PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH
I. Belanja Langsung
9. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.786.748.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 3.174.766.289,- atau 83.84%. Output kegiatan adalah tersedianya mesin penghancur kertas sebanyak 3 buah; tersedianya alat perekam suara sebanyak 2 buah; tersedianya lemari arsip yang terdiri lemari tahan api sebanyak 1 buah, lemari arsip geser sebanyak 4 buah dan rak arsip sebanyak 20 buah; tersedianya filling kabinet yang terdiri dari filling kabinet 3 laci sebanyak 10 buah, filling kabinet 2 laci sebanyak 5 buah dan mobile file system sebanyak 2 buah; tersedianya AC Portable sebanyak 2 buah; tersedianya perosotan dan ayunan anak untuk di ruang TPA masing masing sebanyak 1 buah; tersedianya komputer PC sebanyak 20 buah; tersedianya laptop sebanyak 17 buah; tersedianya printer tidak berwarna 16 buah dan berwarna 6 buah; tersedianya scanner sebanyak 3 buah; tersedianya monitor display sebanyak 2 buah; tersedianya UPS sebanyak 2 buah; tersedianya akses point wifi sebanyak 5 buah; adanya penataan LAN/WAN Dinas Kesehatan sebanyak 1 paket; tersedianya meja kerja sebanyak 12 buah; tersedianya meja rapat yang terdiri dari meja rapat ruang pertemuan sebanyak 90 buah dan meja rapat set sebanyak 2 set; tersedianya kursi kerja sebanyak 15 buah; tersedianya kursi rapat yang terdiri dari kursi rapat besar 50 buah dan kecil 75 buah; tersedianya tempat tidur anak sebanyak 2 buah dan box bayi sebanyak 1 buah; tersedianya tempat sampah 3 warna sebanyak 50 paket dan tempat sampah roda sebanyak 6 buah; tersedianya kamera dan acesories sebanyak 1 paket; tersedianya handycamp sebanyak 2 buah; tersedianya LCD/Infocus sebanyak 7 buah; tersedianya layar screen sebanyak 7 buah; tersedianya pesawat telepon sebanyak 1 buah; tersedianya faximille sebanyak 2 buah;
86 tersedianya ruang rapat pertemuan depan sebanyak 1 ruangan; dan tersedianya ruang rapat yang sudah dilengkapi dekorasi interiornya sebanyak 2 ruang rapat. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana Gedung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam menunjang tugas dan fungsinya.
(2) Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perkantoran Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 39.425.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 35.759.000,- atau 90.70%. Output kegiatan adalah tersedianya Belanja mobile file; tersedianya belanja komputer PC; tersedianya belanja laptop; tersedianya belanja pembelian kursi kerja. Outcome kegiatan adalah meningkatnya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja aparatur sesuai standar daerah.
(3) Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BKPM Cirebon yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4.080.801.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 4.028.270.795,- atau 98.71%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja pengadaan kontruksi penataan ruang tata usaha, ruang fisiotherapi dan pembangunan gedung laboratorium kultur; tersedianya jasa konsultansi perencanaan pembangunan selasar; tersedianya belanja meubelair; tersedianya belanja perlengkapan kantor; tersedianya belanja alat kedokteran; tersedianya belanja alat laboratorium kultur BTA; tersedianya belanja tabung pemadam kebakaran, peralatan bengkel, gerobak, tersedianya belanja alat studio; tersedianya belanja pakaian kerja lapangan; tersedianya belanja dekorasi; tersedianya biaya pembangunan selasar. Outcome kegiatan adalah meningkatnya sarana dan prasarana BKPM Cirebon.
(4) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur RS Pameungpeuk yang dilaksanakan oleh RS Pameungpeuk, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 8.228.828.500,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 6.074.750.028,- atau 73.82%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja pemasangan gardu listrik; pembutan SIM RS; pengadaan peralatan kantor; pengadaan meubelair; pengadaan computer; pengadaan alat-alat rumah tangga; pengadaan alat-alat studio; pengadaan alat-alat komunikasi; pengadaaan handle bar; pengadaan hepafilter; pengadaan taman main anak; pengadaan software OS dan Office; pengadaan mesin dan instalasi RO; pengadaan partisi OK; pengadaan TPS B3. Outcome kegiatan adalah meningkatnya sarana dan prasarana aparatur dalam menunjang pelayanan kesehatan di RS Pameungpeuk.
