• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN, SARAN

C. Saran

1. Bagi Instansi/pemerintah

Pemerintah seharusnya bisa lebih mengoptimalkan lagi sarana dan prasarana di TPS 3R Vipa Mas maupun untuk masyarakatnya berupa tong composter.

2. Bagi Peneliti

Peneliti yang ingin meneliti hal yang sama yakni tentang dampak keberadaan tempat pengolahan sampah sebaiknya menggunakan variabel y yang lain untuk penelitiannya.

3. Bagi Masyarakat

Masyarakat harus mampu bekerjasama dengan pemerintah dan TPS 3R Vipa Mas agar program-program kedepannya bisa berjalan dengan lancar dan lebih baik.

xiii

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Afrizal. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan

Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada, Cetakan ke-2, 2015.

Ahmad Saebani Beni dan Kadar Nurjaman. Manajemen Penelitian. Bandung: Penerbit CV. Pustaka Setia, 2013.

Ahmad Saebani, Beni. Metode Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, Cet.I, 2008. Ahmadi, Abu. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Akib, Muhammad. Hukum Lingkungan Perspektif Global dan Nasoinal. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014.

Akunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:PT Asdi Mahasatya, cet.13, 2006.

Apridar. Teori Ekonomi: Sejarah dan perkembangannya. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.

Arikunto, Suharismi. Prosedur Peneltian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineke Cipta, cet 13, 2006.

Banowati, Eva. Geografi Sosial.Yogyakarta: Ombak, 2013.

Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik,

dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Prenada Media Group, Ed 1, Cet.3, 2009.

Chandra, Budiman. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2005.

Deliarnov. Perkembangan Pemikiran Ekonomi.Jakarta: Rajawali Pers, 2012. Dinas Kebersihan Pertanaman dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan. Tempat

Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) Berbasis Masyarakat.

Eddy, Karden. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan, 2009.

Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.

xiv

Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.

Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara, Cet. 1, 2013.

Herdiyansyah, Haris. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika, 2012.

Koentjaraningrat. Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009. Laily Nur dan Budiyono. Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013. Mulyanto. Ilmu Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007.

Noor, Andri Ardiansyah. Klimatologi Umum. Tangerang Selatan: UIN Jakarta Press, 2013.

Noor, Djauhari. Geologi Lingkungan.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

Perundangan Tentang Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2010.

Purba, Jonny. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005.

Putra, Nusa. Penelitian Kualitatif : Proses dan Aplikasi. Jakarta : PT. Indeks, 2012.

Rahardja Prathama dan Mandala Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi:

Mikroekonomi dan Makroekonomi. ed 3. Jakarta: Lembaga Penerbit

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008.

Satori Djam’an dan Aan Komariah. Metodologi Peneltian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta, Cetakan Ke-5, 2013.

Sejati, Kuncoro. Pengolahan Sampah Terpadu dengan Sistem Node, Sub Point,

Center Point. Yogyakarta: Kanisius 2009.

Soma, Soekmana. Pengantar Ilmu Teknik Lingkungan Seri: Pengelolaan Sampah

Perkotaan.Bogor: IPB Press 2010.

Sudradjat. Mengelola Sampah Kota. Jakarata:Penebar Swadaya, 2009. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitataif. Bandung: Alfabeta, 2014. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2012.

Sukandarrumidi. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, Cetakan keempat, 2012.

xv

Sumantri, Arif. Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, cet.2, 2013.

Supardan, Dadang. Pengantar Ilmu Sosial.Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Usman Husaini dan Purnomo Setiady. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi Aksara, Ed. 2, Cet 1, 2008.

Jurnal

Bambang Prishardoyo, Analisis Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Dan Potensi Ekonomi Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pati Tahun 2000-2005, JEJAK, Volume 1, Nomor 1, September, 2008. Lucia Desti Krisnawati, Kajian Volume Sampah Di Kota Kediri (Lokasi Tpa

Klotok), Jurnal Ilmiah Berkala Universitas Kadiri, Edisi : Pebruari 2014 – Mei,2014.

Mayun Nadiasa, Dewa Ketut Sudarsana, dan I Nyoman Yasmara, Manajemen Pengangkutan Sampah Di Kota Amlapura, Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 13, No. 2, Juli, 2009.

