2. Aksesibilitas wilayah 3. Pola pikir 4. Gaya hidup 5. Pendapatan 6. Pendidikan 7. Pekerjaan
8. Tindak lanjut komunitas Program CD tahap outcome 9. Kondisi rumah masyarakat 10. Kondisi fasilitas kesehatan 11. Kondisi bangunan sekolah 12. Sarana komunikasi
13. Kelembagaan berkenlanjutan (pembinaan terhadap komunitas)
14. Tata kelola organisasi (good governance) 15. Inisiatif 16. Adaptasi 17. Otonomi 18. Kerjasama 19. Konflik 20. Intergrasi/harmonisasi sosial 21. Local recruitment
Sumber : IPIECA (2010) dan BPMIGAS (2008)
Hubungan antara tingkat kepentingan (importance) dan tingkat kepuasan indikator kinerja CSR menurut stakeholders eksternal perusahaan diinterpretasikan dalam Diagram Importance Performance Analysis Matrix berikut ini (Gambar 3.1).
Gambar 3.1 Importance Performance Analysis Matrix
Strategi yang dapat dilakukan terkait dengan posisi masing-masing indikator pada ke-4 kuadran tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. kuadran I (attribute to improve)
memuat indikator kinerja yang dianggap penting oleh stakeholders eksternal tetapi pada kenyataannya belum sesuai dengan harapan stakeholders eksternal
High High I m p o rt a n c e Performance Low Y X
Attribute to improve (I) Attribute tomaintain performance
(II)
(tingkat kepuasan yang diperoleh rendah). Indikator kinerja yang termasuk dalam kuadran ini harus ditingkatkan;
2. kuadran II (maintain performance)
memuat indikator kinerja yang dianggap penting oleh stakeholders eksternal dan sudah sesuai dengan yang mereka rasakan sehingga tingkat kepuasannya relatif lebih tinggi. Indikator kinerja dalam kuadran ini harus dipertahankan; 3. kuadran III (attributes to maintain)
memuat indikator kinerja yang dianggap kurang penting oleh stakeholders
eksternal dan kinerja nya pun tidak terlalu istimewa; 4. kuadran IV (main priority)
memuat indikator kinerja yang dianggap kurang penting oleh stakeholders
eksternal dan dirasakan terlalu berlebihan sehingga indikator kinerja yang termasuk ke dalam kuadran ini dapat dihilangkan.
Untuk mengetahui tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pelaksaaan indikator kinerja aktual CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd digunakan skala interval 1 – 5, seperti yang tertera pada Tabel 3.3. berikut ini.
Tabel 3.3 Skala interval tingkat kepentingan dan pelaksanaan indikator kinerja berdasarkan metode IPA
Tingkat Kepentingan Tingkat Kepuasan Pelaksanaan
1 : Tidak penting 2 : Kurang penting 3 : Cukup penting 4 : Penting 5 : Sangat penting 1 : Tidak baik 2 : Kurang baik 3 : Cukup baik 4 : Baik 5 : Sangat baik Sumber : Rangkuti, 2003
Importance Performance Analysis terdiri atas dua komponen yaitu, 1) analisis kuadran dan 2) analisis kesenjangan (gap). Analisis kuadran bertujuan untuk mengetahui respon stakeholders eksternal terhadap indikator kinerja CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd yang diplotkan berdasarkan tingkat kepentingan dari indikator kinerja tersebut. Analisis kesenjangan (gap) bertujuan untuk melihat kesenjangan antara suatu kinerja indikator dengan harapan
stakeholders terhadap kinerja indikator tersebut. Langkah-langkah dalam perhitungan IPA, adalah sebagai berikut:
1. menghitung rata-rata penilaian tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan untuk setiap indikator kinerja CSR perusahaan dengan rumus :
X =∑Xi
n dan Y =
∑Yi
n ………1)
Keterangan :
Xi : Nilai tingkat kepentingan kinerja CSR indikator ke-i Yi : Nilai tingkat kepuasan kinerja CSR indikator ke-i
X : Nilai rata-rata tingkat kepentingan kinerja CSR indikator ke-i Y : Nilai rata-rata tingkat kepuasan kinerja CSR indikator ke-i n : Jumlah responden = 158 orang
