• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

C. Prosedur Pencatatan Piutang

Dalam prosedur pencatatan piutang yang dilaksankan oleh PT Amanah Finance Cabang Makassar adalah :

1. Bagian akuntansi menggunakan Down Payment yang merupakan dasar untuk pencatatan timbulnnya piutang kemudian data di input kedalam SAPS (System Application Service Online Enterprise)

2. Jurnal penerimaan di isi dengan jumlah total penerimaan piutang yang merupakan jumlah transaksi selama sehari

3. Sisa harga antara total harga dengan Down Payment penjualan diakui oleh divisi akuntansi sebagai piutang dagang

4. Selanjutnya setiap bulan jurnal penerimaan tersebut di posting ke buku besar.

Gambar 2.1 Bagan Alir (Flow Chart) Prosedur Pencatatan Piutang

PT. Amanah Finance

Bagian Akuntansi

Mulai

Down Payment

Jurnal Penerimaan n

Posting

Buku Besar

Jurnal Menunjukkan

tabel harian

Kartu Piutang

Rekonsiliasi SAPS

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Tujuan Pemeriksaan

Tujuan pemeriksaan akuntan atas piutang adalah mencari bukti- bukti yang kompeten untuk memberikan pendapat bahwa:

1. Pengendalian intern perusahaan dalam mengendalikan piutang dagang telah memadai atau tidak

2. Perusahaan bersangkutan telah menerapkan standar akuntansi keuangan dalam menyajikan piutang dagang yang tercantum pada neraca

3. Piutang yang tercantum dalam neraca telah disajikan dan digolongkan dengan benar.

Siklus pendapatan yaitu rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.

Pengujian substantif (Substantive Test) adalah perosedur yang digunakan untuk menguji kekeliruan atau ketidakberesan dalam bentuk uang yang langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan. Kekeliruan tersebut sering disebut dengan salah saji moneter (dalam satuan mata uang) yang merupakan indikasi yang jelas terjadinya salah saji dalam saldo laporan keuangan.

Berikut adalah bagan Alur pekerjaan audit dalam pengujian subtantif terhadap piutang yaitu :

Gambar 3.1

Bagan Alur Pengujian Subtantif dan Pengendalian Internal Mulai

Pemahaman Pengendalian Internal Menilai resiko pengendalian yang direncanakan

Menetukan luas pengujianpengendalian

Merancang pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi

Prosedur Audit Item yang dipilih Penetapan waktu

Analisa Laporan Keuangan

Kertas Kerja

KKP Piutang

Keberadaan Konfirmasi

Cut off

Vouching

Alur pekerjaan audit piutang dapat dijelaskan seperti bagan di atas, langkah- langkah yang dilakukan adalah :

1. Pemahaman pengendalian internal

Prosedur untuk memperoleh pemahaman adalah prosedur yang digunakan oleh auditor untuk mengumpulkan bukti tentang perancangan dan pengimplementasian khusus (Arens et.al 2008 : 412 )

Pengendalian internal adalah proses yang dirancang untuk memeberikan kepastian yang layak mengenai pencapaian tujuan manajemen dalam kategori realibilitas pelaporan keuangan efektifitas dan efesiensi operasi, serta ketaatan pada ketentuan hokum yang berlaku ( Arens, et all 2008 : 412) 2. Penilaian resiko pengendalian

Ukuran ekspektasi auditor bahwa pengendalian internal tidak akan mencegah terjadinya salah saji yang material maupun mendeteksi dan mengoreksinya jika sudah terjadi, sementara resiko pengendalian dinilai untuk setiap tujuan audit yang berhubungan dengan transaksi dalam suatu siklus atau kelas transaksi (Arens, et all 2008 : 410 )

3. Merancang pengujian pengendalian dan pengujian subtantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan trabsaksi

Daftar prosedur audit sutau area audit atau keseluruhan audit. Program audit selalu meliputi prosedur audit dan dapat juga mencakup item yang dipilih dan penepatan waktu ( Arens, et all 2008 : 253 )

4. Analisa laporan keungan merupakan lembar kertas kerja yang digunakan untuk menjabarkan laporan keungan perbulan sehingga secara komparatif

menggambarkan penjualan dan biaya dalam bulan apa yang terbesar yang dinyatakan dalam persentase.

