• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data

Dalam penelitian ini menurut Beni Ahmad Saebani dan Kadar Nurjaman

bahwa ”pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh fakta

fakta yang ditemukan pada saat penelitian dilapangan, oleh karena itu analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan

kemudian dapat dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori”.14

Data merupakan sebuah hal yang sangat penting dan menjadi dasar keabsahan atau

10Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Peneltian Kualitatif, h. 46. 11 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 117.

12 Suharsimi Akunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:PT Asdi Mahasatya, 2006), cet.13 h. 131.

13 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitataif, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 53-54.

14 Beni Ahmad Saebani dan Kadar Nurjaman, Manajemen Penelitian, ( Bandung: Penerbit CV. Pustaka Setia, 2013), h. 148.

kevalidan dan kekuatan dalam penelitian. Data merupakan bahan yang belum diolah atau dapat disebut juga bahan mentah yang berkaitan dengan fakta. Sumber dan jenis-jenis data terbagi menjadi :

a) Data primer, yaitu data dari penelitian yang langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara). Data primer didapat melalui metode wawancara dan pengamatan langsung (observasi). Data primer penelitian ini diperoleh dari masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas. b) Data sekunder, merupakan rujukan yang akan dipergunakan untuk

analisa kajian referensi, literatur dan standarisasi yang menyangkut tentang dampak sampah terhadap masyarakat. Data sekunder penelitian ini adalah data yang diperoleh dari data monografi Kelurahan Bambu Apus, dan data tentang sampah diperoleh dari Dinas Kebersihan kota Tangerang Selatan.

2. Teknik dan Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dikumpulkan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Observasi

Langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi atau pengamatan, langkah ini digunakan demi melengkapi data dengan cara survei langsung kemasyarakat lalu mengamati lingkungan masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas. Menurut Nasution dalam Sugiyono menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi.15 Observasi adalah pengamatan dan

pencatatan sesuatu obyek dengan sistematika fenomena yang diselidiki.16

Observasi menurut Bungin adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya selain pancaindra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut, dan kulit.17

Observasi ini dilakukan untuk melihat dan mengamati lebih dekat apa yang terjadi di masyarakat terkait dampak dari tempat pengolahan sampah secara langsung.

2) Wawancara

Setelah proses observasi atau pengamatan selesai, maka langkah selanjutnya adalah kegiatan wawancara. Wawancara ini dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam dari masyarakat yang berada di sekitar PS 3R Vipa Mas. Menurut Esterberg dalam Sugiyono wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dikonstruksikan makna dalam suatu topic tertentu.18

Menurut Moloeng, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.19 Wawancara pada penelitian kualitatif merupakan pembicaraan yang mempunyai tujuan dan didahului beberapa pertanyaan informal. Wawancara penelitian lebih dari sekedar percakapan dan berkisar dari informal ke formal.20 Dengan kata lain, wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka

16 Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012), Cetakan keempat, h. 69.

17 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Prenada Media Group, 2009), Ed 1, Cet.3, h. 115.

18 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitataif, h. 72.

19 Haris Herdiyansyah, Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial, (Jakarta: Salemba Humanika, 2012), h. 118.

20

antara pewawancara dan yang diwawancarai tentang masalah yang diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, sikap dan pola pikir yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti.21

Kegiatan wawancara ini bertujuan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari keberadaan TPS 3R Vipa Mas dalam lingkungan sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Bambu Apus Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.

3)Dokumentasi

Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah melakukan pengumpulan data dengan metode dokumentasi tentang keadaan sebenarnya yang ada di tempat penelitian guna tanda bukti yang sah mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan. Dokumentasi dapat berupa buku, artikel, media masa, foto, dan lainnya. Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertiannya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang bersifat tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.22

Oleh karena itu, langkah terakhir penelitian akan dimulai dengan pendokumentasian data-data dari narasumber yang berasal dari masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas Kelurahan Bambu Apus. 4)Catatan Lapangan

Selain dokumentasi berupa rekaman suara, video, dan gambar, peneliti juga dapat mencatat temuannya. Catatan lapangan merupakan catatan yang ditulis secara rinci, cermat luas, dan mendalam yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti.23 Dengan catatan lapangan maka peneliti dapat

21

Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik , (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), Cet. 1, h.162.

22 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik,h. 175.

mendeskripsikan tentang keadaan wilayah penelitian sehingga dapat membantu peneliti dalam menganalisis data.

Nusa Putra berpendapat bahwa pada umumnya catatan lapangan terdiri dari dua bagian. Pertama, catatan deskriptif berupa gambaran rinci tentang lokasi, situasi, kejadian atau apa pun yang diamati oleh peneliti. Kedua catatan reflektif adalah ruang bagi ekspresi kebebasan peneliti untuk memberikan tanggapan secara logis maupun etis.24

Dengan catatan lapangan segala kegiatan yang dilakukan peneliti dapat dideskripsikan dengan baik dan dapat membantu peneliti dalam menganalisis tentang segala kegiatan yang berlangsung dalam penelitian.

Dokumen terkait