2. menghitung nilai rataan total dari nilai rata-rata tingkat kepentingan dan kepuasan yang telah diperoleh berdasarkan persamaan 1 di atas dengan rumus:
Xt =Xi
n dan
Yt =Yi
n ………....2)
Keterangan :
Xi : Nilai rata-rata tingkat kepentingan indikator kinerja CSR ke-i Yi : Nilai rata-rata tingkat kepuasan indikator kinerja CSR ke-i Xt : Nilai rataan total tingkat kepentingan indikator kinerja CSR Yt : Nilai rataan total tingkat kepuasan indikator kinerja CSR n : Jumlah indikator = 7
3. nilai rataan total tingkat kepentingan dan kepuasan yang telah didapat diformulasikan ke dalam diagram kartesius. Nilai rataan penilaian tingkat pelaksanaan/kepuasan indikator kinerja CSR diposisikan pada dimensi sumbu X dan nilai rata-rata tingkat kepentingan indikator kinerja CSR diposisikan pada dimensi sumbu Y. Diagram kartesius yang dimaksud adalah diagram yang terdiri atas empat kuadran yang dibatasi oleh dua buah garis berpotongan tegak lurus pada titik X dan Y (Gambar 3.1)
4. menghitung tingkat kesesuaian indikator kinerja CSR
nilai tingkat kesesuaian diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kepentingan dikurangi nilai rata-rata pelaksanaan/kepuasan setiap indikator CSR akan diperoleh total skor gap (kesenjangan).
Setelah mendapatkan informasi mengenai indikator kinerja CSR perusahaan mana saja yang perlu ditingkatkan dengan metode IPA, analisis selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk mengetahui tingkat kepuasan stakeholders
eksternal secara menyeluruh dengan mengadaptasi metode Indeks Kepuasan Konsumen (Costumer Satisfaction Index atau CSI) menurut Stratford (2005)
dalam Hendriyani (2010). Empat tahap dalam menghitung CSI, yaitu:
a. menghitung Weighting Factors (WF), yaitu fungsi dari rataan tingkat kepentingan atau importance score (Xi) masing-masing indikator kinerja CSR dari total importance score (Xt) untuk seluruh indikator kinerja yang diuji : WF = Xi
Xt , i= atribut ke-i ………...3) b. menghitung Weighted Score (WS) , yaitu fungsi dari rataan satisfaction score
(SS) dikali weighted factors (WF)
WS = SS x WF ………...4)
c. menghitung Customer Satisfaction Index (CSI), yaitu dengan menjumlahkan
Weighted Score seluruh atribut CSR
WST = WSa-1 + WSa-2+ …….. WSa-7………5)
Kriteria indeks kepuasan stakeholder eksternal adalah : 1 – 1.79 : Tidak Puas
1.8 – 2.59 : Kurang Puas 2.6 – 3.39 : Cukup Puas 3.4 – 4.19 : Puas 4.2 – 5.0 : Sangat Puas
Formulasi Strategi Kebijakan
Formulasi strategi kebijakan untuk mendukung keberlanjutan pelaksanaan CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd terhadap stakeholders eksternalnya disusun berdasarkan analisis resiko lingkungan. Resiko lingkungan adalah nilai peluang (probabilitas) dari suatu peristiwa yang tidak diinginkan dengan konsekuensi yang dapat menyebabkan bahaya, merusak, dan berdampak pada masyarakat dan lingkungan alam (Zong et al dan Lu dalam Liua et al. 2012).
Analisis resiko lingkungan dalam penelitian ini mengadopsi metode perhitungan resiko berdasarkan standar manajemen resiko Australia dan Selandia Baru (AS/NZS 4360: 1999). Resiko adalah kemungkinan dari suatu kejadian yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi aktivitas atau obyek. Resiko tersebut diukur dalam consequences (konsekuensi) dan likelihood
(kemungkinan/probabilitas). Likelihood merupakan kemungkinan suatu resiko akan terjadi pada suatu waktu. Perhitungan kemungkinan atau peluang yang sering digunakan adalah frekuensi. Consequence adalah suatu kejadian dari suatu akibat seperti kerugian. Perhitungan risiko dapat dirumuskan sebagai perkalian dari Likelihood dengan Consequence.
