BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
2. Kualitas Buku Cerita Bergambar
Buku cerita bergambar dikembangkan berdasarkan tema 3 Kegiatanku.
Dalam tema 3 Kegiatanku ini terdapat 4 subtema yaitu subtema 1 Kegiatan di Pagi hari, subtema 2 Kegiatan di Siang hari, Subtema 3 Kegiatan di Siang hari, dan Subtema 4 Kegiatan di malam hari. Pada setiap sub tema yang ada terdapat 6 pembelajaran yang memiliki 15 nilai karakter yang dapat disampaikan yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, komunikasi, komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Tujuan dari nilai karakter pada tema 3 ini adalah untuk membentuk dan membangun pola pikir, sikap, dan perilaku siswa agar menjadi pribadi yang positif, berakhlak, berjiwa luhur, dan bertanggung jawab. Nilai karakter tersebut digunakan sebagai pesan moral. Moral tersebut bisa didapatkan oleh siswa setelah membaca buku cerita bergambar. Hal ini sesuai dengan pendapat Rampan (2012: 7) bahwa buku cerita terdiri dari tema rancangan bangun cerita yang
dikehendaki pengarang harus dilandasi amanat, yaitu moral yang ingin disampaikan kepada siswa.
Penggunaan buku cerita bergambar dalam kegiatan literasi juga dapat meningkatkan keaktifan siswa karena penggunaan media yang konkret.
Media konkret membantu siswa memiliki pengalaman yang konkret atau nyata. Hal ini sesuai dengan pendapat Piaget (Papalia dan Felda, 2014: 4-8) menyatakan bahwa siswa yang berusia 6-11 tahun berada di tahap operasi konkret, dimana mereka membutuhkan benda konkret untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam pembelajaran.
Buku cerita bergambar juga dapat digunakan dalam kegiatan belajar.
Sesuai dengan pendapat Adipta, Maryaeni, dan Hasanah (2016: 989) bahwa buku cerita bergambar merupakan cerita yang ditulis dengan gaya bahasa ringan yang dilengkapi dengan gambar yang menjadi satu kesatuan. Maka buku cerita bergambar dapat digunakan sebagai suatu alat pendidikan sangat menarik untuk digunakan karena: (a) mendorong semangat belajar; (b) mudah didapatkan seperti di koran dan toko buku;
(c) berisi cerita tentang kehidupan sehari-hari; dan (d) memberikan gaya belajar yang bervariasi Davis (Adipta, dkk, 2016: 991).
Selain itu, buku cerita bergambar juga bermanfaat untuk memfasilitasi guru dalam melakukan kegiatan literasi. Pemilihan cerita yang dikembangkan sesuai dengan tema 3 Kegiatanku kelas I SD. Hal ini memudahkan guru untuk mengaplikasikan pada kegiatan literasi sebelum pelajaran dimulai. Pembuatan buku cerita bergambar didasari dengan pendapat yang menyatakan bahwa buku cerita bergambar adalah buku cerita yang menampilkan teks narasi secara verbal yang disertai gambar-gambar ilustrasi (Nurgiyantoro, 2005: 153).
Buku cerita bergambar mendapatkan rata-rata skor hasil validasi dari dosen ahli literasi dan pendidikan karakter adalah 3,60 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, hasil dari validasi oleh ahli bahasa Indonesia adalah 3, 65 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, dan hasil dari validasi oleh guru kelas I adalah 3,95 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil peneliti tiga validator diperoleh skor rata-rata 3,77 yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”, sehingga dapat dinyatakan bahwa buku cerita bergambar tema 3 Kegiatanku kelas I SD ini layak digunakan karena memiliki kualitas “Sangat Baik” menurut konversi data kuantitatif yang disusun oleh peneliti Widoyoko (2014: 144).
Setelah melakukan validasi, peneliti melakukan revisi produk berdasarkan komentar dan saran dari validator. Setelah selesai direvisi, peneliti menyiapkan buku cerita bergambar yang siap untuk diujicobakan.
Uji coba dilakukan kepada lima siswa kelas I SD KS. Hasil uji coba kepada lima siswa kelas I tersebut mendapatkan hasil skor rata-rata 3,76 dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil uji coba ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dinilai efektif, karena dapat, meningkatkan pemahaman dan memiliki kualitas. Hal ini sesuai dengan pendapat Toha (2010: 18) buku cerita bergambar dapat menjadi sarana membaca yang menyenangkan bagi siswa yang belum lancar membaca dan mempermudah siswa untuk memahami isi cerita dengan banyak mendapat bantuan dari gambarnya yang indah dan informatif.