5. Pembuatan Kertas Kerja Pemeriksaan

Kertas Kerja Pemeriksaan merupakan lembar kerja auditor sebagai bukti bahwa telah melakukan pemeriksaan terinci yaitu baik pemeriksaan tingkat transaksi, saldo maupun akun. Kertas Kerja Pemeriksaan ini dibuat dan disesuaikan dan komleksitas akun yang dimilki oleh klien yang disajikan dalam Laporan Keungan, Kertas kerja yang di gunakan auditor dalam menudkung program audit piutang yaitu:

a. Keberadaan yaitu auditor mengindentifikasi saldo piutang yang benar ada dan transaksi-transaksi benar terjadi.

b. Konfirmasi yaitu auditor melakukan konfirmasi ke debitur

c. Cut off yaitu auditor melakukan pemeriksaan dokumen yang mendukung timbulnya piutang dalam minggu terkahir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal neraca

d. Vouching yaitu auditor melakukan pengujian terhdap dokumen, penulusaran pos-pos dari laporan keuangan ke dokumen-dokumen pendukung

Tujuan ini bukan merupakan keseluruhan tujuan, tetapi merupakan tujuan pemeriksaan yang umum dipakai dalam pemeriksaan terhadap piutang. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut di atas, sangat ditentukan oleh prosedur sebagai berikut :

a. Prosedur Audit Awal Berdasarkan Tujuan Pemeriksaan

Prosedur audit awal dilakukan dengan cara rekonsiliasi antara informasi piutang usaha yang dicantumkan dalam neraca dengan catatan akuntansi yang mendukung. Rekonsiliasi ini penting untuk memperoleh keyakinan bahwa informasi piutang usaha yang d cantumkan di neraca di dukung oleh catatan akuntansi yang anda. Prosedur audit berikut ini adalah untuk melakuka rekonsiliasi informasi piutang usaha di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan :

1) Mengidentifikasi saldo piutang dagang yang tercantum di neraca ke saldo piutang dagang yang bersangkutan dalam buku besar.

Auditor melakukan pengidentifikasian terhadap saldo piutang di neraca ke saldo piutang yang bersangkutan dalam buku besar pada PT Amanah Finance, yang meliputi Piutang Usaha, Piutang Nonusaha, dan Cadangan Kerugian PIutang Usaha terdapat kesalahan pencatatan yang mengakibatkan ketidakcocokan saldo piutang di neraca kea kun buku besar.

2) Menghitung kembali saldo akun piutang dagang di dalam buku besar.

Auditor menghitung kembali saldo akun piutang usaha dan piutang nonusaha, dengan cara menambah saldo awal dengan jumlah pendebitan dan megurangi dengan jumlah pengkreditan akun tersebut

3) Melakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun piutang dagang dan akun cadangan kerugian piutang.

Auditor tidak menemukan adanya kecurangan pada perusahaan PT Amanah Finance terhadap mutasi luar

4) Mengidinteifikasi saldo awal akun piutang dagang dan akun cadangan kerugian piutang ke kertas kerja tahun lalu.

Auditor melakukan pengusutan saldo awal akun piutang usaha dan akun cadangan kerugian piutang ke kertas kerja tahun yang lalu

5) Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun piutang ke dalam jurnal yang bersangkutan.

Auditor melakukan pendebitan di dalam akun Piutang Usaha di usut ke jurnal penerimaan kas dan jurnal umum.Pengusutan ini dilakukan oleh auditor untuk memperoleh keyakinan bahwa mutasi penambahan dan pengurangan piutang usaha berasal dari jurnal-jurnal yang bersangkutan.

b. Prosedur Analitik Berdasarkan Tujuan Pemeriksaan

Prosedur analitik dilakukan sebagai salah satu pengujian subtantif untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tertentu yang terkait dengan saldo akun ataupun kelompok transaksi.