Risk = Likelihood x Consequences………...6) Analisis resiko mencakup pertimbangan mengenai sumber resiko, konsekuensi, dan kemungkinan dari resiko tersebut. Resiko dianalisa dengan mengkombinasikan nilai likelihood (probabilitas atau frekuensi) dan consequence
(dampak atau efek). Menurut The Standards Australia/New Zealand (1999), masing-masing resiko dinilai secara kualitatif dalam lima kategori terhadap
likelihood (Tabel 3.4) dan consequences (Tabel 3.5). Dari lima analisis resiko ini menghasilkan empat tingkatan resiko yaitu extreme, high, medium, dan low (Tabel 3.6).
Tabel 3.4 Matriks likehood (peluang) resiko Level Descriptor Description
A Almost certain Kemungkinan terjadi sangat sering B Likely Sering terjadi
C Moderate Terjadi beberapa kali D Unlikely Terjadi kadang-kadang
E Rare Kemungkinan jarang sekali terjadi
Sumber : SA 1999
Tabel 3.5 Matriks penilaian konsekuensi (besaran) resiko Level Descriptor Example : Descriptor/Indicator
1 Insignificant Tidak ada luka-luka, kerugian finansial rendah
2 Minor Membutuhkan pertolongan pertama, kerugian finansial sedang 3 Moderate Membutuhkan perawatan, kerugian finansial tinggi
4 Major Menimbulkan kerugian yang laus, luka serius, kemampuan produksi terganggu, kerugian finansial yang besar
5 Catastropic Menyebabkan kematian, menimbulkan kerusakan yang serius, dan kerugian finansial yang sangat besar
Tabel 3.6 Matriks kualitatif analisis resiko – level resiko Peluang Resiko (Likelihood) Konsekuensi Insignifikan 1 Minor 2 Moderate 3 Major 4 Catastrophic 5 A (almost certain) H H E E E B (likely) M H H E E C (moderate) L M H E E D (unlikely) L L M H E E (rare) L L M H H Sumber : SA 1999 Keterangan :
E : Extreme risk : pengelolaan resiko perlu ditangani segera
H : High risk : pengelolaan resiko memerlukan perhatian senior manajemen
M : Moderate risk : pengelolaan resiko mengharuskan adanya peningkatan dalam
pembagian tanggung jawab manajemen
L : Low risk : pengelolaan resiko seperti SOP yang ada sekarang
Hasil
1. Indikator kinerja CSR perusahaan yang dianggap penting oleh stakeholders
eksternal perusahaan tetapi dalam pelaksanaanya belum sesuai harapan (attribute to improve) adalah program CD tahap output indikator gaya hidup, pendapatan, dan tindak lanjut komunitas dan program CD tahap outcome
indikator kondisi fisik rumah warga, program pembinaan terhadap komunitas, tata kelola organisasi (good governance), inisiatif, adaptasi, otonomi, dan intergrasi atau harmonisasi sosial
2. Indikator kinerja CSR perusahaan yang dianggap penting dan pelaksanaannya telah sesuai dengan harapan (maintain performance) adalah 1) program CD tahap proses, 2) program CD tahap output indikator aksesibilitas wilayah, pola pikir, pendidikan, dan pekerjaan, 3) program CD tahap outcome indikator kondisi fisik bagunan sekolah masyarakat, kondisi fisik fasilitas kesehatan desa, kerjasama, dan konflik, local recruitment, dan 4) program pelestarian keanekaragaman hayati
3. Indikator kinerja CSR perusahaan yang dianggap kurang penting dan kinerjanya pun tidak terlalu istimewa (attribute to maintain) adalah 1) program CD tahap outcome indikator sarana komunikasi, 2) pengelolaan kualitas udara, dan 3) pengelolaan kualitas air laut.
4. Hasil perhitungan indeks kepuasan stakeholders eksternal terhadap pelaksanaan CSR perusahaan, didapat nilai sebesar 1.85 Nilai tingkat kepuasan
stakeholder eksternal terhadap pelaksanaan CSR perusahaan tersebut berada pada rentang kriteria kurang puas.
