HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN B. Temuan Umum
B. Temuan Khusus
1. Program-Program Kepedulian Lingkungan Pimpinan Wilayah Aisyiyah
madrasah dengan memberikan semacam pendidikan dan pengajaran pentingnya untuk menerapkan pola hidup hemat dengan menggunakan air secukupnya disaat berwudhu’, dan seperlunya dalam pemakaian air dan listrik. Sebagai wujud kepedulian lingkungan dan mewariskan kekayaaan alam untuk generasi masa yang akan datang.
B. Temuan Khusus
1. Program-Program Kepedulian Lingkungan Pimpinan Wilayah Aisyiyah
Persoalan sampah memang menjadi big problem, masalah yang rumit untuk diatasi. Sebab setiap makhluk hidup pasti setiap harinya akan menghasilkan sampah baik sampah organik maupuan sampah anorganik. Untuk itu dalam upaya mewujudkan lembaga pendidikan madrasah yang berkarakter lingkungan maka Aisyiyah mengintegrasikan pelajaran antara pendidikan umum dengan pendidikan agama yang saling berkaitan dengan berwawasan Adiwiyata. Selain itu dengan adanya program 4R (reduce, reuse, recycle dan repair), yakni :
1. Reduce (mengurangi) : yaitu mengurangi penggunaan barang-barang yang dapat menghasilkan terlalu banyak energi dan sampah, apalagi
sampah yang susah diurai, seperti botol minuman plastik, kantong plastik, dan barang plastik lainnya yang sangat susah diuraisecara alamiah, butuh waktu yang lama untuk mengurainya. Aisyiyah mengajak untuk jangan terlalu banyak membeli barang yang banyak kemasannya. Gunakan kemasan yang ramah lingkungan dengan membawa tas belanja dari rumah, gunakan shampo sachet, spidol, pilpen yang bisa diisi ulang. 2. Reuse (memakai kembali), yaitu memakai kembali barang-barang yang
masih bisa digunakan, jangan menggunakan barang yang disposable (sekali pakai, buang) seperti pakai kaleng-keleng kecil untuk tempat pensil, memakai kembali buku bekas kakak kelas, jadi tak perlu membeli buku lagi. Sehingga dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum akhirnya menjadi sampah. Dengan demikian Aisyiyah mengajak untuk hidup hemat dan tidak berpola hidup boros.
3. Recycle (Mendaur ulang) : yaitu mendaur ulang barang yang sudah tidak digunakan lagi (baik sampah organik maupun anorganik) menjadi barang baru yang bisa dipakai kembali, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos, dan olahan sampah anorganik menjadi produk yang bermanfaat dengan membuat tas dari kain bekas atau tempat botol minuman atau hiasan-hiasan yang memiliki nilai seni dan kreatifitas siswa.
4. Repair (memperbaiki) : yaitu usaha perbaikan demi lingkungan, dengan memperbaiki barang-barang yang rusak. Seperti baju yang robek bisa dengan menjahitnya kembali tanpa harus membeli baju yang baru, Aisyiyah mengajak untuk warganya (anaknya) untuk hidup sederhana tidak berlaku hidup mewah. Selain itu dalam lingkungan juga ada seperti reboisasi atau penanaman hutan atau pohon kembali dalam upaya penyelamatan dari segala musibah baik itu banjir atau kekeringan dan memberikan udara yang sejuk, maka Aisyiyah mengajak untuk menjadikan warganya menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan diri sendiri, alam sekitar dan tentunya generasi masa yang akan datang. (Sumber : dokumen Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut)
Sebagai organisasi sosial keagamaan, masalah kesehatan dan lingkungan hidup telah menempati posisi yang sangat serius dalam gerakan Aisyiyah. dengan misi sebagi penggerak terwujudya mesyarakat dan lingkungan hidup yang sehat, Aisyiyah kemudian mengembangkan pusat kegiatan pelayanan dan peningkatan mutu kesehatan masyarakat serta pelestarian lingkungan hidup melalui pendidikan.
Beberapa program yang dikembangkan antara lain :
1. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang terjangkau di seluruh Rumah Sakit, Rumah Bersalin, Balai Pengobatan, Balai Kesehatan Ibu dan Anak yang dikelola oleh Aisyiyah serta menjadikan unit-unit kegiatan tersebut sebagai agent develpoment yang tidak hanya sebagai tempat mengobati orang sakit, tetapi mampu berperan secara optimal dalam mengobati lingkungan masyarakat
2. Melakukan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat dan penanggulangan penyakit berbahaya dan menular
3. Penanggulangan HIV/AIDS dan NAPZA, bahaya merokok dan minuman keras, dengan menggunakan berbagai pendekatan dan bekerja sama dengan berbagai pihak
4. Meningkatkan pendidikan dan perlindungan kesehatan reproduksi perempuan
5. Menyelenggarakan pilot proyek sistem pelayanan terpadu antara lembaga kesehatan, dakwah sosial dan terapi psikologi islami
6. Melakukan kampanye sadar lingkungan dan pentingnya pelestarian lingkungan hidup bagi kehidupan manusia melalui pendidikan. (Sumber : dokumen Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumut)
Hasil wawancara bersama majelis Dikdasmen Ibu Dra. Rusni terakhir kali yakni pada bulan Agustus kemarin tepatnya 25 Agustus 2019, menurut beliau dalam mengupayakan perwujudan madrasah yang berkarakter peduli lingkungan yang masih dalam proses yang sangat dini ini Aisyiyah memiliki metode atau trik yang dilakukan yakni melalui metode responsif dengan tiga cara yaitu dengan partisipasi antar majelis yakni bidang Dikdasmen, Bidang
Kesehatan dan Lingkungan Hidup (LLHPB), selanjutnya aspiratif yang disampaikan masing-masing bidang dengan memberikan kesempatan semua warga madrasah untuk dapat mengkreasikan berbagai produk limbah sampah maupun bahan bekas dan sumber daya alam yang ada. Dan terakhir dengan berkelanjutan, dengan terus menerus menggerakkan dan memberikan penyuluhan serta pendidikan dalam menanamkan karakter peduli lingkungan dan menjalankan program-program kepedulian tidak hanya sebatas jangka pendek saja namun juga terprogram untuk jangka panjang.