Adapun langkah-langkah prosedur analitik yang dilakukan adalah : 1) Mengidentifikasi perhitungan dan perbandingan yang akan di buat 2) Melakukan perhitungan dan perbandingan

3) Menganalisis data

4) Menyelidiki perbedaan atau penyimpanan yang tidak di harapkan yang signifikan

Ini dapat dilihat pada perhitungan dan perbandingan absolute saldo piutang dagang pada tabel 2, terlihat jumlah saldo piutang dagang pada tahun 2012 dan

tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,9 %, kenaikan ini mengindentifikasi bahwa mungkin jumlah piutang dagang tahun 2013 disajikan terlalu tinggi

c. Pengujian Kepatuhan Berdasarkan Tujuan Pemeriksaan

Dalam pengujian kepatuhan pengendalian intern, akuntansi tidak hanya berkepentingan terhadap eksistensi unsure-unsur pengendalian intern, namun akuntan juga berkepentingan terhadap tingkat kepatuhan klien terhadap pengendalian intern piutang. Akuntan dapat menempuh prosedur pemeriksaan berikut ini :

 Mengambil sampel bukti transaksi dan memeriksa kelengkapan dokumen

pendukungnnya kapan terjadi timbulnya piutang, serta tanda tangan yang berwenang baik dalam bukti transaksi maupun dokumen pendukungnnya.

Tujuan pengujian ini adalah untuk mendapatkan kepastian transaksi pembiayaan telah di otoritasi oleh yang bersangkutan

d. Pengujian Subtantif Berdasarkan Tujuan Pemeriksaan

Untuk mencapai tujuan pemeriksaan maka dalam melakukan pengujian subtantif informasi berikut ini harus di peroleh:

1) Akurasi pencatatan

Saldo akun secara sistematis benar dan sesuai dengan data pendukung catatan dan buku pembantu

2) Eksistensi atau kejadian

Harta, kewajiban dan saldo modal pada tanggal neraca dan transaksi yang dicatat benar terjadi selama tahun atau periode tersebut.

3) Kelengkapan

Pengaruh semua dari transaksi yang terjadi atau meliputi atau termasuk dalam saldo akun

4) Hak dan Kewajiban

Perusahan mempunyai hak untuk mencatat harta dan mencatat kewajiban yang mencerminkan klaim debitur.

5) Penilaian dan alokasi

Semua jumlah perhitungan dalam laporan keuangan adalah dinyatakan layak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum

6) Pernyataan laporan dan pengungkapan

Semua perhitungan diklasifikasikan, digambarkan dan di ungkapkan secara layak dalam laporan keuangan.

Pemerolehan informasi untuk mencapai tujuan dapat juga menggunakan kuesioner pengendalian intern piutang dan mengadakan pengamatan langsung terhadap prosedur yang dijalankan serta kekurangan-kekurangan lain yang diperoleh selama dijalankan proses ini.

Berdasarkan sistem pengendalian intern piutang yang diterapkan PT Amanah Finance, dilihat dari jawaban kuesioner, dapat diketahui bahwa:

a) Jumlah penerimaan piutang pada daftar kuesioner adalah 20 pertanyaan

= 100 %

b) Pertanyaan dengan jawaban “ya” sebanyak 12 atau 60%

c) Pertanyaan dengan jawaban “tidak” sebanyak 8 atau 40 %

Dari persentase di atas dapat dilihat bahwa pengendalian intern PT Amanah Finance secara keseluruhan masih kurang bagus, karena dari daftar

pertanyaan dalam kuseioner dengan jawaban “ya” hanya mencapai 60% dari keseluruhan yang ada seperti : pencatatan, pengelolaan dan otoritasi.

Sedangkan kelemahan pengendalian intern PT Amanah Finance yang dapat diketahui dari hasil jawaban kuesioner ini adalah sebagai berikut :

a) Pada bagian penagih, tidak mengunakan bukti kas masuk karena ditangani oleh kasir

b) Kadang uang yang diterima penagih dari debitur tidak disetorkan pada tanggal tersebut tidak dicatat

c) Bagian akuntansi tidak mengirimkan surat pernyataan piutang kepada debitur secara periodic, sehingga sulit membuktikan kebenaran jumlah saldo piutang debitur yang bersangkutan

d) Tidak adanya pemisahan fungsi (cut-off) antara penerimaan uang atau kasir dengan bendahara