87 (5) Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran RS Pameungpeuk yang dilaksanakan oleh RS Pameungpeuk, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.765.990.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 3.161.618.341,- atau 83.95%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja pemasangan gardu listrik; pembutan SIM RS; pengadaan peralatan kantor; pengadaan meubelair; pengadaan computer; pengadaan alat-alat rumah tangga; pengadaan alat-alat studio; pengadaan alat-alat komunikasi; pengadaaan handle bar; pengadaan hepafilter; pengadaan taman main anak; pengadaan software OS dan Office; pengadaan mesin dan instalasi RO; pengadaan partisi OK; pengadaan TPS B3. Outcome kegiatan adalah meningkatnya sarana dan prasarana aparatur dalam menunjang pelayanan kesehatan di RS Pameungpeuk.
a) Permasalahan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
- Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur RS Pameungpeuk adanya beberapa kegiatan yang sudah tercover oleh kegiatan rehab yang dilaksanakanoleh Dinas Permukiman dan perumahan seperti pengadaan Handle Bar; untuk penambahan daya listrik tidak terealisasi karena belum didukung oleh instansi jaringan listrik yang memadai; terdapat kegiatan yang penyedia barang melakukan wan prestasi (sampai akhir kontrak belum mengirimkan barang) seperti pengadaan televise dan perlengkapannya (melalui e-katalog); adanya sisa anggaran dari pengadaan disebabkan adanya perubahan harga khususnya pengadaan yang dilakukan melalui e-katalog yang tidak bias dialihkan karena pelaksanaannya dilaksanakan setelah anggaran perubahan.
b) Solusi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
- Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur RS Pameungpeuk agar dilakukan koordinasi dan konsultansi dengan pihak terkait dalam hal pelaksanaan pengadaan yang bersifat teknis seperti kontruksi maupun kelistrikan; berkonsultansi dengan LPSE tentang wan prestasi yang dilakukan oleh penyedia barang yang ada di e-katalog.
88 10. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur
Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.986.219.300,- realisasi anggaran sebesar Rp 3.566.503.688,- atau 89.47%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja bahan bakar minyak gas untuk roda 4 sebanyak 17 unit, roda 2 sebanyak 63 unit dan mesin genset sebanyak 3 unit; terpeliharanya kebersihan lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat; terjaganya keamanan lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat; tersedianya KEUR kendaraan; tersedianya jasa profesi (tenaga ahli LAN); terpeliharanya penggantian suku cadang; tersedianya pelumas kendaraan; terpeliharanya alat berat (lift dan forklif); terpeliharanya perlengkapan kantor; terpeliharanya alat studio dan alat komunikasi; terpeliharanya kamar dingin vaksin; terpeliharanya gedung dan bangunan; terpeliharanya instalasi jaringan; terpeliharanya taman Go Green. Outcome kegiatan adalah terpeliharanya sarana dan prasarana kantor Dinas Kesehatan Provinsi untuk menunjang tugas dan fungsinya.
(2) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran BKPM yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 804.609.600,- dan realisasi anggaran sebesar Rp 773.895.537,- atau 96.18%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja pemeliharaan kendaraan dinas; tersedianya belanja pemeliharaan perlengkapan kantor; tersedianya belanja pemeliharaan alat kedokteran; tersedianya belanja pemeliharaan alat laboratorium; tersedianya belanja pemeliharaan gedung dan bangunan; tersedianya belanja jasa keamanan; tersedianya belanja jasa kebersihan; tersedianya belanja peralatan kebersihan dan pembersih; tersedianya belanja pemeliharaan saluran air limbah, limbah padat dan pemeriksaan limbah cair; tersedianya belanja sewa mobil angkutan penghapusan barang-barang inventaris; tersedianya belanja pemeliharaan halaman/taman/pekarangan rumah dinas kepala. Outcome kegiatan adalah terpeliharanya keadaan fisik, kenyamanan gedung dan perlengkapannya. (3) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran BKKM yang
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 577.234.200,- realisasi anggaran sebesar Rp. 533.598.361,- atau 92.44%. Output kegiatan adalah tersedianya Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih; tersedianya BBM Kendaraan Operasional; tersedianya Jasa Kebersihan dan Biaya Angkut Sampah; tersedianya Jasa
89 Keamanan Kantor, pembaharuan STNK Kendaraan Operasional; tersedianya biaya service kendaraan operasional dan diberi Pelumas; tersedianya biaya pemeliharaan komputer; tersedianya biaya pemeliharaan peralatan kantor; tersedianya biaya pemeliharaan Alat Kedokteran; tersedianya biaya pemeliharaan Alat Laboratorium; tersedianya biaya pemeliharaan gedung (Pengecatan); tersedianya biaya pemeliharaan Halaman/ Taman/ Pekarangan; tersedianya biaya pemeliharaan pagar. Outcome kegiatan adalah terpeliharanya sarana dan prasarana operasional di BKKM sehingga terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat.
