• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosedur Pengajaran Perbaikan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Tinjauan tentang Pengajaran Perbaikan

7. Prosedur Pengajaran Perbaikan

Sebelumnya telah disebutkan bahwa dalam pengajaran perbaikan cara belajar, metode mengajar, materi pembelajaran, gerak gerik pengajar, alat dan lingkungan belajar, serta segala faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa sangat diperhatikan. Oleh karena itu, dalam proses pelaksanaan pengajaran perbaikan pun harus melalui prosedur atau tahapan-tahapan yang runtut agar dapat terjadi perubahan seperti yang diharapkan. Terdapat tiga tahapan dalam pengajaran perbaikan, yaitu: a. Perencanaan pengajaran perbaikan

Pada tahap perencanaan ini terdapat tiga langkah yaitu: 1) Menentukan siswa yang mengalami kesulitan belajar.

2) Diagnosis kesulitan belajar. Sugihartono, dkk (2007: 10) menyebutkan diagnosis kesulitan belajar adalah sebuah proses menentukan masalah atau ketidakmampuan siswa dalam belajar dengan meneliti latar belakang penyebabnya dan atau dengan cara menganalisis gejala-gejala kesulitan atau hambatan yang nampak.

Muhibbin Syah (2003: 186) menyebutkan bahwa diagnosis kesulitan belajar sebagai upaya mengenali gejala dengan cermat terhadap fenomena yang menunjukkan kemungkinan adanya kesulitan belajar siswa.

3) Menyusun program pengajaran perbaikan dan pemilihan strategi yang akan diterapkan. Abin Syamsuddin Makmun (2004: 357) mengemukakan tiga strategi dan pendekatan dalam pengajaran perbaikan, yaitu:

a) Strategi dan pendekatan yang bersifat kuratif.

Sasaran pokok tindakan adalah membantu siswa yang hasil belajarnya di bawah batas kriteria minimum.

b) Strategi dan pendekatan yang bersifat preventif.

Sasarannya adalah membantu agar hambatan-hambatan dapat diminimalisir sehingga siswa dapat mencapai prestasi dan kemampuan penyesuaian sesuai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.

c) Strategi dan pendekatan yang bersifat pengembangan. Tujuan dari tindakan ini adalah membantu siswa agar dapat mengatasi hambatan-hambatan atau kesulitan-kesulitan yang mungkin dialaminya selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar. b. Pelaksanaan pengajaran perbaikan

Proses pengajaran perbaikan harus disesuaikan dengan karakteristik kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik sehingga

permasalahan peserta didik dapat diatasi dengan baik (Sugihartono dkk 2007: 172). Abin Syamsuddin Makmun (2004: 344) menggambarkan pelaksanaan pengajaran perbaikan di sekolah sebagai berikut:

: pelaksanaan pengajaran perbaikan.

: pelaksanaan pengajaran perbaikan kembali bila tidak menunjukan hasil sesuai rencana.

Skema No.1 Pelaksanaan pengajaran perbaikan di sekolah Diagnosis kesulitan belajar 7. Tugas tambahan Hasil yang diharapkan 6. Re-evaluasi Re-diagnostik 5. Pengukuran kembali hasil

belajar mengajar/ post test  4. Pelaksanaan pengajaran perbaikan 3. Layanan BK/bimbingan belajar 2. Pemilihan alternatif tindakan 1. Penelaahan kembali kasus Kesulitan belajar

Secara lebih jelas Abin Syamsuddin Makmun (2004: 345) mendeskripsikan fungsi, tujuan dan sasaran sebagai berikut:

1) Penelaahan Kembali Kasus.

Sasaran pokoknya memperoleh gambaran yang lebih definitif mengenai karakteristik kasus tersebut. Sasaran difokuskan kepada suatu analisis rasional atas hasil diagnosis yang telah kita lakukan atau atas rekomendasi dari pihak lain (wali kelas atau guru BK). 2) Menentukan Pilihan Tindakan

Dari hasil penelaahan kembali kasus diperoleh kesimpulan mengenai dua pokok, yaitu 1) Karakteristik khusus yang akan ditangani secara umum, maksudnya setelah didapat kesimpulan memiliki kesulitan dalam mengembangkan pola strategi belajar juga dihadapkan pada masalah lain seperti ego emosional, sosial- psikologis dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial. 2) Alternatif pemecahannya mungkin akan lebih strategis bila : langsung pada langkah ke empat (pelaksanaan pengajaran perbaikan) atau harus menempuh langkah ke tiga terlebih dahulu (layanan BK/bimbingan belajar) sebelum melanjutkan ke langkah ke empat. Sasaran dari kegiatan tahap ini adalah membuat keputusan pemilihan alternatif yang ditempuh berdasarkan pertimbangan yang masuk akal dengan seksama.