Oleh karena adanya hal-hal tersebut, peneliti berkesimpulan bahwa sistem pengendalian intern piutang PT Amanah Finance masih besar peluang untuk terjadinya dan penyalahgunaan wewenang

B. Penyusunan Program Pemeriksaan

Setelah mempelajari dan menilai sistem pengendalian intern terhadap piutang dagang perusahaan maka dalam upaya pencapaian tujuan pemeriksaan seperti yang telah di sebutkan di atas dan untuk mengefektifkan pemeriksaan, peneliti telah membuat program pemeriksaan terhadap piutang sebagai beriku

Tabel 1 PT Amanah Finance

Program Pemeriksaan Terhadap Piutang Dagang No

Urut

Prosedur Pemeriksaan Indeks Kertas Kerja 1.

 Lakukan rekosnsiliasi buku pembantu piutang dengan rekening kontrol piutang di dalam buku besar

 Melakukan rekonsiliasi jumlah piutang yang ada pada daftar piutang dengan pembantu piutang

Mengirim surat konfirmasi ke debitur

Periksa dokumen yang mendukung timbulnnya piutang

Periksa dokumen yang mendukung timbulnya piutang dalam minggu terakhir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal neraca

Periksa dokumen yang mendukung berkurangnnya piutamg dalam minggu terakhir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal neraca

Buat jurnal adjustment Buat working trial balance

B-1

58 Makassar

Nomor Rek. Perkiraan

Neraca Akhir Perbedaan

Tahun berjalan ( belum diaudit) 31 Desember 2013

Tahun berjalan (sudah di audit) 31 Desember 2012

Absolute (Rp)

Persen (%)

113 Piutang dagang Rp.18.867.495.547 Rp. 17.800.210.000 Rp. 1.067.285.547 5,9

Sumber : PT Amanah Finance 2013

Gambar 4.1

Hubungan Daftar Saldo Menurun Kartu Piutang dengan Saldo Buku Besar

6

Tgl Uraian Mutasi D/K Saldo

D K

Perkiraan : (113) Piutang Dagang 31 Desember 2013

Tgl No Bukti Uraian Mutasi Saldo (Rp)

Debet (Rp) Kredit (Rp)

Total Jumlah Rp18.867.495.547

Jumlah

B-1

BUKU BESAR

Perkiraan : (113) Piutang Dagang 31 Desember 2013

Tgl No Bukti Uraian Mutasi Saldo (Rp)

Debet (Rp) Kredit (Rp)

Total Jumlah Rp. 18.867.495.547

Tabel 4

Total Piutang Dagang Per 31 Desember 2013

No Type Kendaraan Jumlah Piutang

1 2 3 4 5

TOYOTA

DAIHATSU DAN NIZZAN HONDA DAN MITSUBISHI SUZUKI

ISUZU

Rp 4.696.726.590 Rp 3.810.698.076 Rp 4.807.935.372 Rp 2.556.032.828 Rp 2.996.102.681 Total Piutang Rp. 18.867.495.547

Sumber :PT Amanah Finance, 2013

Tabel 5 Daftar Piutang Merek “Toyota”

Per 31 Desember 2013 B-1

No Nama Debitur Jumlah Keterangan

1.

Yusuf Pattodding,S.sos Najamuddin

Ariyanti Arifin datu Adam Raden Kanjeng Krisno

C : Sesuai dengsn

konfirmasi positif B-2

n : Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi komfirmasi tersebut )

Ø : Telah ditelusuri ke kartu piutang

Sumber : PT Amanah Finance 2013

Tabel 6 Daftar Piutang

Merek “Daihatzu dan Nizzan”

Per 31 Desember 2013 B-1

No Nama Debitur Jumlah Keterangan

1.

C : Sesuai dengsn

konfirmasi positif B-2

n : Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi komfirmasi tersebut )

Ø : Telah ditelusuri ke kartu piutang

Sumber PT Amanah Finance 2013

Tabel 7 Daftar Piutang

Merek “Honda dan Mitsubishi”

Per 31 Desember 2013 B-1

No Nama Debitur Jumlah Keterangan

1.

