BAB III METODOLOGI TINDAKAN
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini terdiri dari siklus-siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengetahui permasalahan yang menyebabkan rendahnya penguasaan konsep gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 2 Ampel dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan pokok permasahan yang dirumuskan dalam judul penelitian ini, maka data yang diperlukan dalam penelitian adalah mengenai penggunaan guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing) yang dilakukan oleh guru dengan penanaman konsep melalui pengalaman langsung. Data dikumpulkan melalui pengamatan pada saat peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing).
Dengan berpedoman pada refleksi awal, maka prosedur pelaksanaan penelitian melalui tahapan atau siklus, yang setiap siklus berisi empat langkah yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi.
1. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan mencakup kegiatan :
a. Guru yang sekaligus bertindak sebagai peneliti, menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan indikator mampu menguasai konsep gaya magnet selama pengadaan penelitian.
b. Guru yang sekaligus bertidak sebagai peneliti memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan yaitu melalui pembelajaran guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing).
c. Guru menyiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. d. Merancang tes untuk siklus I dan kunci jawabannya.
e. Menyiapkan lembar penilaian. f. Membuat lembar observasi.
commit to user
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini dilaksanakan dengan mengadakan pembelajaran (ada 2 kali tatap muka) sesuai RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yakni tentang kemampuan penguasaan konsep gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 2 Ampel, dengan menggunakan guide inquiry method (metode inkuiri terbimbing), pembelajaran ini dilaksanakan oleh guru kelas V dan diobservasi oleh guru kelas VI.
Peneliti dalam tahap pelaksanaan ini menyusun langkah-langkah sebagai berikut:
1) Orientasi
Guru menjelaskan topik, tujuan dan penguasaan konsep gaya magnet yang diharapkan dapat dicapai siswa. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran melalui guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing). Guru melakukan motivasi melalui percobaan.
2) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan masalah sesuai dengan topik yang dibahas secara bersama-sama.
3) Siswa dibimbing untuk merumuskan hipotesis dari rumusan masalah yang sudah dipilih.
4) Siswa dibimbing guru untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
5) Siswa dibimbing guru untuk menguji hipotesis yaitu menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
6) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil pengujian hipotesis (eksperimen) dan guru menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.
3. Tahap Observasi
Pada tahap observasi dilaksanakan oleh rekan sejawat dan guru kelas V dengan instrumen pengamatan (aktivitas guru dan siswa). Observasi diarahkan pada pedoman yang telah diteliti.
commit to user
4. Tahap Refleksi
Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan adalah mengadakan refleksi dan evaluasi dari kegiatan 1, 2, 3 bila hasil refleksi dan evaluasi siklus I menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep gaya magnet pada siswa kelas V maka tidak perlu dilanjutkan dengan siklus II. Jika pada siklus I belum memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan penguasaan konsep gaya magnet maka dilaksanakan siklus II, dan selanjutnya sampai penguasaan konsep gaya magnet meningkat.
Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dapat dilihat pada gambar 7.
Gambar 6 : Model Penelitian Kemmis dan Taggart (Sumber: Kurt Lewin 2003 : 1)
Perencanaan siklus yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Rencana siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas V, yang mana masih ada beberapa siswa yang mendapatkan nilai rendah atau kurang dalam mata pelajaran IPA. Data diperoleh dari dokumentasi hasil evaluasi pembelajaran IPA meteri gaya magnet sebelum ada penelitian (lihat lampiran 7). Ternyata setelah diteliti ada beberapa siswa yang belum mampu menguasai konsep gaya magnet, sehingga dalam pembelajaran IPA guru perlu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang
Rencana 1 Rencana 2
Refleksi 1 Tindakan 1 Refleksi 2 Tindakan 2
Observasi 1 Observasi 2
Siklus n
commit to user
sesuai dengan materi pembelajaran yakni guided inquiry approach (metode inkuiri terbimbing).