5. Analisis resiko lingkungan keberlanjutan CSR perusahaan didapatkan status resiko operasional 1) kategori high risk adalah kualitas udara dan kesempatan kerja, 2) kategori moderate risk adalah kualitas air limbah terproduksi, cooling water, limbah saniter (black waste), komunitas plankton, komunitas terumbu karang, pembatasan wilayah penangkapan, dan persepsi masyarakat, dan 3)
Pembahasan
Analisis Tingkat Kepentingan Indikator Kinerja CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd
Analisis tingkat kepentingan indikator CSR mengadaptasi metode
Importance Performance Analysis yang terdiri atas dua komponen yaitu, 1) analisis kuadran dan 2) analisis kesenjangan (gap). Analisis kuadran bertujuan untuk mengetahui respon stakeholders eksternal terhadap indikator kinerja CSR perusahaan yang diplotkan berdasarkan tingkat kepentingan indikator kinerja tersebut. Hasil perhitungan terhadap tingkat kepentingan dan kepuasan responden terhadap pelaksanaan CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd adalah sebagai berikut (Tabel 3.7).
Tabel 3.7 Nilai tingkat kepentingan, tingkat kepuasan, dan selisih tingkat kepuasan dan kepentingan indikator kinerja CSR Santos (Madura
Offshore) Pty Ltd No Indikator Tingkat Kepentingan (a) Tingkat Kepuasan (b) Selisih (b) – (a)
1 Program CD tahap proses 5 2.72 -2.28
2 Aksesibilitas wilayah 5 3.61 -1.39 3 Pola pikir 5 2.06 -2.94 4 Gaya hidup 5 1.51 -3.49 5 Pendapatan 5 1.55 -3.45 6 Pendidikan 5 3.02 -1.98 7 Pekerjaan 5 2.08 -2.92
8 Tindak lanjut komunitas 5 1.10 -3.90
9 Kondisi rumah warga 5 1.10 -3.90
10 Kondisi bagunan Sekolah 5 2.81 -2.19
11 Kondisi fasilitas kesehatan 5.0 2.01 -2.99
12 Kondisi sarana komunikasi 3.1 1.04 -2.06
13 Kelembagaan berkelanjutan (program pembinaan komunitas)
5 1.26 -3.74
14 Tata kelola organisasi (good
governance) 5 1.69 -3.31 15 Inisiatif 5 1.30 -3.70 16 Adaptasi 5 1.28 -3.72 17 Otonomi 5 1.30 -3.70 18 Kerjasama 5 1.95 -3.05 19 Konflik 5 2.42 -2.58 20 Integrasi/harmonisasi sosial 5 1.68 -3.32 21 Local recruiment 4.89 2.34 -2.56 22 Kehati 4.87 2.03 -2.84 23 Kualitas udara 4.02 1.00 -3.02
24 Kualitas air luat 4.73 1 -3.73
Rata-rata total 4.86 1.83 -3.03
Hasil perhitungan pada Tabel 3.7 selanjutnya ditampilkan dalam dua macam grafik IPA. Grafik 3.2 menggunakan nilai rata-rata hasil pengukuran tingkat kepuasan dan prioritas penanganan/kepentingan (Tabel 3.7) sebagai garis pemisah antar kuadran.