Putri Ekasari dan Arya Hadi Dharmawan, Dampak Sosial-Ekonomi Masuknya Pengaruh Internet Dalam Kehidupan Remaja Di Pedesaan, Jurnal Vol. 06, No. 01, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, 2012.

Zunaidi, Muhammad. Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Di Pasar Tradisional

Pasca Relokasi Dan Pembangunan Pasar Modern”, Jurnal Sosiologi Islam,

Vol. 3, No.1, 2013.

Skripsi, Tesis, Disertasi

Asti Yunita Utari, “Analisis Willingness To Pay Dan Willjngness To Accept

Masyarakat Terhadap Tempat Pembuangan Akhir Sampah Pondok Rajeg

Kabupaten Bogor”, Skripsi pada Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor,

xvi

Indra Yones, “Kajian Pengelolaan Sampah di Kota Ranai Ibu Kota Kabupaten

Natuna Propinsi Kepulauan Riau” Tesis pada Pascasarjana Universitas

Diponegoro Semarang, Semarang, 2007. tidak dipublikasikan.

Jean Anggraini, “Dampak Bank Sampah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat dan

Lingkungan (Studi Kasus Bank Sampah Cempaka II Kelurahan Pondok

Petir Rw:09)”, Skripsi, pada Sarjana Uin Syarif Hidayatullah Jakarta,

Jakarta, 2013. tidak dipublikasikan.

Ni Komang Ayu Artiningsih, “Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan

Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus Di Sampangan Dan Jomblang, Kota

Semarang”, Tesis pada Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang,

Semarang, 2008. tidak dipublikasikan.

Ricky Pratama Putra, “Kondisi Sosial Ekonomi Dalam Perubahan Status Kota

Tangerang Selatan”, Skripsi Pada Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013. tidak dipublikasikan.

Siti Khoiriya, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam

Pengelolaan Sampah 3R Di Rw II,III, dan V Kelurahan Sampangan Kota

Semarang”, Skripsi, Universitas Diponegoro, 2012. tidak dipublikasikan.

Yohanes Nanda Setiawan, “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Dengan

Program 3r Reduce, Reuse, Recycle (Suatu Studi Evaluasi Tentang Pengelolaan Sampah Berdasarkan Peraturan Menteri Pu No.21/Prt/M/2006 Di Kelurahan Jember Kidul, Kebonsari, Jember Lor, Kabupaten Jember)”,

Skripsi, Universitas Jember, 2013. tidak dipublikasikan.

Internet

Hambali, “TPA Ciepucang Tangsel Akan diperluas”,

http://news.okezone.com/read/2015/08/26/338/1202564/tpa-cipeucang-tangsel-akan-diperluas,di akeses 17 September 2015 Pukul 12.20 WIB

SURAT PERMOHONAN

IZIN PENELITIAN, SURAT

BIMBINGAN SKRIPSI, DAN

SURAT TANGGAPAN

PENELITIAN

PEDOMAN OBSERVASI,

HASIL OBSERVASI,

PEDOMAN WAWANCARA,

DAN HASIL WAWANCARA

Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah TPS 3R Vipa Mas Terhadap Lingkungan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Bambu Apus.

Dalam observasi, semua indera peneliti harus menjadi alat penelitian yang peka dan terintegrasi secara aktif serta dapat diandalkan. Pengamatan dilakukan secara menyeluruh di sekitar Kelurahan Bambu Apus Rw 06, 07 dan 04 dan TPS 3R Vipa Mas. Hal yang akan diamati adalah :

1. Keadaan Lingkungan Sosial Ekonomi Kelurahan Bambu Apus 2. Keadaan TPS 3R Vipa Mas.

Hasil pengamatan akan dituliskan dengan format sebagai berikut : Observasi ke :

Lokasi : Waktu :

NO Perilaku yang tampak

1. 2. 3.

Tempat Pengolahan Sampah TPS 3R Vipa Mas Terhadap Lingkungan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kelurahan Bambu Apus.