Peneliti dalam tahap perencanaan ini menyusun langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menyusun rencana pembelajaran (RPP) IPA dengan KD mendiskripsikan pengaruh gaya terhadap bentuk dan gerak suatu benda. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran adalah guided inquiry method.
2) Guru menyiapkan media yang diperlukan. 3) Merancang tes siklus I dan kunci jawabannya. 4) Menyiapkan lembar penilaian.
5) Membuat lembar observasi.
b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini dilaksanakan dengan mengadakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yakni tentang kemampuan penggunaan guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing). Guru mengajak siswa agar aktif dalam pemebelajaran dengan melakukan kegiatan pembelajaran percobaan/penemuan, ini dilakukan secara bergantian dan berulang-ulang sampai siswa yang belum menguasai konsep gaya magnet dapat menguasai. Guru memberi motivasi kepada semua siswa dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai konsep gaya magnet. Guru selalu mengamati perkembangan kemajuan siswa dalam proses pembelajaran.
Peneliti dalam tahap pelaksanaan ini menyusun langkah-langkah sebagai berikut:
1) Orientasi.
Guru menjelaskan topik, tujuan dan penguasaan konsep gaya magnet yang diharapkan dapat dicapai siswa. Guru menjelaskan langkah- langkah pembelajaran melalui guided inquiry method (metode
commit to user
inkuiri terbimbing). Guru menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi belajar siswa.
2) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan masalah sesuai dengan topik yang dibahas secara bersama-sama. Guru membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki dan mendorong siswa untuk mencari jawaban yang tepat.
Misalnya : - Persoalan (percobaan)
Potongan kayu ranting/lidi yang sudah diisi dengan isi stepler dibungkus kertas dan potongan lidi tanpa diisi stepler dibungkus kertas dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Siswa diajak berlomba untuk mengambil ranting dari dalam tabung reaksi dengan menggunakan magnet.
- Perumusan masalah
“Mengapa potongan ranting yang dibungkus kertas dapat ditarik dengan menggunakan magnet?” “Mengapa ada potongan ranting yang dibungkus kertas tidak tertarik oleh magnet?”
3) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan hipotesis. Siswa diberi tugas untuk meneliti potongan ranting yang tertarik magnet dan potongan ranting yang tidak tertarik magnet. Dari penelitian itu diharapkan siswa mengetahui bahwa potongan ranting yang tertarik magnet berisi besi/isi stepler dan potongan ranting yang tidak tertarik magnet tidak berisi besi/isi stepler.
4) Siswa dibimbing guru untuk mengumpulkan data untuk menguji hipotesis yang diajukan. Guru menggali pendapat siswa dengan cara siswa diminta mengemukakan pendapatnya terhadap hipotesis yang telah dirumuskan. Semua pendapat siswa ditampung guru dan ditulis di papan tulis.
commit to user
5) Siswa dibimbing guru untuk menguji hipotesis yaitu menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data dan dapat dipertanggungjawabkan. Siwa melakukan percobaan lembar kerja siswa atau eksperimen untuk menguji hipotesis (lampiran 5 dan lampiran 6).
6) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan kesimpulan yaitu proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data (lembar kerja siswa) mana yang relevan.
c. Tahap Observasi
Pada tahap ini guru mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan siswa dan guru pada waktu proses pembelajaran berlangsung, sehingga dapat diketahui apakah siswa sudah dapat menguasai konsep gaya magnet dan apakah guru sudah menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran IPA materi gaya magnet. Guru membandingkan hasil evaluasi pembelajaran dan observasi (guru dan siswa) sebelum ada tindakan dan siklus I.
d. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi dilaksanakan dengan cara menganalisis hasil pekerjaan siswa dan hasil observasi. Dengan demikian analis dilaksanakan terhadap proses dan hasil pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis tersebut akan diperoleh suatu kesimpulan. Kualitas proses pembelajaran dinyatakan mengalami perbaikan apabila semakin banyak siswa yang mampu dan tidak mengalami kesulitan dalam penguasaan konsep gaya magnet. Peran guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran guided inquiry method juga semakin baik.