C : Sesuai dengsn

konfirmasi positif B-2

n : Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi komfirmasi tersebut )

Ø : Telah ditelusuri

ke kartu piutang

Tabel 8 Daftar Piutang Merek “Suzuki”

Per 31 Desember 2013 B-1

No Nama Debitur Jumlah Keterangan

1. Cucu Binti H. Safi Caca Darmawan

Farida A. Ilahude,S. Ag Samsuddin,S.PI

C : Sesuai dengsn

konfirmasi positif B-2

n : Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi komfirmasi tersebut )

Ø : Telah ditelusuri ke kartu piutang

Sumber : PT Amanah Finance 2013

Tabel 9 Daftar Piutang Merek “Isuzu”

Per 31 Desember 2013 B-1

No Nama Debitur Jumlah Keterangan

1. Muh Rafi Muing, S.Pd Udhink

C : Sesuai dengsn

konfirmasi positif B-2

n : Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi komfirmasi tersebut )

Ø : Telah ditelusuri ke kartu piutang

Sumber PT Amanah Finance 2013

Keterangan : C = Sesuai dengan jawaban konfirmasi positif B-2

n = Konfirmasi negatif ( semua debitur setuju dengan isi konfirmasi tersebut )

^ = Footing

O = Telah ditelusuri ke kartu piutang

PT. AMANAH FINANCE

WORKING TRIAL BALANCE – KONFIRMASI PIUTANG DAGANG

Metode konfirmasi piutang yang di gunakan pada perusahaan adalah :

e. Konfirmasi positif dengan alasan terdapat debitur yang mempunyai saldo piutang secara individual lebih besar dari saldo piutang lainnya .

f. Konfirmasi negatif, dengan alasan pengendalian intern terdapat piutang dinilai baik oleh auditor hal ini terlihat dari jawaban kuesioner pengendalian intern piutang

Indeks Saldo Piutang Dagang (Rp)

Konfirmasi Positifyang dikonfirmasi

Jumlah presentase dari total piutang adalah :Rp1.668.928.001,-X 100 = 9 %

18.867.495.547,-jumlah piutang dagang yang dikonfirmasi negatif sebesar Rp9.268.298.441,- # maka jumlah persentase dari total piutang adalah : Rp9.268.298.441,- X 100 =49%

18.867.495.547 Catatan:

 Konfirmasi piutang dagang bentuk negatif tidak ada yang di jawab, semua debitur setuju dengan konfirmasi tersebut.

 Jumlah persentase piutang dagang secara keseluruhan adalah : (dari total piutang) 9% + 49% = 58 %

Auditor membuktikan jumlah 58 % ini cukup membuktikan eksistensi piutang dagang tahun yang diperiksa

^ = footing

# = jumlah sama dengan konfirmasi negatif

Catatan :

1. Surat Konfirmasi Positif ke debitur ( B- 2, dapat dilihat di daftar Lampiran ) Cut-off dilakukan dengan memeriksa yaitu :

2. Dokumen yang mendukung timbulnya piutang dagang pada minggu terakhir tahun yang di periksa, ( B-4 , Lihat di daftar Lampiran )

3. Semuanya cocok dengan pencatatan piutang dagang pada periode terjadinya transaksi.

4. Dokumen yang mendukung terjadinya piutang dagang B-5 pada minggu terakhir tahun yang diperiksa. Dokumen B-5 disetor kepenagih ke kasir setelah tanggal neraca sehingga dibutuhkan jurnal penyesuaian untuk mengurangi jumlah piutang dagang di neraca tahun 2013

5. Pembayaran panjar yang terdapat pada B-4 hanya Rp. 20.000.000 dan sisanya sebanyak Rp. 160.000.000,- dan dibayar secara kredit selama 48 bulan

Tabel 10 PT Amanah Finance Ringkasan Jurnal Penyesuaian

31 Desember 2013

B-6 No.

