• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Surakarta, yang beralamat di Jalan Monginsidi No. 40 Surakarta. Sekolah ini di bawah pimpinan Drs. MH. Thoyibun, SH.,MM., yang bertindak sebagai kepala sekolah yang membawahi kurang lebih 103 tenaga pengajar dan staf administrasi.

Penelitian ini dimulai tanggal 21 Agustus 2010 dan dilakukan selama 1 bulan atau selama 4 kali tatap muka, pada jam pelajaran Seni Rupa, yaitu pada hari Sabtu jam ke 4 selama 90 menit.

B. Subjek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Surakarta kelas X-4 semester I tahun ajaran 2010/2011, yang berjumlah 34 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki.

Adapun alasan peneliti memilih sekolah ini sebagai lokasi penelitian adalah: (1) Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah terbaik di Surakarta, dan juga memiliki prestasi yang baik, demikian juga dengan kualitas guru dan siswa yang baik; (2) Siswa di sekolah tersebut belum pernah dipergunakan sebagai subjek penelitian sejenis, sehingga terhindar dari kemungkinan penelitian ulang; (3) Sekolah tersebut merupakan sekolah yang mendukung untuk diadakannya penelitian.

Peneliti memilih kelas X-4 sebagai subjek penelitian karena menurut ibu Dra. DM. Krisbiyanti selaku guru mata pelajaran seni budaya dari keseluruhan kelas X, kelas X-4 yang nilai rata-rata pada materi apresiasinya paling rendah diantara kelas X lainnya, yaitu hanya mencapai 76.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Observasi, S. Margono (2005:158) berpendapat bahwa “Observasi diartikan

sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian”. Jadi observasi merupakan pengamatan dan pendataan yang dilakukan pada obyek penelitian secara sistematik / berurutan.

Observasi, digunakan untuk mengamati kondisi awal sebelum dan pada saat diadakannya perbaikan pembelajaran apresiasi siswa terhadap batik Surakarta yang dilakukan oleh guru dan siswa di kelas X-4 SMA Negeri 1 Surakarta dengan menggunakan media audio visual. Yang diamati selama observasi berlangsung adalah kondisi nyata di lapangan, antara lain:

a) Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi sebelum perbaikan pembelajaran dengan media audio visual

b) Sikap siswa selama proses pembelajaran apresiasi berlangsung, baik sebelum maupun pada saat perbaikan pembelajaran dengan media audio visual

c) Proses pembelajaran apresiasi seni yang berlangsung sebelum dan pada saat perbaikan pembelajaran dengan media audio visual

“Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan mengambil tempat duduk paling belakang. Dalam posisi itu, peneliti dapat secara lebih leluasa melakukan pengamatan terhadap aktivitas belajar-mengajar siswa dan guru di kelas” (Sarwiji Suwandi, 2008:65).

2. Wawancara, S. Margono (2005:165) berpendapat bahwa “Interviu (wawancara) adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula”. Wawancara dilakukan terhadap guru pelajaran seni budaya kelas X-4 dan beberapa siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Surakarta, di antaranya 1 siswa yang memiliki nilai tertinggi, 1 siswa yang memiliki nilai sedang, dan 1 siswa yang memiliki nilai rendah. Wawancara dibedakan menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu wawancara observasi awal. Wawancara ini dilakukan untuk menggali informasi tentang proses pembelajaran pada kondisi awal.

a) Wawancara yang dilakukan terhadap guru berkenaan dengan:

1) Kondisi pembelajaran apresiasi seni rupan terapan daerah selama ini 2) Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam memberikan materi

apresiasi seni sebelum diadakannya perbaikan pembelajaran dengan media audio visual.

commit to user

3) Hambatan dan kesulitan yang dirasakan guru dalam proses pembelajaran apresiasi selama ini.

4) Sikap siswa kelas X-4 selama proses pembelajaran apresiasi seni selama ini.

b) Wawancara yang dilakukan terhadap siswa adalah meliputi:

1) Pendapat mereka tentang proses pembelajaran apresiasi seni terapan daerah selama ini yang mereka rasakan.

2) Hambatan dan kesulitan yang mereka rasakan pada saat pembelajaran apresiasi seni disampaikan.

