• Tidak ada hasil yang ditemukan

b. Merancang strategi pembelajaran yang akan diterapkan dan menyusun perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, serta media yang digunakan. c. Menyusun intrumen penelitian meliputi Lembar Kerja Siswa, Lembar

Diskusi Siswa, lembar observasi ketrampilan proses sains, lembar observasi aktivitas siswa dalam diskusi, lembar observasi siswa dalam praktikum, soal post test, angket tanggapan siswa dan angket tanggapan guru.

2. Uji coba instrumen penelitian

Instrumen diujicobakan sebelum digunakan dalam penelitian meliputi tes, lembar observasi dan angket. Uji coba tes meliputi validitas butir soal, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda yang dilakukan terhadap siswa kelas XI. Lembar observasi dan angket diuji validitas isi dan konstraknya yang dilakukan melalui penyusunan berdasarkan ketentuan atau dasar teori dilanjutkan dengan mengkonsultasikan pada pakar yaitu dosen yang berkompeten dalam bidang pendidikan.

        

1) Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Validitas dapat diukur dengan menggunakan teknik korelasi product moment.

Rumus yang digunakan adalah (Arikunto 2002 : 146) : rxy =

{

2 2

}{

2 2

}

) ( ) ( ) )( ( Y Y N X X N Y X XY N ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑ Keterangan : rxy = koefisien korelasi X = skor tiap butir soal

Y = skor total yang benar dari setiap subyek N = jumlah subyek

Kriteria :

Apabila > , pada α = 5 % maka butir soal tersebut dikatakan valid. Jika terdapat soal yang tidak valid maka soal tersebut tidak digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa.

Hasil analisis validitas butir soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil analisis validitas butir soal uji coba*

Kriteria Nomor Soal

Valid 1 2 3 4 5 6 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Tidak Valid 7

*Data selengkapnya disajikan pada Lampiran 12

Berdasarkan Tabel 1, dapat diketahui bahwa terdapat 39 soal yang valid dan 1 soal yang tidak valid. Pada penelitian ini, terdapat 30 soal yang digunakan untuk soal post test.

2) Reliabilitas

Suatu tes mempunyai reliabilitas tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap walaupun diujikan berulang-ulang. Dalam penelitian ini reliabilitas tes diukur dengan menggunakan rumus KR-21 (Arikunto 2002 : 164). R11 = ⎜⎜ ⎟⎟ t V k M) (k M 1 1 -k k Keterangan: R11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan M = skor rata-rata

vt = varians total

Nilai reliabilitas yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel product moment dengan taraf signifikan 5%, bila r11 > r tabel, maka tes bersifat reliabel.

Dari hasil perhitungan diperoleh rhitung=0,849 dengan taraf signifikan 5% dan n= 30 didapat rtabel = 0,361, karena rhitung > rtabel maka tes tersebut reliabel (data selengkapnya disajikan pada Lampiran 13).

3) Tingkat kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan soal yang tidak terlalu sulit. Soal yang terlalu mudah akan menyebabkan siswa tidak tertarik untuk memecahkannya. Sedangkan soal yang terlalu sulit akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak bersemangat untuk mencoba lagi. Untuk mengetahui soal itu mudah atau sukar dapat diketahui dengan menghitung indeks kesukaran pada tiap butir soal dengan menggunakan rumus (Arikunto 2002 : 2008).

JS B P=

Keterangan :

P = indeks kesukaran.

B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes.

Tabel. 2 Kriteria taraf kesukaran soal

Kriteria P Kriteria

0,00-0,30 Sukar

0,31-0,70 Sedang

0,71-1,00 Mudah

Hasil analisis taraf kesukaran butir soal dari soal uji coba dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel. 3 Hasil analisis taraf kesukaran soal*

Kriteria Nomor Soal

Mudah 4 6 12 16 17 18 20 22 26 27 31 32 35 36

Sedang 2 5 8 9 11 13 14 15 19 21 23 24 25 29 30 33 34 37 38 39 40

Sukar 1 3 7 10 28

*Data selengkapnya disajikan pada Lampiran 15

4) Daya pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto 2002 : 211). Suatu soal mempunyai daya pembeda yang baik apabila dijawab benar oleh kebanyakan siswa yang pandai dan dijawab salah oleh siswa yang kurang pandai. Arikunto (2002 : 211) mengatakan bahwa untuk menghitung daya pembeda tiap soal menggunakan rumus:

PB

PA

JB

BB

JA

BA

D = − = −

Keterangan : D = daya beda.

J = jumlah peserta tes.

JA = banyaknya peserta kelompok atas. JB = banyaknya peserta kelompok bawah.

BA = banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok atas. BB = banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok bawah.

A A A

J B

P = = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar.

