• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Promosi

Peran kedua yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan adalah melakuakn kegiatan promosi dengan mengerakkan badan UPTD dan beberapa aparat dari Dinas Perhubungan tersebut yang terkait paham akan keberadaan Bus Trans Semarang, promosi ini dilakukan agar Bus bertujuan bahwa bus ini dapat

commit to user

berkembang dan berdayaguna dikalangan masyarakat Kota Semarang,promosi yang dilakukan adalah bentuk dari kegiatan sosialisasi, kegiatan sosialisasi ini selain bertujuan diatas juga bertujuan untuk memperkenalkan BRT tentang kelebihan yang dimiliki agar bisa menambah penumpang. Terhitung saat Bus ini diluncurkan di Semarang tahun 2009 Angkutan 99issal Bus Rapid Transit (BRT) di kota Semarang, diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2009 yang bertepatan dengan peringatan HUT kota Semarang ke-462 di halaman Balai Kota. Pada hari pertama pengoperasian Bus Rapid Transit di Kota Semarang pada saat itu, penumpang tidak dipungut biaya kegitan ini merupakan salah satu bentuk promosi,. Selanjutnya kegiatan tersebut berupa penyuluhan dan pembinaan bagi para sopir dan pengusaha angkot,penyuluhan yang dilakukan ialah tentang tata cara penggunaan Bus Rapid Transit kepada Masyarakat. Respon yang di dapat dari masyarakat sanagtlah positif, seperti pendapat Setiaji Mahasiawa Undip mengatakan

“menurut saya keberadaan Bus Trans Semarang sangat bagus ya mbak, ehm bisa menunjang sarana transportasi yang baru, kan bisa dibilang ngikut trend kota gedhe Jakarta gitu. Dibilang enak naiknya ya enak apalagi ada Acnya nggak seperti angkutan lain yang kotor, bau, suka ngetem disembarang tempat, panas, anginnya brobos dari jendela, saya

suka dan nyaman saja” (wawancara tgl 21 Juli 2012)

Selain penyuluhan kepada masyarakat aparat juga melkaukan penyluhan kepada para pengusaha agar mau diajak kerjasama dalam bentuk kontrak jasa dan lelang pemenang nantinya akan ditunjuk sebagai operator Bus tersebut, kegiatan ini agar bertujuan supaya para pengusaha mau mengganti Bus lama dengan bus yang baru berupa Bus Rapid Transit dan pemerintah tidak mematikan kegiatan

commit to user

usaha mereka yang sudah berjalan ditrayek tersebut hanya saja, angkutan itu berubah menjadi a ngkutan massa, mereka tetap pada tayek yang lama sehingga tidak ada trayek yang berhimpit, tapi kesulitan ini dihadapi oleh para aparat dinas, para pengusaha yang diajak datang belum juga mengerti alhasil Dinas serta UPTD bekerjasama dalam hal penyuluhan ke kecematan dan ke sekolah-sekolah yang nantinya dilewati oleh jalur Bus Rapid Transit tersebut . hal ini diungkapkan oleh Bapak Triwibowo Selaku ,SE, ATD,MT Selaku Kepala Bidang Keselamatan Sarana dan Prasarana, beliau mengatakan bahwa :

“sosialisasi ini dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada

masyarakat khususnya tntang BRT, kita sosialisasi tahun 2008 mbk, dan kita melkaukan dalam bentuk pengarahan kepada masayarakat, upaya ini tidak membutuhkan dana yang besar karena kita hanya melakukan penagarahan misalnya turun dari halte ke halte tidak boleh disembarang tempat, tarif yang disediakan jauh dekat murah dan terjangkau, waktu untuk time scedulnya tepat, tempat duduknya juga bisa untuk orang difabel dan

ruang Bus yang berAC.” (wawancara tgl 11 Juli 2012)

Pelaksanaan sosialisasi ini tidak mengalami kendala sedikitpun karena dlam melaksanakan ini UPTD bekerjasama dengan Dinas dan Badan Layanan Umum para pegawai ini selalu mengadakan lingkup koordinasi yang baik, baik itu lintas bidang dan lintas Sektoral, maka itu penyuluhan sosialisasi ini merupakan hal yang paling mudah untuk dilaksanakan tanpa membutuhakan dana yang besar.