Urut

Keterangan Debet

(Rp)

Kredit (Rp)

1. Kas

Pendapatan Bunga

(Untuk mencatat penerimaan angsuran piutang dan pendapatan bunga)

3.898.007

3.898.007

Sumber PT Amanah Finance 2013

77 B- 7

Nomor Perkiraan

Nama Perkiraan Indeks Kertas Kerja

Saldo Menurut Buku 31 Desember 2013

Penyesuaian Saldo Per- Audit 31 Desember 2013

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

Debet (Rp)

Kredit (Rp)

113 Piutang Dagang 18.867.495.547,-

18.867.495.547,-Kas B-6 3.898.007,-

3.898.007,- 18.871.393.554,-Terbilang : Delapan Belas Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Juta

Empat Ratus Delapan Belas Ribu Lima Ratus Empat Puluh Tujuh Rupiah

Sumber PT Amanah Finance 2013

D.Penjelasan Kertas Kerja

Setelah peneliti melakukan program pemeriksaan terhadap piutang dagang yang terdapat pada PT Amanah Finance, maka peneliti memberikan penjelasan atas kertas kerja yang terdapat dalam hasil program pemeriksaan tersebut. Penjelasan atas kertas kerja tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

1. Perhitungan dan perbandingan saldo piutang dagang PT Amanah Finance (tabel 2) ,pada tahun berjalan ( sebelum di audit) 31 Desember 2013 sebesar Rp. 18.867.495.547,- dan pada tahun berjalan (setelah di audit ) 31Desember 2012 sebesar Rp. 17.800.210.000,- Disini dapat dilihat bahwa perbedaan saldo piutang dagang antara tahun 2012 dan tahun 2013 sebesar Rp. 1.067.285.547,-ini menandakan bahwa piutang dagang di tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 5,9%.

2. B- 1, merupakan rekonsiliasi buku pembantu piutang dengan rekening control piutang di buku besar pada PT Amanah Finance. Saldo yang terdapat dalam kartu piutang ( gambar 4 ) telah di sesuaikan dengan saldo yang terdapat dalam buku besar yaitu sebesar Rp. 18.867.495.547,- kemudian peneliti melakukan rekonsiliasi atas jumlah piutang dagang yang terdapat dalam daftar piutang type kendaraan ( Merek Toyota, Daihatsu, Nissan, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Isusu ), Jumlah yang tercantum dalam daftar piutang tersebut telah sesuai dengan jumlah saldo yang terdapat dalam buku besar.

3. B-2, peneliti mengirim surat konfirmasi ke debitur sebanyak 11 surat yang merupakan surat konfirmasi positif, dimana nama-nama debitur yang dikirimkan surat konfirmasi dapat dilihat dalam B- 1 daftar piutang. Surat

konfirmasi kedebitur ini berguna untuk membuktikan kebenaran piutang apakah telah sesuai yang dicatat oleh klien. Salah satu dari surat konfirmasitersebut yang an. Ajimin terdapatdalam pencatatan piutang yang dilakukan oleh perusahaan dan telah ditelusuri pada kwitansi pengiriman penagih yang telah di bayar pada tanggal 29 Desember 2013 dan seharusnya di input langsung oleh kasir pada saat pembayaran tersebut

4. B-3, Peneliti melakukan pemeriksaan dokumen yang mendukung timbulnya piutang dagang yaitu, berupa aplikasi surat permohonan kredit atas pembelian barang

5. B-4, Peneliti memeriksa dokumen yang mendukung timbulnya piutang dagang dalam minggu terakhir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal neraca yaitu berupa kwitansi atau bukti pembayaran atas pembelian kendaraa. Hal ini merupakan salah satu prosedur pemeriksaan untuk memverifikasi pisah batas yang dimaksudkan untuk membuktikan apakah klien telah menggunakan pisah batas yang konsisten dalam memperhitungkan transaksi penerimaan piutang.

6. B-5, Peneliti memeriksa dokumen yang mendukung timbulnya piutang dagang pada PT Amanah Finance dalam minggu terkahir tahun yang diperiksa dan minggu pertama setelah tanggal neraca yaitu berupa bukti pembayaran an.

Ajimin dan dapat dilihat dalam surat Konfirmasi debitur pada B-2.

7. B-6, Peneliti membuat jurnal adjustment PT Amanah Finance (Tabel 10 ), untuk mencatatat penerimaan angsuran/piutang bunga dan pendapatan bunga sebesar Rp. 3.898.007

8. B-7, Peneliti pemeriksaan terakhir yang dibuat oleh peneliti yaitu, membuat Working Trial Balance (Tabel 10). Dimana saldo piutang dagang menurut buku 31 Desember 2013 sebesar Rp.18.867.495.547, dan dilakukan peneysuaian maka saldo per-audit 31 Desember 2013 sebesar Rp.