Kualitas buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa SD tema 3 Kegiatanku memperhatikan kriteria buku.
cerita yang baik untuk siswa menurut Nurgiyantoro (2005: 210). Buku cerita memuat isi yang jelas dan tidak berbelit-belit agar materi mudah dipahami oleh siswa. Buku cerita bergambar juga menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa kelas I sekolah dasar.
Selain itu buku cerita bergambar ini juga menggunakan kosakata dan struktur kata baik dalam setiap cerita agar lebih mudah untuk dipahami oleh siswa kelas I sekolah dasar. Membaca buku cerita bergambar membuat siswa mendapatkan kosakata baru, hal ini dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada siswa. Beberapa hal tersebut sesuai dengan syarat buku cerita yang baik (Nurgiyantoro, 2005: 210).
Selain itu kualitas buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa kelas I SD tema 3 Kegiatanku juga sesuai fungsi buku cerita bergambar menurut Mitchell (2003: 87-92). Buku cerita bergambar dalam susunannya memuat isi cerita yang membuat siswa ikut merasakan emosi atau perasaan yang dialami oleh tokoh dalam cerita.
Sehingga siswa mendapatkan nilai moral yang dapat dipelajari berdasarkan isi dari cerita. Beberapa hal tersebut sesuai dengan fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu siswa terhadap pengembangan dan perkembangan emosi (Mitchell, 2003: 87-92).
Buku cerita bergambar dapat membantu siswa belajar tertantang hubungan dengan orang lain. Buku cerita bergambar menampilkan kehidupan, keluarga, teman-teman, dan pergaulan di sekolah. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu siswa mengetahui tentang orang lain, hubungan yang ada terjadi dan pengembang perasaan (Mitchell, 2003: 87-92).
Buku cerita bergambar mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sosial. Buku cerita juga memuat isi cerita yang mengajarkan siswa untuk saling menghargai, tolong-menolong, merawat lingkungan serta kerjasama dalam kelompok. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu
siswa belajar tentang dunia, menyadarkan siswa bahwa keberadaan di dunia, di tengah masyarakat dan alam (Mitchell, 2003: 87-92).
Buku cerita bergambar memuat gambar yang menarik dan berwarna, hal ini membuat siswa lebih tertarik untuk membaca. Selain itu isi cerita yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari membuat siswa dapat berimajinasi dan merasakan isi dalam cerita. Beberapa hal tersebut sesuai dengan fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu siswa memperoleh kesenangan (Mitchell, 2003: 87-92).
Buku cerita bergambar menggunakan ilustrasi gambar seperti tokoh, latar tempat, dan suasana yang menarik serta tema yang sesuai dengan siswa kelas I SD. Hal tersebut sesuai dengan unsur dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu siswa mengekspresikan keindahan (Mitchell, 2003: 87-92).
Buku cerita bergambar memuat isi cerita yang menarik dan sesuaikan dengan kehidupan siswa sehingga dapat memancing siswa untuk berimajinasi. Ilustrasi gambar yang terdapat dalam buku cerita disajikan dengan menarik untuk siswa berimajinasi. Beberapa hal tersebut sesuai dengan unsur dan pentingnya buku cerita bergambar bagi siswa yaitu buku cerita bergambar dapat membantu siswa untuk menstimulasi imajinasi (Mitchell, 2003: 87-92).
Produk akhir pada penelitian ini berupa buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa SD kelas I tema 3 Kegiatanku. Buku cerita bergambar memiliki kualitas yang sangat baik dengan memperoleh skor rata-rata 3,77, sehingga buku cerita bergambar dapat digunakan sebagai referensi guru dalam kegiatan literasi. Selain itu buku cerita bergambar tersebut telah memenuhi kriteria buku cerita yang baik menurut Nurgiyantoro (2005: 210) dan fungsi buku cerita bergambar bagi siswa SD menurut Mitchell (2003: 87-92).