commit to user
2. Rancangan Siklus II
Pada siklus II, perencanaan tindakan kelas dikaitkan dengan hasil yang telah ada pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, sehingga pelaksanaan penelitian ini tidak mengganggu jadwal pelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk mengatasi kesulitan belajar menguasai konsep gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 2 Ampel, maka sebelum melaksanakan siklus II peneliti harus mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan terutama metode pembelajaran guided inquiry method. Metode yang akan digunakan pada siklus II ini harus lebih menarik. Pada siklus II guru mempersiapkan materi pelajaran, dan metode pembelajaran yang digunakan adalah guided inquiry method. Setiap akhir pembelajaran selalu diadakan tes kemampuan penguasaan konsep gaya magnet dan hasilnya dinilai oleh guru.
Untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai siswa dalam pembelajar IPA dengan menggunakan guided inquiry method. Dinyatakan berhasil apabila telah mencapai target keberhasilan (KKM) 41% – 60% dengan kriteria cukup, 61% – 80% dengan kriteria baik, dan 81% – 100% dengan kriteria sangat baik.
Tahapan pada siklus II adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan Tindakan (Planing )
Tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I dengan melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan guided inquiry method. Dalam tindakan sebelumnya, materi yang disampaikan guru adalah mengenai istilah gaya magnet dan benda-benda yang mengandung bahan magnet. Guru selalu memantau dan mencatat perkembangan siswa dalam belajar materi gaya magnet yaitu mengenai penggolongan benda- benda magnet. Pada tahap ini menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan menyiapkan materi untuk siklus II berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.
commit to user
b. Pelaksanaan Tindakan (Acting)
Keseluruhan tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengadakan perbaikan terhadap proses pembelajaran IPA yang selama ini prestasi siswa dianggap rendah karena berada di bawah KKM. Tindakan dalam penelitian ini berupa penerapan guided inquiry method dalam proses pembelajaran. Setiap tindakan yang dilakukan tersebut selalu diikuti dengan kegiatan pemantauan dan evaluasi serta analisis dan refleksi.
Dalam tahap ini, peneliti melakukan observasi untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan telah dapat mengatasi permasalahan yang ada. Selain itu peneliti juga melakukan observasi untuk mengumpulkan data yang akan diolah untuk menentukan tindakan berikutnya
Peneliti dalam tahap pelaksanaan ini menyusun langkah-langkah sebagai berikut:
1) Orientasi.
Guru menjelaskan topik, tujuan dan penguasaan konsep gaya magnet yang diharapkan dapat dicapai siswa. Guru menjelaskan langkah- langkah pembelajaran melalui guided inquiry method (metode inkuiri terbimbing). Guru menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi belajar siswa.
2) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan masalah sesuai dengan topik yang dibahas secara bersama-sama. Guru membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki dan mendorong siswa untuk mencari jawaban yang tepat.
Misalnya : - Persoalan (percobaan)
Guru meletakkan beberapa benda diatas meja (misalnya peniti, sapu tangan, potongan kayu, pensil, penghapus dan lain-lain). Siswa melakukan
commit to user
percobaan , dekatkanlah magnet ke tiap benda (satu persatu) dan kemudian catatlah hasilnya dalam tabel percobaan, setelah itu lepaskanlah benda dan letakan kembali di tempatnya. Isikan hasil pengamatan pada tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Benda-benda yang dapat dan tidak dapat ditarik oleh magnet.
No. Nama Benda Tertarik Magnet Tidak Tertarik Magnet 1. Peniti 2. Paku payung 3. Klip kertas 4. Besi 5. Sapu tangan 6. Kertas 7. Karet penghapus 8. Pensil 9. Uang logam 10. Batu kerikil - Perumusan masalah
“Mengapa ada beberapa benda yang tidak dapat tertarik oleh magnet?” (seperti yang terjadi pada percobaan).