Dari hasil wawancara dengan pimpinan wilayah Aisyiyah yakni tiga bidang yang diketuai oleh Ibu Rusni, ibu Jamilah dan dr. Hetty. Bahwa dari beberapa bidang yang ada di pimpinan wilayah Aisyiyah Sumut ada 3 bidang yang saling bekerjasama. Adapun program-program pimpinan wilayah melalui 3 bidang yang berupaya mewujudkan madrasah yang berkarakter peduli lingkungan, yang seluruhnya telah terlampir pada lampiran 2.
Untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dalam pelaksanaan pembelajarannya, maka materi pendidikan Aisyiyah adalah berpedoman pada Alquran dan hadits, membaca, menulis, berhitung ilmu bumi dan menggambar. Materi Alquran dan Hadits meliputi ibadah, persamaan derajat, fungsi perbuatan manusia dalam menentukan nasibnya, musyawarah, pembuktian kebenaran Alquran dan Hadits menurut akal, kerjasama antara agama, kebudayaan, kemajuan peradaban, hukum kausalitas perubahan, nafsu dan kehendak, demokratisasi dan liberalisasi, kemerdekaan berpikir, dinamika kehidupan dan peranan manusia di dalamnya, dan akhlak (budi pekerti), karena Alquran dan al-Hadits sebagai dasar dan tolak ukur dalam upaya purifikasi.
Tujuan adanya pendidikan Islam ‘Aisyiyah adalah:
1. Menciptakan manusia muslim dan muslimat yang seutuhnya/Kaafah 2. Membangun kaderisasi untuk kepentingan ummat yang akan datang. 3. Membentuk muslim dan muslimat berakhlakul karimah dan sosial
4. Membentuk manusia berbudaya dan berkarakter bangsa yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.
5. Memberdayakan kepentingan ummat agar kesatuan dan persaudaraan tetap pada syari’ah
6. Menjadikan ummat muslim dan muslimat menjadi generasi yang dapat menegakkan kebenaran Islam serta mengamalkan ajaran-ajaran Islam sesuai dengan kaidahnya
7. Membangun karakter kepribadian yang peduli terhadap sesama
8. Memberantas buta huruf serta membangun kepercayaan terhadap pembangunan bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Menurut ‘Aisyiyah pendidikan Islam hendaknya diarahkan pada usaha membentuk manusia muslim yang berakhlak mulia, seimbang antara ilmu agama dengan ilmu yang umum serta bersedia tampil di kehidupan masyarakat. Hal ini berarti bahwa pendidikan Islam merupakan upaya pembinaan karakter muslim sejati yang bertaqwa, yang selaras dan seimbang nantinya.
Agar tujuan pendidikan tercapai, proses pendidikan Islam hendaknya mengintegrasikan berbagai ilmu pengetahuan, baik umum maupun agama, untuk mempertajam daya intelektualnya dan mengokohkan spiritual dalam diri peserta didik. Menurut ‘Aisyiyah, upaya ini akan terealisasi apabila memiliki karakter yang baik dan pada akhirnya melahirkan alumni yang handal dan unggul.
Adapun tujuannya Madrasah Tsanawiyah Aisyiyah dilatari dengan : a. Memberikan kesempatan kepada genarasi bangsa bahwa pendidikan itu
tidak mesti selamanya menggunakan uang.
b. Membangkitkan semangat juang emansipasi wanita dalam bidang perjuangan pendidikan, agar para wanita tidak merasa ketertinggalan c. Memberikan bantuan pendidikan yang layak kepada siswa, dengan
menggunakan dana usaha yang dilakukan melalui praktek-praktek pembuatan dan pengumpulan barang bekas agar generasi penerus (siswa) memiliki sistem keunggulan dalam mencapai ilmu
d. Merekatkan ukhuwah Islamiyah serta membangkitkan rasa nasionalisme dalam menjaga keutuhan Negara dan kesolidan bangsa
e. Menciptakan potensi siswa dalam mengukir prestasi-prestasi akademik.
2. Kegiatan pembelajaran dan pengembangan kurukulum dalam