Dalam observasi, semua indera peneliti harus menjadi alat penelitian yang peka dan terintegrasi secara aktif serta dapat diandalkan. Pengamatan dilakukan secara menyeluruh di sekitar Kelurahan Bambu Apus Rw 06, 07 dan 04 dan TPS 3R Vipa Mas. Hal yang akan diamati adalah :

1. Keadaan Lingkungan Sosial Ekonomi Kelurahan Bambu Apus 2. Keadaan TPS 3R Vipa Mas.

No. Tanggal Kegiatan Keterangan

1. Hari ke-1 (21 November 2016)

Keadaan TPS 3R Vipa Mas

Ada pekerja pengangkut sampah sedang beristirahat dan ada juga pekerja yang sedang menurunkan sampah yang habis di angkut dari masyarakat, sementara itu banyak sampah juga yang menumpuk. 2. Hari ke-2 (23 November 2016) Lingkungan Sosial Ekonomi masyarakat RW 04

Ada ibu-ibu yang sedang menimbang sampah di bank sampah, keadaan ekonomi masyarakat ada yang belum mampu, juga banyak masyarakat yang sedang berkumpul.

kebanyakan masyarakatnya kerja kantoran karena di RW 06 ini merupakan kawasan perumahan dan keadaan ekonominya juga menengah keatas. 4. Hari ke- 4 (24 November 2016) Lingkungan Sosial Ekonomi masyarakat RW 07

Lingkungannya tertata dan rapi, masyarakatnya baik dan ramah, keadaan ekonominya menengah ke atas karena di RW 07 ini kawasan perumahan atau komplek Departemen Agama.

1. Menurut anda sampah itu apa?

2. Apakah anda mengetahui sumber-sumber sampah?

3. Apakah anda mengetahui jenis sampah organik dan anorganik? 4. Apakah anda mengetahui bentuk sampah padat, cair dan gas?

5. Menurut anda faktor-faktor apa saja yang memengaruhi jumlah sampah? 6. Menurut anda, apakah jumlah penduduk memengaruhi jumlah sampah? 7. Menurut anda, apakah kebiasaan masyarakat memengaruhi jumlah

sampah?

8. Menurut anda, apakah kemajuan teknologi memengaruhi jumlah sampah? 9. Apa yang anda ketahui tentang konsep sampah di kota tangerang selatan? 10.Bagaimana menurut anda tentang konsep 3R (Reduce, Reuse, dan

Recycle)?

11. Bagaimana anda mengelola sampah?

12. Menurut anda, apakah sampah itu memiliki dampak yang sangat berbahaya?

13.Bagaimana kondisi lingkungan masyarakat setelah adanya TPS 3R Vipa Mas?

14.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap lingkungan sosial yang terjadi di masyarakat?

15.Setelah adanya TPS 3R ini, apakah interaksi masyarakat mengalami perubahan?

16. Menurut anda, adakah sikap masyarakat yang berubah menjadi sangat peduli dengan lingkungan khususnya sampah setelah adanya TPS 3R Vipa Mas ini?

17.Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas? 18.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap ekonomi masyarakat? 19. Adakah masyarakat yang bekerja di TPS 3R Vipa Mas?

Tempat Wawancara : Kantor TPS 3R Vipa Mas Jenis Kelamin : Laki-laki

No. Telepon : 0813-7887-4889

Tanggal Wawancara : Rabu, 23 November 2016

Pertanyaan

1. Menurut anda sampah itu apa?

Jawab: Setiap manusia, setiap makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT semua itu pasti mengeluarkan sampah setiap hari, ya begitulah. 2. Apakah anda mengetahui sumber-sumber sampah?

Jawab: Sumber sampah itu ya bisa dari rumah tangga, warga sini sampah dari kali-kali, sampah yang orang buang ke daerah sini.

3. Apakah anda mengetahui jenis sampah organik dan anorganik?

Jawab: Jenis sampah ya macam-macam yang saya tahu iya dibagi dua sampah yang organik dan non organik.

4. Apakah anda mengetahui bentuk sampah padat, cair dan gas?

Jawab: Ya, di sini ini perumahan cukup luas dan padat sebagian besar itu sampah padat 60% dari sampah rumah tangga dan 40% dari alam. 5. Menurut anda faktor-faktor apa saja yang memengaruhi jumlah

sampah?

Jawab: Itu tergantung dari kepala keluarganya, jumlah penduduk, kelakuan masyarakatnya.