Hal ini dipertegas oleh Bapak Joko Umboro selaku Manager Pengelola UPTD-BLU Mangkang,

“kita melakukan sosialisasi memang perlu dan bentuknya seminar,presentasi

pengarahan serta simulasi ke SMP,SMA, terus kekecamatan Pedurungan. Karena umumnya rencana kita mereka anak sekolah juga akan ikut andil sebagai penumpang disamping itu jalur yang akan dilewati BRT adalah

commit to user

Bentuk promosi ini dilukukan di sekolah, diharapkan dengan adanya penyuluhan sosiaslisasi ini di sekolah para pelajar dapat beralih dan menikmati pelayanan dari Bus Rapid Transit yang target salah satunya adalah pelajar, sehingga Bus Rapid Transit dapat memberikan munfuutnya sebagai moda transportasi yang baik dalam hal peremajaan angkutan baru yang dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 158 ayat 2.

Hal ini juga diperkuat oleh Bapak Istijab,SE,MM Selaku Kasie Angkutan Darat, :

“sosialisasinya yang perlu dilakukan pertama kita datang ketempat

kecamatan kita undang masayarakatnya,kita lakukan pengarahan mengenai keberdaan BRT,kelebihannya, Tarifnya, peraturan turunnya. Kita datang ke sekolah targetnya juga bukan umum tapi juga pelajar, sekolah yang kita tuju SMA 3, SMA 5,SMP 2.Jadi sesuai perencanaan awal kita adakan study, yaitu menghitung jumlah bisnya dulu yang jalan di trayek ada berapa jumlahnya baru kita hitung tujuannya untuk mengurangi pengusaha yang jalan di trayek tersebut, setelah itu kita rangkul para pengusaha untuk mengganti dengan BRT. Harapanya tidak ada gejolak sosial lagi, Kira-kira

bgitu mbak Rin” (wawancara tgl 13 Juli 2012)

Keberadaan Bus Rapid Transit ini memunculkan gejolak sosial bagi para sopir angkot, karena mereka berpikir dengan adanya Bus Rapid Transit ini pendapatan akan berkurang, dengan penumpang beralih ke Bus Rapid Transit, akan tetapi upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan ini dalam bentuk soisalisasi baik melalui sekolah juga para pengusaha bus bertujuan baik. Sedangkan untuk jalan atau akan pindah trayek bagi angkutan kecil dapat dipersilahkan Dinas Perhubungan melakukan option kepada pengusaha dan sopir angkot berupa fedeer atau pindah jalur trayek

Seperti yang diungkapkan oleh oleh Bapak Triwibowo Selaku ,SE, ATD,MT Selaku Kepala Bidang Keselamatan Sarana dan Prasarana, beliau

commit to user

mengatakan bahwa :

“selain kesekolah dan kecamatan sosialisasi lain dengan para pengusaha yaitu kita undang mereka dengan cara mengarahkan untuk angkutan lama yang telah beroperasi akan kami pindahkan ke jalur yang belum ada mbak. Supaya tidak berhimpitan dengan BRT, sehingga angkutan lama tidak perlu dimusnahkan misalnya seperti angkot. Dan kita tidak mematikan usaha mereka, lalu kita beri beberapa alternatif, alternatif tersebut untuk trayek yang berhimpit kita menawarkan apabila mau pindah ke jalur fedeer (samping) kami persilahkan jadi kita punya alternatif untuk mereka yaitu kita punya trayek-trayek yang untuk anggkutan kecil”(wawancara tgl 19 Juli

2012)

Beliau menambahkan :

“ kami juga melakukan kerjasama dengan media cetak dalam hal reklame

(iklan) Mbak Rina, hal yang paling efektif adalah surat kabr seperti Suara Merdeka sampai sekarang, kalo masyarakat partisipasinya dimohon dukungannya caranya seperti tadi yang sudah saya jelaskan bahwa kita

melakukan pendekatan dalam bentuk Sosialisasi,” ”(wawancara tgl 20 Juli

2012

Pelaksanaan promosi (sosialisasi) ini sangat efektif dilakukan guna menunjang kelangsungan hidup Bus Rapid Transit kedepannya, agar Bus Rapid Transit dapat terus berdayaguna dan berkembang dilingkungan masyarakat Kota Semarang. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas, UPTD dan Badan Layanan Umum dalam waktu yang berbeda, selain jalur yang akan dilewati Bus Rapid Transit juga akan menjadi tempat pomosi yaitu SMA dan SMP yang akan dilewati oleh Bus Rapid Transit tersebut. UPTD bersama Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi dan pangarahan dengan cara menyampaikan materi tentang Bus Rapid Transit ke siswa melalui seminar dan presentasi ke sekolah tersebut disamping itu di kecamatan materi disampaikan dengan cara seminar, sedangkan simulasi pertama dilakukan tahun 2009 dengan cara Bus terbut muncul pertama kali dan penumpang tidak dipungut biaya.