Tahap kedua yaitu wawancara pada saat setelah perbaikan tindakan dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menggali informasi secara langsung dari narasumber tentang berjalannya proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual. Wawancara dengan guru dan siswa ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembelajaran apresiasi dengan media audio visual.

Hasil wawancara sebelum perbaikan digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan dan solusi yang dilakukan dalam memecahkan masalah, sedangkan hasil wawancara setelah diadakan perbaikan digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan selanjutnya dan perbaikan media audio visual pada saat tahap analisis dan refleksi.

3. Tes, menurut S. Margono, (2005: 170) tes ialah “seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka”. Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan tindakan. Dalam penelitian ini tes yang diberikan adalah tes tulis esai. Tes tulis diberikan kepada siswa setelah penyampaian materi dan dilakukan pada setiap pertemuan. Pemberian tes ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh hasil yang diperoleh siswa (peningkatan pemehaman terhadap Batik Surakarta) setelah pemberian tindakan perbaikan dalam kelas. Soal tes berisi tentang materi yang sudah disampaikan melalui media audio visual berupa pengetahuan tentang Batik Surakarta.

commit to user

4. Dokumentasi. Menurut S. Margono (2005:181) cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian disebut teknik dokumenter. Dokumentasi yaitu mencari data dari dokumen atau arsip yang ada. Data tersebut diperoleh dari:

a) Sekolah: berupa silabus pelajaran Seni Budaya

b) Guru: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku panduan atau materi pelajaran, hasil tugas dan daftar nilai siswa yang dimiliki guru baik sebelum dan setelah diadakan penelitian. Nilai siswa tersebut akan dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran menggunakan media audio visual.

D. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Teknik deskriptif komparatif (statistik deskriptif komparatif). Menurut Sarwiji (2008:70) teknik statistik deskriptif komparatif digunakan untuk data kuantitatif, yakni dengan membandingkan hasil antar siklus. Peneliti membandingkan hasil sebelum penelitian dengan hasil pada akhir setiap siklus. Analisis data ini dilakukan dengan membandingkan hasil afektif dan kognitif siswa pada kondisi sebelum tindakan, setelah siklus I, dan setelah siklus II.

2. Teknik analisis kritis. Sarwiji juga mengungkapkan teknik analisis kritis mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan dan kelebihan kinerja siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Hasil analisis tersebut dijadikan dasar dalam menyusun perencanaan tindakan untuk tahap berikutnya sesuai dengan siklus yang ada. Analisis data dilakukan bersamaan dan/ atau setelah pengumpulan data.

commit to user

E. Prosedur Penelitian

Tujuan pokok yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan apresiasi siswa terhadap Batik Surakarta melalui pembelajaran dengan menggunakan media audio visual pengetahuan batik pada siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2010/2011. Dengan demikian prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang direncanakan berlangsung selama dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. “PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan merefleksi”. (Zainal Aqib, 2008:30). Akan tetapi sebelum melakukan ke-empat tahap tersebut, ada satu tahap yang sangat penting untuk dilakukan yaitu tahap pengenalan masalah. “PTK dalam pelaksanaannya diawali dengan diagnosis masalah, kesadaran permasalahan yang Anda rasakan mengganggu dan menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai berdampak kurang baik terhadap proses dan/ atau hasil belajar siswa, dan/ atau implementasi program sekolah”. (Sarwiji Suwandi, 2008:35). Dengan demikian sebelum dilakukannya 4 tahap pokok dalam PTK, lebih dahulu dilakukan 1 tahap awal yaitu pengenalan masalah atau identifikasi masalah yang dirasakan mengganggu proses dan/ atau hasil belajar dalam sebuah kelas yang akan dijadikan sebagai subyek PTK.

Menurut Tagart, (dalam Zainal Aqib, 2008:30), prosedur pelaksanaan PTK mencakup penetapan fokus masalah penelitian, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berikut ini adalah penjelasan dari tahap-tahap tersebut:

1. Tahap Penetapan Fokus Masalah Penelitian

Tahap ini dilakukan dengan merasakan adanya masalah, menganalisis masalah, kemudian merumuskan masalah agar dapat menetapkan masalah yang dihadapi oleh subyek PTK.