6. Menurut anda, apakah kemajuan teknologi memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Oia sangat memengaruhi, teknologi itu sangat diperlukan gabisa pakai sistem yang lama karena kan mengurai sampah kan lama karena orang di luar negeri dimana-mana semua pasti pakai teknologi. 7. Menurut anda, apakah musim memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Iya sangat berpengaruh, karena kan kalo hujan itu sampah menjadi padat jadi berat terkena air, nah itu kan dipilah-pilahnya jadi susah.

jadwal-jadwal nya.

9. Menurut anda, apakah keadaan sosial, ekonomi dan budaya memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Iya, mereka kalo sosial nya, tingkat ekonominya tinggi itu sudah ya pasti memengaruhi lah ya.

10.Apa yang anda ketahui tentang konsep sampah di kota tangerang selatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)?

Jawab: Jadi, kebetulan saya pendiri di sini (TPS 3R) jadi awal berdirinya TPS 3R ini karena, sejarahnya tahun 2007 ada kejadian di Bandung tertimpah longsor yang meninggal sekitar 100 orang lebih, setelah itu baru pemerintah pusat Kementrian PU mengusulkan ke pemerintahan mengeluarkan Undang-Undang bahwa tidak boleh lagi sampah yang dari rumah tangga itu di angkut oleh truk di buang langsung ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tapi harus dipilah-pilah, makanya tahun 2008 itu Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 bersamaan itu keluarlah Undang-Undang tentang TPS 3R.

11.Menurut anda apakah sudah efektif pegelolaan sampah ini dengan menggunakan 3R?

Jawab: Heeemm, kalo petugasnya, penerapannya SOP nya dari tiap-tiap TPS 3R berjalan baru dah efektif, karena peraturan dari pemerintah mengatakan bahwa maksimal 20-30% itu residu yang harus dibuang.

12.Bagaimana anda mengelola sampah?

Jawab: Ya kalo saya pribadi di keluarga ya sampah yang basah dan kering kita pilah.

13.Menurut anda, apakah sampah itu memiliki dampak yang sangat berbahaya?

Jawab: Iya dong, karena kalau tidak ditanggulangi dari sekarang yaa… soalnya kan sampah itu setiap hari berproduksi.

kita tidak kelola orang-orang dari luar masyarakat RW 06 buang kesini semua.

15.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap lingkungan sosial yang terjadi di masyarakat?

Jawab: Awal kita membentuk TPS 3R ini ada pro dan kontra. ya kita dengan niat yang baik dan tulus karena kalau sampah ini tidak kita pilah dari awal sampah rumah tangganya kasihan nantinya di TPA Cipeucang. Walaupun pro dan kontra terjadi berkali-kali, dan masyarakat yang pendidikannya tinggi pun kalau disekitar rumahnya ada tempat penampungan sampah ini mereka tidak terima.

16.Setelah adanya TPS 3R ini, apakah interaksi masyarakat mengalami perubahan?

Jawab: Ya berubah, karena kan kita ada perkumpulan bank sampah. 17.Menurut anda, adakah sikap masyarakat yang berubah menjadi sangat

peduli dengan lingkungan khususnya sampah setelah adanya TPS 3R Vipa Mas ini?

Jawab: Ada, ada pengaruh yang tadinya cuek, kalau ada yang buang sampah sembarang ada yang liat langsung di tegur oleh warga.

18.Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Kalau disini kan komplek yah, jadi ya ekonominya kelas menengah.

19.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap ekonomi masyarakat?

Jawab: Ada, kebetulan kan disini juga ada bank sampahnya, bank sampahnya kebanyakan dikelola oleh rata-rata ibu-ibu RT nya, jadi ya itu ekonomi sosialnya jalan.

20.Adakah masyarakat yang bekerja di TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Dari RW 06 ga ada, jadi rata-rata yang bekerja disini dari RW kampung sebelah RW 04 ya RW nya pa Muhammad itu.

