BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Prosedur Pengembangan Tes
Pada prosedur pengembangan tes, peneliti akan membahas tentang ketujuh langkah yang digunakan oleh peneliti untuk mengembangkan tes hasil belajar. Berikut adalah langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar:
a. Potensi dan Masalah
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti ketika guru melakukan uji kemampuan untuk peserta didik, guru belum sepenuhnya membuat soal sendiri, karena masih ada soal yang diambil dari buku LKS, buku paket, atau buku kumpulan soal. Guru masih merasa kesulitan dalam membuat soal yang bisa dipahami semua peserta didiknya, karena karakteristik siswa yang berbeda-beda dalam memahami setiap soal. Guru harus membuat soal yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah agar semua peserta didiknya dapat mengerjakannya dengan baik. Jenis soal yang dibuat oleh guru adalah soal pilihan ganda dan essay. Guru hanya melakukan analisis butir soal secara sederhana untuk mengisi raport dan mengetahui
perkembangan dan kemampuan siswa dalam menerima materi pembelajaran. Guru belum melakukan pengujian validitas dan reliabilitas pada setiap soal yang diujikannya.
Guru mengetahui bahwa di dalam sebuah soal terutama dalam soal pilihan ganda terdapat karateristik soal yang berupa daya pembeda, pengecoh, dan tingkat kesukaran, namun menurut hasil wawancara yang telah dilakukan guru belum memahami karateristik soal tersebut secara mendalam. Dalam pembuatan soal pilihan ganda, guru belum sampai pada ranah kognitif mencipta. Guru biasanya membuat soal sampai pada ranah menganalisis. Hal tersebut terjadi karena anggapan guru yang memandang bahwa ranah mengevaluasi dan mencipta itu lebih tepat digunakan pada soal uraian karena berhubungan langsung dengan praktik dan percobaan. Materi yang dianggap sulit dan membutuhkan contoh soal yang berkualitas adalah soal pengukuran.
Dalam wawancara yang dilaksanakan tersebut guru mengatakan bahwa beliau membutuhkan contoh soal yang mempunyai kualitas baik dan layak untuk diberikan kepada siswa sebagai suatu alat ukur untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan menggunakan tiga cara yaitu wawancara, kuesioner, dan tes. Pertama
yang dilakukan adalah melakukan wawancara dengan guru kelas IV SD menggunakan pedoman wawancara yang dapat dilihat pada tabel 3.1. Wawancara tersebut dilakukan peneliti untuk mendapatkan analisis kebutuhan. Hasil dari wawancara yang telah dilakukan pada dua guru tersebut menjelaskan bahwa guru tersebut membutuhkan prototipe soal matematika yang sudah dikatakan valid, reliabel, mempunyai daya beda, pengecoh, dan indeks kesukaran. Kedua peneliti melakukan validasi yang dilakukan oleh empat guru kelas IV SD. Kesimpulan yang diperoleh dari validasi guru tersebut menyatakan bahwa desain produk tersebut layak untuk dipergunakan atau diuji cobakan setelah melalui saran dan komentar yang telah diberikan oleh para guru. Ketiga, data diperoleh dari tes tersebut diuji cobakan di lapangan pada jumlah yang terbatas di kelas IVA dan IVB SD Kanisius Sorowajan. Soal tes tersebut terdiri dari tipe A dan tipe B, setiap masing-masing tipe terdiri dari 30 soal. Siswa di kelas IVA berjumlah 31 siswa sedangkan di kelas IVB berjumlah 29 siswa. Hasil dari jawaban dari siswa tersebut dapat dilihat pada (lampiran 14 dan 15 halaman 238 dan 240)
c. Desain Produk
Penyusunan desain produk diawali dengan menentukan kelas yang akan dijadikan sebagai subjek dalam penelitian. Kelas yang digunakan sebagai subjek penelitian tersebut adalah kelas IV. Peneliti
membuat soal kisi-kisi tes dengan menentukan SK dan KD yang akan digunakan. KD yang telah ditentukan tersebut kemudian akan digunakan sebagai dasar dalam membuat indikator sesuai dengan ranah kognitif, mulai dari ranah kognitif mengingat sampai dengan ranah mencipta. Berdasarkan indikator yang telah dibuat tersebut kemudian peneliti membuat soal yang sesuai dengan indikator yang telah dibuat dengan jumlah soal sebanyak 60 soal pilihan ganda. Soal tersebut mempunyai tingkat kesukaran, tingkatan tersebut terdiri dari tingkat yang paling sukar, sedang, dan mudah. Pengecoh yang dibuat diharapkan mampu mengecoh peserta tes minimal 5% dari peserta tes. d. Validasi Desain
Berdasarkan pada tabel 4.1 yang ada pada bab III. Hasil dari validasi desain dari guru kelas IVA SD Kanisius Sorowajan diperoleh skor 3,06 termasuk kategori “baik”, validasi desain dari guru kelas IVB SD Kanisius Sorowajan diperoleh skor 3,00 termasuk kategori “baik”, validasi desain dari guru kelas IVA SD Kanisius Wonosari II diperoleh skor 3,31 termasuk kategori “baik”, dan validasi desain dari guru kelas IVB SD Kanisius Wonosari II diperoleh skor 3,18 termasuk kategori “baik”.