Kelebihan buku cerita bergambar tema 3 Kegiatanku yaitu terdiri dari dua puluh empat cerita yang dikaitkan dengan nilai karakter pada tema 3 Kegiatanku kelas I SD. Selain itu memberikan kemudahan bagi guru dalam kegiatan literasi di sekolah. Penggunaan buku cerita bergambar membuat siswa mendapatkan kesempatan belajar melalui benda konkret yang sesuai dengan perkembangan siswa kelas I SD. Buku cerita bergambar juga disusun berdasarkan kriteria buku cerita menurut Nurgiyantoro (2005: 210).
Kekurangan dari buku cerita bergambar ini pertama adalah pada saat uji coba hanya dilakukan pada siswa di satu. Kekurangan yang kedua adalah buku cerita bergambar dilakukan dengan dalam jaringan (daring).
Kekurangan yang ketiga adalah hanya dilakukan analisis kebutuhan dilakukan di satu sekolah.
100 BAB V PENUTUP
Pada bab V membahas mengenai kesimpulan penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran mengenai pengembangan buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa SD kelas I Tema 3 Kegiatanku
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter dalam tema 3 Kegiatanku, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Peneliti menggunakan 6 langkah dari 10 prosedur pengembangan Borg and Gall (1983:
775). Adapun 6 langkah yang dilakukan oleh peneliti adalah: : (1) Penelitian dan Pengumpulan Data (Research and Informational Collecting) yaitu melakukan analisis masalah dengan melakukan observasi dan wawancara guru kelas I SD. (2) Perencanaan (Planning) yaitu kegiatan mengolah data yang didapatkan dari langkah yang pertama (3) Pengembangan Permulaan Produk (Develop Preliminary form Of Product) yaitu kegiatan merancang produk sesuai yang dibutuhkan seperti membuat isi cerita, dan ilustrasi gambar. (4) Uji Coba Awal Lapangan (Primary Field Testing) yaitu kegiatan penilaian produk agar efektif dan layak digunakan oleh dosen ahli literasi dan pendidikan karakter, guru bahasa Indonesia SD, dan guru kelas I SD. (5) Revisi Desain (Main Product Revision) yaitu kegiatan perbaikan sesuai dengan masukkan dan saran dari validator (6) Uji Coba Lapangan (Main Field Testing) yaitu kegiatan untuk uji coba produk pada 5 siswa kelas I di SD KS.
2. Kualitas buku cerita bergambar berbasis literasi dan pendidikan karakter pada siswa SD kelas I tema 3 Kegiatanku ditentukan berdasarkan uji validasi yang
telah dilakukan oleh dosen ahli literasi dan pendidikan karakter, ahli bahasa Indonesia SD, dan guru kelas I SD. Dalam penilaiannya, dosen ahli literasi dan pendidikan karakter memberi skor rata-rata 3,60 dengan kategori “Sangat Baik”, guru bahasa Indonesia SD memberikan skor rata-rata 3,65, dengan kategori “Sangat Baik”, dan guru kelas I SD memberikan skor rata-rata 3,95 dengan kategori “Sangat Baik”. Hasil uji coba produk yang dilakukan oleh peneliti kepada lima siswa mendapatkan skor 3,76 dengan kategori “Sangat Baik”. Rata-rata keseluruhan penilaian pada buku cerita bergambar memiliki kualitas “Sangat Baik” dengan skor rata-rata sebesar 3,77. Buku cerita bergambar juga memenuhi kriteria buku cerita yang baik menurut Nurgiyantoro (2005: 210) dan fungsi buku cerita yang baik menurut Mitchell (2003: 87-92).
B. Keterbatasan Pengembangan
Pengembangan buku cerita bergambar ini dalam pengembangannya memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah:
1. Pelaksanaan uji coba produk tidak bisa dilakukan di kelas secara langsung karena adanya pandemi Coronavirus-19 sehingga peneliti tidak bisa melihat secara langsung dan data yang diperoleh terbatas.
2. Peneliti hanya melakukan analisis kebutuhan di 1 sekolah saja sehingga analisis kebutuhan diperoleh terbatas.
C. Saran
Saran yang penelitian berikan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut:
1. Uji coba produk hendaknya dilaksanakan secara langsung.
2. Analisis kebutuhan dapat dilakukan pada beberapa sekolah sehingga perolehan data analisis kebutuhan dapat lebih lengkap dan akurat.
DAFTAR REFERENSI
Abidin, Y., Mulyani, T., dan Yunansah, H. (2017). Pembelajaran Literasi. Jakarta:
Bumi Aksara.