B B B

J B

P = = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar. Setelah perhitungan daya pembeda sudah diketahui kemudian dimasukkan dalam klasifikasi daya pembeda. Dimana daya beda menurut Arikunto (2002) adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Kriteria daya pembeda

Interval D Kriteria 0,00-0,20 Jelek 0,21-0,40 Cukup 0,41-0,70 Baik 0,71-1,00 Baik sekali D<0 Tidak baik

Soal yang baik mempunyai kriteria daya pembeda dalam kategori 0.20 < DP < 0.70 (Arikunto 2002). Hasil uji coba dan perhitungan daya pembeda dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal*

No. Kategori Jumlah Nomor Soal

1 Jelek 10 4 7 8 10 11 13 15 22 33 38

2 Cukup 24 1 2 3 5 9 12 16 17 18 19 20 21 24 26 28 30 31 32 34 35 36 37 39 40

3 Baik 6 6 14 23 25 27 29

4 Sangat Baik - -

*Data selengkapnya dapat dilihat dalam Lampiran 14 1. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan dalam 6 jam pelajaran yaitu 3 kali pertemuan dengan alokasi waktu 270 menit.

a. Pertemuan pertama dengan alokasi waktu 90 menit guru memberikan pendahuluan kepada siswa sebelum memulai pelajaran. Guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa dengan menanyakan ciri-ciri, perkembangbiakan Archaebacteria dan Eubacteria. Guru memberikan penjelasan tentang ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria, dan perkembangbiakan bakteri, kemudian guru membagi siswa dalam kelompok dan membagikan LDS 1 (Lembar Diskusi siswa). Guru menjelaskan tentang gambaran singkat LDS 1 (Lembar Diskusi Siswa) yang akan dikerjakan, kemudian guru memberikan waktu siswa untuk melakukan diskusi dan studi literatur. Kegiatan diskusi, siswa atau kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas, dan kelompok lain berhak untuk mengajukan pertanyaan. Setelah itu siswa menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi yang diperoleh dari kegitan diskusi. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membawa alat dan bahan untuk praktikum pembuatan tekult pada pertemuan kedua yaitu, baskom, kain saring, serbet, starter bakteri Lactobacillus casei strain Shirota atau yakult plain, kayu manis, daun pandan, jahe dan panili.

b. Pertemuan kedua dengan alokasi waktu 90 menit siswa melakukan praktikum pembuatan tekult dengan menggunakan peranan bakteri Lacobacillus casei strain Shirota. Guru menjelaskan proses pembuatan tekult kepada siswa, kemudian siswa melaksanakan praktikum pembuatan tekult sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ditentukan. Observer mengamati ketrampilan proses sains siswa dan aktivitas siswa selama kegiatan praktikum berlangsung. Alokasi waktu praktikum 90 menit, siswa melakukan persiapan alat dan bahan, membuat susu tempe, susu skim, melakukan perebusan susu tempe dan susu skim. Pada proses pendinginan dilakukan di luar jam pelajaran biologi. Inokulasi dilakukan setelah pulang

sekolah, setelah itu dilakukan pemeraman atau inkubasi. Waktu pemeraman atau inokulasi setiap kelompok mempunyai perlakuan yang berbeda-beda sesuai dengan LKS. Penyimpanan tekult dilakukan setelah proses inkubasi di dalam lemari es atau pada suhu < 5°C. Pengamatan hasil praktikum tekult dilakukan pada hari berikutnya pada jam istirahat.

c. Pertemuan ketiga dengan alokasi waktu 90 menit guru membimbing siswa untuk menganalisis serta mendiskusikan hasil praktikum pada pertemuan sebelumnya. Siswa melakukan diskusi dengan kelompoknya masing-masing. Observer mengamati aktivitas siswa selama diskusi berlangsung. Kemudian setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. Guru menanggapi dan membimbing siswa menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan. Pada akhir pembelajaran guru memberikan post-test untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah pembelajaran selesai guru memberikan angket tanggapan siswa terhadap penerapan metode praktikum pembuatan tekult pada materi Archaebacteria dan Eubacteria.

2. Pengambilan data

Setelah peneliti melakukan persiapan penelitian dan uji coba soal kemudian peneliti mengambil data ketrampilan proses sains siswa, hasil observasi siswa dalam kegiatan diskusi, aktivitas siswa dalam praktikum, tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran, tanggapan guru terhadap pembelajaran.

3. Laporan penelitian

Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini adalah mengevaluasi dan menganalisis data yang diperoleh, membuat pembahasan serta kesimpulan berdasarkan hasil analisis yang diperoleh.

G.Data dan Metode Pengumpulan Data 1. Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa dan guru 2. Jenis data

a. Ketrampilan proses sains siswa

b. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa dalam diskusi dan praktikum.

c. Hasil belajar siswa

d. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran e. Tanggapan guru terhadap pembelajaran 3. Cara pengumpulan data

Data-data tersebut diambil dengan cara :

a. Ketrampilan proses sains yang diamati melalui kegiatan siswa pada saat proses kegiatan diskusi, dan praktikum menggunakan lembar observasi ketrampilan proses sains siswa.

b. Data tentang aktivitas siswa dalam diskusi kelompok mengukur tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi kelompok dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dalam diskusi.

c. Data tentang aktivitas siswa dalam praktikum untuk mengukur kinerja siswa dalam kegiatan praktikum dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dalam praktikum.

d. Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan memberikan evaluasi berupa post test kepada siswa dan laporan hasil pengerjaan LKS dan LDS. e. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran, diperoleh melalui lembar angket

siswa.

f. Tanggapan guru terhadap pembelajaran, diperoleh melalui lembar angket guru.

Dokumen terkait