Keterangan:
1.Program CD tahap proses 2.Aksesibilitas wilayah 3.Pola pikir 4.Gaya hidup 5.Pendapatan 6.Pendidikan 7.Pekerjaan
8.Tindak lanjut komunitas
9. Kondisi rumah masyarakat 10. Kondisi fasilitas kesehatan 11. Kondisi bangunan sekolah 12. Sarana komunikasi
13. Kelembagaan berkenlanjutan (pembinaan terhadap komunitas)
14. Tata kelola organisasi (good governance) 15. Inisiatif 16. Adaptasi 17. Otonomi 18. Kerjasama 19. Konflik 20. Intergrasi/harmonisasi sosial 21. Local recruitment 22. Program pelestarian keanekaragaman hayati 23. Pengelolaan kualitas udara 24. Pengelolaan kualitas air laut
Gambar 3.2 Matriks kuadran IPA indikator kinerja CSR Santos (Madura
Offshore) Pty Ltd 1. Kuadran I
Indikator kinerja CSR perusahaan yang termasuk ke dalam kuadran I atau dianggap penting oleh stakeholders eksternal perusahaan tetapi dalam pelaksanaanya belum sesuai harapan (attribute to improve) adalah program CD tahap output indikator gaya hidup, pendapatan, tindak lanjut komunitas, dan program CD tahap dampak (outcome) indikator kondisi fisik rumah warga, program pembinaan terhadap komunitas, tata kelola organisasi (good governance), inisiatif, adaptasi, otonomi, dan intergrasi atau harmonisasi sosial. Kegiatan evaluasi dan monitoring program CD perusahaan terintegrasi dengan kegiatan pemantauan pelaksanaan RKL-RPL Lapangan Gas Maleo. Komponen sosial ekonomi yang dipantau meliputi kesempatan kerja, pembatasan wilayah penangkapan, dan persepsi masyarakat terkait pelaksanaan program CD. Pengkajian terhadap dampak atau perubahan dari adanya program CD baik pada tahap output dan outcome terhadap komponen sosial dan ekonomi masyarakat
Tingkat Kepuasan T in g k a t K e p e n ti n g a n 3.5 3.0 2.5 2.0 1.5 1.0 5.0 4.5 4.0 3.5 3.0 1.83 4.86 24 23 22 21 20 18 19 17 16 15 14 13 12 11 10 98 45 37 1 6 2
IPA CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd
II I
Giligenting belum dilakukan. Program CD perusahaan telah dilaksanakan sejak tahun 2008.
2. Kuadran II
Indikator kinerja CSR perusahaan yang termasuk ke dalam kuadran II atau dianggap penting dan pelaksanaannya telah sesuai dengan harapan (maintain performance) adalah 1) program CD tahap proses, program CD tahap output indikator aksesibilitas wilayah, pola pikir, pendidikan, dan pekerjaan, 2) program CD tahap outcome indikator kondisi fisik bagunan sekolah masyarakat, kondisi fisik fasilitas kesehatan desa, kerjasama, dan konflik, local recruitment, dan 3) program pelestarian keanekaragaman hayati. Kesebelas indikator CSR tersebut dianggap penting oleh responden dan pelaksanaanya sudah sesuai dengan yang mereka harapkan, walaupun terdapat keluhan dalam pelaksanaanya. Indikator pada kuadran II ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan kinerjanya oleh perusahaan.
3. Kuadran III
Indikator kinerja CSR perusahaan yang termasuk ke dalam kuadran III atau
attribute to maintain (indikator kinerja dianggap kurang penting dan kinerjanya pun tidak terlalu istimewa) adalah 1) program CD tahap outcome indikator perbaikan sarana komunikasi, 2) pengelolaan kualitas udara, dan 3) pengelolaan kualitas air laut. Responden menyatakan program CD perbaikan sarana komunikasi dianggap tidak terlalu penting karena program tersebut merupakan kewajiban yang dapat dipenuhi oleh pihak penyedia layanan komunikasi bukan dari program CD perusahaan. Pengelolaan terhadap kualitas udara dianggap tidak terlalu penting karena lokasi Anjungan Gas Maleo yang terletak cukup jauh dari daratan Giligenting (±18 km), selain itu masih terdapat banyak pohon besar terutama di Pulau Giligenting diyakini masyarakat dapat menjaga kualitas udara di pulau tersebut, sehingga dampak perubahan kualitas udara dari operasional perusahaan tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat. Berbeda halnya dengan pengelolaan kualitas udara, nilai rata-rata tingkat kepentingan pengelolaan kualitas air laut (4.73) berada sedikit di bawah garis nilai rata-rata kepentingan semua indikator (4.77), hal ini menunjukkan meskipun pengelolaan kualitas air laut berada pada kuadran III tetapi responden menyatakan bahwa cukup penting bagi pihak perusahaan untuk menjaga kualitas air laut perairan Giligenting. Sebagai wilayah kepulauan, laut dijadikan sebagai lokasi penangkapan ikan dan budidaya rumput laut oleh masyarakat Kecamatan Giligenting, oleh karena itu perubahan terhadap kualitas air laut menjadi hal yang sangat sensitif bagi masyarakat karena terkait dengan mata pencaharian mereka.