Adipta, H., Maryaeni, M., dan Hasanah, M. (2016). Pemanfaatan Buku Cerita Bergambar sebagai Sumber Bacaan Siswa SD. Jurnal Pendidikan, 1 (5) 389-991. Diakses pada tanggal 22 Januari 2020 dari:
http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/download/6337/2706
Agustina, N. (2014). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: Deepish.
Ahmadi, F., dan Ibda, H. (2018). Media Literasi Sekolah. Jawa Tengah: Pilar Nusantara.
Alwasilah, C. (2008). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Atmazaki, M., (2017). Panduan Gerakan Literasi Nasional. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Borg, W. R., dan Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction, Fifth Edition. New York: Longman.
Davis, R. S. (1997). Comics Multidimensional Teaching in Integrated-Skill Classes.
Nagoyama University: Japan.
Dalmeri. (2014). Pendidikan untuk Pengembangan Karakter: Telaah Terhadap Gagasan Thomas Lickona dalam Educating For Character. Jurnal pendidikan Al-Ulum. 14 (1), 269-298. Diakses pada tanggal 22 Januari 2020 dari:
Esterberg, K. G. (2002). Qualitative Methods in Social Research. Mcgraw Hill: New York.
Effendy, Y., Bagas, G., dan Yudani, H.D. (2013). Perancangan Buku Cerita Bergambar Dang Denunai untuk Anak Usia 4-5 Tahun. Surabaya:
Universitas Kristen Petra.
Farenda, M. F. (2018). Pengembangan Buku Cerita Bergambar untuk Literasi Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Karya ilmiah. Jurusan Pendidikan, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan: Universitas Jambi.
Faizah, D. U., dkk. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar.
Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Galib, L. M. (1992). Studi Terhadap Kemampuan Berpikir Anak Usia Sekolah Dasar dalam Konservasi Kuantitas dan Berat Pada Empat Sekolah Dasar Negeri Di Kota Administratif Kendari dan Tiga Sekolah Dasar Negeri di Pulau Siompu Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara. Tesis. PPS IKIP Bandung.
Huck, C. S., Hepler, S., dan Hickman, J. (1987). Children’s Literature in the Elementary School. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. JakartaBadan Penelitian dan Pengembangan Pustaka Kurikulum.
Krissandi, A. D. S. (2017). Merancang Buku Cerita Bergambar Sebagai Media Membaca Anak yang Berkarakter. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Koesoema, D. A. (2007). Pendidikan Karakter. Jakarta: Grasindo.
Kurniawan. (2013). Pendidikan Karakter. Jakarta: AR-RUZZ Media.
Kusmiarti, R., dan Hamza, S. (2019). Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Industri 4.0. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Mitchell, D. (2003). Children’s Literature an Imitation to the Word. Michigan State University.
Nurhasanah., dan Assagaf, L. (2017). Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013: Buku Siswa Kelas I SD Tema 3 Kegiatanku. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembukaan, Balibang, Kemendikbud.
Nurgiyantoro, B. (2005). Sastra Anak : Pengantar Dunia Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Papalia, E. D., dan Feldman, R. D. (2014). Menyelami Perkembangan Manusia.
Jakarta: Salemba Humanik.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa. Jakarta: Permendikbud. 2020 dari: https: //journal.uny.ac.id/index.php/litera/article/view/1900/1552 Rothlein, L., Meinbach., dan Meyer, A. (1995). Literature Connection Using
Children’s Book in the Classroom. London: Foresman and company.
Suyadi. (2013). Strategi Pengajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdarkaya.
Sjarkawi. (2006). Pembentukan Karakter Anak. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sukmadinata, N. S. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdarkaya.
Susantoso, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media Grup.
Tarigan, H. G. (2011). Dasar-Dasar Psikosastra. Bandung: Angkasa.
Thobroni, M. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Toha, R. K. (2010). Pedoman Penelitian Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Winari, E. W. (2018). Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Peneliti Tindakan Kelas (PTK), Research And Development (R&D). Jakarta: Bumi Aksara.
Widoyoko, E. P. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta:
Perpustakaan Pelajar.
Zubaeda. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: kencana.
LAMPIRAN
Lampiran 1
Instrumen Observasi Analisis Kebutuhan
Indikator Pernyataan Tanggapan
Deskripsi
√ Buku cerita bergambar sudah tersedia di kelas dan perpustakaan
2. Buku cerita
bergambar memuat pesan moral.