commit to user Tabel 4.9

Daftar Tabel Terget Sosialisasi

NO Nama Tempat

Instansi

Hari/Tanggal

Alamat Sosialisasi Bentuk

1 SMA Negeri 6 Semarang 10 Desember 2008/Rabu Jl. Ronggolawe No 4 Kecamatan Semarang Barat Semarang Nomor telepon 024 7605578 NPSN: 20328892 Presentasi, Seminar, pengarahan dan penyuluhan 2 SMA Negeri 3 Semarang 11 Desember 2008/Kamis Jl. Pemuda no.149 Kecamatan Semarang tengah Semarang Nomor Telepon: 024 3544287 NPSN: 20328895 Presentasi, Seminar 3 SMA Negeri 5 Semarang 10 Desember 2008/Rabu Jl. Pemuda 143 Kecamatan Semarang Tengah Semarang Nomor Telepon: 024 3543998 NPSN: 20328893 Presentasi, Seminar 4 SMA Negeri 2 Semarang 15 Desember 2008Senin Alamat: Jl. Sendangguwo Baru N0 1 Kecamatan Pedurungan Semarang Nomor Telepon: 024 6715994 NPSN: 20328896 Presentasi, Seminar 5 SMP Negeri 2 Semarang 11Desember 2008/Kamis Alamat : Jl. Brigjend. Katamso No.14, Semarang Telepon : (024) 841.4168 Fax : (024) 841.1211

Presentasi, Seminar 6 Kecamatan Pedurungan 16 Desember 2010/Kamis Kantor Camat Kecamatan Pedurungan Semarang. Alamat: Jalan Brigjen Sudiarto Majapahit No 357 Kode Pos 50191 Semarang. Nomor telepon: 024 6715382 Presentasi, Seminar

commit to user

7

Balai Kota

2 Mei 2009/

Sabtu Jalan Pemuda No 148 Semarang

Simulasi dengan penumpang tidak dipungut biaya 18 September 2009 Mulai di operasionlisasikan

Sumber : UPTD Dishubkominfo Kota Semarang

Berdasarkan pada tabel diatas penulis menyimpulkan bahwa kegiatan yang dilkaukkan oleh Dinas Perhubungan sudah cukup efektif terbukti dengan promosi ini agar bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa Kota Semarang yang bersekolah di Semarang, dan kegiatan pengarahan ini juga dilakukan di kecamatan pedurungan dimana di kematan itu nanti nya letakanya strategis untuk dilewati oleh jalur BRT (Bus Trans Semarang ) dan tidak semua kecamatan dan sekolah di Semarang yang dilkukan pengarahan dan penyuluhan oleh Dinas, UPTD mengenai Bus Rapid Transit karena hanya sebagian sekloah dan kecamatan yang dinilai tempatnya startegis dan mendukung untuk dilewati oleh Bus Trans Semarang.

Promosi ini dilakukan diharapakan agar kedepannya BRT ini bisa terus mengalami kenaikan penumpang baik umum maupun pelajr agar dapat berkembang dan berdayaguna, kegiatan ini sanagt efektif dan merupakan tonggak untuk menyediakan kebutuhan penumpang. Hasilnya penumpang mengalami kenaikan pada tahun 2010-2011 seperti yang diungkapkan oleh Dita SPG DP Mall Semarang :

commit to user

bisa kemana2 jauh dekat, busnya bersih, wangi, sudah 5 kali saya naik

Dik, ada musiknya juga beda sama yang lain ada pengamennya Dik”(

wawancara tgl 28 Juni 2012, pukul 0915)

Ditambahkan oleh Risam mahaiswa Udinus mengatakan :

“wah antunsias ya akhirnya bisa punya BRT ini, jadi saya hemat waktu

perjalanan ke Mangkang,kalo bis yang lain ngetem kelamaan Dik, Jalnnya Bus juga enak mulus nggak buru-buru kayak ngejar penumpang gitu, bunyi mesinnya alus, dan bus nya pun juga bersih turunnya juga pelan-pelan ngaak buru-buru nurunin penumpang,” (Wawancara 23 Juli 20112)

Berdasarkan wawancara diatas dapat saya simpulkan bahwa pelayanan yang dienrikan sudah cukup baik, ini dilihat dari respon masyarakat dan khususnya pengguna Bus Rapid Transit telah memberikan tanggapan dan respon yang sangat baik mengenai Bus Rapid Transit, jadi menurut saya kegiatan ini telah mengalami keberhasilan dlam meningkatkan penumpang, dan diharapkan keggiatan iini terus dilaksanakan meskipun tealh menuai hasil berupa peningkatan penumpang.

Dokumen terkait