4. Kuadran IV
Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, tidak terdapat indikator CSR perusahaan yang termasuk ke dalam kuadran IV atau attribute to deemphasize. Kuadran IV memuat indikator kinerja yang dianggap kurang penting oleh stakeholders
eksternal dan dirasakan terlalu berlebihan sehingga indikator kinerja yang termasuk ke dalam kuadran ini dapat dihilangkan.
Analisis Kesenjangan Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Indikator Kinerja CSR menurut Stakeholders Eksternal Santos (Madura Offshore) Pty Ltd Analisis kesenjangan (gap) bertujuan untuk melihat kesenjangan antara suatu kinerja indikator dengan harapan stakeholders terhadap kinerja indikator tersebut.
Gambar 3.3 Matriks kesenjangan (gap) tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan responden terhadap pelaksanaa CSR Santos (Madura
Offshore) Pty Ltd
Berdasarkan Gambar 3.3 di atas, terdapat dua belas indikator kinerja CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd masih dibawah harapan responden. Beberapa indikator yang berada di bawah nilai rata-rata selisih bobot merupakan indikator yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki. Indikator tersebut adalah program CD tahap output indikator gaya hidup, pendapatan, dan tindak lanjut komunitas, program CD tahap outcome indikator kondisi fisik rumah warga, kelembagaan berkelanjutan (program pembinaan komunitas), tata kelola organisasi (good governance), inisiatif, adaptasi, otonomi, kerjasama, dan intergrasi/harmonisasi sosial, dan pengelolaan kualitas air laut bagi masyarakat di Kecamatan Giligenting. Semakin besar skor kesenjangan maka indikator tersebut semakin diprioritaskan untuk diperbaiki.
Tingkat Kepuasan Stakeholders Eksternal terhadap Pelaksanaan Indikator Kinerja CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd
Setelah mendapatkan informasi mengenai indikator kinerja CSR perusahaan yang perlu ditingkatkan dengan metode IPA, analisis selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk mengetahui tingkat kepuasan stakeholders eksternal secara menyeluruh dengan melihat tingkat kepentingan dari masing-masing indikator kinerja CSR perusahaan dengan mengadaptasi metode Indeks Kepuasan Konsumen (Costumer Satisfaction Index /CSI).
Indikator S e li si h 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 -1.5 -2.0 -2.5 -3.0 -3.5 -4.0 -3.03 -3.73 -3.02 -2.84 -2.56 -3.32 -2.58 -3.05 -3.70 -3.72 -3.70 -3.31 -3.74 -2.06 -2.99 -2.19 -3.90 -3.90 -2.92 -1.98 -3.45 -3.49 -2.94 -1.39 -2.28 -3.73 -3.02 -2.84 -2.56 -3.32 -2.58 -3.05 -3.70 -3.72 -3.70 -3.31 -3.74 -2.06 -2.99 -2.19 -3.90 -3.90 -2.92 -1.98 -3.45 -3.49 -2.94 -1.39 -2.28
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai indeks kepuasan responden sebesar 1.85 (Tabel 3.8). Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan
stakeholders eksternal terhadap pelaksanaan CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd berada pada kriteria kurang puas.
