BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data
Dalam penelitian ini untuk memperoleh data-data lapangan, penulis menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu:
1) Observasi
Definisi observasi menurut Gordon E Mills. Mills “Observasi adalah sebuah kegiatan yang terencana dan terfokus untuk melihat dan mencatat serangkaian perilaku ataupun jalannya sebuah sistem yang memiliki tujuan tertentu, serta mengungkap apa yang ada di balik munculnya perilaku dan landasan suatu sistem tersebut.”54
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi secara non partisipan, artinya peneliti berada diluar subyek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Dengan demikian peneliti akan lebih leluasa mengamati kemunculan tingkah laku yang terjadi.
Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data mengenai kondisi objek yang diteliti, melihat dan mengamati beberapa kegiatan yang berlangsung terkait kesetaraan dan ketidakadilan pada pedagang perempuan di Pasar Anyar.
Tabel 3. 2 Pedoman Observasi
No. Aspek yang Diamati Komentar
1. Kegiatan yang dilakukan pedagang perempuan Pasar
54 Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Focus Groups sebagai Instrumen
Anyar
2. Pedagang laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama di Pasar Anyar 3. Perbedaan lokasi kios berdagang
antara laki-laki dan perempuan
2) Wawancara (Interview)
Wawancara dapat berarti banyak hal atau wawacara memiliki banyak definisi tergantung konteksnya. Sugiyono menyatakan bahwa wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti akan melaksanakan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil.55
Gorden mengemukakan bahwa, “interviewing is conversation between two people in which one person tries to direct the conversation to obtain information for some specific purpose.”56 Dari definisi menurut Gorden tersebut berarti bahwa wawancara merupakan percakapan antara dua orang di mana salah satunya bertujuan untuk menggali dan mendapatkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terstruktur karena peneliti menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data yang dicari.
55
Ibid., h. 194
56
Tabel 3. 3
Instrumen Wawancara
No. Dimensi Indikator Pertanyaan
1. Kesetaraan Gender Akses menurut Pedagang Perempuan Pasar Anyar
1. Bagaimana cara Ibu untuk memanfaatkan lahan kios yang ada?
2. Dari manakah Ibu mendapat modal untuk berdagang? 3. Jika Ibu mendapat pinjaman
modal, dari mana pinjaman tersebut di peroleh?
4. Dari manakah Ibu mendapatkan pasokan dagangan?
Akses menurut Pengelola Pasar Anyar
5. Apakah ada perbedaan letak kios untuk pedagang laki-laki dan perempuan?
6. Apakah pasa ini mempunyai strategi dan kebijakan untuk pedagang perempuan Pasar Anyar?
7. Apakah ada pelatihan-pelatihan khusus yang dilakukan oleh pengelola Pasar Anyar?
8. Apakah pelatihan tersebut diikuti oleh semua pedagang pasar, atau hanya perwakilan saja?
Kontrol 9. Bagaimana keterlibatan Ibu dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
10. Bagaimana keterlibatan Ibu dalam pengambilan keputusan untuk pengeluaran kebutuhan pokok?
11. Bagaimana keterlibatan Ibu dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pembentukan keluarga (terkait jumlah anak, sosialisasi anak, dan pendidikan?
12. Bagaimana keterlibatan Ibu dalam kegiatan sosial di masyarakat?
Partisipasi 13. Bagaimana proporsi dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga?
14. Bagaimana keikutsertaan anak laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga?
Manfaat 15. Apakah manfaat dalam
pengambilan keputusan rumah tangga cenderung
menguntungkan salah satu jenis kelamin?
16. Bagaimana manfaat yang Ibu rasakan dalam kegiatan berdagang ini?
2. Ketidakadilan Gender
Marginalisasi Perempuan
1. Bagaimana pendapat Ibu, tentang anggapan bahwa perempuan yang
bekerja hanya untuk memberikan nafkah tambahan bagi keluarga? 2. Bagaimana pendapat Ibu, bahwa
perempuan dianggap lemah karena alasan reproduksi? 3. Apakah Ibu setuju tentang
anggapan bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena pada akhirnya ke dapur juga?
Subordinasi Perempuan
4. Bagaimana pendapat Ibu, tentang pandangan bahwa laki-laki lebih bisa fleksibel dalam berbagai hal dan perempuan dianggap tidak produktif?