18.867.495.547, Saldo Piutang bunga per-audit 31 Desember 2013 sebesar Rp.

3.898.007,- dan telah disesuaikan pada jurnal penyesuaian (tabel 10, B-6 ).

Peneliti memberikan kesimpulan atas temuan-temuan yang dapat dilihat dalam kertas kerja diatas, bahwa piutang dagang PT Amanah Finance belum di nilia atau disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), karena adanya kekeliruan atau salah saji secara material dalam pencatatan dan penyajian serta pelaporan transaksi dan saldo akun terhadap piutang yang terdapat dalam laporan keuangan. Salah satu alas an bahwa peneliti menyatakan bahwa adanya salah saji terhadap laporan keuangan pada PT Amanah Finance yaitu bahwa setoran yang diterima oleh kasir atas pembayaran dari salah satu debitur (lihat dalam surat konfirmasi an. Ajimin )

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Dari hasil uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya dari penulisan ini, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Saldo piutang dagang pada PT Amanah Finance belum disajikan secara wajar sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atas pengendalian intern terhadap piutang dagang PT Amanah Finance sebagai berikut :

a. Uang yang diterima oleh penagih dari pembayaran debitur, tidak langsung disetorkan ke kas, yang mana seharusnya langsung disetor agar tidak terjadi keterlambatan pencatatan pada suatu periode tertentu.

b. Fungsi akuntansi tidak mengirimkan surat pernyataan piutang kepada debitur secara periodik, sehingga sulit membuktikan kebenaran jumlah saldo piutang debitur yang bersangkutan

c. Antara kasir dan bendahara tidak ada pemisahan fungsi, sehingga bagian kasir dapat menunda penyetoran uang ke Bank

2. PT Amanah Finance tidak membentuk cadangan kerugian piutang dengan alasan kebijakan perusahaan memberikan jangka waktu / toleransi pembayran angsuran kendaraan yaitu 2 bulan , jika melewati batas yang telah di tentukan maka kendaraan / barang ditarik kembali, jadi resiko kerugian piutang dapat dikurangi.

B. Saran

Berdasarakan pada pembahasan dalam penulisan ini, peneliti ingin menyarankan / member masukan kepada perusahaan tersebut sebagai berikut :

 Mengingat pemisahan fungsi merupakan suatu dasar adanya pengendalian intern yang baik maka, hendaknnya uang yang diterima oleh penagih dari pembayaran utang debitur langsung disetor ke kas, selain untuk menghindari penggelapan uang, juga untuk memudahkan pencatatan pengurangan piutang, serta menghindari kesalahan dalam pencatatan. Ini merupakan upaya untuk menciptakan praktek yang sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno.2012. Auditing, Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Alvin A Arens, dkk. 2008 Auditing dan Jasa Assurance , Edisi keduabelas , Erlangga, Jakarta

Andayani,Wuryan.2008 .Auditing Internal,.edisi satu, Yogyakarta : BPFE Baridwan, 2006, Intermedite Accounting,Edisi kesepuluh,Yogyakarta :BPFE Boynton Johnson, Kell. 2002. Modern Auditing. Buku satu. Salemba empat

Jakarta

Gondodiyoto Sanyoto, 2007. Audit Sistem Informasi + Pendekatan CobIT, Edisi Revisi, Penerbit : Mitra Wacana Media ,Jakarta

IAI, 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Penerbit Salemba Empat,Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2009, StandarAkuntansi Keuangan, Jakarta : Karya Utama.

Institut Akuntan Publik Indonesia, 2008. Standar Profesional Akuntan Publik.

Jakarta: Salemba Empat.

Indriyo, 2008. Auditing. Yogyakarta : Graha Ilmu

Jusup, Haryono 2002. Auditing. Yogyakarta: STIE YKPN Mayangsari, Sekar. dkk. 2013. Auditing. Jakarta: Media Bangsa.

Mulyadi, 2008. Auditing.edisi keenam, Jakarta: salemba Empat.

Mulyadi, 2008. Auditing.edisi keenam, Jakarta: salemba Empat.

Dokumen terkait