3) Layanan BK/Bimbingan Belajar

Layanan ini ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa, sehingga siswa siap untuk melakukan kegiatan pengajaran perbaikan.

4) Melaksanakan Pengajaran Perbaikan

Sasaran pengajaran perbaikan agar siswa mampu menyesuaikan diri sehingga tercapai peningkatan sesuai dengan kriteria keberhasilan yang diharapkan. Pengajaran perbaikan dapat dilakukan setelah mengadakan ulangan dan ditemukan siswa yang nilainya kurang dari standar KKM. Pengajaran perbaikan dilakukan dengan memberikan kembali materi di mana siswa mengalami kesulitan. Pemberian kembali materi dapat dilakukan dengan salah satu atau beberapa metode sekaligus yang sesuai dengan permasalah atau tujuan dari pelaksanaan pengajaran perbaikan itu sendiri serta keadaan individu siswa. Dengan penerapan metode yang tepat diharapkan siswa mampu memahami materi yang diberikan sehingga tidak lagi mengalami kesulitan belajar.

5) Mengadakan Pengukuran Prestasi Belajar Kembali

Pengukuran terhadap hasil belajar siswa dilaksanakan setelah proses pengajaran perbaikan. Pengukuran meliputi penilaian

terhadap hasil belajar siswa apakah telah mencapai nilai sesuai standar KKM atau belum dan apakah terjadi perubahan penyesuaian diri siswa dalam belajar. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara rencana dengan pencapaian hasil.

6) Mengadakan Reevaluasi dan Rediagnostik

Hasil pengukuran pada langkah ke lima ditafsirkan dengan menggunakan cara dan kriteria seperti pada proses pembelajaran sesungguhnya. Hasil pengukuran tersebut akan menghasilkan tiga kemungkinan (Abin Syamsuddin Makmun, 2004: 354) :

a) Siswa menunjukkan peningkatan prestasi dan kemampuan penyesuaiannya mencapai kriteria minimum seperti yang diharapkan.

b) Siswa menunjukkan peningkatan prestasi dan kemampuan menyesuaikan dirinya, tapi belum sepenuhnya mencapai kriteria keberhasilan minimum yang ditetapkan.

c) Siswa belum menunjukkan perubahan yang berarti, baik dalam prestasi maupun dalam penyesuaian diri.

Sebagai tindak lanjut dari hasil tersebut, ada tiga kemungkinan yang harus ditempuh oleh guru yaitu:

a) Bagi siswa yang berhasil, diberi rekomendasi untuk melanjutkan ke program pembelajaran utama tahap berikutnya.

b) Bagi siswa yang belum sepenuhnya berhasil, diberikan pengayaan dan pengukuhan prestasi sebelum diperbolehkan untuk melanjutkan ke program selanjutnya.

c) Bagi siswa yang belum berhasil, sebaiknya dilakukan rediagnostik untuk mengetahui kelemahan, kesalahan atau kekurangan dengan alternatif yang sama atau alternatif lainnya.

7) Remedial Pengayaan atau Pengukuran (tambahan)

Bersifat pilihan yang bersyarat. Sasaran pokok langkah ini adalah agar hasil pengajaran perbaikan lebih sempurna dengan diadakannya pengayaan dan pengukuhan. Secara umum prosedur pengajaran perbaikan didasari oleh pokok-pokok pikiran yang berlaku dalam belajar tuntas.

c. Evaluasi Pengajaran Perbaikan

Pada tahap ini guru memberikan ulangan kepada siswa dan melakukan penilaian hasil belajar siswa. Abin Syamsuddin Makmun (2003: 368) mengemukakan tujuan dari evaluasi pengajaran perbaikan adalah untuk mengetahui kesesuaian antara metode atau cara pemberian bantuan pengajaran perbaikan dengan permasalahan yang dialami oleh siswa agar tercapai kriteria keberhasilan minimal seperti yang telah ditetapkan.

Dokumen terkait