Pada tahap ini yang dilakukan adalah mengadakan observasi lapangan, yaitu mengetahui keadaan nyata di lapangan secara langsung. Observasi awal dilakukan dengan mengamati kondisi awal kelas pada jam pelajaran seni

budaya, melakukan wawancara secara terpisah dengan guru dan murid serta mendiskusikan hambatan atau kesulitan apa saja yang dihadapi selama proses pembelajaran di kelas dan bagaimana solusinya. Observasi dilakukan pada guru mata pelajaran seni budaya dan siswa kelas X-4 di SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2009/2010.

2. Tahap Perencanaan Tindakan

Rencana tindakan disusun dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta tahap analisis dan refleksi. Berdasarkan pengenalan masalah yang dilakukan melalui observasi awal, maka diajukan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran seni budaya di kelas X-4 SMA Negeri 1 Surakarta yaitu dengan penggunaan media audio visual sebagai upaya meningkatkan apresiasi siswa terhadap batik Surakarta.

Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan skenario pembelajaran, mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas, menyediakan media pembelajaran yang akan digunakan, mempersiapkan instrumen untuk menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan yang telah dilakukan.

3. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahap ini peneliti mulai melaksanakan tindakan, yakni meningkatkan apresiasi siswa terhadap batik Surakarta melalui media audio visual pada siswa kelas X-4 di SMA Negeri 1 Surakarta. Dalam tahap ini peneliti melakukan tindakan dalam 2 siklus yang masing-masing terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus akan dilakukan tindakan perbaikan pembelajaran melalui media audio visual yaitu penggabungan slide suara dan film dokumenter pengetahuan batik yang dibuat dengan menggunakan movie maker. Untuk menayangkan media audio visual, maka pada penelitian ini juga menggunakan Liquid Cristal Display (LCD) proyektor dan komputer. Media audio visual pembelajaran dibuat semenarik mungkin untuk menarik antusiasme siswa terhadap pelajaran.

commit to user

Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan, yang dilakukan bersamaan dengan observasi selama tindakan berlangsung.

4. Tahap Pengamatan/ Observasi

Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap guru dan siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Tahap ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat sebelumnya, sehingga memudahkan peneliti dalam mengamati perkembangan kelas. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui segala kelemahan dan kekurangan yang mungkin muncul dan dijadikan landasan dalam melakukan refleksi.

5. Refleksi

Refleksi dilakukan bersama guru pada setiap akhir siklus. Pada tahap ini, dilakukan penganalisisan data mengenai proses, masalah, dan hambatan yang ditemui selama penelitian berlangsung. Kemudian didiskusikan bersama guru untuk diambil kesimpulan dari hasil pelaksanaan penelitian. dari penarikan kesimpulan ini diketahui apakah tindakan yang sudah dilakukan sudah mencapai indikator yang diinginkan atau belum, sehingga dapat ditentukan tindakan selanjutnya.

commit to user

Secara rinci urutan masing-masing tahap dalam siklus dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:

Gambar 10. Tahap Siklus Penelitian Tindakan Kelas Adaptasi dari Pedoman Penulisan Skripsi FKIP UNS (2009:18)

Penetapan Fokus Masalah Perencanaan SIKLUS I Pelaksanaan Observasi/ Pengamatan Refleksi Pelaksanaan SIKLUS II Observasi/ Pengamatan Refleksi Indikator sudah tercapai?

Sudah: PTK bisa diakhiri

Belum: PTK perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya

commit to user

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana tindakan yang dilakukan pada setiap siklus adalah sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan Siklus I

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan media audio visual yang digunakan dalam proses pembelajaran seni budaya kelas X-4 SMA Negeri 1 Surakarta. Media audio visual yang ditampilkan berupa gabungan slide suara dan film dengan tampilan semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswa. Tayangan media audio visual pada pertemuan I siklus I berisi tentang sejarah Batik Surakarta. Selain itu dipersiapkan juga fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas yaitu komputer, LCD proyektor, dan lain-lain . Pada tahap ini juga dibuat skenario pembelajaran, yaitu apa saja yang dilakukan guru dengan media yang sudah tersedia selama proses pembelajaran berlangsung. Skenario pembelajaran tersebut antara lain:

Tabel 3. Perencanaan Siklus I Pertemuan 1

Siklus I (Pertemuan ke 1)

No. Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi

Waktu 1. a. Guru mempersiapkan

RPP, silabus, soal tugas, dan media audio visual pengetahuan batik

a. Menyiapkan diri menerima pelajaran

±5 menit

b. Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan apersepsi materi yang akan diajarkan yaitu Sejarah Batik Surakarta. Apersepsi ini bertujuan untuk

mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang batik. Apersepsi dilakukan dengan

memberi tes awal berupa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. b. Siswa memperhatikan apersepsi yang disampaikan guru ±5 menit c. Guru menampilkan tayangan media audio

c. Sementara itu siswa memperhatikan

visual pengetahuan batik yang berisi tentang Sejarah Batik Surakarta

tayangan media audio visual pengetahuan batik tentang Sejarah Batik Surakarta tersebut dengan seksama

d. Guru berdiskusi bersama siswa mengulas kembali dan menjelaskan tentang sejarah munculnya batik Surakarta.

Selesai menjelaskan, guru mempersilahkan siswanya untuk bertanya jika ada yang ingin ditanyakan atau menyampaikan tanggapannya seputar materi yang telah ditayangakan yaitu mengenai Sejarah Batik Surakarta

d. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Kemudian siswa bertanya kepada guru jika ada materi yang kurang dimengerti atau menyampaikan

tanggapannya setelah melihat tayangan media audio visual pengetahuan batik

±15 menit

e. Guru memberikan tes tertulis esai untuk mengukur pemahaman siswa tentang Sejarah Batik Surakarta

e. Siswa mengerjakan tes yang diberikan guru untuk mengukur pemahaman siswa ±30 menit f. Guru memerintahkan siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban f. Siswa mengumpulkan lembar jawaban ±2 menit

g. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi kembali mengenai jawaban dari soal tes yang telah diberikan.

g. Siswa diharapkan aktif baik dalam bertanya, menjawab, maupun berpendapat.

±15 menit

h. Guru menyimpulkan materi pelajaran bersama siswa h. Menyimpulkan materi pelajaran bersama guru. ± 5 menit i. Menutup proses pembelajaran - ±3 menit

commit to user Tabel 4. Perencanaan Siklus I Pertemuan 2

Siklus I (Pertemuan ke 2)

No. Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi

Waktu 1.

a. Guru mempersiapkan RPP, silabus, soal tes, dan media audio visual pengetahuan batik a. Menyiapkan diri menerima pelajaran ±5 menit b. Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan sedikit mengulas tentang materi sebelumnya.

Kemudian apersepsi materi yang akan diajarkan yaitu Jenis-jenis Batik

Berdasarkan Proses Pembuatannya. Apersepsi dilakukan dengan memberi tes awal berupa

pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan

b. Siswa memperhatikan apersepsi yang

disampaikan guru. Menjawab pertanyaan dari guru tentang ulasan materi sebelumnya

±5 menit

c. Guru menampilkan tayangan media audio visual pengetahuan batik yang berisi tentang Jenis-jenis Batik Berdasarkan Proses Pembuatannya

c. Sementara itu siswa memperhatikan tayangan tersebut dengan seksama.

±10 menit

d. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi dan mengidentifikasi kembali tentang jenis-jenis batik berdasarkan proses pembuatannya. Kemudian guru mempersilahkan siswanya untuk

bertanya jika ada yang ingin ditanyakan seputar materi yang telah ditayangakan

d. Siswa berdiskusi bersama guru mengidentifikasi kembali tentang jenis-jenis batik berdasarkan proses pembuatannya. Kemudian siswa bertanya kepada guru jika ada materi yang kurang dimengerti dalam pemutaran media audio visual pengetahuan batik atau memberikan

tanggapan mengenai

yaitu mengenai Jenis-jenis Batik Berdasarkan Proses Pembuatannya atau memberikan tanggapannya

mengenai materi yang baru saja diputarkan

materi yang disampaikan.

e. Guru memberikan soal tes tertulis kepada siswa tentang Jenis-jenis Batik

Berdasarkan Proses Pembuatannya

e. Siswa mengerjakan soal tes tertulis dari guru yaitu tentang Jenis-jenis Batik Berdasarkan Proses Pembuatannya ±30 menit f. Guru memerintahkan siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban f. Siswa mengumpulkan lembar jawaban ±2 menit

g. Guru mengajak siswa untuk berdiskusi kembali mengenai jawaban dari soal tes yang telah diberikan.

g. Siswa diharapkan aktif baik dalam bertanya, menjawab, maupun berpendapat. ±20 menit h. Guru menyimpulkan materi pelajaran bersama siswa h. Menyimpulkan materi pelajaran bersama guru.