(4) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran Bapelkes yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 869.409.200,- realisasi anggaran sebesar Rp 807.229.627,- atau 99.12%. Output kegiatan adalah tersedianya biaya pemeliharaan Gedung dan Bangunan Perbaikan ruang makan, Pemeliharaan jaringan air bersih, Pemeliharaan jaringan telpon/listrik/internet; tersedianya Biaya Jasa Keamanan Kantor (Jasa Satpam/Penjaga Gedung); tersedianya Biaya Pemeliharaan Fasilitas Kantor; tersedianya Biaya perawatan Kendaraan Dinas (Kendaraan Operasional Roda 4, Kendaraan Operasional Roda 2); tersedianya Biaya Pengadaan BBM Kendaraan Dinas; tersedianya Biaya Pajak Kendaraan Dinas; tersedianya Biaya Jasa Kebersihan Gedung dan Lingkungan; tersedianya Biaya Pengadaan Lampu/Penerangan. Outcome kegiatan adalah Bapelkes sebagain pusat pelatihan kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
(5) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran BLK yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.058.940.000,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 932.410.194,- atau 88.05%. Output kegiatan adalah tersedianya biaya pengisian BBM kendaraan roda 4 dan roda 2 selama 9 bulan; terpeliharanya kendaraan roda 4 dan roda 2; terlaksananya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan roda 4 dan kendaraan roda 2; tersedianya KIR kendaraan bermotor roda 4; terpenuhinya jasa kebersihan dan keamanan perkantoran selama 9 bulan; terpeliharanya gedung, bangunan dan perbaikan kebocoran; terpeliharanya halaman kantor selama 9 bulan; terpeliharanya instalasi listrik dan telepon, non konstruksi, jaringan komputer dan telepon; tersedianya bahan bakar minyak untuk genset selama 9 bulan; tersedianya biaya pengisian tabung pemadam kebakaran; terpeliharanya peralatan kantor 1 unit mesin diesel; terpeliharanya Air Conditioner (AC); terpeliharanya peralatan kantor dumb waiter selama 9 bulan; terpeliharanya peralatan kantor;
90 terpeliharanya peralatan kantor printer; terpeliharanya alat-alat elektronik; terpeliharanya alat-alat laboratorium selama 9 bulan. Outcome kegiatan adalah Meningkatnya Pelayanan Laboratorium dan motivasi pegawai BLK. (6) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur RS Pameungpeuk yang
dilaksanakan oleh RS Pameungpeuk, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.750.318.610,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 1.015.660.671,- atau 58.03%. Output kegiatan adalah tersedianya belanja listrik dan elektronik; belanja oxygen; belanja N2O dan damkar; belanja service kendaraan operasional; belanja pelumas kendaraan; belanja pelumas mesin; jasa perencanaan rehab saluran IPAL; jasa pengawasan rehab saluran IPAL; belanja pemeliharaan computer, belanja pemeliharaan perlengkapan dan peralatan kantor; belanja pemeliharaan alat kedokteran; belanja pemeliharaan alat laboratorium; belanja pemeliharaan gedung dan bangunan; belanja rehab saluran IPAL. Outcome kegiatan adalah meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan di RS Pameungpeuk.
a) Permasalahan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur RS Pameungpeuk penyerapan
rendah dikarenakan pelaksanaan kegiatan berdasarkan kebutuhan (at Cots). Secara teknis pemeliharaan sarana dan prasarana perkantoran RS
Pameungpeuk tidak ada masalah.
b) Solusi Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
- Perbaikan dalam perencanaan untuk kedepannya agar direncanakan sesuai kebutuhan.
11. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja