Chart Title
I. URUSAN WAJIB
11. Program Peningkatan pelayanan medis dan Non Medis Dengan Kegiatan :
kesehatan.
10. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
Dengan Kegiatan :
1) Pemeliharaan Rutin / Berkala Rumah Sakit
2) Pemeliharaan Rutin / Berkala Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit
3) Pemeliharaan Rutin / Berkala Mobil Ambulance/Jenazah
11. Program Peningkatan pelayanan medis dan Non Medis Dengan Kegiatan :
1) Penyediaan Jasa Pelayanan Medis, Paramedis dan Non Medis
2) Penyediaan Obat-Obatan & BHP
b.
Pelaksanaan Program dan Kegiatanc.
Alokasi dan Realisasi Anggarand.
Permasalahan dan Solusi 3) URUSAN LINGKUNGAN HIDUPa. Program dan kegiatan
1) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
‐ Pemantauan Kualitas Lingkungan
2) Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
‐ Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat Di Bidang Lingkungan Hidup
3) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam ‐ Penetapan Kriteria Baku Kerusakan Lahan
4) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
‐ Pengawasan Pelaksanaan dan Sinkronisasi Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup
‐ Penegakan Hukum Lingkungan
5) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup, kegiatan
‐ Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura; ‐ Pengawasan Pengelolaan B3 dan Limbah B3; ‐ Pengkajian Dampak Lingkungan;
‐ Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper); ‐ Koordinasi Penyusunan AMDAL;
‐ Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup;
‐ Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan;
‐ Sosialisasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kepada Aparatur dan Dunia Usaha; dan
Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Kutai Kartanegara TA 2014
‐ Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Lingkungan Hidup.
6) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, kegiatan
‐ Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-sumber Air;
‐ Pengendalian Dampak Perubahan Iklim; dan ‐ Perlindungan dan Pengendalian Kawasan Danau
7) Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam.
‐ Peningkatan Perasn Serta Masyarakat Dalam Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA;
‐ Sosialisasi Desa Mandiri Pengelolaan Lingkungan; dan ‐ Pemantauan Pemulihan Lingkungan di Perusahaan/HTI 8) Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber
Daya Alam dan Lingkungan Hidup
‐ Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan;
‐ Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan;
‐ Pengumpulan Data Dalam rangka Penguatan, Jejaring Informasi Lingkungan Pusat dan Daerah;
‐ Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kabupaten; dan
‐ Penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati (KEHATI).
9) Program Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
‐ Penguatan Perencanaan Program Lingkungan Antar Daerah, Provinsi dan Pusat.
b.
Pencapaian program dan kegiatan a) Bidang Pelayanan :i. Pelayanan Pencegahan Pencemaran Air. Indikator :
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air.
Program :
Pengendalian dan Perusakan Lingkungan Hidup, urusan wajib SPM yaitu Pencegahan Pencemaran Air yang dengan rumus : menghitung jumlah usaha dan/atau kegiatan yang telah menaati persyaratan administrasi dan teknis pencemaran air dibagi jumlah total usaha dan/atau kegiatan yang berhubungan dengan pencemaran air, sebagai berikut :
Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan, pagu anggaran sebesar Rp.1.000.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.959.012.120,00 atau prosentase keuangan sebesar 95,90% dan sisa anggaran sebesar Rp.40.987.880,00
Kegiatan Monitoring, evaluasi dan Pelaporan, pagu anggaran sebesar Rp.475.451.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.342.219.350,00 atau prosentase keuangan sebesar 71,98% dan sisa
Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Kutai Kartanegara TA 2014
anggaran sebesar Rp.133.231.650,00 sebagai pendukung kegiatan urusan wajib SPM.
ii. Pelayanan Pencegahan Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak.
Indikator :
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber yang tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran udara Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan atau huruf a). diatas, prosentase keuangan sebesar 51,46%.
iii. Pelayanan Informasi Status Kerusakan Lahan dan/atau tanah untuk produksi Biomassa.
Indikator :
Prosentase luasan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa yang telah ditetapkan dan diinformasikan status kerusakannya.
Kegiatan Penetapan Kriteria Baku Kerusakan Lahan, pagu anggaran sebesar Rp.538.549.750 dengan realisasi sebesar Rp.454.002.300,00 atau prosentase keuangan 84,30% dan sisa anggaran sebesar Rp.84.547.450,00
iv. Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.
Indikator :
Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti.
Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan dan Sinkronisasi Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup, pagu anggaran sebesar Rp.1.008.503.300,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp.1.006.707.800,00 atau prosentase keuangan 99,82% dan sisa anggaran sebesar Rp.1.795.500,00
Kegiatan Penegakan Hukum Lingkungan, pagu sebesar Rp.495.000.000,00 dengan realisasi keuangan sebesar Rp.448.824.808,00 atau prosentase keuangan 90,67%.
c.
Alokasi dan Realisasi AnggaranProgram yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 10 (sepuluh) program dengan kegiatan sebanyak 50 (limapuluh) kegiatan, dengan pagu anggaran total sebesar Rp.23.790.825.403,00 dan realisasi belanja pegawai sebesar Rp.1.612.225.452,00; belanja barang dan jasa sebesar Rp.15.057.388.442,00; belanja modal sebesar Rp.3.877.659.200,00; sehingga total belanja sebesar Rp.20.547.303.094,00 dengan sisa pagu anggaran yang tidak terealisasi sebesar Rp.3.243.522.300,00 atau prosentase serapan anggaran capaian kinerja BLHD sebesar 86,37%.
d.
Permasalahan dan Solusi PermasalahanLaporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Kutai Kartanegara TA 2014
a. Masih ada barang inventaris yang dikuasai oleh pejabat lama (pejabat tersebut dimutasi ke SKPD lain dan/atau pensiun) dan belum ada niat mantan pejabat/pejabat lama untuk mengembalikan barang-barang tersebut, seperti kendaraan dinas roda 4, roda 2, laptop, kamera, dan lain-lain.
b. Berhubung inventaris tersebut masih tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB), sedangkan barang yang dimaksud tidak berada di SKPD BLHD, maka pada saat mengajukan usulan pengadaan barang-barang yang dibutuhkan masih tercatat pada Kartu Inventaris Barang (KIB) SKPD BLHD dan dianggap masih cukup sebagai penunjang pelaksanaan pekerjaan sehari-hari sehingga pada saat penyusunan RKA, usulan tersebut ditolak oleh Tim Asistensi Pemerintah Daerah (TAPD).
Solusi
Perlunya ketegasan dari kepala SKPD, apakah barang-barang inventaris tersebut dihapuskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau ditarik paksa dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
e.
Hal-hal lain yang perlu dilaporkanPada umumnya pejabat yang membidangi kurang perhatiannya atau dianggap bukan permasalahan yang krusial sehingga harus ditindaklanjut sampai tuntas, maka perlu pembenahan yang komprehensif terhadap asset-asset BLHD di tahun-tahun yang akan datang.