Tabel 3.8 Hasil perhitungan indeks kepuasan responden
No Indikator Rataan Tingkat Kepentingan Rataan Tingkat Kepuasan Importance Weighting Factor (WF) Weighted Score (WS)
1 Tahap proses program CD 5 2.72 0.043 0.116
2 Aksesibilitas Wily 5 3.61 0.043 0.155 3 Pola pikir 5 2.06 0.043 0.088 4 Gaya hidup 5 1.51 0.043 0.065 5 Pendapatan 5 1.55 0.043 0.066 6 Pendidikan 5 3.02 0.043 0.129 7 Pekerjaan 5 2.08 0.043 0.089
8 Tindak lanjut komunitas 5 1.10 0.043 0.047
9 Kondisi rumah warga 5 1.10 0.043 0.047
10 Kondisi bagunan Sekolah 5 2.81 0.043 0.120
11 Kondisi Fasilitas Kes 5.0 2.01 0.043 0.086
12 Kondisi Sarana komunikasi 3.1 1.04 0.027 0.028 13 Kelembagaan berkenlajutan (program pembinaan komunitas) 5 1.26 0.043 0.054
14 Tata kelola organisasi (good governance) 5 1.69 0.043 0.072 15 Inisiatif 5 1.30 0.043 0.056 16 Adaptasi 5 1.28 0.043 0.055 17 Otonomi 5 1.30 0.043 0.056 18 Kerjasama 5 1.95 0.043 0.084 19 Konflik 5 2.42 0.043 0.104 20 Integrasi/harmonisasi sosial 5 1.68 0.043 0.072 21 Local recruiment 4.89 2.34 0.042 0.098 22 Kehati 4.87 2.03 0.042 0.085 23 Kualitas udara 4.02 1.00 0.034 0.034
24 Kualitas air luat 4.73 1 0.041 0.041
Rata-rata total 4.86 1.83 1 1.85
Sumber : Data primer kuesioner, diolah
Formulasi Strategi Kebijakan
Strategi pengelolaan komponen CSR selain melakukan analisis dampak dan manajemen dampak yang telah diwujudkan dalam dokumen AMDAL dan dokumen pemantauan pelaksanaan RKL dan RPL dapat juga dilakukan dengan manajemen resiko untuk kegiatan perusahaan yang telah berjalan. Formulasi strategi kebijakan untuk mendukung keberlanjutan implementasi CSR Santos
(Madura Offshore) Pty Ltd terhadap stakeholders eksternal perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan disusun berdasarkan analisis resiko lingkungan.
Identifikasi Resiko
Resiko yang teridentifikasi dalam penelitian ini menggunakan dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan di sekitar wilayah operasi yang telah dikelola dan dipantau perusahaan sesuai dengan dokumen AMDAL nya. Resiko yang teridentifikasi dari operasional Santos (Madura Offshore) Pty Ltd tersaji pada Tabel 3.9 berikut ini.
Tabel 3.9 Resiko yang teridentifikasi dari operasional Santos (Madura
Offshore) Pty Ltd
No Resiko lingkungan dari kegiatan operasional
Santos (Madura Offshore) Pty Ltd Sumber
1. Penurunan kualitas udara 1. Emisi gas
2. Penurunan kualitas air laut 1. Air terproduksi
2. Air limbah drainase dek 3. Air limbah domestik 4. Air limbah saniter 5. Cooling water 3. Konflik dan keresahan masyarakat di
Kecamatan Giligenting
1. Pembatasan wilayah
penangkapan dalam radius 1 km di sekeliling Anjungan Gas Maleo untuk nelayan 2. Recruitment tenaga kerja
lokal
3. Kebijakan, jenis program, dan realisasi program CD
Sumber : AMDAL Lapangan Gas Maleo, 2006
Besaran Resiko Lingkungan
Besaran resiko lingkungan bertujuan untuk mengkuantifikasi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Pada bagian ini akan menggabungkan jenis dan sifat dampak operasional Santos (Madura Offshore) Pty Ltd berdasarkan dokumen AMDAL dengan dampak eksisting pada saat ini.
Analisis besaran resiko mencakup pertimbangan mengenai sumber resiko, konsekuensi, dan kemungkinan dari resiko tersebut. Resiko dianalisa dengan mengkombinasikan nilai likelihood (probabilitas atau frekuensi) dan consequence
(dampak atau efek). Analisis besaran resiko operasional Santos (Madura Offshore) Pty Ltd tersaji pada Tabel 3.9.
Langkah selanjutnya adalah membuat saran pengelolaan komponen kinerja CSR Santos (Madura Offshore) Pty Ltd berdasarkan tingkatan resiko yang telah teridentifikasi pada tahap sebelumnya. Saran pengelolaan tersaji pada Tabel 3.11.