√ Buku cerita bergambar sudah ada tetapi tersirat
√ Buku cerita bergambar belum ada pembaharuan
√ Buku cerita bergambar yang terdapat di perpustakaan
√ Buku cerita bergambar Tidak terawat dan banyak
6. Buku cerita √ Buku cerita bergambar
bergambar bagi
√ Siswa sudah membaca buku
cerita pada saat literasi.
8. Siswa menemukan pesan moral dari buku cerita bergambar
√ Siswa sudah menemukan
pesan moral melalui
√ Buku cerita bergambar tidak selalu digunakan
√ Siswa melakukan kegiatan literasi pada jam literasi.
√ Guru mendampingi siswa
pada saat jam literasi terutama pada siswa yang belum lancar membaca.
membaca 12. Guru
melakukan diskusi dengan siswa tentang bacaan yang telah dibaca.
√ Guru tidak selalu
melakukan diskusi di pada saat kegiatan literasi.
13. Siswa melakukan
kunjungan baca di perpustakaan sekolah
√ Siswa melakukan
kunjungan perpustakaan setiap hari Rabu dan Sabtu.
Lampiran 2
Instrumen Wawancara dengan Guru Kelas I SD KS
Indikator Pertanyaan Deskripsi
Ketersediaan buku cerita kata-kata yang dalam buku sulit untuk di mengerti
Penggunaan buku cerita pesan moral baik yang harus di tiru.
Desain Buku cerita bergambar untuk siswa kelas I.
8. Apa cerita yang paling digemari oleh siswa?
sehingga tidak mudah rusak.
10. Apa tokoh cerita yang cocok bagi siswa?
Tokoh cerita yang cocok untuk siswa adalah benda yang pernah dia lihat oleh siswa seperti hewan dan
12. Berapa ukuran huruf yang cocok untuk isi cerita?
Ukuran huruf yang cocok untuk siswa adalah 14 pt.
Pelaksanaan kegiatan
17. Apakah siswa telah menyimak cerita dan
18. Apakah siswa mampu memahami isi cerita dengan membaca?
Siswa sudah ada yang bisa memahami sisi bacaan tetapi ada juga yang masih sulit untuk memahami kembali isi bacaan ke depan kelas namun masih ada
21. Bagaimana cara guru melakukan pendidikan
23. Bagaimana cara guru menilai perkembangan
Guru menilai pendidikan karakter dari Indikator
karakter siswa? sendiri dalam buku pendidikan karakter.
Usaha guru dalam melaksanakan pendidikan karakter.
24. Apakah sekolah memberikan fasilitas untuk melaksanakan pendidikan karakter?
Sekolah memberikan fasilitas untuk pelaksanaan pendidikan karakter berupa buku khusus pendidikan karakter.
25. Apa media yang paling sering digunakan dalam pendidikan karakter?
Media yang biasa di gunakan dalam pendidikan karakter adalah filem dan praktek secara langsung.
Lampiran 3
INSTRUMEN VALIDASI PENGEMBANGAN PRODUK BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS LITERASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER
PADA SISWA KELAS I SD TEMA 3 KEGIATANKU
OLEH DOSEN AHLI LITERASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER Kuesioner Validasi Kualitas Buku Cerita Bergambar untuk Siswa Kelas I Petunjuk:
Mohon Bapak/Ibu berkenan untuk menilai kualitas buku cerita bergambar untuk siswa kelas I dengan cara memberi tanda centang () di bawah bilangan 1,2,3, atau 4, serta mengisi deskripsi sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu pada kolom yang sudah tersedia!
Keterangan:
4: sangat baik, 3: baik, 2: tidak baik, 1: sangat tidak baik
Variabel Indikator Pernyataan Skor
Deskripsi
2. Buku cerita
memiliki
menghadirkan
pengetahuan
bergambar
23. Buku cerita bergambar menggunakan kosa kata yang sesuai dengan bahasa anak usia 6 tahun
V Ok. Bagus
Total 14 9 83
Rerata 83:23= 3,60
Komentar umum dan saran perbaikan:
1. Kualitas gambar pada buku ini bagus: tata warna dan layoutnya bagus.
2. Isi gambar masih terasa kurang lengkap dan kurang dinamis.
3. Isi buku bagus, yaitu tentang pendidikan karakter, menampilkan… nilai/karakter.
4. Sinkronisasi antara nilai/karakter dengan isi cerita perlu dilihat ulang.
5. Sinkronisasi judul dan isi bacaan juga perlu dilihat ulang.
6. Pemilihan huruf sudah tepat. Tetapi ukurannya perlu sedikit diperbesar dengan spasi yang sedikit dikurangi, sehingga baris-baris teks akan terkesan menyatu, tidak terpisah-pisah.