e. Revisi Desain
Perbaikan dilakukan peneliti berdasarkan kritik dan saran yang telah diberikan oleh guru. Peneliti melakukan revisi pada bagian-bagian yang disarankan yaitu memperbaiki penulisan huruf dan bilangan, memperbaiki option jawaban, memperbaiki soal dan kunci jawaban, mengganti soal yang sulit untuk dipahami, memperbaiki estimasi soal, dan menambahkan lebih banyak lagi gambar/grafik dalam soal tes agar lebih menarik.
f. Uji Coba Produk
Peneliti melakukan uji coba produk di SD Kanisisus Sorowajan pada hari Rabu, 23 November 2016. Uji coba dilakukan pada kelas IVA dan kelas IVB dengan jumlah siswa sebanyak 60 siswa. Uji coba dilakukan setelah jam istirahat dan dilaksanakan dengan waktu 90 menit. Hasil uji coba kemudian di analisis menggunakan aplikasi TAP untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan pengecoh.
g. Revisi Produk
Berdasarkan hasil dari analisis tes hasil belajar pada soal tipe A maka perlu dilakukan revisi pada 29 option agar pengecoh dapat berfungsi dengan baik pada nomor 1 option A dan C, nomor 2 option B dan C, nomor 3 option B, C dan D, nomor 5 option A, nomor 6 option B, nomor 8 option A, nomor 9 option A, nomor 10
option A dan B, nomor 11 option B dan D, nomor 12 option A, nomor 14 option A, nomor 15 option D, nomor 16 option A dan C, nomor 17 option B, nomor 18 option A dan D, nomor 19 option D, nomor 22 option A dan B, nomor 25 option A, nomor 26 option A, dan nomor 28 option A.
Sedangakan pada soal tipe B perlu dilakukan revisi pada 12 option agar pengecoh dapat berfungsi dengan baik pada nomor 2
option B, nomor 3 option D, nomor 4 option A dan B, nomor 6
option A, nomor 7 option D, nomor 9 option A, nomor 10 option
A, nomor 12 option A, nomor 13 option A, nomor 21 option A, dan nomor 24 option D.
Option yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa option tersebut tidak berfungsi kerena memiliki nilai pengecoh <0,05, maka pengecoh tersebut harus direvisi agar bisa berfungsi dengan baik.
Hasil dari revisi pengecoh yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10 Hasil Revisi Pengecoh Butir Soal Tipe A Nomor
soal
Tidak berfungsi Revisi Pengecoh
1. A (detik, hg, jam, hari, minggu, dan abad), dan C (detik, menit, jam, hari,
A (hari, kg, detik, hari, abad, dan menit)
kg, dan abad) C (jam, hari, g, dam, menit, dan abad) 2. B (520), dan C (620) B (420), dan C (520) 3. B (112), C (200), dan D (220) B (121), C (222), dan D (223) 5. A (4,25) A (0,42) 6. B (1,0765) B (1,7765) 8. A (0,050) A (0,05) 9. A (150) A (15) 10. A (0,044), dan B (0,4) A (0,44), dan B (4,4) 11. B (7 jam 15 menit 9 detik),
dan
D (7 jam 15 menit 5 detik)
B (7 jam 8 menit 4 detik), dan D (7 jam 15 menit 8 detik) 12. A (0,5) A (5) 14. A (2,53) A (0,253) 15. D (14.000) D (140.000) 16. A (7), dan C (9) A (1), dan C (9,5) 17. B (9,5) B (9,05) 18. A (3 jam), dan D (4,5 jam) A (2 jam), dan D (16 jam) 19. D (480) D (488) 22. A (0,0443), dan B (0,443) A (0,044), dan B (44) 25. A (0,1 ton) A (0,5 ton)
26. A (1995) A (1994)
28. A (158) A (152)
Tabel 4.11 Hasil Revisi Pengecoh Butir Soal Tipe B Nomor
soal
Tidak berfungsi Revisi Pengecoh
2. D (500) D (55) 3. B (32) B (302) 4. A (0,045), dan B (0,45) A (0,45), dan B (44) 6. A (0,0125) A (0,125) 7. D (3000) D (30.000) 9. A (13 jam 79 menit 81 detik) A (13 jam 80 menit 81 detik) 10. A (11 jam 80 menit 85 detik) A (11 jam 79 menit 85 detik) 12. A (0,6) A (6) 13. A (1,5) A (2,5) 21. A (0,048) A (0,044) 24. D (1200) D (12.000)
2. Kualitas Tes