahwa jika mengalami hal seperti itu kita yang ada disini hanya bisa menunggu dan tidak bisa beruat apapun karena pusatnya ada di Semarang.
4) Pelaksanaan one day service yang belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat
Pelayanan dalam pembuatan E-KTP ada beberapa kendala karena petugas selalu mengoptimalkan pelayanan yang diberikan, kendala terbesar yang sering ditemui yaitu tidak ada jaringan dan mati lampu sehingga ada beberapa mesin yang rusak yang mengakibatkan semua kinerja tertunda dan menunggu pengiriman blanko, tinta khusus dan film yang sering terlambat dan jumlahnya terbatas per daerah.
Tanggapan masyarakat dalam pelayanan sudah baik dan tidak membeda – bedakan status sosial masyarakat, para petugas melayani semua masyarakat tanpa pandang bulu, petugas hanya melayani masyarakat yang telah mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Dan dari standar operasional ada beberapa pegawai yang belum menaati aturan yang ada sehingga ada mayarakat yang mengeluh tentang standar operasional yang ada. Ada beberapa keluhan lain tentang membeda – bedakan status sosial, misalnya para anggota pejabat yang ingin membuat KTP selalu di
dahulukan tanpa melihat nomor antrian sehingga rakyat yang lain merasa kecewa dengan membedakan status antar pejabat dan masyarakat biasaMasyarakat hanya mengandalkan informasi dari mulut kemulut saja atau menitipkan kepada seseorang yang sudah perpengalaman. Selain hal ketidaktahuan masyarakat juga karena masyarakat mempunyai kesibukan masing-masing sehingga menginginkan pelayanan yang cepat.
3. Upaya-upaya untuk mengatasi hambatan Penyelenggaraan Pelayanan