21.Berapa penghasilan masyarakat yang bekerja di TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Jadi sistemnya di gaji, dan awalnya mereka sistem perekrutannya itu ada yang pendidikan terakhirnya hanya rata-rata SD paling tinggi SMP, mereka pun dari awal berdinya TPS ini sampai sekarang udah punya keluarga dan punya motor semua, apalagi ada

Nama : Ria Agus Tedi Tempat Wawancara : Rumah Ibu Ria Jenis Kelamin : Perempuan No. Telepon : 0856-7327-538

Tanggal Wawancara : Rabu, 23 November 2016

Pertanyaan

1. Menurut anda sampah itu apa?

Jawab: Sampah? artinya? apa ya? Sampah adalah sisa-sisa barang yang sudah tidak terpakai, terus tidak berguna, tidak bermanfaat jadi dibuang.

2. Apakah anda mengetahui sumber-sumber sampah?

Jawab: Sumber sampah dari sayuran, dari sesuatu yang kita makan-makanan ringan misalnya bungkusnya kan jadi sampah tuh ya, terus makanan yang basi mungkin yang sudah tidak termakan atau sisa, sampah rumah tangga seperti bekas sabun yah, pasta gigi.

3. Apakah anda mengetahui jenis sampah organik dan anorganik?

Jawab: Yang saya baru tau sekarang-sekarang ini baru ngerti, kalo dulu kan belom, jadi ada sampah kering itu seperti bungkus-bungkus plastik, plastik juga kan yang kaya bungkus biskuit, ada juga sampah tapi juga kering itu kaya bekas bungkus makanan. Kalo organik itu kan sisa-sisa makanan yang bisa cepat terurai, kalau an organik seperti kardus-kardus dan bisa di daur ulang.

4. Apakah anda mengetahui bentuk sampah padat, cair dan gas?

Jawab: Ya sebagian besar yang saya lihat disini kebanyakan sampah padat, paling kalau sampah cair nya seperti bekas-bekas minyak goreng ya itu aja si sampah cairnya.

5. Menurut anda faktor-faktor apa saja yang memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Penghasil sampah terbanyak itu sebenernya dari rumah tangga yah, terutama dari ibu-ibunya, penghasil sampah terbanyak itu dari ibu-ibu.

7. Menurut anda, apakah kemajuan teknologi memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Iya sih sangat juga memengaruhi, karena butuh mesin untuk mengubah sampah menjadi serpihan-serpihan ya jadi tidak sepenuhnya membuang sampah ke TPA ya lumayan mengurangilah ya walaupun sedikit.

8. Menurut anda, apakah musim memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Kalau jumlah si ga kenal musim yah, kalau jumlah tambah terus kaan, mungkin kalau musim lebih ke bau nya kali ya, kalau musim hujan itu bau karena basah kan, angin juga.

9. Menurut anda, apakah sistem pengumpulan memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Ya kalau di masyarakat sekitar sini si udah ada jadwal-jadwalnya di angkut ke TPS 3R.

10.Menurut anda, apakah keadaan sosial, ekonomi dan budaya memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Menurut saya si iya yah, kalau disini si seperti yang saya bilang tadi untuk keperdulian terhadap lingkungan itu masih kurang, kebetulan disini juga saya kan ada bank sampah yah, saya termasuk yang aktif di bank sampah bersama bu RW itu, itu yang aktif mungkin yang peduli lingkungan ya saya rasa, ada juga orang yang bukan peduli ya sering ikut ikut di ajak tapi kalau dia gaperduli dengan lingkungannya sendiri ya samaa juga bohong, ikut doang ga ada tindakan, kalau saya si Alhamdulillah sampah di rumah sudah mulai dipisah antara yang kering dan yang basah, jadi itu kan dari masih masing dulu untuk ke lingkungan yang besar dari rumah kita sendiri dulu, sampah udah mulai dipisah.

11.Apa yang anda ketahui tentang konsep sampah di kota tangerang selatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)?

Jawab: Saya taunya Reuse yah daur ulang, saya lebih tau itu, seperti memanfaatkan bekas galon galon dan botol beling untuk dimainkan menjadi alat musik.

Jawab: Seperti yang sudah saya bilang tadi dengan cara memisahkan yang basah dan kering.

14.Menurut anda, apakah sampah itu memiliki dampak yang sangat berbahaya?