5. Bagaimana pendapat Ibu, tentang anggapan bahwa perempuan tidak rasional?
6. Bagaimana cara pengambilan keputusan dalam keluarga Ibu? Apakah semua dilakukan dengan adil atau ada yang lebih
mendominasi? Stereotipe
pada Perempuan
7. Bagaimana pendapat Ibu, tentang pelabelan negatif pada
perempuan?
8. Apa pendapat Ibu, tentang asumsi bahwa perempuan yang bersolek/ berdandan adalah memancing lawan jenis?
Kekerasan pada Perempuan
9. Apakah suami Ibu pernah melakukan kekerasan?
10. Bagaimana cara ibu menghadapi masalah tersebut?
11. Misalnya, pada waktu tertentu Ibu sedang merasa lelah, tetapi suami minta dilayani, apa yang Ibu lakukan?
12. Apakah suami Ibu pernah melakukan pemaksaan/
pembiaran/ mengacuhkan Ibu? Beban Kerja
Ganda
13. Bagaimana cara Ibu membagi peranan dalam rumah tangga? 14. Apakah suami Ibu suka
membantu dalam melakukan pekerjaan rumah tangga? 15. Bagaimana cara Ibu mengatur
waktu untuk mengerjakan pekerjaan domestik (rumah tangga) dan publik (berdagang)? 16. Apakah Ibu tidak merasa berat
dengan pekerjaan yang Ibu lakoni?
17. Apakah Ibu menikmati peran ganda yang Ibu jalankan ini?
3) Dokumentasi
Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah melakukan pengumpulan data dengan metode dokumentasi. Renier menjelaskan istilah dokumen dalam tiga pengertian (1) dalam arti luas, yaitu yang meliputi semua sumber, baik sumber tertulis maupun sumber lisan, (2)
dalam arti sempit, yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja, dan (3) dalam arti spesifik, yaitu hanya yang meliputi surat resmi dan surat-surat negara, seperti surat-surat perjanjian, undang-undang, konsesi, hibah dan sebagainya. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian akan lebih dapat dipercaya jika didukung oleh dokumen.57
Studi dokumentasi ini mengenai keadaan sebenarnya di tempat penelitian guna sebagai tanda bukti yang sah dan mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain sebagai catatan historis, dokumen dapat juga diperlakukan sebagai pelaku dalam kondisi tertentu.
2. Pengolahan Data
Pengolahan data penelitian kualitatif tidak hanya mencari kecenderungn dan memotret pola umum realitas sosial yang diamati, tetapi juga mencari pemahaman yang mendalam tentang realitas sosial tersebut serta mencari makna di balik jawaban dan perilaku subyek penelitian. Dalam pengolahan data kualitatif dapat dilakukan dengan tiga kegiatan pengolahan, yaitu:
1) Reduksi Data
Reduksi data dapat diartikan sebagai suatu proses pemilihan data, pemusatan perhatian pada penyederhanaan data, pengabstrakan data, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam kegiatan reduksi data dilakukan pemilahan-pemilahan tentang: bagian data yang perlu diberi kode, bagian data yang harus dibuang, dan pola yang harus dilakukan peringkasan. Jadi dalam kegiatan reduksi data dilakukan: penajaman data, penggolongan data, pengarahan data, pembuangan data yang tidak perlu, pengorganisasian data untuk bahan menarik kesimpulan. Kegiatan reduksi data ini dapat dilakukan melalui: seleksi data yang
57 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif, Teori dan Praktik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 175-176
ketat, pembuatan ringkasan, dan menggolongkan data menjadi suatu pola yang lebih luas dan mudah dipahami.
2) Penyajian Data
Penyajian data dapat dijadikan sebagai kumpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang sering digunakan adalah dalam bentuk naratif, bentuk matriks, grafik, dan bagan.
3) Menarik Kesimpulan/Verifikasi
Sejak langkah awal dalam pengumpulan data, peneliti sudah mulai mencari arti tentang segala hal yang telah dicatat atau disusun menjadi suatu konfigurasi tertentu. Pengolahan data kualitatif tidak akan menarik kesimpulan secara tergesa-gesa, tetapi secara bertahap dengan tetap memperhatikan perkembangan perolehan data.