“Mengapa benda-benda yang tertarik magnet
menempel pada ujung-ujung kutup magnet?”
3) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan hipotesis. Siswa diberi tugas untuk meneliti benda-benda yang dapat ditarik magnet dan benda-benda yang tidak tertarik magnet. Dari penelitian itu diharapkan siswa mengetahui bahwa benda yang tertarik magnet
commit to user
termasuk benda magnetis dan benda-benda yang tidak tertarik magnet termasuk benda non magnetis. Siswa juga diharapkan mengetahui bahwa kekuatan magnet yang paling besar berada di ujung-ujung kutupnya.
4) Siswa dibimbing guru untuk mengumpulkan data untuk menguji hipotesis yang diajukan. Guru menggali pendapat siswa dengan cara siswa diminta mengemukakan pendapatnya terhadap hipotesis yang telah dirumuskan. Semua pendapat siswa (kelompok) ditampung guru dan ditulis di papan tulis.
5) Siswa dibimbing guru untuk menguji hipotesis yaitu menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data dan dapat dipertanggungjawabkan. Siswa melakukan percobaan lembar kerja siswa atau eksperimen untuk menguji hipotesis (lampiran 16 sampai lampiran 22).
6) Siswa dibimbing guru untuk merumuskan kesimpulan yaitu proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data (lembar kerja siswa) mana yang relevan.
c. Observasi ( Observing )
Kegiatan observasi dilakukan untuk memonitor tindakan yang terjadi di kelas. Dalam tahap ini peneliti mengadakan observasi sebagai partisipasi pasif dimana peneliti berada di dalam lokasi penelitian namun tidak berperan aktif dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Peneliti hanya mengamati jalannya proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Peneliti mencatat bagaimana keaktifan siswa, mencatat kelemahan dan kelebihan proses pembelajaran yang telah berlangsung dan mengobservasi penguasaan konsep gaya magnet. Peneliti juga menganalisa
commit to user
hasil observasi guru yang dilakukan oleh rekan sejawat mengenai peran guru selama pembelajaran gaya magnet dengan metode guided inquiry method berlangsung. Setelah data terkumpul, peneliti mengolah data tersebut hingga dapat digunakan untuk mencari solusi dari permasalahan yang muncul. Guru membandingkan hasil evaluasi pembelajaran dan observasi (guru dan siswa) sebelum ada tindakan, siklus I dan siklus II.
d. Tahap Refleksi ( Reflecting )
Hasil observasi kemudian dianalisis untuk menentukan langkah- langkah perbaikan apa yang dapat ditempuh, sehingga didapatkan suatu solusi untuk semua permasalahan yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran IPA. Pada tahap ini peneliti, guru, dan rekan sejawat berdiskusi dan bertukar pikiran untuk mengambil suatu kesimpulan yang berupa hasil dari pelaksanaan penelitian. Dari hasil penarikan kesimpulan ini, dapat diketahui apakah penelitian ini berhasil atau tidak, sehingga dapat digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Guru melakukan pengolahan data berdasarkan observasi selama pembelajaran untuk evaluasi tindakan yang telah dilakukan. Setiap akhir pembelajaran selalu diadakan tes penguasaan konsep dan hasilnya dinilai oleh guru untuk mengetahui sejauh mana hasil yang dicapai siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan guided inquiry method. Dalam pengolahan data yang berasal dari observasi dinyatakan berhasil apabila telah mencapai target keberhasilan nilai ketuntasan 41% – 60% dengan kriteria kurang (belum tuntas); 61% – 80% dengan kriteria cukup (belum tuntas) dan 81% – 100% dengan kriteria baik (tuntas). Berdasarkan refleksi tersebut, apabila kemampuan penguasaan konsep gaya magnet kelas V SD belum menunjukkan peningkatan guru melaksanakan pertemuan berikutnya yaitu siklus III, tetapi apabila sudah mencapai KKM tidak dilaksanakan siklus III.
commit to user