±5 menit

i. Menutup proses pembelajaran seni budaya

i. - ±3 menit

Di samping itu peneliti juga menyiapkan instrumen yang digunakan dalam penelitian yang meliputi: lembar observasi, pedoman wawancara dengan guru dan siswa, dan soal tes tentang materi yang disajikan. Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa setelah siklus I selesai dilakukan untuk mengetahui kekurangan, kelebihan, serta hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan siklus I untuk diperbaiki di siklus II.

commit to user

b. Tahap Pelaksanaan Siklus I

Pelaksanaan tindakan ini merupakan penerapan dari perencanaan skenario pembelajaran yang telah disusun. Pelaksanaan dilakukan dalam satu siklus sebanyak dua kali pertemuan, dan setiap pertemuan masing-masing 2 x 45 menit.

c. Tahap Observasi Siklus I

Tahap ini dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya proses pembelajaran apresiasi Batik Surakarta dengan menggunakan media audio visual. Tahap ini dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran dan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Lembar observasi digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi selama pembelajaran berlangsung pada siklus I. Hasil observasi selama proses pembelajaran digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai selama siklus I berlangsung.

d. Tahap Refleksi Siklus I

Setelah proses pembelajaran pada siklus I berakhir, maka diadakan analisis terhadap semua data yang diperoleh di lapangan selama siklus I berlangsung. Refleksi pada siklus I dilakukan dengan menganalisis masalah-masalah yang muncul selama proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual. Berdasarkan masalah-masalah yang muncul pada siklus I, maka dapat ditentukan apakah tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan masalah sudah mencapai tujuan atau belum. Melalui refleksi inilah ditentukan untuk melakukan siklus lanjutan jika indikator belum tercapai dengan sempurna.

2. Siklus II

a. Tahap Perencanaan Siklus II

Perencanaan pada siklus II meliputi rencana perbaikan tindakan berdasarkan refleksi pada siklus I. Tahap perencanaan pada siklus II ini peneliti memperbaiki media audio visual yang digunakan dalam proses pembelajaran apresiasi Batik Surakarta. Media audio visual yang ditampilkan masih terdiri dari gabungan slide suara dan film, hanya saja

tampilannya lebih diperbaiki berdasarkan hasil refleksi siklus I dan hasil wawancara terhadap guru dan siswa tentang media audio visual. Selain itu juga dilakukan perbaikan skenario pembelajaran agar siswa lebih antusias mengikuti pelajaran seni budaya dengan materi apresiasi Batik Surakarta.

Perencanaan lainnya masih sama dengan siklus I yaitu menyiapkan instrumen yang digunakan dalam penelitian yang meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi afektif, pedoman wawancara, dan soal tes tentang materi yang disajikan.

b. Tahap Pelaksanaan Siklus II

Pelaksanaan pada siklus II dilakukan sesuai dengan skenario pembelajaran dan perencanaan sebelumnya. Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan masing-masing selama 2 x 45 menit.

c. Tahap Observasi Siklus II

Tahap ini dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran dan mengisi lembar observasi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Lembar observasi digunakan untuk mencatat peristiwa yang terjadi selama pembelajaran berlangsung pada siklus II. Hasil observasi selama proses pembelajaran digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai selama siklus II berlangsung.

d. Tahap Refleksi Siklus II

Refleksi pada siklus II dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan tindakan pada proses pembelajaran. Hasil refleksi dan data yang diperoleh menjadi bahan evaluasi terhadap keberhasilan dan ketercapaian tujuan tindakan.

commit to user 55

BAB IV

Dokumen terkait