Tabel 3.10 Matriks besaran resiko operasional Santos (Madura Offshore) Pty Ltd
Komponen Lingkungan
Dampak dalam Amdal Resiko Lingkungan Dampak Aktual Sumber Jenis Sifat
dampak Likelihood Konsekuensi Risk A. Komponen Fisika Kimia
1. Udara ambien Operasional : a.3 main generator b. 2 booster compressor c.1 flare stack Peningkatan konsentrasi gas SO2, NOx, CO, dan total partikulat, pada udara sekitar wilayah operasional
NTP A
Sumber emisi berasal dari 2 booster compressor (BC) dan 2 main generator (MG) dan sumber asap dari flare stack berlangsung terus menerus (continuous)
1
a.Berdasarkan hasil pemantauan pada periode I tahun 2012 diketahui bahwa nilai opasitas dan kualitas udara emisi dari generator masih berada dibawah nilai ambang batas maksimum yang diperbolehkan b.Belum terdapat keluhan dari
masyarakat di Pulau Giligenting (daratan terdekat Anjungan Gas Maleo) terkait gangguan ISPA karena lokasi Anjungan yang cukup jauh (±18 km) dari daratan terdekat di Pulau Giligenting
HR
2. Kualitas air laut
1.Air terproduksi Peningkatan konsentrasi minyak lemak di perairan
NP B
Air terproduksi dikumpulkan terlebih dahulu pada water degassing hingga mencapai volume tampung maksimum, kemudian dibuang ke badan air
1
a. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas air terproduksi (semester I tahun 2012), diketahui bahwa kandungan parameter minyak dan lemak pada air terproduksi berkisar antara 1,4 hingga 10,41 mg/l, sementara nilai baku mutu parameter minyak dan lemak adalah
Komponen Lingkungan
Dampak dalam Amdal Resiko Lingkungan Dampak Aktual Sumber Jenis Sifat
dampak Likelihood Konsekuensi Risk
sebesar 50 mg/l.
b. Berdasakan hasil laporan pemantauan, diketahui bahwa parameter minyak dan lemak pada badan air penerima nilainya <1 mg/l, dan nilai baku mutunya sebesar 1 mg/l
c. Secara alamiah, air terproduksi
mengandung bahan kimia
berbahaya dalam konsentrasi rendah yang berasal dari reservoirnya, seperti logam berat, hidrokarbon aromatik, fenol alkil dan zat radioaktif. Air terproduksi dari sumur gas mengandung timah yang lebih tinggi dibanding dari sumur minyak (OSPAR 2009) d. Konsentrasi logam Cd, Cu, dan Zn
berfluktuasi dan melebihi baku mutu pada beberapa periode pemantauan. Mengingat pada lokasi pemantauan bukan merupakan jalur pelayaran dan hanya terdapat aktivitas operasional Anjungan Gas Maleo e. Belum terdapat keluhan dari
Komponen Lingkungan
Dampak dalam Amdal Resiko Lingkungan Dampak Aktual Sumber Jenis Sifat
dampak Likelihood Konsekuensi Risk
masyarakat terkait keberadaan minyak dan lemak di perairan dari operasional Lapangan Gas Maleo 2. Kualitas air
laut (lanjutan)
2.Cooling water Peningkatan suhu perairan
NP B
Sebelum dibuang cooling water terlebih dahulu ditampung pada water degasser dan setelah mencapai volume tampungan maksimum akan dibuang ke badan air
1
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas badan air laut penerima dampak pembuangan cooling water periode semester I - 2012, diketahui bahwa nilai suhu diperairan tersebut berkisar antara 29,7 – 30,9 ◦C, dengan baku mutu antara 25-33◦C, tetapi belum terdapat data nilai suhu pada cooling water sebelum dibuang ke badan air MR 3. Air limbah drainase Keterdapatan lapisan minyak di perairan NP C
Sebelum dibuang, limbah drainase ditampung terlebih dahulu dan mengalami pengenceran dengan air hujan (open drain system di MOPU Santos (Madura Offshore) Pty Ltd
1
Hasil pemantauan disekitar dek dan