7. Pengaturan gambar dan teks: Sebaiknya di halaman genap ada gambar dan di halaman ganjil ada teks bacaannya.
Kesimpulan:
Lingkarilah salah satu skor di bawah ini!
No Skor akhir Klasifikasi
1 >3,25-4.00 Sangat baik
2 >2,50-3.25 Baik
3 >1,75-2.50 Cukup
4 1.00-1.75 Kurang
Yogyakarta, 4 April 2020
Y.B.Adimassana Validator
Lampiran 4
INSTRUMEN VALIDASI PENGEMBANGAN PRODUK BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS LITERASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER
PADA SISWA KELAS I SD TEMA 3 KEGIATANKU OLEH AHLI BAHASA INDONESIA SD
Kuesioner Validasi Kualitas Buku Cerita Bergambar untuk Siswa Kelas I Petunjuk:
Mohon Bapak/Ibu berkenan untuk menilai kualitas buku cerita bergambar untuk siswa kelas I dengan cara memberi tanda centang () di bawah bilangan 1,2,3, atau 4, serta mengisi deskripsi sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu pada kolom yang sudah tersedia!
Keterangan:
4: sangat baik, 3: baik, 2: tidak baik, 1: sangat tidak baik
Variabel Indikator Pernyataan Skor
Deskripsi
ilustrasi gambar
menampilkan rasa
13. Isi cerita
mudah dipahami.
pt. untuk
penulisan isi cerita sehingga menarik dan mudah dibaca oleh anak usia 6 tahun.
23. Buku cerita bergambar menggunakan kosa kata yang sesuai dengan bahasa anak usia 6 tahun
√
Total 15 8
Rerata 3,65
Komentar umum dan saran perbaikan:
Sudah cukup baik hanya saja daa kata yang kurang tepat seperti menggosok gigi ditulis mengosok gigi. Beberapa gambar juga kurang tepat sebagai ilustrasi cerita yang diberikan.
Semoga gambar dapat diperbaiki sesuai dengan cerita.
Kesimpulan:
Lingkarilah salah satu skor di bawah ini!
No Skor akhir Klasifikasi
1 >3,25-4.00 Sangat baik
2 >2,50-3.25 Baik
3 >1,75-2.50 Cukup
4 1.00-1.75 Kurang
Yogyakarta, April 2020
Validator
Lampiran 5
INSTRUMEN VALIDASI PENGEMBANGAN PRODUK BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS LITERASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER
PADA SISWA KELAS I SD TEMA 3 KEGIATANKU OLEH GURU KELAS I SD
Kuesioner Validasi Kualitas Buku Cerita Bergambar untuk Siswa Kelas I Petunjuk:
Mohon Bapak/Ibu berkenan untuk menilai kualitas buku cerita bergambar untuk siswa kelas I dengan cara memberi tanda centang () di bawah bilangan 1,2,3, atau 4, serta mengisi deskripsi sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu pada kolom yang sudah tersedia!
Keterangan:
4: sangat baik, 3: baik, 2: tidak baik, 1: sangat tidak baik
Variabel Indikator Pernyataan Skor
Deskripsi
bergambar
gambar.
menghadirkan
dengan bahasa
spacing 1,5pt pada penulisan isi cerita.
22. Buku cerita bergambar menggunakan ukuran huruf 14 pt untuk penulisan isi cerita sehingga menarik dan mudah dibaca oleh anak usia 7 tahun.
✔ Ya sudah sesuai
23. Buku cerita bergambar
menggunakan kosa kata yang sesuai dengan bahasa anak usia 6 tahun
✔ Ya sudah sesuai
Total 91
Rerata 3,95
Komentar umum dan saran perbaikan:
Buku cerita bergambar ini sudah baik. Apabila dicetak bisa digunakan untuk anak usia 7 tahun.
Kesimpulan:
Lingkarilah salah satu skor di bawah ini!
Skor Interval Kategori
4 >3,4 - 4,2 Buku layak digunakan/uji coba lapangan dengan tanpa
4 >3,4 - 4,2 Buku layak digunakan/uji coba lapangan dengan tanpa