Jawab: Iya, kemarin juga ikut dalam acara sosialisasi sampah itu bertambah terus yah, semakin berbahaya apalagi plastik,belum bisa mengikuti negara luar, alau disana kan kalo belanja udah gapake plastik, melainkan pakai kantong yang dari bahan daur ulang.

15.Bagaimana kondisi lingkungan masyarakat setelah adanya TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Lebih bersih jadi ga ada bau sampah, lebih rapih dan teratur. Karena kan sebelum adanya TPS 3R, hanya tempat pembuangan sampah liar yang dibuang sama orang yang bahkan bukan masyarakat sini.

16.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap lingkungan sosial yang terjadi di masyarakat?

Jawab: Ada si sebagian masyarakat yang mengunjungi TPS 3R. 17.Setelah adanya TPS 3R ini, apakah interaksi masyarakat mengalami

perubahan?

Jawab: Ada perubahan karena memang masih kebanyakan yang cuek dan kurang perduli dengan sampah.

18.Menurut anda, adakah sikap masyarakat yang berubah menjadi sangat peduli dengan lingkungan khususnya sampah setelah adanya TPS 3R Vipa Mas ini?

Jawab: Masih banyak yang kurang peduli, tapi ada juga yang sudah mulai care sama lingkungannya, ya mungkin bertahaplah ya, kalau kaya itu kan harus rajin-rajin dan cerewet buat mengajak yang lainnya. 19.Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di sekitar TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Ekonomi masyarakat disini si rata-rata sudah menengah ke atas.

20.Adakah dampak TPS 3R Vipa Mas terhadap ekonomi masyarakat?

Jawab:. Ya berdampak karena kan ada bank sampah, ya emang ga seberapa dari hasil sampah yang dikumpulkan dan ditimbang, tapi

bener peduli lingkungan ga mikirin ke uang ya ikhlas aja.

22.Berapa penghasilan masyarakat yang bekerja di TPS 3R Vipa Mas?

Jawab: Tidak ada, karena semua menurut saya ikhlas dan memeang itu semua kita orang-orang yang perduli lingkungan.

3. Masyarakat RT 002/06

Profil Narasumber dan Keterangan Waktu

Nama : Eka

Tempat Wawancara : Rumah Ibu Eka Jenis Kelamin : Perempuan No. Telepon : 0812-8782-2163

Tanggal Wawancara : Jum’at, 25 November 2016

Pertanyaan

1. Menurut anda sampah itu apa?

Jawab: Kalau sampah itu yang sudah terbuang dan sudah tidak terpakai lagi.

2. Apakah anda mengetahui sumber-sumber sampah?

Jawab: Sumber sampah biasanya dari rumah tangga, terus sampah-sampah di kantor sampah-sampah-sampah-sampah di sekolah.

3. Apakah anda mengetahui jenis sampah organik dan anorganik?

Jawab: Kalau sampah itu kan dibagi menjadi dua organik dan anorganik, kalau kita bicara orang awam sama ibu-ibu itu biasanya kita bicaranya sampah basah dan sampah kering, kalau sampah basah itu seperti sampah rumah tangga sisa-sisa sayur, nasi basi, sedangkan kalau sampah kering itu sampah yang tidak bisa hancur pada saat itu, seperti plastik, botol aqua terus kertas, kayu. Dan ada juga sampah kering yang dijual di bank sampah, kalau itu kan ada beberapa item yang bisa dijual di bank sampah, kecuali seperti bungkus kopi, pernik yang kecil-kecil gitu kan ga laku di bank sampah terus kalau bungkus indomie pengepulnya ada yang terima dan juga yang ga, ada tiga yang ga diterima di bank sampah yaitu, sterofoam, pembalut dan pampers,

sampah, seperti kantong kresek, terus botol-botol minuman beling, terus kertas, koran ya itu aja.

5. Menurut anda faktor-faktor apa saja yang memengaruhi jumlah sampah?

Jawab: Kalau menurut saya saat ini mereka kurang memahami cara memilah sampah, karena mereka berfikir kalau bagi mereka ini seperti kehidupan di komplek saya lihat ya cukup dengan membayar setiap bulan, gamau taulah yang penting saya sudah bayar tiap bulan terserah itu sampah mau diapain yang penting rumah saya bersih gitu aja, jadi

Dokumen terkait